Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Pokok-pokok Ajaran Islam/Muhammad

Secara garis besar, akidah Islam dibagi dua bagian besar yakni Rukun Iman dan Rukun Islam. Kesemuanya menampilkan wajah Islam yang mereka yakini sebagai sesuatu yang sama sekali baru yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah. Namun Anda tidak perlu terkejut jika Anda dihadapkan pada kenyataan bahwa akidah Islam itu mirip dengan iman Yahudi untuk tidak mengatakan jiplakan dari iman dan tradisi Yahudi. Fakta lain membuktikan bahwa ajaran Kristus sama sekali lain dari pengajaran Islam dan Yahudi. Yesus menampilkan wajah baru dalam tata keselamatan umat manusia. 
 a. Rukun Iman:  1). Percaya kepada yang Ghaib (Allah)  2). Beriman kepada Malaikat 3). Percaya kepada Wahyu yang diturunkan oleh Allah S.A.W 4). Percaya kepada adanya Akhirat  5). Beriman kepada Nabi-nabi  6). Beriman kepada Qadar (Takdir) 
 b. Rukun Islam:  1). Mengucapkan dua Kalimah syahadat. “La ilaha Ilah Allah dan Wah Muhammad Rasul Allah” [Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah] 
 2). Mendirikan Shalat  3). Mengeluarkan zakat 4). Puasa (Shaum).  5). Naik Haji (ke Mekkah) 


Jika Anda membandingkannya, baik rukun Iman maupun rukun Islam dengan ajaran Yahudi, maka tidak ada sama sekali sesuatu yang baru. Semua itu hanyalah ciplakan ala Muhammad. 

Bandingkan dengan pokok iman Yahudi berikut ini: 1. Percaya kepada Yahwe yang Esa 2. Percaya kepada Malaikat 3. Percaya kepada Wahyu Elohim 4. Percaya kepada Hari Tuhan (Akhirat) 5. Percaya kepada Nabi-nabi 6. Percaya kepada Takdir 

 Orang Islam memiliki kredo sentral: “La ilaha Ilah Allah dan Muhammad adalah rasul Allah”. Bagian pertama dari kredo ini diterjemahkan secara salah oleh kebanyakan orang Islam Indonesia menjadi “Tiada Tuhan selain Allah”, padahal yang sebenarnya ialah “TIADA ILAH SELAIN ALLAH, dan lebih tepat lagi adalah TIADA ILAH LAIN SELAIN ALLAH”. Mirip dengan rukun Islam, 

orang Yahudi memiliki rukun Yahudiah yang mirip dengan “La ilaha Ilah Allah” yaitu HUH ECHAD VEEIN SHENI yang artinya Dia [Elohim] adalah satu dan tidak ada yang ke dua”. Selain itu orang Yahudi juga mengenal sembahyang (Shalat), Sedekah (Zakat), Puasa, dan Wisata ke Yerusalem pada Hari Raya Paskah. 

Jika Anda membandingkan ajaran kedua agama tersebut, maka akan terlihat bahwa untuk hal-hal yang pokok tidak ada perbedaan mencolok antara ajaran Islam dan Yahudi. Dengan lain kata, iman Islam menjiplak iman Yahudi. Jadi, Islam tidak membawa sesuatu yang lain untuk membaharui iman Yahudiah. Klaim bahwa Muhammad membawa sesuatu yang baru untuk umat manusia tidak berdasar. Bandingkan pula bedanya dengan pokok-pokok iman Kristen (sebagaimana tertuang dalam credo Para Rasul). Akan terlihat bahwa begitu banyak perbedaan yang mendasar antara iman Islam dan Yahudi di satu pihak, dan iman Kristen di pihak lain. Kekristenan membawa misi yang sama sekali baru dan visioner, berbeda jauh dengan Islam dan Yahudi. 

Kredo Kristen sbb.: Aku percaya akan Elohim Bapa yang maha kuasa, Pencipta langit dan bumi, dan akan Yesus Kristus PuteraNya yang tunggal, Tuhan kita, Yang dikandung dari Roh Kudus, Dilahirkan oleh Perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan, wafat dan dimakamkan yang turun ke tempat penantian pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, yang naik ke sorga duduk di sebelah kanan Elohim, Bapa yang maha kuasa dari situ Ia akan mengadili orang yang hidup dan yang mati Aku percaya akan Roh Kudus Gereja Katolik yang kudus persekutuan para kudus, pengampunan dosa kebangkitan badan kehidupan kekal. Amin. 
Hal yang paling mendasar adalah menyangkut hakikat Elohim. Elohim tidak lagi dimengerti secara kaku dan sempit, tetapi secara mendalam dan luas. Ia tidak hanya dimengerti sebagai Tuhan Maha Esa, tetapi Elohim Tritunggal. Ingatlah, HANYA agama Kristen yang mengajarkan Elohim sebagai TRITUNGGAL yakni Esa dalam Ketuhanan (hakikatNya), tetapi Tiga dalam Realitas PribadianNya. Jadi, Yesus membawa sesuatu yang sama sekali baru. Gagasan Tritunggal tidak sama dengan gagasan Tiga Dewa dalam kepercayaan kafir Arabiah dan Timur Tengah. 

Berbeda dengan Islam dan Yahudi yang mengedepankan aturan hukum yang dijalankan secara kaku sebagai media (pengantara) keselamatan, Kekristen mengedepankan Kristus sebagai Juruselamat. Kristus adalah Pengantara antara manusia dan Yahwe. Konsep penebusan dosa dalam Islam amat kabur, sedangkan Yahudi mengedepankan korban binatang. 

Berbeda dengan Islam dan Yahudi, penebusan dosa dalam kekristenan adalah nyata melalui darah Kristus. Dengannya, manusia ditebus dari dosa mereka. Mengapa mesti ditebus? Pada dasarnya dosa, kesalahan atau kejahatan menuntut atau mengandung hukuman. Sama seperti setiap pelanggaran atas hukum sipil mengandung hukuman bagi pelakunya, demikian juga setiap pelanggaran atas hukum ilahi mengandung hukuman bagi pelakunya. 

Penyelesaian akhir terhadap pelanggar hukum sipil adalah penjara, bui, sedangkan penyelesaian akhir dari pelanggaran hukum ilahi adalah neraka. Agar seseorang tidak dimasukkan ke dalam penjara, maka pelakunya membayar ganti rugi atas kejahatan yang diperbuatnya. Demikian juga seseorang yang berlaku jahat di mata Tuhan mesti membayar ganti rugi atas kejahatannya. Ganti rugi terhadap pelanggaran hukum sipil dapat berupa uang, binatang, kurungan dll, sedangkan ganti rugi atas kejahatan manusia terhadap Tuhan adalah darah AnakNya sendiri. Semua itu ada dalam rencana dan kehendak Tuhan sendiri.

2 komentar:

Yaiyalah Koplo!!!!,, Yahudi, sama Islam itu Bagaikan satu keturunan,, Admin.nya Goblok apa Bodo ya???
Klo YAhudi itu dari Musa, Islam dari Muhammad, dan mereka ( MUhammad dan Musa ) adalah utusan Allah yang hidup pada zaman yang berbeda, dan di tempat yang berbeda pula.

Eh, Bang Admin yang tolol juga, buka Al Qur'an ya biar tau kebenarannya. Klo gak punya,, MODAL!!! ato tanya aja ama mbah Google tentang Islam dan Yahudi

Komentar anda kurang meyakinkan. Apa maksudmu 1] "bagaikan satu keturunan"? Artinya mereka bukan satu keturunan. Renungkan!!! 2]"Islam dari Muhammad?".!!! Hehehe...ternyata bukan dari dari Auolloh. 3]"Musa utusan auolloh?". Ach masa seh. Itu hanya fantasi Muslim semata. Musa adalah utusan YHWH. 4]"Buka Alquran biar tau kebenarannya". hahaha....justeru karena buka koran itulah maka ketahuan, koran itu jiblakan dari Torah.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More