Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Hanya Islam Agama Yg Benar? & Penghapusan Alkitab

“Bahwa merupakan dasar-dasar Islam yang sudah mutlak disepakati oleh seluruh kaum muslimin adalah TIDAK ADA SATU AGAMA PUN DI MUKA BUMI INI YANG BENAR SELAIN AGAMA ISLAM sebab Islam adalah agama terakhir dan menghapuskan seluruh agama-agama yang pernah ada sebelumnya. Dan dengan demikian, TIDAK ADA SATU AGAMA PUN DI MUKA BUMI INI YANG MENGAJAK MANUSIA UNTUK MENYEMBAH ALLAH SWT ALLAH KECUALI AGAMA ISLAM.” (Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, Sosok Isa dalam Sorotan Ulama: Meruntuhkan Logika Ketuhanan Isa, Kementrian Urusan Agama Islam, Saudi Arabia, 1421 H, 1995. Hlm. 138).

Akidah iman ini didasarkan pada Surat berikut ini:

1. [3.84] Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."

2. [3.85] Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

3. [3.86] Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang lalim.

Pendapat Ulama di atas ditentang oleh Alquran sendiri.

1. [3.64] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
2. [2.4] Mereka yang beriman kepada Kitab yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. [2.5] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

3. [2.6] Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. [2.7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

4. [2.15] Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

5. [2.62] Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (bertentangan dengan Surat 98:6).

6. [5.69] Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (bertentangan dengan Surat 40:85).

7. [109.6] Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".

8. [18.29] Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".

9. [2.256] Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

10. Allah tidak menerima orang yang mau bertobat

11. Allah mengunci mati hati orang kafir (QS 4:155) [17.11] Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.
12. [17.12] Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

13. [17.13] Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

14. [17.14] "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu."

15. [17.15] Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

16. [7.157] (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

17. Allah tidak mengampuni orang yang bertobat (4:137)

18. [76.30] Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

19. [76.31] Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang lalim disediakan-Nya azab yang pedih.


Masih begitu banyak teks Alquran yang memperlihatkan bahwa orang dapat selamat bukan karena masuk Islam, juga Islam bukan satu-satunya jalan menuju Allah. Islam bukan satu-satunya agama yang mengajak umat manusia untuk menyembah Allah. Hanya agama Islam yang mengajak manusia menyembah Allahnya Muhammad benar, tetapi Allah dalam pengertian TUHAN YANG MAHA ESA, pasti tidak hanya agama Islam. Jangankan agama, kecuali penganut ateisme, semua manusia menyembah Tuhan yang Maha Esa.



Alquran Menghapus Taurat, Zabur dan Injil


“Di antara landasan akidah Islam, bahwa Allah swt. “al-Quran” adalah kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah swt kepada manusia, dan al-Quran’an MENGHAPUSKAN KITAB-KITAB YANG PERNAH DITURUNKAN SEBELUMNYA; Taurat, Zabur dan Injil. Dan dengan demikian maka tidak ada satu kitab pun di muka bumi ini yang dapat dijadikan pegangan beribadah kepada Allah swt kecuali al-Quran”.

Akidah Islam ini didasarkan pada surat 5.48 sebagaimana dikutip dalam buku Sosok Isa dalam Soroan Ulama hlm. 138. Kami kutip pernyataan Alquran secara lengkap berikut ini.

[5.48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, [5.49] dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

Kedua teks sama sekali tidak menghapuskan kitab Taurat, Zabur dan Injil. Hal yang dikemukan dalam keda ayat di atas adalah sebagai berikut:

1. Alquran membenarkan Taurat, Zabur dan Injil.
2. Alquran membenarkan berarti “menyatakan benar” bahwa Taurat, Zabur dan Injil mengandung kebenaran yang harus diikuti bukan dihapus.
3. Alquran adalah batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.
4. Alquran menjadi batu uji berarti bahwa kitab-kitab itu harus sejalan, tidak boleh saling bertentang satu sama lain.
5. Alquran tidak dapat dipakai sebagai satu-satunya kitab yang benar sebab masih ada Taurat, Zabur dan Injil, ditambah pula Alquran menambah kedurhakaan dan kekafiran orang Yahudi (QS 5:64).
6. Memutuskan perkara mereka (Yahudi dan Narani) menurut apa yang Allah turunkan kepada mereka (lihat juga QS 5:44) sebab tiap-tiap umat diberikan aturan dan jalan yang terang
7. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.
8. Allah tidak menjadikan manusia satu umat saja
9. Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu,
10. Ajakan berlomba-lombalah berbuat kebajikan, bukan berlomba-lomba menghapus kitab suci yang telah diturunkan oleh Allah sebelum Alquran

Nah, siapakah yang menghapus Taurat, Zabur dan Injil? Jawabannya adalah para Ulama yang tidak mengerti Alqurannya. Dengan demikian akidah iman Islam yang dirumuskan oleh para ulama itu rontok. Perhatikan ayat Allah berikut ini:

[5.66] Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.



Taurat dan Injil telah Dinasakh

“Wajib hukumnya mengimani bahwa dua kitab suci: Taurat dan Injil telah DINASAKH (habis masa berlakunya) setelah diturunkannya al-Quran, bahkan setiap muslim pun diwajibkan untuk beriman bahwa kitab-kitab tersebut telah banyak mengalami perubahan…Apabila kandungan yang terdapat di dalam kedua kitab tersebut pun masih ada yang benar (asli), maka ia telah terhapus dengan adanya Islam, sedangkan apabila kadungannya tidak benar, maka ayat-ayatnya berarti sudah berubah-ubah..” (Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, Sosok Isa dalam Sorotan Ulama. Kementrian Urusan Agama Islam, Saudi Arabia, 1421 H, 2005, hlm. 138).


Hal menarik dari penapat para ulama ini adalah teks-teks Alquran yang dipakai sebagai pendasarannya yakni:

1. QS [4.155] “Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.”

2. [2.79] Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

3. QS [3.78] Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari AlKitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.

Uniknya, dalam teks-teks tersebut tidak ada pernyataan eksplisit bahwa Taurat dan Injil telah dinasakh. Teks-teks tersebut justru mengakui eksistensi dari Alkitab. Hal yang dikecam dalam ayat tersebut adalah orang yang membunuh nabi-nabi, orang kafir, orang yang menulis al Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakan dari Allah, mereka yang berdusta terhadap Allah. Itu saja. Jadi, Alquran TIDAK MENASAKHAN Taurat dan Injil. Alquran sebaliknya menganjurkan Ahli Kitab untuk menegakkan Taurat dan Injil.

1. [5.44] Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

2. [5.45] Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang lalim.

3. [5.46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

4. [5.47] Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

5. [5.48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

6. [5.49] dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

7. [5.66] Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.

8. [5.68] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

9. [57.27] Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang…”

Teks-teks di atas lebih dari cukup untuk menjungkirbalikan pendapat para ulama dan membungkam mulut para komentator Islam yang menolak Taurat dan Injil. Jadi, Alquran TIDAK MENASAKHAN Taurat dan Injil, melainkan Para Ulama yang melakukan itu karena mereka tidak mengenal Alqurannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More