Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Dialog Antar Agama

Orang Islam biasanya memakai Surat Laba-laba (29):46 untuk membenarkan dirinya. Surat itu dipakai untukmemberi kesan bahwa orang Islam dan agama Islam adalah agama yang paling toleran di bumi ini.

“ Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik” (29:46).

Biasanya mereka hanya berhenti di situ. Ayat itu selanjutnya berbunyi:

“Kecuali dengan orang-orang zalim diantara mereka dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepadaNya berserah diri” (29:46).

Ayat ini kemudian diperlawankan dengan Alkitab (Luk 19:27). Dr M. Al-Husaini Ismail menulis:

“Kristen (Kitab Perjanjian Baru): Paksalah mereka untuk memeluk agamamu; menjadikan Yesus sebagai Tuhan, atau sembelih…[27] Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku! (Luk 19:27)”

Jika Surat Laba-Laba (29:46.a) di atas dibandingkan dengan Luk 19:27); maka akan diperoleh kesan bahwa Islam adalah agama yang paling damai, toleran sedangkan Kristen penuh dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Ambillah Alkitab dan lihatlah ayat yang dikutip. Kemudian bandingkan dengan Surat Laba-Laba tadi. Apa kesan Anda? Lukas 19:27 berbicara tentang Kerajaan Allah.”Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali” (ayat 12). “Bangsawan” yang dimaksud adalah Yesus, Anak Allah. “Berangkat ke negeri yang jauh” adalah kembali kepada BapaNya (Sorga). “Untuk dinobatkan di situ” adalah dimuliakan melalui salib dan kebangkitanNya. “Dan setelah itu baru kembali” adalah kedatangan Yesus untuk kedua kalinya nati (akhir zaman dan pengadilan terakhir). Pada akhir zaman, jadi bukan selama Ia di dunia’ semua orang yangmenolak Dia akan dibunuh (maksudnya, dimasukkan ke dalam api neraka, hidup menderita kekal).
Kita dapat melihat sejumlah teks Al-Quran yang memperlihatkan kontradiksi dengan surat laba-laba tadi, tetapi sangat ofensif dipraktekkan oleh orang Islam sekarang.

[47.4] Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Surat 8:12 tidak berbeda jauh dari ayat-ayat pedang di atas. Allah sendiri mejatuhkan teror kepada orang kafir. Setelah itu orang beriman (Islam) diperintahkan untuk menjagal mereka satu persatu demi menyenangkan hati Allah.

“[8.12] (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”

Orang Islam beranggapan bahwa semua orang non Islam adalah kafir, musyrik. Orang-orang Islam diperintahkan langsung oleh Allah untuk mengepung, mengintai mereka sampai mereka (orang-orang non Islam itu mendirikan salat, menunaikan zakat (masuk Islam).

“[9.5] Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Orang Kristen dilarang menjadi pemimpin. Bagaimana mungkin terjadi dialog yang harmonis, kerjasama yangbaik, jika dalam hati setiap orang Islam terngiang ayat-ayat suci Allah ini?

“[5.51] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.”

3 komentar:

ISLAM WILL DOMINATE THE WORLD

ISLAM WILL DOMINATE THE WORLD

"dominate" dlm hal apa? Beranak pinak? Itu ma gak penting. Kontribusi bagi perdamaian dunialah yang paling utama. Gak usah bangga dgn angka, tetapi banggalah dgn mutu. Mutu hidup manusia terletak pada bagaimana dia menjadi orang yg menjunjung tinggi keadilan, perdamaian, dan cintakasih antara sesama umat manusia. kalau pun 1000 orang muslim, tetapi semua korup, lihat ketua PKS yg sok alim itu, ternyata koruptor juga, lihat ketua demokrat itu, koruptor juga.

Muslim2 seharusnya berpikirlah sedikit cerdas....

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More