Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Semua Orang Islam Masuk Neraka

“[19.71] Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. [19.72] Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.”

Tidak mengherankan banyak orang Islam berpaling dari keislamannya karena pernyataan Allah ini. Bagaimana mungkin, semua orang Islam akan masuk neraka? Bukankah mereka telah masuk Islam (dan tentu hidup sesuai dengan ajaran Islam). Eh, malah ke neraka lagi. Pendebat Islam berusaha membela. “Ayat tersebut sifatnya umum, bukan khusus. Artinya berlaku kepada siapa saja walaupun dia itu orang Islam, bila tidak bertaqwa kepada Allah, pasti akan masuk neraka.” (Mokoginta, Debat Alquran versus Bibel, hlm. 25). Benarkah berlaku kepada siapa saja? “Tak seorang pun daripadamu”. Ini tidak sama dengan: “tak seorang pun manusia (artinya berlaku bagi siapa saja yang termasuk manusia)”. “Tak seorang pun daripadamu” maksudnya “tak seorang pun golongan Muhammad, orang-orang milik/pengikut Muhammad (ingat wahyu itu disampaikan kepada Muhammad!)”. Apakah dia taqwa atau tidak, bukan persoalan. Persoalannya apakah seseorang itu termasuk: pengikut Muhammad atau tidak. Jika seseorang adalah pengikut Muhammad, maka otomatis dia masuk neraka, dan jika tidak maka otomatis dia belum tentu mendatangi neraka. Itulah kemestian yang sudah ditetapkan oleh Allah.
Lalu siapakah yang tidak mendatangi neraka? Mereka yang bertaqwa. Siapakah yang bertaqwa? Mereka yang percaya kepada Taurat dan Injil.

“[5.46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.”

Amat jelas dikatakan bahwa di dalam Injil ada petunjuk dan cahaya, serta pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. Jadi, siapa yang tidak percaya pada Injil itu berarti dia bukanlah orang yang bertaqwa, dia adalah orang yang lalim. Siapa yang lalim maka dia kekal di dalam neraka.

1 komentar:

admin g iso maca nih
lalim bukan alim
jgn ngantuk bos
wkwkwkwkkw

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More