Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

440 Contoh Sabda Manusia Dalam Alquran

AYAT-AYAT MANUSIA DALAM ALQURAN

1. Yusuf berkata kepada ayahnya: wahai ayahku sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang…” (12:4)
2. Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceriterakan mimpimu…” (12:5)
3. “Mereka berkata: Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya…bunuhlah Yusuf…”(12:8-9)
4. Seorang diantara mereka berkata: “Janganlah kamu bunuh Yusf…”(12:10)
5. Mereka berkata: “Wahai ayah kami…(12:11-12)
6. Kata Yaqub: “Sesungguhny kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku…”(12:13)
7. Mereka berkata: “Jika ia benar-benardimakan serigala…”(12:14)
8. Mereka berkata: “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba…”(12:17)
9. Yaqub berkata: “Sebenarnya dirimu sendiri yang memandangbaik….” (12:18)
10. Salah seorang musafir berkata: “Oh kabar gembira, ini seorang anak muda” (12:18)
11. Orang Mesir berkta kepada isterinya: “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik…”(12:21)
12. Zulaika berkata: “Marilah ke sini” (12:23)
13. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah…”(12:23)
14. Wanita itu berkata: Apakah pembalasan trhadap orang yang bermaksud berbuat serong…(12:25)
15. Yusuf berkata: Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya) (12:26)
16. Saksi berkata: Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar… jika koyak di belakang…Yusuf benar” (12:26-27)
17. Berkatalah dia (suami zulaikha) “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu…”(12:28-29)
18. Sebagian besar manusia tidak akan beriman (12:103)
19. Wanita-wanita di kota (pelacur?) berkata: “Isteri Al-Aziz (maksudnya rahasiakanlah peristiwa ini) menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata” (12:30)
20. Dia (Zulaikha) berkata: “Keluarlah, (nampakkanlah dirimu) kepada mereka (12:31)
21. Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan (maksudnya: Yusuf diajak untuk menggilir para wanita yang di undang Zulaikha) mereka kepadaku…” (12:33).
22. Seorang muda berkata: “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku memerass anggur” (12:36)
23. Yang lainnya berkata: “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiaannya dimakan burung” (12:36)
24. Yusuf berkata: “Tidak disampaikan kepada kamu berdua….” (12:37-41). Pidato Yusuf yang amat panjang. Patutkan ini disebut Firman Allah? Sesungguhnya minta izin terlebih dahulu kepada Yusuf.
25. Yusuf berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu” (12:42).
26. Raja berkata: “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan tujuh (bulir) gandum yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering” (12:43)
27. Mereka menjawab: “Itulah adalah mimpi-mimpi yang kosong…” (12:44)
28. Sebahagian besar (12:4-101) ayat-ayat dalam “surat Yusuf” ini adalah jiplakan total dengan pengurangan/penambahan sana-sini dari kisah Yusuf dalam Kitab Kejadian (37:1-50:26). Ayat-ayat yang diduga dari Allah dalam “Surat Yusuf” hanyalah ayat 1-3 dan ayat 102-111. Jadi, praktis surat Yusuf bukan firman Allah tetapi firman Yusuf; kecuali kalau Yusuf sama dengan Allah.
29. Musa berkata kepada kaumnya: “Ingatlah ni’mat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu” (14:6)
30. Musa berkata: “Kalau kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi mengingkari (nimat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya” (14:8)
31. Mereka menutup mulut dan berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh dan sesungguhnya kami benar-benardalam keraguan..” (14:9)
32. Berkata rasul-rasul mereka: pakah ada keragu-raguan terhadap Allah. (14:10)
33. Mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia sdeperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah bukti yang nyata kepada kami” (14:10)
34. Rasul-rasul mereka berkata: “Kami tidak lain hanyalah manusia seprti kamu…orang-orang yang bertawakal itu bersrah diri” (14:11-12)
35. Berkatalah orang-orang yang lemah: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu…(14:21)
36. Mereka mengucapkan: “Salam” (15:52)
37. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut…” (15:53)
38. Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar…” (15:55)
39. Mereka menjawab: “Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa…kecali Luth…”(15:58-60)
40. Para Utusan menjawab: “Sebenarnya kami ini datang kepadamu….yang diperintahkan kepadamu” (15:63-65)
41. Mereka (warga sekota Luth) berkata: “Danbukankah kami telah melarang…” (15:70)
42. Berkatalah orang-orang: “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang kafir” (16:27)
43. Mereka menyerah diri (sambil berkata): “Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun”
44. Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan” (16:30)
45. Mereka berkata: “Sesungguhnya Al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”
46. Pemuda-pemuda yang berlndung dalam gua berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (18:10).
47. Mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia; sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran” (18:14)
48. Berkata yang lain lagi: “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada di sini…kamu tidak akan beruntung selama-lamanya” (18:19-20).
49. Orang-orang itu berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka” (18:21)
50. Orang yang berkuasa berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasanya” (18:21)
51. Kawannya berkata: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang semprna?” (18:37). Ayat ini menggelikan: bagaimana mungkin Allah menciptakan manusia dari tanah, kemudian manusia yang sama diciptakan lagi dari setetes mani? Dapatkah Anda membayangkan bagaimana Allah menciptakan Anda dari setetes mani tanpa Dia menyinggung ovum (sel telur)? Manusia tidak mungkin ada hanya dengan setetes mani. Muslim biasa membual: kalau Allah sudah berfirman, maka segala perkara selesai. Kalau orang bertanya kepadamu: Darimana Allah menciptakan manusia? Hanya satu jawabannya: dari tanah. Kalau Anda menjawabnya: dari tanah, kemudian setetes mani (anda harus menambah kekurangan Al-Quran yaitu sel telur). Baru klop. Tapi anda akan dimaki-maki oleh pendebat Muslim sebab Anda menmbah Al-Quran.
52. Tetapi aku percaya: Dialah Allah, Tuhanku…” (18:38)
53. Mereka berkata (Setan): “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya…”18:49)
54. Berkata Dzulkarnain: “Ada pun orang yang aniaya,maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalika kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tiada taranya (18:87)
55. Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka” (18:94) Dialog ini akan berlanjut hingga 18:95-98)
56. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang ama mungkar” (19:27). “Hai perempuan saudara Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (19:28).
57. Mereka (penuduh Maryam) berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan seorang anak kecil yang masih dalam ayunan?” (19:29)
58. Berkata bapaknya (ayah Ibrahim): Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam dan tinggalkanlah aku bat waktu yanglama” (19:46)
59. Dan berkata manusia” “Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?”
60. (19:66). Mengapa manusia itu mempertanyakan soal kebangkitan? Muhammad (Allah) tidak memberikan satu pun contoh. Ini berbeda dengan ajaran Yesus. Ia memberi contoh bagaimana orang mati dihidupkan kembali.
61. Jawaban si pencritera dalam ayat 19:68 “Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka (manusia) bersama syaitan kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam (Neraka) dengan berlutut”. Jadi, semua manusia dibangkitkan dan disuruh berlutut mengelilingi neraka.
62. Dan mereka (orang-orang durhaka) berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. (19:88)
63. Berkata Fir’aun: “Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa”? (20:49)
64. Berkata Fir’aun: “Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?” (20:51)
65. Mereka berkata (Kelompok Firaun): “Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama” (20:63)
66. Mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah) apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orangyang mula-mula melemparkan?” (20:65)
67. Tukang-tukang sihir berkata: “Kami telah [percaya kepada Tuhan, Harun dan Musa” (20:70)
68. Berkata Fir’raun: “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara timbal balik dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa diantara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya” (20:71). Kalau benar Al-Quran seluruhnya murni firman Allah, maka terhadap ayat ini dan ayat-ayat yang keluar dari mulut semua makhluk selain Allah adalah ayat-ayat Allah.
69. Mereka berkata: Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kaum daripada bukti-bukti ang nyata (mujizat) yangtelah datang kepada kami….surga And yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan) (20:72-76).
70. Mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri tetapi kami disuruh…” (20:87)
71. Mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa” (20:88). Dari sini kita tahu bahwa sebelum mMusa menjadi Islam, dia adalah seorang penyembah lembuh/patung-patung yang bertubuh dan bersuara.
72. Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami”. (20:91). Patutkah ini disebut firman Allah? Jadi, Al-Quran berisi tidak hanya firman Allah, tetapi juga firman orang kafir.
73. Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya…”(20:96)
74. Mereka berkata: “Al-Quran itu adalah )mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaklah ia mendatangkan kepada kita suatu mujizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu di utus” (21:5)
75. Mereka berkata: “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adlah orang0orang yang zalim” (21:14)
76. Mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”…(21;26)
77. Mereka menjawab; “Kami mendapati bapa-bapak kami menyembahnya (21:53)
78. Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuha-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim” (21:59)
79. Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yangmencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim” (21:60)
80. Mereka berkata: “”(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan” (21:61)
81. Mereka bertanya: “Apakah kamu yang melakkan perbuatan ni terhadap tuhan-tuhan kami Ibrahim” (21:62)
82. Kepala mereka berkata: “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara” (21:65)
83. Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhna kamu jika kamu benar-benar hendak bertindak’ (21:68)
84. Mereka berkata; “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul dan kami mentaati (keduanya) “ (24:47)
85. Berkatalah orang-orang: “Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan itu?
86. Orang-orang berdosa dan mereka berkata: “Hijraan mahjuuraa”. Komentator Muslim memberi keterangan terhadap ayat Allah ini: “Ini suatu ungkapan yang biasa disebut oleh orang Arab diwaktu menemui musuh yang tidak dapat dielakkan lagi atau ditimpa suatu bencana yang tidak dapat dihindari. Ungkapan ini berarti: “Semoga Allah menghindarkan bahaya ini dari saya”. Allah kemudian menyatakan kekecewaannya terhadap orang berdosa itu: “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan” (25:24). Apa tanggapan Anda atas komentar para pendebat muslim ini? Apakah Anda masih yakin bahwa Al-Quran murni datang dari Allah? Apakah Anda tetap yakin bahwa bahasa Arab adalah bahasanya Allah?
87. Dan orang-orang berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal (25:65)
88. Dan berkatalah Ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: “Ikutlah dia” (28:11).
89. Berkatalah saudara Musa: “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?” (28:12).
90. Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: “Hai Musa sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orangyang memberi nasihat kepadamu”(28:20)
91. Seorang wanita berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami” (28:25)
92. Syuaib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu” (28:25)
93. Seorang wanita berkata: “Ya bapakku, ambilah dia sebagai orangyang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” (28:26)
94. Berkatalah Syuaib: “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orangyangbaik” (28:27)
95. Diantara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah” (29:10).
96. Mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu” (29:10)
97. Jawaban kaum Ibrahim. “Bunuhlah atau bakarlah dia” (29:24)
98. Luqman berkata kepada anaknya: “Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar’ (31:13)
99. Luqman berkata: “HaI anakku, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit, atau di dalam bumi niscaya Allah mendaangkan (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui…seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (31:16-19)) Mereka berkata: “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru
100. Orang berdosa berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin” (32:12)
101. Mereka berkata: “Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar” (32:28)
102. Ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu (36:14)
103. Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka” (36:15)
104. Mereka (utusan) berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orangyang diutus kepada kamu. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas” (36:16-17)
105. Mereka menjawab (manusia): “Sesungguhnya kami bernasip malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksaan yang pedih dari kami” (36:18)
106. Utusan berkata: “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamumengancam kami?) Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas” (36:19)
107. Seorang laki-laki (Habib An Najjar) berkata: “Hai kaumku ikutlah utusan-utusan itu, ikutlah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (36:20-21)
108. Ia (habib) berkata: “ Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui apa yang menyebabkan Tuhanku emberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan” (36:26-27)
109. Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar” (36:48)
110. Mereka berkata (mayat): “Aduh, celakalah kami. Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?
111. Ia (manusia) berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang; yang telah hancur luluh”? (36:78)
112. Berkatalah salah seorang diantara mereka: “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman yang berkata: “Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang yang membenarkan hari berbangkit?. Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?” (37:51-53)
113. Ia berkata: “Apakah kamu tidak makan?” (37:91)
114. Mereka berkata: “Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu” (37:97).
115. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyaiseekor saja. Maka dia berkata: “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan” (38:22-23).
116. Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)” (41:5)
117. Mereka menjawab: “Kalau Tuhan kami menghendaki, tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikatNya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya” (41:15)
118. Kaum Aad berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” (41:15)
119. Mereka (orang yang digiring oleh Allah ke neraka) berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?. Kulit mereka menjawab: Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepadaNyalah kamu dikembalikan” (41:21). Kulit manakah yang bisa bersoal jawab itu?
120. Mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun diantara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu) (41:47)
121. Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah” (42:24)
122. Mereka berkata: “Jiakalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat). ( 43:20)
123. Bahkan mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka” (43:23)
124. Orang-orang yang hidup mewah berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapa-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka (43:23)
125. Mereka berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yangkamu diutus untuk menyampaikannya” ((43:24)
126. Dan tatkala kebenaran (Al-Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: “Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya” (43:30)
127. Dan mereka bertkata: “Mengapa Al-Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?” (43:31)
128. Orang-orang yang berpaling itu berkata kepada kami: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia) (43:38)
129. Dan mereka berkata: “Hai ahli sihir berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikanNya kepadamu, sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk” (43:49)
130. Dan Firaun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Hai kaumku bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sunga-sungai ini mengalir di bawahku; maka aakah kamu tidak melihat(nya)?. Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?. Mengepa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?” (43:51-53)
131. Dan mereka berkata: “Mnakah lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” (43:57-58)
132. Mereka (penghuni neraka) berseru: “Hai Malik (Malaikat penjaga neraka) biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (dineraka ini)” (43:77). Di neraka masih bisa bunuh membunuh? Apakah penghuni neraka salah ngomong? Ataukah Allah salah memberi laporan?
133. Mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman” (44:12)
134. Mereka berpaling dan berkata: “Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain lagi) lagi pula seorang yang gila” (44;14)
135. Dan Mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa” (45:24) Berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran…:”Ini adalah shir yang nyata” (46:7)
136. Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Quran)”
137. Setelah dewasa dan umurnya empat puluh tahun, ia berdoa: “Ya Tuhanku tunjukkilah aku untuk mensyukuri nimat Engkau, yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya alku dapat berbuat amal yang saleh dan yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesunggunhya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (46:15)
138. Orang yang mengatakan kepada dua ibu bapaknya: cis bagi kamu keduanya apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkanpada hal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?” (46:17)
139. Ibu bapanya itu memohon kepada Allah seraya mengatakan: “Celakalah kamu, berimanlah! Sesungguhnya, janji Allah adalah benar” (46:17)
140. Lalu dia berkata: “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka” (46:17)
141. Mereka menjawab: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar” (46:22)
142. Ia berkata: “Sesungguhnya pengeahuan tentang itu hanya pada sisi Allah dan aku (hanya0 menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh” (46;23)
143. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus……dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah….Mereka itu dalam kesesatan yang nyata” (46:30-32)”
144. Orang-orang Badwi…akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami (48:11)
145. Orang-orang Badwi..akan berkata…: Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu” (48:15)
146. Orang-orang Arab Badwi itu berkata: “Kami telah beriman” (49:14)
147. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)". (52:26)
148. Bahkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya".(52:30)
149. Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman. (52:33)
150. [56.47] Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?, [56.48] apakah bapak-bapak kami yang terdahulu
151. 59.10] Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".
152. [59.11] Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli Kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu". Dan Allah menyaksikan, bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
153. [60.4] “….mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali, [60.5] "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
154. [63.7] Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Ansar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
155. [63.8] Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
156. [63.10] Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
157. [64.6] “….lalu mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
158. [67.7] Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, [67.8] hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir). Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"[67.9] Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar". [67.10] Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
159. [67.25] Dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?".
160. [69.25] Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:"Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), [69.26] Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku, [69.27] Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.[69.28] Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.[69.29] Telah hilang kekuasaanku dariku"
161. [74.42] "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" [74.43] Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, [74.44] dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, [74.45] dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, [74.46] dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, [74.47] hingga datang kepada kami kematian".
162. [75.6] Ia bertanya: "Bilakah hari kiamat itu?" [75.7] Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), [75.8] dan apabila bulan telah hilang cahayanya, [75.9] dan matahari dan bulan dikumpulkan, [75.10] pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat lari?" [75.11] Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! [75.12] Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.
163. [84.10] Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, [84.11] maka dia akan berteriak: "Celakalah aku". [84.12] Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).[84.13] Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).
164. Allah bersumpah dengan cahaya merah dan dengan malam dan dengan bulan, namun manusia tetap tidak beriman.. .[84.15] (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. [84.16] Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, [84.17] dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, [84.18] dan dengan bulan apabila jadi purnama, [84.20] Mengapa mereka tidak mau beriman?,
165. [89.15] Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
166. [89.16] Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
167. [89.23] dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
168. [89.24] Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."
169. [90.6] Dia mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak".
170. [99.3] dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?",

171. 4. AYAT-AYAT ORANG KAFIR/MUSYRIK DALAM AL-QURAN

172. Orang-orang kafir berkata: Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mujizat) dari Tuhannya?” (13:27)
173. Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu (Muhammad) bukan orang yang dijadikan rasul”
174. Orang-orang kafir berkata: “Kami sunggu-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami, atau kamu kembali kepada agama kami”
175. Berkatalah orang-orang zalim:”Ya Tuhan kami beri tangguhlah kami..”(14:44)
176. Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al-quran kepdanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar” (15:6-7)
177. Mereka (orang kafir) berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir” (15:15)
178. Berkatalah orang-orang musyrik: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapa-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesutu pun tanpa (izin)Nya”. Maksudnya: seseorang bisa orang menjadi kafir semata-mata karena kehendak Allah. Allah membuat seseorang menjadi kafir atau tidak kafir.
179. Mereka (orang musyrik) bersumpah: “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati” (16:38)
180. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami smbah selain dari Engkau” (16:86)
181. “Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan kami datangkan Kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia”. (16:89). Pernyataan Allah ini tentulah tidak nyambung dari sudut akal sehat. Jika tiap-tiap umat memiliki rasulnya sendiri, bagaimana mungkin seorang diantara mereka itu menjadi rasul atas semuanya?. Jika tiap-tiap negara memiliki presidennya sendiri, bagaimana mungkin salah seorang diantaranya adalah presiden bagi semuanya. Anda tidak dapat membandingkannya dengan sistem negara bagian, atau sistem kegubernuran sebab presiden atau gubernur negara bagian berada dalam satu negara yang sama, mereka tidak sederajat; sedangkan rasul adalah sederajat. Para rasul sama-sama utusan Allah kepada masing-masing umatnya. Para rasul sama-sama menyampaikan pesan Allah. Jadi, seorang rasul tidak memimpin atau lebih besar dari rasul lainya. Mereka pemimpin bagi umatnya masing-masing. Bagaimana mungkin rasulnya orang Arab dapat menjadi rasul orang Yahudi atau sebaliknya? Jika Allah mengatakan bahwa Muhammad adalah rasul bagi orang Yahudi, sedang Rasul Yahudi hanya untuk orang Yahudi, Allah jelas tidak konsisten dan tidak bijak. Jadi, pernyataan Allah di atas sangat bertentangan
182. Orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir” (17:47)
183. Dan mereka (orang zalim) berkata: “Apabila kami telah menjadi tulangbelulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkan kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yangbaru?”
184. Mereka bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” (17:51)
185. Mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami…hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca” (17:90-93). Al-Quran pada masa ini belum berbentuk buku. Propaganda Muhammad adalah secara lisan saja. Itulah sebab para pendengarnya bertanya tentang Alkitab yang selalu diucapkan oleh Muhammad. Pendengar Muhammad dalam keadaan yang bingung. Muhammad terlalu cerdas untuk menyamakan antara buku dan percakapan lisan.
186. Firaun berkata: “Sesungguhnya aku sangka kamu (Musa), hai Musa, seorang yang kena sihir” (17:101)
187. Mereka (orang Kafir) berkata; “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim” (21:97)
188. Pemuka orang kafir menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dan kamu. Dan Kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti ) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu). (23:24-25)
189. Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), pada hal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang mengambakan diri kepada kita” (23:47)
190. Mereka berkata: “Apakah betul apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah, dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan? …ini tidak lain adalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu kala“ (23:82-83)
191. Pada ayat-ayat 23:84-100, agaknya Allah memberikan tips-tips khusus kepada Muhammad bagaimana ia seharusnya menjawab orang-oran kafir.
192. Mereka (orang kafir) berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kamiorang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikan kami ke dunia, maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim” (23:106-107)
193. Mereka menjawab (Orang kafir yang sudah mati): “Kami (tinggal) di bumi sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung” (23:113). Di sini orang-orang kafir memberi petunjuk kepada Allah agar Dia bertanya saja kepada orang-orang yang menghitung berapa lama mereka tinggal di bumi. Artinya Allah tidak tahu berapa lama orang kafir itu tinggal di bumi.
194. Al-Quran ini tidak lain hanyalah bohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dibantu oleh kaum yang lain; maka sesungguhnya mereka telah bebruat suatu kezaliman dan dusta yang besar.” (25:4)
195. Dan mereka berkata: “Dongeng-dongengan ornag-orang dahulu, dimintai supaya dituliskan, maka dibackanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (25:5)
196. Mereka berkata: “Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia, atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?. Dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir” (25:7-8)
197. Orang zalim berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia” (25:27-29). Ayat Allah ini merekomendasikan bahwa firmanNya mengandung penyesalan yang mendalam. Namun, jika kata-kata ituberasal dari orang zalim, maka hal seperti itu wajar. Namun pendebat Muslim ngotot bahwa kata-kata itu berasal dari Allah. Jika Muslim mengakui bahwa kata-kata itu berasal dari orang zalim, maka ggurlah anggapan yang mengatakan bahwa Al-Quran itu murni datang dari Allah, tanpa campur tangan manusia. Namun, sejauh ini Anda telah melihat bahwa Al-Quran terbentuk karena peran Manusia, Setan, Nabi, Orang Kafir dan tentu Allah sendiri.
198. Berkatalah Orang Kafir: “Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” (25:32). Allah menjawab: “Demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).
199. Firaun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu diantara (keluarga) kami, waktu kamu masih kana-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. Dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang khilaf” (26:18-19)
200. Firaun bertanya: “Siapa Tuhan semesta alam itu?” (26:23)
201. Berkata Firaun kepada orang-orang sekelilingnya: “Apakah kamu tidak mendengarkan?” (26:25)
202. Firaun berkata: “Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila” (26:27). Dialog panjang lebar antara Musa dan Firaun dan orang-orang Firaun ini amat panjang dan melelahkan’ baru berhenti pada ayat 51. (dari ayat 10-51). Dialog antara Musa dan orang kafir inilah yang diakui oleh Muslim sebagai firman Allah. Jika Anda menemukan model dialog dalam Alkitab, maka hal itu sangat wajar. Alkitab berisi perkataan manusia dan perkataan Tuhan, Alkitab bersifat serentak insani dan ilahi. Beda dengan anggapan Muslim yang mengatakan bahwa Al-Quran melulu firman Allah tanpa campur tangan manusia. Namun kenyataannya penuh dengan sabda yang bukan dari Allah.
203. Jawaban kaum Luth: “Usiarlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih” (27:56)
204. Berkatalah orang-orang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah (dan begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur?). Sesungguhnya kami telah diancamkan dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang dahulu kala” (27:68).
205. Dan mereka (orang-orang kafir) berkata: “Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar” (27:71). Pertanyaan orang kafir ini disambut denga ragu-ragu oleh Allah Yang Maha Mengetahui. “Katakanlah: “Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu” (27:72).
206. Berkatalah Isteri Firaun: “”(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil menjadi anak” (28:9)
207. Musuhnya berkata: “Hai Musa apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah memubunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian”. (28:19)
208. Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: “Hai Musa sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orangyang memberi nasihat kepadamu”(28:20)
209. Mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu” (28:36).
210. Berkatalah Firaun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang yang pendusta” (28:38).
211. Mereka berkata: “Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad0 seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?” (28:48)
212. Mereka berkata: “Musa dan harun adalah dua ahli sihir yang bantu-membantu” …sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu” (28:48)
213. Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orangyang kami sesatkan itu, kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami” (28:63)
214. Karun berkata: “”Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku” (28:78). Jawaban Karun ini ternyata membuat Allah tersinggung berat. “Kami benamkan Karun beserta rumahnya ke dalam bumi” (28:81). Allah semacam ini melampaui batas. Ini hanya contoh. Begitu banyak kasus dalam Al-Quran yang memeprlihatkan bahwa Allah tidak sabar terhadap orang berdosa, makhluk ciptaanNya.
215. “Ikutlah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu” (29:12). Allah di sini lebih bertindak sebagai “wartawan”. Dia memberikan laporan tentang perkataan orang kafir. Sekali pun Allah yang menulisnya dalam Al-Quran, atau Allah yang memberitahu kepada khalayak ramai, tetapi itu tidak berarti bahwa apa yang ditulis atau dikatakan oleh Allah adalah milik/perkataan Allah. Jika seorang wartawan mengutip perkataan presiden: “ikutlah jalan kami”, itu tidak berarti bahwa kata: “ikutlah jalan kami” adalah kata-kata wartawan yang mengutipnya, tetapi tetaplah kata-kata itu adalah kata-kata presiden. Jika kata-kata itu tidak berasal dari presiden, maka kesimpulannya adalah wartawan menyebarkan berita bohong. Kalau kata-kata itu tidak berasal dari orang kafir, maka kesimpulannya: Allah berdusta.
216. Orang kafir Mekkah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mu’jizat-mu’jizat dari Tuhannya?”. Allah kemudian menolong Muhammad untuk menjawab. “Katakanlah: “Sesungguhnya mu’jizat-mu’jizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata” (29:50). Jawaban semacam ini adalah model pembelaan diri “nggopetologi”. Kata itu biasa dipakai oleh orang Manggarai (NTT) untuk menegaskan sebuah kebohongan yang nyata.
217. Orang munafik berkata: “Allah dan RasulNya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya” (33:12)
218. Segolongan diantara mereka (kaum munafik) berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Medinah) tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu” (33:13)
219. Mereka minta izin dengan berkata: “sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga” (33:13)
220. Mereka berkata: “Alangkah baiknya andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul” (33:66)
221. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar, kami lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mewreka dengan kutukan yang besar” (33:67-68)
222. Orang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami” (34:20
223. Orang kafir berkata kepada teman-temannya: “Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apa bila badanmu telah hancur sehancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan baru. Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ataukah ada padanya penyakit gila?” (34:7-8)
224. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kaami” (34:19)
225. Mereka berkata: “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” (34:23)
226. Mereka berkata: “Kapankan (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?”
227. Orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al-Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya” (34:31)
228. Orang yang lemah berkata kepada yang sombong: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang beriman” (34:31)
229. Orang sombong berkata kepada orang lemah: “Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa” (34:32)
230. Orang lemah berkata kepada orang sombong: “(Tidak) sebenarnya tipu dfaya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagiNya” (34:33)
231. Orang mewah berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu utus untuk menyampaikannya” (34:34)
232. Mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab” (34:35)
233. Mereka berkata: “Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapak kamu” (34:43)
234. Dan mereka berkata: “(Al-Quran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diadakan saja” (34:43)
235. Orang kafir berkata; “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” (34:43)
236. Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk memperingatkan satu hal saja supaya menghadap Allah (34:46)
237. Muhammad tidak lain hanya pemberi peringatana saja (34:46)
238. Upah Muhammad hanya dari Allah saja (34:47)
239. Mereka berteriak: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yangtelah kami kerjakan” (35:37)
240. Dan mereka berkata: “Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata. Apakah apabila kami telahmati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-enar kami akan dibangkitkan (kembali)?. Dan apakah bapak-bapak kami yangtelah terdahulu (akan dibangkitkan pula)? (37:15-17). Beginilah jawaban Allah atas pertanyaan itu: “Katakanlah: Ya, dan kamu akan terhina” (37:18). Anda dapat menilai apakah jawaban itu sebuah jawaban yang bijaksana?
241. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kita!” (37:20)
242. Mereka berkata (kepada pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan” (37:28)
243. Pemimpin mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah yangtidak beriman” (37:29)
244. Dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair yang gila?” (34:36)
245. Di neraka ada pohon namanya Zaqqum dan buahnya dimakan oleh penghuni neraka Jahanam (37:62-66)
246. Dineraka ada air yang sangat panas dan diminum oleh penghuni neraka (37:67)
247. Allah menyelamatkan nuh dan pengikutnya dari bencana yangbesar (37:75-77)
248. Ibrahim termasuk golongan Nuh (37:83)
249. Ibrahim datang kepada Allah dengan hati suci (37:84)
250. Allah memanggil Ibrahim: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telahmembenarkan mimpi itu” (37:105).
251. Kelahiran Ishak sebagai nabi yang saleh (37:112-113)
252. Ceritea tentang Musa dan Harun (37:114-122)
253. Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun (37:120)
254. Kisah rasul Ilyas (37:123)
255. Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas (37:129-130)
256. Luth salah seorang rasul (37:133). Beginilah Allah menceriterakan rasul-rasulnya: Ia mulai dari: Ibrahim, Ismail, Ishak, Musa dan Harun, Ilyas Luth dan akhirnya Yunus.
257. Allah selamatkan Luth dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal”. (37:135)
258. Yunus salah seorang rasul (37:139-148)
259. Yunus ditelah ikan besar dalam keadaan tercela (37:142)
260. Yunus dilempar ke daerha yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit (37:145)
261. Apakah untuk Allah anak perempuan dan untuk orang kafir Mekah anak laki-laki? (37:149)
262. Orang kafir Mekah berbohong bahwa Allahberanak (37:151-152)
263. Orang Mekkah mengingkari Al-Quran (37:170)
264. Allah mempunyai tentara (37:173)
265. Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang sihir yang banyak berdusta” (38:4)
266. Pemimpin-pemimpin mereka berkata: “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan, mengapa Al-Quran itu diturunkan kepadanya diantara kita?” (38:6-8)
267. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab” (38:16).
268. (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): “Tiada ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka” (38:59)
269. Pengikut-pengikut mereka menajwab: “Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat menetap”. (38:60)
270. Mereka berkata (lagi): “Ya Tuhan kami; barangsiapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka” (38:61)
271. Orang-orang durhaka berkata: “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu ( di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina). Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?” 38:62-63)
272. Mereka berkata: “(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta (40:24)
273. Mereka berkata (kepada Musa?): “Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka” (40:25)
274. Berkata Firaun: “Biarkan aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi” (40:26)
275. Firaun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik dan aku tiada menunjukkan kepadamuselain jalan yang benar” (40:29)
276. Dan berkatalah firaun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta” (40:36)
277. Orang yang lemah berkata kepada orang yang menyombongkan diri: “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu,maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagiaan azab api neraka?” (40:47)
278. Orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba(Nya)” (40:48)
279. Orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga neraka Jahanam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari” (40:49). Nerakanya Allah memiliki penjaga-penjaganya. Tugasnya menjaga agar penghuni neraka tidak lari dari sana. Itu artinya Allah tidak sanggup menguasai mereka. Orang yang sudah di neraka masih bisa lari? Penjaga-penjaga: Apakah mereka ini orang Jahat? Mungkinkah orang jahat menjaga orang jahat? Bukankah mereka akan bersekongkol agar bisa sama-sama ke luar dari tahanan Allah? Kemungkinan besar para penjaga itu adalah orang baik, orang kepercayaan Allah. Orang-orang baik, orang kepercayaan Allahpun ternyata tinggal di neraka juga sekalipun mereka bertugas mengawasi para “napi” api neraka. Apakah orang baik itu bisa menikmati gadis-gadis perawan yang disediakan bagi ornag-orang kepercayaan Allah? Rasanya sulitsebab neraka itu sangat panas.
280. Penjaga Jahanam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu denga membawa keterangan-keterangan?” (40:50)
281. Mereka menjawab: “Benar sudah datang” (40:50)
282. Penjaga-penjaga Jahanam berkata: “Berdoalah kamu” (40:50)
283. Doa orang kafir sia-sia belaka (40:50).
284. Mereka menjawab: “Mereka telah hilanglenyap dari kami bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu” (40:74)
285. Mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yangtelah kami persekutukan dengan Allah” (40:84)
286. Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Quranini dan buatlah hirik pikuk terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkan mereka (42:26)
287. Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari Jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina” (42:29)
288. Mereka melihat azab berkata: “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” (42:44)
289. Orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya dia (Al-Quran) adalah sesuatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya” (46:11)
290. Mereka menjawab: “Ya benar, demi Tuhan kami” (46:34)
291. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama” (46:10)
292. “…Maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang ajaib” (50:2)
293. Mereka bertanya: “Bilakah hari pembalasan itu?” (51:12)
294. Firaun berkata: “Dia (Musa) adalah seorang tukang sihir atau seorang gila” (51:39)
295. “….mereka mengatakan: “Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila” (51:52)
296. [54.2] Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".
297. [54.8] mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat".
298. [54.9] Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman".
299. [54.10] Maka dia mengadu kepada Tuhannya:"bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)".
300. [ [54.24] Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila", [54.25] Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong".
301. Buku catatan. [54.52] Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. [54.53] Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
302. [57.13] Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. [57.14] Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu.
303. [63.1] Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
304. [66.11] Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim",
305. [68.15] Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala." [68.21] lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: [68.22] "Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya". [68.23] Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan. [68.24] "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu". [68.26] Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), [68.27] bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)" [68.28] Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?" [68.29] Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim". [68.31] Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas". [68.51] Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Qur'an dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila".
306. [78.40] Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah".
307. [79.10] (Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? [79.11] Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?"
308. [79.12] Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".
309. [79.21] Tetapi Firaun mendustakan dan mendurhakai. [79.22] Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).[79.23] Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.[79.24] (Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi".
310. [83.13] yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu".
311. Di sorga ada arak (khamar). [83.25] Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), [83.26] laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. [83.27] Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, [83.28] (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.
312. [83.32] Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat",


313. 5. AYAT-AYAT ORANG BERIMAN
314. Dan mereka berkata; “Segala puji bagi Allah yang telah menghlangkan dukacita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yangmenempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karuniaNya; di alamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu” (35:34-35). Entah kepada siapakah Allah mensyukuri?. Meski demikian, Allah tidak menghendaki dan mampu mengampuni orang kafir dan berdosa.
315. Dan orang-orang yangberiman berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. (Surat…)
316. . Orang-orang yang beriman berkata: “Mengapa tiada diturunkan suatu surat?”

317. 6. AYAT-AYAT RASUL/NABI-NABI/MUHAMMAD/MARYAM DALAM AL-QURAN
318. Berkatalah Ibrahim: Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini….beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mumin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (14:35-41). Pidato Abraham ini lumayan panjang. Anda dapat meneliti sendiri apakah ayat-ayat yang panjng ini berasal dari Allah?
319. Berkata Ibrahim: Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu” (15:52)
320. Berkta Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku…” (15:54)
321. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yangberputus asa dari rahmat Tuhannya…” (15:56)
322. Berkata pula Ibrahim: “Apakah urusanmu yang penting (selain itu) hai para utusan?” (15:57)
323. Ia (Luth) berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal” (15:61)
324. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku)…janganlah kamu membuat aku terhina” (15:68-69)
325. Luth berkata: “Inilah puteri-puteri (negeri)ku (kawinlah dengan mereka) jika kamu hendak berbuat (secara halal” (15:71). Di sini Luth menghidangkan “keperawanan” kepada tamu yang tadinya tidak dikenalnya. Suatu tindakan yang halal.
326. Musa menjawab: Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mujizat-mujizat itu kecuali Tuhan yang memelihara langit dan bumi…” (17:102)
327. Dan ingatlah ketika kamu (Muhammad) berkata:…”Tahanlah terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah”.. Kata-kata dalam dalam tanda petik itu jelas berasal dari Muhammad. Kita tahu itu dari Muhammad karena dilaporkan oleh Allah, bukan? (33:37).
328. Musa berkata: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan…” (18:60)
329. Musa berkta kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini” (18:62)
330. Murid menjawab: “Tahukah kamu ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceriterakan tentang ikan) itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceriterakannya kecuali syaitan..”(18:63).
331. Musa berkata: “Itulah tempat yang kita cari” (18:64)
332. Musa berkata: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar…”(18:66)
333. Dia (Khidhr) menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku” (18:67). Kisah ini akan berlanjut hingga 18:82. Tak ada sedikitpun jejak bahwa Allah berbicara di dalamnya, kecuali bahwa Allah bertindak sebagai wartawan yang memberi laporan atas suatu peristiwa (yaitu antara Musa dan Khidhr).
334. Ia (Zakharia) berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhan…jadikanlah ia ya Tuhanku seorang yang diridhai” (19:4-6)
335. Zakharia berkata: Ya Allahku, agaimana akan ada ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua” (19:8). Zakharia berdialog dengan Allah. Namun Zakharia pasti tidak melihat Allah. Sebab kalau Allah menampakkan diriNya, Zakharia hancur luluh seperti gunung yang hancur ketika Allah menampakkan diri kepada gunung itu.
336. Zakaharia berkata: “Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda” (19:10)
337. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hanya hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi” (19:30). Allah memberi Alkitab (buku Injil yang harus dibaca oleh seorang anak yang belum tahu membaca dan menulis). Allah kadang-kadang kurang arif.
338. “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati, dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup” (19:31) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka (19:32)
339. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari akudibangkitkan hidup kembali” (19:33). Teks inimenegaskan bahwa Yesus lahir, mati dan bangkit. Sampaisekarang Muslim menolak bahwa Yesus sudah hidup, sudah mati dan sudah dibangkitkan dan hidup kembali. Kalu kata-kata Yesus ini belum digenapi, maka Al-Quran sesungguhnya belum sempurna. Masih ada yang kurang bahwa kata-kata Isa belum tergenapi. Pada Muslim mengklaim bahwa Al-Quran adalah sempurna-sesempurnanya.
340. Ia (Ibrahim) berkata: Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatuyang yang tidak mendengar, tidak melihatdan tidak dapat menolong kau sdikitpun?….maka kamu menjadi kawan bagi syaitan” (19:42-45)
341. Berkata Ibrahim:”Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri daripadamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah….” (19:47-48).
342. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang taqwa” (19:18).
343. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina” (19:20)
344. Ia (Maryam) berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan” (19:23)
345. Ia (Nabi Musa) berkata kepada keluarganya: “Tinggallah kamu (di sini) sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu” (20:10)
346. Berkata Musa: “Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku dan bagiku ada lagi keperluan yang lan padanya” (20:18).
347. Berkata Musa: “Ya Tuhanku lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku…sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami” (20:25-36). Pidato Musa ini cukup panjang. Allah cukup sabar mendengarnya.
348. Berkatalah mereka berdua (Musa dan Harun): “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas” (20:45)
349. Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yangtelah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (20:50).
350. Musa menjawab: “Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah, dan tidak (pula) lupa (20:52). Anda tidak perlu menjadi seorang doktor Al-Quran untuk mengatakan bahwa ayat 53 adalah sambungan dari ayat 52, tetapi orang yang berbicara dalam ayat 20:53-56 adalah makhluk yang berinisial “Kami”. Penceritera lupa bahwa dia musti mempertahankan alur ceriteranya bahwa yang berbicara adalah Musa dari 20:52 hingga 20:56 bukan sosok “Kami”. Jadi, alur ceritera ini sangat berantakan. Ayat 20:53b seharusnya berbunyi: “Maka Dia tumbuhkan dengan air..”. Semua kata “Kami” itu seharusnya diganti dengan Dia. Itu kalau yang berkata kepada Fir’aun adalah Musa dan bukan Allah (Kami). Maka tepat pula nantinya jawaban Firaun dalam 20:57. Ingat Allah tidak berbicara kepada firaun, tetapi Musa. “Berkata Firaun: “Adakah kamu (Musa dan Harun) datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa? Dan kami pun akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu…”(20:57-58)”
351. Berkata Musa: “Waktu untuk pertemuan (kami dengan ) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik” (20:59)
352. Berkata Musa: “Celakalah kamu, janganlah kamu mengadakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa …” (20:61)
353. Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan..”(20:66).
354. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik. Maka apakah terasa lama…kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?” (20:86)
355. Harun telah berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu…”(20:90)
356. Berkata Musa: “Pergilah kamu (Samiri)…jangan menyentuh aku) (20:97). Sesungguhnya Tuhan Samiri hanyalah Allah (20:98)
357. Berkatalah Muhammad: “Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (21:4). Apakah kata-kata Muhammad ini adalah kata-kata allah juga? Atau apakah kata-kata ini berasal dari Allah, lalu diletakkan di mulut Muhammad? Mengapa bunyinya tidak lagi: “Katakanlah!!!?”. Ayat ini murni dari Muhammad dan karena itu Al-quran tidak murni dari Allah. Muhammad berperan besar di dalamnya.
358. (Muhammad) berkata: “Ya Tuhanku berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu katakan” (21:112). Di satu pihak, ayat ini memberi kesan bahwa si penceritera berbicara kepada pendengarnya tentang Muhammad. (Artinya si penceriteralah yang berbicara kepada pendengarnya). Di pihak lain, “Muhammad berkata” memberi kesan si penceritera menceriterakan Muhammad yang berbicara dengan pendengarnya (artinya Muhammadlah berbicara dengan pendengarnya).
359. Ibrahim berkata: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (21:52)
360. Ibrahim berkata; “Sbenarnya Than kamu ialah Tuhan langit dan bumi..” (21:56)
361. Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yangbesar itulah yang yang melakukannya, maka tanyakanlaha kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara” (21:63)
362. Ibrahim berkata: “Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesutu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu”? (21:66)
363. Ayub menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha penyayang diantara semua penyayang”. (21:83).
364. Ia (Yunus) menyeru: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (21:87).
365. Ia (Zakariya) menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (21:89). Orang Islam mengatakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam Al-Quran berasal dari Allah; bahkan kata “Allah” itu sendiri. Kata “Allah” adalah “Sosok, Pribadi” bukan sekadar nama. Allah yang benar adalah Allah yang diperkenalkan oleh Muhammad. Kalau Allah yang benar itu baru diperkenalkan oleh Muhammad, maka Tuhan yang mengabulkan doa Zakaria bukanlah Allah. Sebaliknya kalau Dia adalah Allah, maka Allah sudah kontak dengan manusia sejak zaman Zakaria bahkan sejak zaman Adam, Ibrahim dan setersunya. Kalau demikian, Muhammad tidak “membawa” Allah yang baru.
366. Nuh berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepadaNya)?” (23:23)
367. Nuh Berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku” (23:26)
368. Rasul berdoa: “Ya Tuhanku tolonglah aku karena mereka mendustakanku” (23:39)
369. Hamba-hamba Allah berdoa: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan engkau adalah Pemberi rahmat Yang paling baik” (23:109)
370. Berkatalah rasul: “Ya Tuhanku sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini suatu yang tidak diacuhkan” (25:30)
371. Berkata Musa: “Ya Tuhanku sesungguhnya sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku. DDan karenanya sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun. Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka dan membunuhku” (26:12-14).
372. Berkata Musa: “Aku telah melakukannya sedang aku diwaktu itu termasuk ornag-orang yang khilaf. Lalu aku lari meninggalkan kmau ketika aku takut kepadamu, keudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang diantara rasul-rasul. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil” (26:20-22)
373. Musa menjawab: “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya (itulah Tuhanmu) jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayaiNya” (26:24)
374. Musa berkata (pula): “Tahan kamu dan Tuhan nenek-moyang kamu yang dahulu”. (26:26).
375. Doa Ibrahim (yang cukup panjang) (26:91).
376. Kisah Nuh (26:105-122)
377. Kisah Hud (26:123-140)
378. Kisah Shaleh (26:141-159).
379. Kisah Luth (26:160-175)
380. Kisah Syuaib (26:176-191) (Urutan Kisah dongeng ini dimulai dari Musa, kemudian Ibrahim, lalu Huh, kemudian Hud, berikutnya Shaleh, Luth dan terakhir Syuaib. Muhammad (atau Allah?) tidak tahu bahwa kisah Luth lebih dahulu daripada kisah Musa dll. Semua rancu).
381. Kisah Musa menerima Wahyu (27:6-14).
382. Musa berkata kepada keluarganya: “Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabardaripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang” (27:7)
383. Kisah Daud Dan Sulaiman (27:15-44). Ayat-ayat ini enuh dengan perkataan Nabi, Jin, Burung dan sebagainya.
384. Dan Dia (Sulaiman) berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’matmu yangtelah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu-bapaku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh” (27:19)
385. Perkataan Shaleh dan kaumnya (27:45-50). Tidak ada indikasi Sabda Allah di dalamnya.
386. Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya) (28:15)
387. Musa berdoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku” (28:16)
388. Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi ni’mat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa” (28:17).
389. Musa berkata kepadanya: “Sesunggunya kamu benar-benar orang yang sesat yang nyata (kesesatannya) (28:18)
390. Musa membunuh (28:19)
391. Musa berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu” (28:21)
392. Ia (Musa) berdoa lagi: “Mudah-mudahan Tuhanku memmpinku ke jalan yang benar” (28:22)
393. Musa berkata: “Apakah maksudmu dengan berbuatbegitu?” (22:23)
394. Musa berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (28:24)
395. Musa menerima Wahyu (28:29)
396. Musa berkata kepada keluarganya: “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihatapi, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan” (28:29). Ayat Allah ini berulang-ulang dalam setiap firmanNya. Dia lupa bahwa ayat ini sudah diturunkanNya sehingga diturunkanNya lagi.
397. Musa diserui: “Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam dan lemparkanlah tongkatmu” (28:30-31). Musa diseru: “Hai Musa datanglah kepadaKu dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman…masukanlah tanganmu ke leher bajumu…”(28:31-32)
398. Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku. Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebgai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku” (28:35).
399. Musa menjawab: “Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisiNya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yangbaik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim” (28:37).
400. “Dan (ingatlah) Ibrahim ketika ia berkata kepada kuamnya: “Sembahlah olehmu Allah dan bertaqwalah kepadaNya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui…Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah0 dengan seterang-terangnya” (29:16-18).
401. Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melana’ti sebahagian (yanglain0; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolong pun” (29:25).
402. Dan berkatalah Ibrahim: “sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku); sesungguhnya Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (29:26)
403. Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji ayang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu” (29:28). Jawaban kaum Luth: “Datangkanlah kepada kami azab Allah; jika kamu termasuk orang-orang benar” (29:29)
404. Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yangberbuat kerusakan itu” (29:30).
405. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya di kota itu ada Luth” (29:32)
406. Ia (Syuaib) berkata: “Hai kaumku sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan” (29:36)
407. Ia (Ibrahim) berkata kepada bapak dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah itu? Apakah kamu menghendaki sembhan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong. Maka apakah anggapanmu terhaap Tuhan semesta alam?” (37:85-87)
408. Ibrahim berkata: “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Pada hal Allahlah yangmenciptakan kamu dan apa yang kamu perbuatitu” (37:95-96)
409. Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yangtermasuk orang-orang saleh (37:99-100)
410. Ibrahim berkata: “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu. Ia menjawab (Ismail): “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatku termasuk orang-orang yangsabar” (102)
411. Ia (Ilyas) berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu tidak bertaqwa? Patutkah kamu menyembah Baal dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu” (37:124-126)
412. Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagiaan yang lain; kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini” (38:24)
413. Ia (Sulaiman) berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan” (38:32)
414. Ia (Sulaiman) berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi (38:35)
415. Ia (Ayub) menyeru Tuhannya: “Sesungguhnya akudiganggu oleh syaitan dengan kepayahan dan siksaaan” (38:41)
416. Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab” (40:27)
417. Seorang laki-laki yang beriman berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah, pada hal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu dan jika ia seorangyang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. (40:28)
418. (Musa berkata): “Hai kaumku untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang menolong kita dari hizab Allah jika azab itu menimpa kita” (40:29)
419. Dan orang beriman itu berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu yakni seperti keadaan kaun Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hambaNya. Hai kaumku sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorang pun yang menyelamatkan kamu (azab) Allah dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pun akan memberi petunjuk…Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” (40:30-35).
420. Orang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutlah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar…Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya” (40:38-44). Pidato orang beriman ini amat panjang. Allah sendiri biasa berkata pendek-pendek saja. Porsi tercantumnya kata-kata makhluk selain Allah dalam Al-Quran ternyata jauh lebih banyak dari Allah sendiri.
421. Rasul itu berkata: “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberti petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” (43:24)
422. Dan Allah mengetahui ucapan Muhammad: “Ya Tuhanku sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman” (43:88)
423. Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yangkamu sembah tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku karena sesunguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku” (43:26-27)
424. Musa berkata: “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam” (43:46)
425. Kemudian Musa berdoa: “Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka). Musa menyampaikan doa kutuk (44;22)
426. Ibrahim menjawab: “”salamun” (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.
427. Ibrahim berkata: “Silahkan kamu makan” (51:27)
428. Isterinya (Abraham)…berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul” (51:29)
429. Ibrahim bertanya: “Apakah urusanmu hai para utusan?” (51:31)
430. [61.5] …Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
431. [61.6] Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".
432. [61.14] Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kami lah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.
433. [66.3] Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab:"Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
434. [71.2] Nuh berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, [71.3] (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, [71.4] niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui".
435. [71.5] Nuh berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, [71.6] maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). [71.7] Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
436. [71.8] Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan, [71.9] kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, [71.10] maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, [71.11] niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, [71.12] dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
437. [71.21] Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakai-ku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, [71.22] dan melakukan tipu-daya yang amat besar".
438. [71.23] Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa', yaghuts, ya'uq dan nasr".
439. [71.26] Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.[71.27] Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. [71.28] Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang lalim itu selain kebinasaan".
440. [91.13] lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".

4 komentar:

Gugurlah sudah klaim muslim yang mengatakan bahwa Alquran murni Sabda Awloh. Alquran ternyata tidak berbeda juga dengan koran yang berisi kata-kata manusia.

kalian hanya membuat artikel yang bertujuan untuk mengolok2 bukan untuk mencari kebenaran

dasar banci lo pada

Hahahaaa ternyata kaum kafir tak henti"nya ya menjelek"an Alquran..wkwkwkwk
Sampai hari kiamat nggak bakal bisa bung..jangan Mimpi..

Mending kamu cari aja di Bible sendiri,trus direvisi aja tuch firman" Paulus tsb,biar nggak saling bertentangan lagi dg firman"nya Yesus..hihihiiiiiI :D

Kasihan sekali ya umat kristen yg telah di Bohongi Paulus si rasul palsu..ckckck
http://www.remnantofgod.org/666-CHAR.htm#1

Lihat ini bung,biar kamu bisa memahami ajaran mu sendiri,,
Drpd tetap bodoh dan tersesat.
Clik:
http://www.youtube.com/watch?v=VBh7scfvS6g&feature=endscreen

http://www.youtube.com/watch?v=Go_gX-V2exw&feature=endscreen

http://www.youtube.com/watch?v=WPUjfBvKAao&feature=related

Jadi, ayat2 alquran di atas itu penghinaannya? Makasih ya atas masukan anda!!

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More