Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Sunat

Semua orang Muslim pasti sudah dipotong kulit kulup penisnya. Mereka beranggapan bahwa dengan itu mereka melaksanakan perintah Allah. Namun, kalau Anda melihat Al-Quran, Anda tidak akan menemukan satu pun teks dimana Allah memerintahkan orang Muslim untuk disunat. Jika diselidiki lebih lanjut, ternyata sunat hanya mengikuti kebiasaan orang Yahudi. Dengan demikian, Muhammad tidak membawa sesuatu yang baru. Karena sunat tidak berakar dalam tradisi Islam sendiri, maka dari sudut teologi Islam, sunat tidak bermakna sama sekali. Bagi orang Yahudi, sunat adalah tanda perjanjian antara Yahudi dan Yahwe. Yahwe berjanji menjadi Tuhan Yahudi dan Yahudi adalah umatNya. Yahwe berjanji memberikan tiga karunia khusus kepada Yahudi yaitu berkat, keturunan dan tanah. Semuanya itu telah terpenuhi. Yahudi telah menempati tanah Kanaan, Yahudi telah mendapat berkat melimpah dan teurtama dari bangsa inilah telah lahir Sang Juru Penyelamat ; dan kini orang Yahudi berkembang dengan baik. Jadi, janji yang diikat dalam sunat ini tidak berhubungan dengan agama Islam yang baru lahir kemarin sore, bahkan orang Kristen pun tidak menerima janji itu secara langsung.

Sunat lebih sebagai tanda lahiriah. Orang Kristen tidak diwajibkan untuk disunat. Artinya kalau orang bersunat, ia tidak serta-merta menjalankan perintah Yahwe. Demikian juga kalau orang Kristen tidak melakukannya; itu tidak berarti bahwa dia melanggar perintah Tuhannya. Kalau ada orang Kristen mau bersunat, ya silahkan! Kalau tidak bersunat, juga tidak apa-apa. Orang Kristen lebih pada sunat bathin. Hati dan bathin setiap orang harus ditandai dengan darah Kristus. Setiap bathin atau hati yang ditandai dengan darah Kristus; maka dia wajib hukumnya untuk menjalankan perintah cintakasih: cinta kepada Yahwe dan kepada sesama. Inilah sunat yang paling pokok. Hati setiap orang harus dipimpin oleh Roh Kudus.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More