Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Alkitab & Kemanusiaan Yesus

Biasanya orang Islam memakai teks Alkitab yang merujuk Yesus sebagai Manusia untuk menolak KetuhananNya. Mereka berpikir bahwa hanya ayat-ayat yang merujuk kemanusiaan Yesus itu sajalah yang merupakan ayat dari Tuhan Yang Maha Esa. Terhadap ayat-ayat tersebut, Tuhan mampu melindunginya sehingga tidak terjadi pemalsuan.

Orang Muslim tidak mungkin memakai ayat-ayat yang merujuk Ketuhanan Yesus untuk menolak kemanusiaanNya sebab ayat-ayat yang merujuk kepada Ketuhanan Yesus itu tidak asli (alias palsu). Seandainya pendebat Muslim mau jujur, maka jikalau ayat-ayat yang merujuk kemanusiaan Yesus dilihat sebagai ayat-ayat yang datang dari Allah (maksudnya Tuhan Yang Maha Esa), maka sudah selayaknya ayat-ayat yang merujuk Ketuhanan Yesus juga merupakan ayat-ayat dari Tuhan Yang Maha Esa sebab semuanya tercatat dalam Alkitab yang sama; dimana Tuhan sendirilah penjamin kebenaran dan keaslian yang terkandung di dalamnya. Apakah Tuhan tidak sanggup mencegah terjadinya kepalsuan?

Jadi, Muslim beranggapan bahwa dalam Alkitab Kristen terdapat dua hal: sebagian ayat Tuhan dan sebagiannya lagi bukan ayat Tuhan (persisnya palsu). Sementara orang Kristen pasti tidak memilih satu untuk menolak yang lain; juga tidak memilih keduanya karena salah satunya benar. Orang Kristen memilih keduanya karena dua-duanya benar dan karena yang satu tidak menolak yang lainnya. Alkitab tidak hanya mencatat tentang kemanusiaan Yesus, tetapijuga ke-TUHAN-anNya.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More