Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Mengasihi Musuh

Orang-orang Islam sangat gemar berteori bahwa Muhamamd adalah nabi yang peduli cintakasih dan suka memaafkan musuh. Namun kalau kita membaca Al-Quran, maka teori itu hanya propaganda untuk memuluskan dakwa mereka kepada orang Kristen. Al-Quran sangat jauh dari kesan mengampuni. Kita baca ayat balas dendam berikut ini:

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” (Surat 22:39).

Jadi, dalam Islam diizinkan untuk balas dendam. Muslim bahkan diwajibkan oleh Allahnya untuk memerangi orang-orang yang tidak beriman. Ini amat luar biasa.

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk” (Surat 9:29).

Bandingkan ayat-ayat Allah tersebut dengan Firman Tuhan berikut ini:

“Kamu telah mendengar firman: “Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu…Kamu telah mendengar firman: “Kasihilah sesamamu manusia dan bencillah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Elohim pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Mat 5:38-39.43-48).

Masih banyak teks lain yang mengajarkan setiap orang Kristen untuk mengampuni orang-orang jahat, termasduk laskar jihad yang selalu membakar rumah-rumah ibadah agama non Muslim. Apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus ini amat berbeda dengan ayat-ayat Allah lainnya dalam Al-Quran. Al-Quran mengenal damai dan kasih sayang, tetapi hal itu hanya berlaku dan diberikan kepada sesama Muslim.

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Surat 49:9-10).

Mengampuni musuh adalah khas bagi agama Kristen. Kami tidak mengatakan bahwa kasih sayang adalah khas agama Kristen, tetapi mengampuni musuh. Salah satu inti dari kasih adalah mengampuni musuh. Jika seseorang tidak mengampuni musuh, maka sebenarnya dia tidak mengenal kasih. Jika seorang tidak mengenal kasih, maka itu berarti dia tidak mengenal Elohim. Jadi, mengampuni musuh adalah tanda nyata bagi orang Kristen bahwa dia telah mengenal Elohim yang Maha Mengampuni. Anda boleh berharap bahwa sekalipun Anda pernah bermusuhan dengan Elohim karena kejahatan Anda, tetapi Alkitab memberi jaminan bahwa Elohim pasti mengampuni Anda dan sama sekali tidak dendam kepada Anda.

3 komentar:

monyet,..jangan bawa2 nama islam di blog anda ini,..
kalo tema nya kristen ya kristen aja ya nyet,..
jangan di campurkan dengan islam,...dasar monyet sok tahu tentang kristen,..
semoga sang messiah mengampuni kamu,.oke nyet,.

Aku tahu dari mana kau ambil kata monyet itu, pasti dari mulut Awloh kan? Dia nyumpahin Yahudi dengan kera. pantesan, penyembahnya juga begitu. mampunya cuma ngedumel, gak bisa menjawab.

saudaraku, kita mungkin berbeda.
tetapi tindakan saudara membuat postingan seperti diatas ini,merupakan sebuah kekeliruan yang besar, dengan mencatumkan ayat suci al-qur'an, tanpa saudara mengerti apa penafsiran dan sasaran dari ayat tersebut( surat al hajj(22) ayat 39. jikalau saudara mengasihi kami yang saudara anggap musuh saudara, saya akan memberi penjelasan mengenai ayat tersebut Ayat ini merupakan ayat pertama yang turun berkenaan dengan jihad. Sebelumnya, yakni di awal-awal Islam, kaum muslimin dilarang berperang melawan orang-orang kafir dan diperintahkan bersabar karena hikmah ilahiyyah (kebijaksanaan dari Allah). Ketika mereka berhijrah ke Madinah dan masih disakiti, sedangkan mereka sudah memiliki kekuatan, maka Allah mengizinkan mereka berperang - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-hajj-ayat-30-41.html#sthash.Jghs9zEr.dpuf
lihat lah saudara, betapa sebenarnya al - quran melarang untuk membalas dendam, akan tetapi orang orang kafir memerangi umat muslim terus menerus, dan Allah Swt, mengizinkan berperang dengan tujuan untuk perlindungan diri, dikala orang orang kafir memerangi umat muslim sacara brutal dan terus menerus, berkaitan dengan ayat al qur'an yang saudara cantumkan diatas, saudara menafsirkan ayat itu sendiri dari sudut pandang saudara yang bukan seorang muslim, jadi saya memaklumi tindakan saudara yang salah. akan tetapi alangkah baiknya bila saudara tidak menulis postingan ayat alqur'an yang saudara tafsirkan sendiri padahal pada kenyataannya tidak demikian, hal ini dapat menimbulkan perkara dari apa yang telah saudara tulis. karena dengan adanya postingan seperti di atas saudara bukan menjatuhkan tendensi baik umat muslim, melainkan menjelekan image saudara sendiri yang tampak ingin mencemo'oh umat muslim.
semoga kita semua tetap menjadi saudara yang dapat menjaga persaudaraan diantara perbedaan.
aaamiin

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More