Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Allah Menolak Tobat

Orang Islam mengajarkan bahwa Allah menerima semua orang yang mau bertobat kepadaNya. Klaim tersebut ternyata tidak sesuai dengan kesaksian Alquran. Firaun yang tadinya tidak percaya kepada sesembahan Musa ingin bertobat. Namun niat tobatnya ini ternyata ditolak oleh Allah.

“[10.90] Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Pengakuan orang (Firaun) yang hendak menemui ajal ini ditanggapi oleh Allah:

“ [10.91] Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” “[40.45] …dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. [40.46] Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".

Menurut cara pikir orang Islam, sikap Allah itu sudah tepat sebab Allah hanya menerima tobat dari orang beriman (maksudnya, kalau orang beriman bersalah lalu memohon ampun, maka permohonan mereka itulah yang dikabulkan. Sedangkan permintaan dan pengakuan orang kafir ditolak). Tidak salah kalau kita katakan bahwa Allah sedikitnya menaruh dendam.
Uniknya, setelah nyawa Firaun dibinasakan, Allah justeru beriktiar menyelamatkan jasadnya (agar tidak hilang lenyap ditelan laut Merah). Tujuannya agar menimbulkan efek jera bagi mereka yang menyaksikannya.

[10.92] Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

Metode khas Allah.! Diharapkan para pemujaNya tunduk dan takut kepadaNya, tahu dan kenal bahwa Allah adalah sosok yang murka terhadap manusia yang menolak dan tidak tunduk kepadaNya. Orang harus tahu bahwa Allah adalah Allah yang murka dan dendam, menolak tobat dari pendosa berat dan karena itu harus ditakuti. Allah menolak tobat Firaun. Jika Allah menerima tobat Firaun, maka Dia akan dikenang sebagai sosok yang lemah. Allah menginginkan agar Ia dikenang sebagai sosok yang ganas dan menakutkan.
Berbeda dengan Allah, Yesus sama sekali lain. Ketika seorang penjahat mengalami nasip mirip Firaun dan nyawanya hampir meregang, ia memohon ampun kepada Yesus. Ketika itu juga Yesus memaafkan dan mengampuninya, dan bahkan si penjahat itu masuk sorga dengan damai sejahtera.

“ Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi". Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:33-43).

Yesus tampil sebagai sosok yang benar-benar pengampun dan penyelamat, bukan pendendam. Ia menghadirkan harapan baru bagi kaum pendosa yang mau bertobat.

Agama Yang Disempurnakan

Satu-satunya agama yang disempurnakan oleh Allah adalah Islam. Mengapa demikian? Allah pasti tahu bahwa Islam pada dasarnya adalah agama yang tidak sempurna dan banyak menyimpang dari agama monoteis terdahulu. Allah berkata:

“[5.3] Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Menarik bahwa Allah menyempurnakan agama Islam dengan “menyesuaikan agama itu dengan agama Yahudi”. Mengapa Allah perlu menyempurnakan agama itu? Jawabannya: “sesuatu yang disempurnakan karena pada dasarnya sesuatu itu tidak sempurna”. Pernyataan Allah ini seringkali dipakai sebagai pendasaran kaum Islam untuk mengklaim bahwa Islamlah agama yang paling benar. Klaim itu tidak sesuai dengan pengakuan Alquran di atas. Islam diridhai Allah, tetapi bukan satu-satunya agama yang diridhai Allah dan benar. Allah bersabda:

“[2.256] Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Pernyataan Allah ini mengandaikan bahwa orang boleh bebas memilih agama Islam atau tidak. Allah berkata lagi:

“[109.5] Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. [109.6] Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".

Jadi, Allah mengakui eksistensi agama-agama. Mengapa? Jawabannya karena Islam bukanlah satu-satunya agama yang benar. Islam adalah salah satu agama yang diridhai Allah. Bukankah Allah juga mengakui eksistensi agama Yahaudi dan Kristen? Bukankah Muhammad diperintahkan untuk menegakkan Taurat, Zabur dan Injil?

[5.68] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.”


“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu”. Pernyataan Allah ini tidak menunjukkan bahwa Islamlah agama yang benar. Perhatikan ilustrasi berikut ini:
“Seorang ibu Muslim menolak keras puterinya menikah dengan orang Yahudi. Ibu tersebut bahkan mengancam membunuh anaknya jika ia tetap nekad menikah dengan pria idamannya. Lama kelamaan hatinya luluh juga. Ibu muslim itu akhirnya menyempurnakan dan meridhai pernikahan putrinya. Menurut Islam pernikahan diluar Islam tidak benarbukan? Nah, disempurnakan dan diridhai tidak berarti benar. Seandainya Islam adalah agama yang benar, mengapa Allah tidak lansung saja mengatakan bahwa bahwa “Islam adalah satu-satunya agama yang benar”?

Bandingkan pernyataan Alkitab berikut ini:

“Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." (Yohanes 14:5-7)

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul)

“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (2Timotius 3:15)

“Kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus…Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. “ (2 Petrus 1:1.11)


Otoritas Agama

Berkaitan dengan topik ini, Molyadi Samuel AM mewakili pandangan Islam menulis:

“Kitab Suci [maksudnya Weda, Tripitaka, Alkitab dan Alquran, dll) adalah sumber otoritas final bagi orang beriman. Dalam menjalani hidup, solusinya harus dirujuk kepada Kitab Suci” (Molyadi Samuel AM, Indeks Kesalahan Alkitab, 2006 hlm.ix).

Jika pandangan ini dipegang secara konsisten, maka banyak hal yang tidak sesuai dengan Alquran dalam pandangan Islam harus ditolak, antara lain:

1. Sunat.
2. Perempuan tidak disunat
3. Shalat 5 waktu
4. Laporan (Hadis) bahwa Muhammad membuat mujizat
5. Muhammad tidak berdosa
6. Penyembahan Kab’ah di Mekkah
7. Nabi Muhammad sudah masuk sorga
8. Nabi Muhammad yang memiliki istri lebih dari 9 orang
9. Dan lain-lain

Jadi, Kitab Suci sebagai satu-satunya otoritas final ajaran suatu agama tidaklah relevan. Ada banyak tradisi keagamaan yang tidak tercatat dalam dalam Alquran. Islam sendiri mengakui bahwa disamping Alquran, ada Hadis yang wajib dipakai sebagai dasar iman Islam. Itulah sebabnya, jikalau Anda ingin memahami tradisi penyembahan Islam, Anda harus mempelajari Alquran dan Hadis. Kedua kitab tersebut diyakini sebagai sumber iman yang otoritatif. Pernyataan-pernyataan dalam Alquran tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa bantuan hadis, kedua kitab itu tidak dapat pula dipahami tanpa ditafsirkan oleh otoritas tertentu.

Demikian juga kalau Anda ingin mempelajari dasar-dasar iman Kristen. Anda tidak hanya mempelajari Alkitab, tetapi juga Tradisi dan Magisterium Gereja. Iman yang diterima dan dihayati oleh para pendahulu bukan melulu diatur oleh Kitab Suci, tetapi juga oleh otoritas pimpinan komunitas. Dengan demikian, otentisitas iman asali dapat dijamin.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More