Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Al Quran Murni Sabda Awloh

Al-Quran Murni Sabda Allah


Orang Muslim yakin bahwa Al-Quran itu murni kata-kata Allah, tanpa campurtangan siapa pun. Muhammad sekalipun tidak terlibat di dalamnya. Muhammad hanyalah pemberi peringatan. Semua kata-kata dalam Al-Quran berasal dari Allah. Allahlah penyusun kata dan kalimat dalam Al-Quran. Semua kata-kata Allah itu diletakkan ke dalam mulut Muhammad dan kemudian disampaikan kepada pendengar. Itulah sebabnya selalu didahulu suatu pengulangan: “Katakanlah!”.
Pernyataan para apologet Muslim ini tentu sangat mencengangkan manakala kita membaca secara langsung Al-Quran. Kita pelajari beberapa contoh berikut ini.

Pertama, “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang” (Surat Rampasan Perang/8:65).

Kita andaikan saja kalimat itu berasal dari mulut Allah, kemudian diletakkan ke dalam mulut Muhammad. Kalimatnya menjadi: “Katakanlah: “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang”. Jika benar harus demikian, maka kalimat ini sangat tidak cocok sebab maksudnya berubah menjadi: “Allah berbicara kepada Muhammad untuk menyampaikan sebuah perintah kepada seorang Nabi agar Nabi tersebut segera mengobarkan semangat para mukmin untuk berperang”. Sayangnya teks tidak bermaksud demikan. Yang benar adalah: kalimat itu langsung dari Allah untuk pribadi Muhammad sendiri. Itulah sebabnya tidak didahului dengan ucapan yang diulang-ulang dalam dalam Alquran: “Katakanlah!” Karena kalimat itu hanya dikhususkan kepada Muhammad, maka tidak berlaku universal. Muhammad sudah mati, maka mati pulalah firman Allah. Mungkinkah firman Allah mati/tidak berlaku?

Kedua, “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah mengutuskan (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mujizat) kepada ‘Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus…” (Surat Sapi Betina/2:87).

Kata-kata Allah tersebut kini diletakkan ke dalam mulut Muhammad. Melalui Muhammadlah kalimat tersebut sampai ke telinga pendengar. Kita anggap saja kata ‘Kami’ maksudnya Allah. Namun di situlah letak masalahnya. Kalau yang dimaksud dengan kata ‘Kami’ adalah bentuk halus dari kata ‘Allah’; maka Allah tidak mengerti apa akibat dari pemakaian kata ‘Kami’ itu. Akibatnya adalah: Allah melibatkan Muhammad ketika Ia mendatangkan Taurat bagi Musa, atau mujizat bagi Isa. Seharusnya Allah tetap konsisten memakai namaNya sendiri sebab faktanya Ia tidak melibatkan Muhammad. Seharusnya kalimat itu menjadi: “Dan sesungguhnya Allah telah mendatangkan…Allah berikan bukti-bukti kebenaran…Allah memperkuat dengan Ruhul Qudus….” Kalau kalimat ini diletakkan ke dalam mulut Muhammad, maka tidak mengandung permasalahan. Karena Allah adalah Maha Mengerti/Tahu segala sesuatu; maka Dia tidak mungkin bertindak ceroboh. Kenyataannya ayat yang baru saja kita bahas mengandung kecerobohan. Jadi, tidak murni berasal dari Allah.

Ketiga, Syaitan membisikan dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (pohon kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa” (20:120).

Amat jelas bahwa teks tersebut berasal dari Iblis. Allah paling banter bertindak sebagai “tukang lapor kepada Muhammad”. Bukankah sesuatu yang amat ‘mengharukan’ kalau ayat setan itu dianggap sebagai ayat Allah?

Keempat, “Berkatalah seekor Semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (27:18).

Dari ayat ini kita tahu bahwa binatang pun terlibat dalam penyusunan ayat-ayat Allah ini.

Kelima, “Berkatalah orang-orang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah (dan begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur?). Sesungguhnya kami telah diancamkan dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang dahulu kala” (27:68).

Selain, Iblis dan Binatang, ternyata Orang-orang kafir terlibat juga dalam penyusunan Al-Quran Allah ini. Ini amat luar biasa.

Keenam, “Orang berdosa berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin” (32:12).

Bukankah ayat ini merupakan sumbangan dari orang berdosa?

Ketujuh, Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Bahkan mereka berkata (pula): "(Al Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus". (Surat 21:4-5).

Terlalu gegabahlah kalau ada orang yang mengatakan bahwa teks ini berasal dari Allah sebab jelas-jelas dikatakan “Berkatalah Muhammad…Bahkan mereka berkata (pula):…”. Nah, ternyata banyak oknum yang terlibat dalam mendesain Alquran Allah ini.. Jadi, klaim bahwa Al-Quran murni datang dari Allah sendiri adalah omong kosong belaka, suatu penyesatan yang kasat mata.
Dalam Surat Sapi Betina (2) saja, kita menemukan begitu banyak pernyataan Alquran yang tidak berasal dari Allah.

1. [2.8] Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian",

2. [2.11] “mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

3. [2.13] “…, mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.

4. [2.14] “…mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".

5. [2.25] “…mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

6. [2.26] “…..mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?"

7. [2.30] “…Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

8. [2.32] Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

9. [2.54] “….Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."

10. [2.55] “…ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang", karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.

11. [2.61] “…ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta".

12. [2.67] “….ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".

13. [2.68] Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".

14. [2.69] Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya."

15. [2.70] Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)."

16. [2.71] Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.

17. [2.80] Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?".

18. [2.88] Dan mereka berkata: "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

19. [2.111] Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".

20. [2.113] Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,"

21. [2.124] “….Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim".

22. [2.127] Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

23. [2.132] Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

24. [2.133] Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya."

25. [2.135] Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

26. [2.167] Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.

27. [2.246] “….Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?"

28. [2.247] Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

29. [2.248] Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.

30. [2.249] Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

31. [2.250] Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".

32. [2.258] “…..Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.

33. [2.259] Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

34. [2.260] Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati".

35. [2.285] “….(Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

36. [2.286] Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Apa yang kita baca di atas merupakan berita yang disampaikan oleh seorang narator tentang suatu peristiwa. Tidak ada satu pun bukti yang memperlihatkan bahwa Alquran murni sabda Allah kecuali kebohongan demi kebohongan yang dikembangkan oleh pendebat Muslim yang ceroboh. Alquran sendiri tidak membuktikan bahwa semua yang tertulis dalam Alquran berasal dari diriNya: Ada sebahagiaan dari Allah, tetapi itu tidak berarti SEMUA.! Beberapa contoh sabda Allah dalam Surat Sapi Betina (2) saja sbb.:

1. [2.33] Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

2. [2.34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

3. [2.35] Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.

4. [2.36] Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

5. [2.38] Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

6. [2.58] Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik".

7. [2.60] Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

8. [2.73] Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayit itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti

9. [2.76] Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kami pun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"
10. [2.93] Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengarkan tetapi tidak menaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)".

11. [2.131] Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

Masih dapat diperdebatkan, apakah yang dimaksudkan dengan subyek “Kami” adalah Allah atau Malaikat. Kesimpulan tunggal adalah Alquran TIDAK MURNI wahyu Allah. Banyak sosok siluman terlibat dalam mendesain Alquran. Anda mungkin akan bertanya-tanya kalau-kalau hal yang sama terdapat dalam Alkitab. Kami perlu informasikan bahwa Alktab tidak ditulis di sorga, tidak didikte secara literer (kata per kata) oleh Yahwe. Alkitab tidak diturunkan dalam bentuk buku secara langsung dari kayangan sorga. Alkitab adalah tulisan Yahwe dan Manusia yang diterangi oleh Roh Yahwe (Roh Kudus). Para penulis (Musa, Daud, Matius, Paulus, Petrus dll) diterangi oleh Roh Kudus itu. Jadi, dalam Alkitab akan ditemukan unsur-unsur manusiwi (yang paling mencolok) misalnya, Alkitab memakai bahasa manusia, bukan bahasa Elohim. Elohim menghargai hal itu sebagai sesuatu yang positif. Bakat dan kreatifitas (yang diberikan oleh Yahwe) para pengarang yang dihargai oleh Elohim. Elohim memang Bapa, itulah sebabnya Dia menghargai karya anak-anakNya. Ia tidak perlu mendikte anak-anakNya. Anak-anakNya diberiNya kebebasan untuk mengenal Dia, mencintai Dia tanpa harus dipaksakan, tanpa perlu diancam baik dengan pedang, atau neraka. Anak-anak menulis tentang kasih BapaNya, tentang perintah BapaNya, tentang ajaran BapaNya, tentang kehendak BapaNya dan tentang rencana BapaNya. Jadilah Alkitab yang luar biasa inspiratif dan mengagumkan. Tak ada satu pun Kitab Suci di dunia ini yang dapat menandingi Alkitab Elohim.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More