Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Leluhur Isa Almasih

Seorang pembela Islam di Indonesia bernama Insan LS Mokoginta tak jemu-jemunya menghujat iman Kristen. Ia dengan begitu lihai, tak bedanya seorang teoris, memakai segala cara untuk menghina Isa Almasih, nabi yang diimaninya juga. Namun, bagi nabi Isa, penghinaan Insan bukanlah sesuatu yang baru. Nabi Isa bahkan telah membuat Insan menjadi seorang yang kaya raya di Indonesia karena mendapat keuntungan dari penjualan buku-buku anti Kristennya. Ia bahkan telah menyediahkan hadiah mobil BMW jika ada orang yang sanggup menjawab sejumlah pertanyaannya. (Lihat buku yang berjudul: Berhadiah Mobil BMW: Mustahil Kristen Bisa Menjawab, 2005). Insan membentangkan silsilah Yesus mulai dari Abraham sampai Yusuf (suami Maria).
Jika kita membaca Alkitab, kita akan berhadapan dengan seorang pribadi yang disebut Yahwe. Ia berbicara kepada kita tentang bangsa Yahudi apa adanya. Tidak ada kepalsuan. Semua kebobrokan nenek moyang bangsa pilihanNya itu diungkapkan secara jelas dan tuntas. Namun, Yahwe ternyata memakai juga orang-orang yang “kotor” itu untuk karya penyelamatanNya bagi segala bangsa. Semua manusia telah terjerat dosa. Untuk itulah Dia dikatakan “Yahwe” karena Dia sanggup membersihkan yang kotor. Dia sanggup memakai apa yang tidak patut menjadi layak. Jika Insan merasa jijik dengan keadaan nenek moyang bangsa Yahudi, maka perasaan itu lebih pada penolakan terhadap sesuatu yang nyata dalam sejarah bangsa Yahudi. Kita baca apa yang ditulis oleh Insan berikut ini:

“Sangat naif sekali pezinah seperti Yehuda dan Tamar yang melahirkan dua anak kembar Perez dan Zerah dijadikan orang-orang yang menduduki tempat terhormat dalam silsilah Yesus Kristus. Ini berarti bahwa anak-anak Perez dan Zerah pun termasuk anak-anak keturunan dari anak-anak haram, termasuk Yusuf suami Maria yang kemudian melahirkan Yesus Kristus”.

Kita dapat memahami keresahan Insan. Ia berharap bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang baik-baik saja sebagaimana digambarkan oleh Al-Qurannya. Pada kenyataannya, banyak dari nenek moyang bangsa pilihan ini bertindak bejat. Ini membawa kesulitan tersendiri bagi Insan dan ummat Islam seluruhnya. Di satu pihak mereka dituntut oleh Al-Quran untuk percaya atau mengimani Alkitab, di pihak lain mereka tidak sanggup menerima kenyataan bahwa ternyata nenek moyang bangsa Yahudi memiliki riwayat yang menyedihkan.
Jika Insan dan Islam percaya bahwa nenek moyang bangsa Yahudi ternyata orang-orang bejat, maka Al-Quran ternyata salah, sebab Al-Quran tidak memberikan gambaran yang sama dengan Alkitab. Al-Quran berkata:

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (Surat 38:45-47).

Ayat-ayat Al-Quran yang lainnya membenarkan bahwa nenek moyang bangsa Yahudi adalah orang-orang yang baik-baik saja.

“Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Yakub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami lah mereka selalu menyembah” (Surat 21:72-73).


Sebaliknya, jika ayat-ayat Al-Quran tersebut memang benar, maka segala hujat/tuduhan Insan dan Islam kepada orang (iman) Kristen tidak memiliki dasar yang benar. Sangat naif rasanya kalau orang Islam menuduh kebobrokan nenek moyang bangsa Yahudi berdasarkan sumber yang tidak dapat mereka percayai kebenarannya. Jadi, orang Islam seharusnya mustahil beranggapan bahwa sebahagian nenek moyang bangsa Yahudi berlaku buruk. Jika Muslim menuduh berdasarkan laporan Alkitab bahwa nenek moyang bangsa Yahudi memang bobrok, itu artinya mereka menerima laporan Alkitab sebagai kebenaran. Kecuali kalau Islam hanya sekadar memfitnah, menuduh, mengejek dan mempermalukan orang-orang Kristen. Jika demikian, maka kita akan sangat bersyukur sebab kita tahu bahwa demikianlah hakikat Islam: hadir sebagai agama yang mengajarkan pengikutnya untuk menghina, memfitnah, mengejek dan menuduh agama lain. Itu artinya, agama Islam tidak dapat dipercayai sebagai agama yang diwahyukan oleh Yahwe, Tuhan Yang Perkasa. Orang Islam memang aneh: di satu pihak mereka mengakui bahwa nabi-nabi bangsa Yahudi adalah orang yang baik-baik; di pihak lain mereka menuduh sebahagian nabi-nabi Yahudi sebagai orang yang tidak bermoral.
Dengan gampang kita mengatakan bahwa orang Islam serba susah kalau memakai Alkitab untuk menyerang Alkitab dengan harapan menaikan pamor Al-Quran. Hasilnya nol besar. Mereka berharap bahwa dengan mengetahui kelemahan atau kekurangan agama Kristen maka otomatis agama Islam berada pada pihak yang benar. Nyatanya tidak. Jika orang Kristen memakai Al-Quran untuk menyerang Islam, maka Al-Quran tidak akan menjadi “senjatan makan tuan” sebab orang Kristen tidak percaya pada buku yang disebut Al-Quran itu. Apa pun hasil studi, seberapa pun buruknya Al-Quran, atau seberapa pun baiknya Al-Quran, sama sekali tidak menambah atau mengurangi otoritas Alkitab. Alkitab berdiri di atas kebenarannya sendiri. Berbeda dengan Islam, orang Kristen memakai Alkitab untuk membentengi dirinya terhadap gangguan agama lain sebab Alkitab sendiri menolak segala kemungkinan bahwa dalam Kitab Suci (Al-Quran) agama lain mengandung kebenaran. Alkitab tidak akan menjadi “senjata makan tuan”. Alkitab benar-benar “senjata yang dapat memberangus lawan”.

1 komentar:

wah g kebalik bos ???
siapa sih yang biasanya bikin video propaganda iman ???
ngaku dulunya ustad ???
ngaku dulunya haji ???
ngaku dulunya kiyai ???
belang g bisa lo tu2pi
dasar banci

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More