Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Pemakaian Kata Allah

Kami memakai kata “Allah” untuk merujuk sesembahan Muslim, sedangkan “Yahwe, Tuhan, Elohim” untuk merujuk sesembahan Kristen. Itu tidak berarti bahwa kami anti terhadap kata Allah. Pembedaan ini lebih dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman terhadap Sesembahan Muslim dari Sesembahan Kristen. Namun ada baiknya Anda tahu mengenai asal-muasal kata tersebut. Kata “Allah” berasal dari kata: al-Ilah yang disingkat dengan Allah. Allah ini berarti dewa tertinggi atau kepala para dewa yakni Dewa Bulan. Pada dasarnya kata “Allah” bukan sesuatu yang di bawa oleh Muhammad. Orang Arab sebelum Muhammad sudah mengenalnya. Ayah Muhamad sendiri bernama Abdullah yang berarti abdi Allah (penyembah dewa). Pada zaman pra Islam, pemujaan terhadap Allah, atau dewa-dewi (al-Ilah) telah tersebar secara luas di Syria bagian Selatan dan di Arabia bagian Utara. Allah ini disembah di dalam Ka’bah. Allah diyakini pula sebagai dewa yang memiliki anak yakni Allat, al-Uzza dan Manat. Allah tidak dihadirkan dengan simbol patung seperti para ilah. Muhammad dan penduduk Mekkah percaya kepada Allah ini. Allah ‘diimani’ sebagai pencipta (tetapi bukan satu-satunya pencipta). Penduduk Mekkah, selain menyembah Allah, mereka juga menyembah dan percaya kepada ilah-ilah lain. Bahkan kepercayaan kepada ilah-ilah itu seringkali lebih dominan mempengaruhi kehidupan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More