Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Ayat-Ayat Setan Dalam AlQuran

  Cak Oto dari Al-Islah menulis:
Pada ayat pertama (81;25) anda menafsirkan salah, rangkaian ayat sebelum dan sesudahnya tidak anda baca (81;15-28) lebih2 anda tidak mengetahui latar belakang surat 81 (S At Takwiir) diturunkan. Coba anda simak dengan seksama.
Ayat berikutnya (72;16), anda menafsirkan "Kami" disitu dengan arti jin soleh. Ini penafsiran keliru.Coba rangkai ayat 16 itu dengan ayat sebelum dan sesudahnya tepatnya dari ayat 14 s/d 17, "Kami" diayat itu yang dimaksud adalah Allah.http://mengenal-islam.t35.com/surah_aljin.htm
Apakah umat Islam hendak menyangkal, bahwa seluruh ayat dalam SURAH AL-JIN bukan perkataan Syaitan/Jin?

Dan mengenai ayat 16 dan 17 itu, adakah penjelasan di situ bahwa KAMI adalah ALLAH? Bila kata “kami” ditulis dengan huruf K besar, itu hanyalah penafsiran penerjemah kitab. Kalau memang “allah” yang dimaksud, mestinya Muhammad tidak menggunakan kata “kami”, tetapi langsung menyebutnya “allah” agar tidak terjadi kerancuan dengan kata “kami” pada ayat-ayat sebelumnya yang ada di dalam SURAT JIN itu.

Ayat 14 s.d. 15 di situ terdapat kata “kami” dan Anda juga menafsirkannya sebagai “allah”? Coba simak saja kutipan di bawah ini:

QS 72:14
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta`at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang ta`at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.”

Di ayat itu tertulis: “di antara kami ada orang-orang yang taat”; apakah ini pantas diucapkan oleh Allah? Bukankah memang benar bahwa ini adalah ucapan Jin?

Juga pada QS 72:15:
“Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api neraka Jahannam".

Ini adalah kutukan Jin kepada manusia yang menyimpang dari kebenaran. Jelas sudah, bahwa Muhammad memang hendak mengatakan kepada kita kalau Jin itu ada yang kafir dan ada yang beriman. Jin yang Soleh akan membela Rasul dan membantu mengutuki manusia yang berani menentang Rasul. Bagaimana ini? Seorang nabi kok dibantu sama Syaitan? Coba Anda simak kitab-kitab Perjanjian Lama dan kitab-kitab Perjanjian Baru, tidak ada nabi atau orang suci yang minta bantuan kepada Syaitan, karena Syaitan itu sejak dulu selalu bertentangan dengan Allah. Kalau sampai ada manusia yang bergaul dengan Syaitan, itu pasti bukan nabi (contoh: Raja Saul yang meminta nasehat pada roh tenung; baca di 1 Samuel 28).

Kita teruskan dengan ayat 16:

“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).”

Nah, tidak dijelaskan di situ bahwa itu adalah perkataan allah. Ayat itu menggunakan kata ganti “kami” sebagaimana ayat sebelumnya. Dan ayat 16 merupakan kelanjutan dari ayat 15, di mana di ayat 15, Jin memberikan kutukan dan di ayat 16 Jin memberikan janji rejeki/pahala kepada orang yang mau masuk Islam.

Di ayat 17 kita simak:

“Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.”

Coba bayangkan..........!! Jin memberi cobaan kepada manusia untuk memurnikan manusia.

Ayat 18:

“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.”

Lihat.... betapa solehnya Jin. Jin pun juga memberi nasihat kepada manusia agar manusia menyembah Allah.

Dan baca ayat “nyentrik”, ayat 19:

“Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.”

Ketika nabi Anda Muhammad sholat, jin-jin pada kumpul semua mengerumuni sang nabi. Wah... wah...wah...... Ketika berdoa mestinya setan-setan pada takut, tapi ini kok beda? Jin/Syaitan malah seneng dan ngumpul semua!!!


Sudah cukup jelas bahwa perkataan-perkataan yang terdapat dalam surah AL-JIN seluruhnya adalah perkataan Jin, dan yang perkataan allah hanya di ayat pertama saja. Coba Anda baca kitab Anda, dan berikan jawaban jujur.


Di surat Jin ini, juga nampak adanya EGO sang nabi.
Dosa kepada Allah dipandang ringan; di situ dikatakan cuma sekedar menambah dosa dan hukumannya tidak disebut (ayat 6).
Sebaliknya, menentang dan berani melawan Rasul, hukumannya tidak tanggung-tanggung dan tanpa ragu-ragu lagi, Jin langsung mengutuknya agar mendapat SIKSA NERAKA JAHANAM (ayat 23).
Manakah yang lebih diutamakan: Perasaan ALLAH ataukah Perasaan NABI?


Bandingkan Surah AL-JIN (72) ayat 6:

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”

Ayat 23:

“Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

Oleh: Duladi (Al-Islah Online)

6 komentar:

Kita seharusnya sudah tahu bahwa ISLAM adalah Ilusi Seorang Lelaki Arab Muhammad [namanya]. Jelas, yang namanya ilusi, apa pun dan siapa pun dapat menjadi bahan inspirasi. Ilusi pertama Muhammad adalah ingin menghancurkan peradaban dunia yang beradab menjadi peradaban Muslim yang biadab. Kita tidak menemukan satupun contoh bangsa keturunan dan penyembah Muhammad ini, yang bisa hidup berdampingan secara damai, kecuali ketika para penyembah Muhammad ini bergaul mesra dengan Iblis.

Saya pikir anda terlalu lancang berbicara tentang Muslim. Kami tidak menyembah Muhammad, tetapi Awloh semata. sebaiknya Anda pelajari Alquran dan Hadis serta sunnah nabi.

hahaha.....disuruh membaca Alquran. Koran itu memuat perkataan JIN, sehingga ada yang namanya surat JIN. Gantilah judul itu, kecuali Awlohmu itu benar-benar Syatan yang terkutuk.

Bagiku Islam bukanlah sebuah agama, tetapi lebih sebagai ideologi. itulah sebabnya Islam penuh dengan kebencian dan jika kau mengharapkan damai darinya, maka itu adalah mimpimu yang paling buruk.

Salam Alaik.

saya merasakan penyerangan terhadap agama Islam lewat artikel ini, sebelumnya saya cuma mau tau alasan Anda kenapa menjelekkan Islam? Anda agama apa?

Apa Islam mengancam hidup Anda? atau mengancam nafsu Anda?

Hendradi,kami tidak sedang menyerang agama islam. Sebuah agama yg benar tentunya tidak mungkin bisa diserang bukan? Dia akan mampu mempertahankan dirinya. Kami tidak menjelekkan agama islam. Sebuah agama yang benar pasti tidak bisa dijelek2an. Ibarat emas, gak mungkin bisa dibuat2 menjadi sekadar besi. tugas kami adalah mengungkap fakta bahwa islam bukan sebuah agama yang benar. islam adalah sistem politik yang paling tidak masuk akal. Dan itu kita bisa mengerti dari lembaran2 alquran.

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More