Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Allahu Akbar

Setiap Muslim mengumandangkan kata itu minimal lima kali sehari. Kata itu terutama diucapkan saat mereka hendak mengadakan salat. Namun hanya sedikit dari mereka yang mengetahui arti kata itu. Kebanyakan diantara mereka tidak mau mengetahui selain dugaan bahwa kata itu berarti Tuhan Yang Maha Esa. Dugaan semacam itu pada dasarnya salah. Umat Muslim menterjemahkan kata “Allahu Akbar” dengan “Allah Maha Besar”. Pada hal secara hurufiah kata “Allahu Akbar” berarti Allah Yang Lebih Besar.
Kita tahu bahwa kata Allah berasal dari gelar yang diberikan kepada dewa bulan: al-ilah, disingkat menjadi allah yang artinya dewa paling utama dan paling tinggi dari semua dewa. Orang-orang Arab penyembah berhala bahkan memakai nama Allah untuk menamai anak-anak mereka. Ayah Muhammad bernama Abdullah yang artinya abdi Allah (dan tidak pernah masuk Islam). Karena Allah tidak lain adalah dewa paling tinggi dari semua dewa yang ada, maka tidak mengherankan mengapa Muhammad menamakan sesembahannya sebagai Allah Yang Lebih Besar, atau Allah Terbesar. Konteksnya adalah situasi masyarakat Arab yang percaya akan adanya banyak dewa (politeisme).
Anda mungkin akan berkata: apalah arti sebuah “nama” yang penting adalah “sesuatu” atau “pribadi” yang disimbolkan oleh nama itu. Hal itu benar.! Namun, persoalannya adalah Muhammad atau Al-Quran tidak pernah mendefinisikan secara spesifik pengertian Allah kepada pengikutnya. Siapakah Allah yang mengajarkan Muhammad untuk membunuh sesama saudara Arabnya yang tidak masuk Islam?. Hal itu mengandaikan bahwa para pendengar Muhammad sudah tahu siapakah sosok dibalik identitas Allahu Akbar tersebut. Sosok Allahu Akbar yang dimaksud oleh Muhammad tidak lain adalah dewa tertinggi, dewa bulan. Kita tidak menemukan indikasi bahwa Muhammad credibel untuk mengganti nama Yahwe menjadi Allah. Kita diyakinkan bahwa Allahnya Muhammad bukan Yahwe, Tuhan Elohim.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More