Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Inti Pengajaran Muhammad

Inti Pengajaran Muhammad Setiap orang Muslim bangga kalau disebut sebagai pengikut Muhammad yang taat dan saleh. Kebanggaan tersebut dilandasi oleh segala ajaran dan perilaku Muhammad. Konon Muhammad dianggap sebagai satu-satunya “lelaki teragung” yang pernah ada dalam sejarah umat manusia. Sedemikian hormatnya orang Muslim kepada Muhammad dan sedemikian teragungnya Muhammad, maka tak seorang pun boleh mengkritisi segala sesuatu yang berbau Muhammad. Para pengikut Muhammad tidak segan-segan mempertaruhkan nyawa untuk membela reputasi dan nama baik Sang Nabi. Mereka mengamuk layaknya singa liar yang terluka bila Muhammad disinggung. Bagi orang Islam, kalau toh Muhammad pernah membunuh, atau pernah mengawini istri anak angkat sendiri, atau memakan harta rampasan perang, semua itu bukan kehendak Muhammad, tetapi kehendak Allah. Allahlah yang menghendaki Muhmmad membunuh, Allahlah yang membangkitkan nafsu seks terhadap istri anak angkatnya. Karena merupakan kehendak Allah, maka hal tersebut bukanlah dosa. Betapa sulitnya kita memahami Allah yang sedemikian. Selanjutnya, Anda perlu mencermati beberapa hal yang berkaitan dengan pengajaran Sang Nabi tersebut. Anda dapat mencari sendiri hal-hal lainnya lagi, kemudian membandingkannya dengan ajaran Kristen. 1. Muhammad mengajarkan atau minimal memberitahu kita bahwa Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang. Nah, dalam hal apakah Allah telah menyatakan kasih dan sayangNya kepada Anda? Anda mungkin akan menjawab: segala sesuatu yang ada di bawah kolong langit ini adalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Dia adalah Allah Pencipta segala sesuatu. Segala sesuatu tersebut diberikanNya kepada manusia. Orang-orang yang berpikir dangkal akan cepat-cepat mengiyakannya. Kenyataannya bahwa hal-hal tersebut bukan penemuan Muhammad; tetapi penemuan dari agama-agama tradisional yang mengalami bentuk monoteisnya dalam agama Yahudi. Pernyataan kasih dan sayang bukan menyangkut: memberi hal-hal yang ada di luar diri kita kepada orang lain, tetapi terkait dengan pemberian diri Anda sendiri kepada pihak lain. Jadi, Allah sebenarnya belum menyatakan dan memberikan kasihNya kepada Anda kalau yang Dia berikan itu berupa, makanan, minuman, pakaian, harta kekayaan atau apa saja yang berada di luar diri Allah. Allah benar-benar mengasihi Anda kalau Ia memberikan diriNya untuk Anda. Sayangnya, Allah tidak pernah memberikan diriNya untuk umat manusia; khususnya orang Islam. Jadi, klaim Allah pengasih dan penyayang tidak bermakna. 2. Muhammad mengajarkan hari berbangkit. Hari pengadilan terakhir, hari dimana semua orang akan dibangkitkan untuk diadili. Jika Anda mengikuti seseorang, itu berarti anda berada persis di belakangnya. Dia yang menuntun Anda kemana dia hendak membawa Anda. Jika dia sesat; maka sangat pasti anda juga akan tersesat. Ujung ceritera hidup orang yang menuntun Anda akan memberikan gambaran bahwa seperti itu jugalah akhir kehidupan Anda. Anda tidak akan melebihi orang yang Anda ikuti itu. Jika Anda mengikuti Budha; maka hidup Anda akan berakhir seperti akhir hidup Budha. Jika Anda mengikuti Kong Fu Cu; maka hidup Anda akan berakhir seperti hidup Kong Fu Cu. Jika Anda mengikuti Muhammad; maka ujung ceritera hidup Anda akan sama seperti Muhammad. Kita tahu bahwa akhir kehidupan Budha, Kong Fu Cu dan Muhammad adalah berujung dan berhenti pada kuburan. Itulah sebabnya kuburan mereka masih dipelihara dan segala tulang-belulangnya masih tersimpan secara rapi. NAMUN jika Anda mengikuti Yesus orang Nazareth itu, hidup Anda akan berakhir seperti Dia yakni mati kemudian bangkit dan lalu naik ke sorga; duduk di sisi kanan Bapa Yang Maha Tinggi. Yesus tidak seperti Muhammad yang hanya sebagai seorang pemberi peringatan tetapi PELAKU, PELAKSANA, AKTOR utama dari apa yang diajarkanNya. Berbeda dengan Yesus, Muhammad bukan pelaksana dari apa yang diajarkannya. Muhammad mengajarkan hari berbangkit, tetapi ia sendiri tidak bangkit-bangkit. Ia mati dan kuburannya masih ada sampai sekarang. Itulah sebabnya setiap orang Muslim yang saleh selalu mendoakan agar Muhammad dan keturunannya selamat. Tidak ada kisah bahwa Muhammad telah bangkit jiwa dan raganya dari kematian kubur duniawi. Jadi, jika Muhammad mengajarkan hari berbangkit; itu berarti dia mengajar sesuatu yang tidak dia sendiri alami. Dia yang mengajar Anda saja tidak berbangkit, apalagi Anda yang hanya mengikuti dia yang mengajar Anda. 3. Allahnya Muhammad mengajarkan pengampunan dosa. Semua agama mengajarkan hal yang sama. Bedanya: Apakah Muhammad diberi kuasa oleh Allah untuk mengampuni para pengikutnya? Selanjutnya apakah Muhammad memberi kuasa pengampunan itu kepada para pengikutnya sebab pada kenyatannya, kini ia sudah mati. Haruslah ada orang yang melanjutkan karyanya. Mungkin Anda akan menjawab bahwa pengampunan itu adalah hak dan milik Allah Yang Maha Esa. Jawaban itu sangat basi dan membosankan, tidak menjawab kebutuan konkrit umat manusia dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Semua manusia tahu bahwa pengampunan itu hak dan milik Tuhan semata. Namun apakah Allahnya Muhammad rela untuk mendelegasikan kuasa pengampunanNya itu kepada pengikut Muhammad sekarang sehingga kita tahu dengan pasti bahwa sekarang, saat ini dan di sini, Allah mengampuni dosa seorang anak manusia pendosa? Jika tidak, Muhammad mengajar sesuatu yang tidak dapat ia lakukan. Kita tidak perlu jawaban yang menyimpang ini: “Muhammad hanyalah pemberi peringatan”. Manusia dewasa ini tidak membutuhkan utusan seperti itu. Dunia dewasa ini membutuhkan pribadi yang benar-benar mewakili Tuhan yang Maha Kuasa; seorang yang dapat menjalankan tugas Dia yang mengutusnya, pelaku ajaran-ajaran Tuhan. Dengan itu kita benar-benar tahu bahwa “utusan” itu berasal dari Dia yang Maha Kuasa, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Berbeda dari Muhammad, Yesus orang Nazareth itu berkuasa mengampuni dosa. Para pengikutNya juga diberiNya kuasa untuk mengampuni dosa. Dunia pun menjadi tahu bahwa Dia itu datang dari atas; dari Tuhan Yang Kuasa karena orang tersebut dapat melakukan pekerjaan Tuhan Yang Kuasa. “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dengan Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” (Yoh 20:22). 4. Muhammad mengajarkan prilaku moral yang baik Semua agama mengajarkan kebaikan. Semua pengikutnya dididik untuk hidup bermoral baik. Bedanya kriteria moral yang baik, yang diajarkan oleh Muhammad berbeda dengan kriteria moral seumumnya. Muhammad mengajarkan balas dendam, berpoligami, berperang, berzinah dengan pembantu, menipu, mengawini istri anak angkat, melempar setan dengan batu, tujuh kali mengelilingi Ka’bah di Mekkah, shalat menghadap ke Mekkah lima kali sehari, perempuan tidak boleh ikut shalat di Mesjid pada hari Jumat dll. Semua itu dipandang oleh orang Islam sebagai ajaran dari lelaki yang teragung yang pernah ada dalam sejarah dunia dan manusia. Bagi orang Kristen dan bahkan kafir sekalipun, pengajaran Muhammad ini terasa menjijikan dan tak patut ditiru kecuali mereka yang tidak mau menggunakan akalnya. Berbeda dengan Muhammad, Yesus mengajarkan hal-hal yang sangat mengagumkan. Ia mengajarkan pengampunan, cinta kasih, damai, adil, monogami, selibat, berdamai dengan musuh dan mendoakan mereka, anti perang dan pembunuhan, jujur, sempurna, suci tak bercela, dll. Semua itu menggetarkan hati dan menantang umat manusia untuk melakukan pilihan tegas: mengikuti Yesus atau Muhammad.!

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More