Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Ismail Vs Ishaq

 Bagaimana pandangan Islam dan komentar Kristen mengenai Ismail?


Ismail as adalah putra pertama dari nabi Ibrahim as dengan Hajar, Ishaq as adalah anak kedua dari Ibrahim as dengan Sarah. Sarah adalah istri pertama Ibrahim, namun hingga umurnya yang telah mencapai seumur nenek-nenek belum juga dikarunia anak, maka Sarah memutuskan agar nabi Ibrahim mengawini budaknya yaitu Hajar. Maka Ibrahimpun mempunyai anak dengan Hajar yang diberi nama Ismail. Sarah cemburu hingga mengusir Hajar agar keluar dari rumahnya, Ibrahimpun membawa Hajar serta Ismail ke Mekah dan meninggalkannya di Mekah.
Menurut keimanan Kristen dan Yahudi putra yang dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ishaq, tetapi menurut keimanan Islam putra yang dikorbankan adalah Ismail. Perbedaan dua keimanan ini tidak mungkin benar kedua-duanya, pasti salah-satunya saja yang benar, karena dua keimanan ini berkisah pada satu obyek yang sama yaitu pengorbanan putra Nabi Ibrahim.
Memang dalam masalah siapakah yang dikorbankan bukanlah masalah akidah, namun kebenaran siapakah yang dikorbankan membawa konsekuensi yang teramat besar, terutama bagi orang-orang Kristen dan Yahudi, pasalnya kebenaran ini berhubungan langsung dengan keakuratan kitab suci dalam mengisahkan kejadian yang sesungguhnya.
Al-Quran menyatakan secara tidak langsung bahwa putra nabi Ibrahim as yang dikorbankan adalah Ismail, sementara menurut Talmud dan Bible yaitu kitab agama Yahudi dan Kristen, menyebutkan secara langsung dan tegas bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ishaq.
Kajian secara teliti dan jujur, baik berdasarkan Al-Qur??an, Bible dan Talmud akan diperoleh kesimpulan yang sama bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ismail bukan Ishaq as seperti yang diaku-aku oleh orang-orang Yahudi dan Kristen selama ini. Penyebutan nama Ishaq dalam Bible dan Talmud secara tata bahasa berkualitas sebagai sisipan para penulis kitab karena kedengkiannya, mari kita kaji secara ilmiah dan obyektif
http://www.allvoices.com/contributed-news/4406888-seputar-nabi-ismail-dan-nabi-ishaq-menurut-quran-vs-bible

Komentar 

Kau ini sangat  aneh Panca. Lebih percaya pada kitab yang samar-samar daripada yang jelas. Mengapa Alquran bingung dalam hal ini? Karena Alquran adalah buatan Muhammad. Muhammad takut dan malu pada orang Yahudi dan Kristen yang tahu persis siapakah orang yang seharusnya disembelih oleh Abraham. Caranya, supaya tidak malu, ya udah disamarkan saja. Katanya Alquran itu "terperinci",...eh malah gak jelas, gak terperinci.
Aku tahu kalau aku katakan Alquran buatan Muhammad, hal itu bertentangan dengan Alquran sebab menurut Alquran bukan Muhammad yang buat Alquran tetapi Allah. Buktinya, Allah minta setan dan jin-jin menolong manusia, kalau2 bisa adakan kontes nulis surat sejenis alquran. Karena gak ada yang mau, dan bukan gak bisa, kau bilang Alquran dari Allah. Aneh kan? Allah minta lomba mengarang alquran. Seandainya itu dari Allah, tentu Dia tahu dunk, gak bakalan ada yang dapat menandinginginya. Masak dia memerintah hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia? Itu sama dengan menyuruh mobil terbang. Bukan sopir mobilnya yang bodoh, tetapi dia yang memberi perintah. Demikian juga logika di balik perintah Allah SWT itu.
Kalau Alquran itu bukan buatan Muhammad, kog banyak amat seh "Fraun berkata....., Jin berkata....Orang kafir berkata....., jadi sebenarnya Alquran itu berisi wahyu Allah atau kumpulan kata-kata Jin, Kafir atau yang lain-lain? Belum lagi contekan-contekan peristiwa dalam Alkitab Yahudi dan Kristen. Memang sih, Alquran mengakui dirinya sebagai "pengoreksi" atas kitab2 orang lain. Masak Allah berlelah-lelah mengreksi kitab manusia. Sebaiknya Dia turunkan saja kitab yang Dia tulis sendiri. Allah kog kayak dosen yang memeriksa skripsi seorang mahasiswa. Dia sendiri gak nulis skripsi.
Kau akan dilema pula nanti. Kau bilang Alkitab adalah palsu, mengapa? Awalnya memang dari Aallah, tetapi dipalsukan oleh manusia. Manusia yahudi dan Kristenlah yang merusak karya Wahyu Allah SWT. Jika demikian, sungguh bodoh banget ya Allah itu. Mengapa? Bukankah Dia Mahatahu. Seharusnya Dia tahu juga bahwa ternyata "FirmanNya pun" dapat dipalsukan oleh manusia. Kog mau-maunya Dia percayakan firmanNya kepada orang yang sudah Dia tahu akan memalsukannya? Mengapa Dia tidak menjaganya? Apakah Dia tidur sehingga kitabnya kecolongan dipalsukan, oleh orang kafir Yahudi dan Kristen pula itu. Ya Awloh....Akkbar.
Kalau Allah tidak sanggup menjaga kitab yang Ia turunkan kepada Musa, Isa Almasih dll, maka saudara, kelemahan Allah itu juga akan terimbas pada Alquran. Atau apakah Dia menungguh ada pengalaman kecolongan terlebih dahulu baru kemudian Dia lebih berhati-hati, dan itulah sebabnya Alquran tetap murni 100% hahaha.....Allahu Akkbar… lucu sekali.!!! Nah, kau lihat kan? Betapa Islam itu tidak dapat membela dirinya dan menjadi beban hidupmu.  Rajin-rajinlah mengadakan penelitian ilmiah seperti yang kau bilang. Aku akan memakainya untuk membenturkan kepalamu dengan Alquran. Kau tahu itu akan sakit.
Kau kaji secara ilmiah ataupun gak ilmiah, tetap aja, untuk kasus Ismail dan kematian pengganti Isa adalah  kabur. Kau bilang ilmiah, Alquraan bilang kabur. Paling-paling kau akan ambil semua hadis nabi untuk membuktikan bahwa Ismail-lah yang dikorbankan. Masa ya, nabi lebih hebat daripada Allah? Masak seh, nabi yang mengingatkan dan mengoreksi kelalaian Allahnya. Allahmu akan sangat marah melihat hasil penelitanmu. Ceritera yang akan kau peroleh dari sunnah nabi tidak mengubah apa pun, kecuali kau tahu bahwa Alquran bertentangan dengan semuanya itu. Atau satu hal, hadis nabi lebih jelas daripada Alquran. Berani2nya kau melawan Alquranmu. Berani-beraninya kau melawan Allahmu yang Akkbar.
Jika demikian, otakmu seharusnya kau pakai. Kau berusaha mengaburkan yang terang benderang, tetapi menyingkap apa yang tidak disingkap oleh Allah. Islam adalah beban hidupmu. Salah satunya kau harus berlelah-lelah dan bertele-tele untuk menjelaskan siapakah "sosok siluman" Quraniah itu. Hasilnya, kau sudah tahu.  Kalaupun engkau katakan itu adalah Ismail, engkau sudah tahu bahwa hal itu tidak dikatakan oleh Alquran. Lebih baik kau terimana saja bahwa siapakah yang dikorbankan oleh Ibrahim? Jawabannya: tidak tahu sebab Alquran juga tidak tahu. Kau harus ingat bahwa kau adalah Islam. Islam artinya tunduk dan patuh buta. Ya sudah terima saja secara babi buta atau anjing buta.
Setelah beban ini tak terselesaikan, kau juga akan mengadakan studi ilmiah untuk membuktikan siapakah sosok siluman yang menggantikan Isa Almasih di tiang salib. Alquran tidak meenjelaskannya. Kau jungkirbalikpun menerangkannya, kau akan tetap tidak tahu sebab Allah tidak tahu siapakah yang menggantikan sosok Isa Almasih itu. Kau bisa menjagokan Yudas Iskariot, itu berarti kau mengekor Kristen. Kalaupun hasil penelitianmu, yang kausangka ilmiah dan historis, menyimpulkan bahwa Yudaslah yang  menjadi korban penipuan Allah, kau akan menerima pukulan berikutnya: masak kau lebih tahu dari Allah? Usahamu untuk menerangkan Alquranmu adalah upayamu untuk menyangkal Allahmu yang tidak memberi keterangan yang jelas. Sebaiknya kau terima saja bahwa kau tidak tahu. Dua point yang kau tidak tahu bukan kelalaiaanmu tetapi karena ketidaktahuan Allah yang kau sembah lima kali sehari. Islam adalah beban hidupmu. Jika ada hasil penelitianmu,  buang aja di tong sampah supaya kau tidak dicap pembangkang Alquran.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More