Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Ayat Ragu-Ragu

Orang Islam menduga bahwa Alkitab tidak bersisi wahyu Tuhan karena mengandung banyak ayat ragu-ragu (kira-kira/tidak pasti). Jika itu takarannya, taruhlah Alkitab mengandung banyak ayat ragu-ragu, maka apa yang memungkinkan bahwa Al-Quran adalah sebuah kitab yang diwahyukan dari Tuhan Yang Maha Kuasa? Dalam Alquran yang satu ini justeru mengandung banyak ayat yang ragu-ragu alias tidak pasti, atau ini, atau itu, boleh jadi ini, boleh jadi itu. Beberapa diantaranya adalah sebagaimana kami kemukakan berkut ini:

1. [Surat 66.5] Jika Nabi menceraikan kamu, BOLEH JADI Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

2. [Surat 66.8] Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, MUDAH-MUDAHAN TUHAN kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

3. [Surat 68.32] MUDAH-MUDAHAN TUHAN memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan

4. [53.8] Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, [53.9] maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah ATAU lebih dekat (lagi).

5. [49.11] Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) BOLEH JADI [mungkin] mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) BOLEH JADI [mungkin] jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

6. [18.6] Maka (apakah) BARANGKALI kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an).
7. [8.23] KALAU KIRANYA Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).

8. [21.111] Dan aku tiada mengetahui BOLEH JADI hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.

9. [11.12] Maka BOLEH JADI kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

10. [2.216] Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. BOLEH JADI kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

11. [9.43] SEMOGA ALLAH memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?



Kesimpulannya, Al-Quran bukan wahyu Tuhan Yang Mahakuasa, tetapi wahyu Allah sesembahan bangsa Arab pagan.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More