Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Bahasa Terjemahan Alquran & Paulus

Orang Islam beranggapan bahwa Al-Quran tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun di dunia ini. Alasannya, Al-Quran ditulis dalam bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa Allah. Jika Al-Quran diterjemahkan ke dalam bahasa lain, maka bahasa lain itu bukan bahasa Allah. Jadi, Al-Quran dalam bahasa selain Arab bukanlah Al-Quran yang sesungguhnya. Namun kita tahu bahwa teori itu adalah sebuah prinsip teologi yang dicari-cari untuk melindungi kelemahan Al-Quran.

Pada suatu waktu kami berdiskusi dengan seorang wanita Muslim. Dia mengatakan bahwa Al-Quran seringkali salah dimengerti oleh orang Kristen sebab orang Kristen tidak mengerti bahasa Arab. Bahasa Arab hanya dimengerti oleh orang Islam. Dia mengambil contoh kata “pancunglah batang leher mereka” sebenarnya aslinya adalah “pukullah batang leher mereka”. Sayangnya wanita Muslim ini memberi penjelasan mengenai bahasa terjemahan: “Pancunglah” dan “Pukullah”. Apakah sebabnya “pukullah batang leher mereka” lebih tepat daripada “pancunglah batang leher mereka”? Siapakah yang salah Alquran atau penerjemahnya [Muslim], atau malah orang Kristen yang membaca Alquran terjemahan itu? Padahal kedua kalimat itu sama-sama kita temukan dalam bahasa terjemahan Al-Quran berbahasa Indonesia. Dia sendiri tidak mampu menjawabnya.
Kami memberitahu kepadanya bahwa banyak orang Kristen yang mengerti bahasa Arab. Mereka tahu dan mengerti membaca Al-Quran. Kami meyakinkan dia bahwa di Arab pun banyak orang Kristen. Walaupun demikian dia tetap tidak percaya. Dia justeru mengatakan bahwa sekalipun orang Kristen mengerti bahasa Arab tetapi tetap saja mereka tidak mengerti Al-Quran. Pokoknya Al-Quran hanya dimengerti oleh orang Islam. Al-Quran adalah kitab Allah yang tidak mungkin dapat mengerti oleh orang selain Muslim. Tetapi, bagaimana kalau ada orang Islam yang tidak memahami bahasa Arab?

Dia bersih kukuh pada pendapatnya, walau kami membuktikan bahwa di Indonesia sangat banyak orang Islam yang tidak mengerti bahasa Arab. Jadi, mereka tidak dapat mengimani Islam secara benar. Ataukah muslim cenderung mengimani sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerti? Jika demikian halnya, maka Islam yang dipraktekkan oleh orang Indonesia beratus-ratus tahun lamanya tidak dapat dipercaya sebagai ajaran Islam yang benar.

Apa yang membuktikan bahwa orang Indonesia adalah orang yang menghayati agama Islam secara benar adalah karena mereka menerima Al-Quran yang sudah diterjemahkan. Kalau pun mereka tidak membaca Al-Quran yang sudah diterjemahkan, maka paling sedikit Al-Quran itu sudah diterjemahkan di dalam mulut para pendakwa Islam.

Kita tidak dapat mendalilkan bahasa terjemahan sebagai alasan bahwa kita tidak memahami suatu agama. Orang-orang Kristen maupun Islam dapat memahami Islam karena bahasa terjemahan. Jadi, bahasa terjemahanpun dapat dipakai untuk membuktikan bahwa kita dapat memahami suatu ajaran agama.


Allah Dikalahkan Paulus

Orang Muslim beranggapan bahwa Isa Almasih (Yesus Kristus) membawa ajaran Allah. Namun seluruh ajaran Isa Almasih tersebut telah dikorup, dicatut dan diselewengkan oleh otoritas Gereja. Ajaran Yesus telah digantikan seluruhnya oleh Paulus. Jika Isa Almasih membawa ajaran Allah, bagaimana mungkin Allah tidak dapat menjaga ajaranNya, sebagaimana Dia telah berhasil menjaga ajaranNya yang di bawa oleh Muhammad? Bagaimana mungkin Allah membiarkan Paulus merusak ajaranNya? Tidak ada kesimpulan lain kecuali Paulus lebih hebat daripada Allah. Paulus telah mengalahkan Allah. Jika demikian, Allah tidak pantas dipercaya kecuali Paulus.

3 komentar:

ISLAM WILL DOMINATE THE WORLD

9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
10. Dalam hati mereka ada penyakit [23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad SAW lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi SAW, agama dan orang-orang Islam.
11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi [24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

[24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

13. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka [25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok."

[25] Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Wahidi dan Tsa`labi, dari jalur Muhammad bin Marwan dan Assadiyush Shaghir, dari Al-Kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, katanya, "Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Ubay dan konco-konconya. Ceritanya bahwa pada suatu hari mereka keluar lalu ditemui oleh beberapa sahabat Rasulullah saw., lalu Abdullah bin Ubay berkata, 'Lihatlah, bagaimana orang-orang bodoh itu kuusir dari kalian!' Lalu ia maju ke depan dan menjabat tangan Abu Bakar seraya berkata, 'Selamat untuk Shiddiq penghulu Bani Tamim dan sesepuh agama Islam, pendamping Rasulullah di dalam gua dan telah membaktikan raga dan hartanya untuk Rasulullah.' Kemudian dijabatnya pula tangan Umar seraya berkata, 'Selamat untuk penghulu Bani Adi bin Kaab, Faruq yang perkasa (Umar) dalam agama Allah dan telah menyerahkan raga dan hartanya untuk Rasulullah.' Setelah itu disambutnya pula tangan Ali seraya berkata, 'Selamat untuk saudara sepupu dan menantu Rasulullah, penghulu Bani Hasyim selain Rasulullah.' Kemudian mereka berpisah, Abdullah mengatakan kepada anak buahnya, 'Bagaimana pendapat kalian tentang perbuatanku tadi? Nah, jika kalian menemui mereka, lakukanlah seperti yang telah aku lakukan itu!' Mereka memuji perbuatannya itu, sementara kaum muslimin kembali kepada Nabi saw. dan menceritakan peristiwa tersebut, maka turunlah ayat ini." Isnad dari riwayat ini lemah sekali, karena Assadiyush Saghir itu seorang pembohong, demikian pula Al-Kalbiy dan Abu Saleh adalah orang-orang yang akurasinya lemah.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More