Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Menjawab Surat Waqas Muslim Karachi, Pakistan

By Ali Sina

Pak,
Perkenankan aku memperkenalkan diriku. Namaku Waqas Ahmed, berusia 22 tahun, dari Karachi, Pakistan. Aku dapat link ke website Bapak dari seorang kawan Hindu. Aku membaca hampir semua tulisan di website-mu dan setelah itu aku hampir meninggalkan Islam tapi kemudian ramzan mulai dan ketika aku pergi sembahyang aku menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang kautanyakan di website-mu kepada semua teman-temanku dan ketua mullah di mesjid kami (dan kau katakan semua yang bertentangan dengan Islam di muka mullah berarti mati). Ketua mullah menjawab seluruh pertanyaanku dengan sangat memuaskan dan aku ingin menerangkan pandanganmu yang salah pula.
 
Pertama-tama kau menyebut tentang Qur’an mengenai Jangan membunuh kawan yang tak percaya dan apa yang Qur’an katakan tentang orang-orang yang tak percaya. Arti kata orang yang tak percaya pada Allah adalah orang-orang yang tak percaya pada kebenaran, orang-orang yang suka bohong, orang-orang jahat, dan mereka yang tidak suka perdamaian. Jika kamu adalah non-Muslim tapi percaya akan satu Tuhan apapun nama Tuhan itu bagimu dan apapun yang kau sembah tidak jadi masalah. Dan jika kamu adalah orang yang jujur maka kamu bukanlah seorang yang mengancam orang Muslim. Orang-orang Muslim HANYA membenci mereka yang suka bohong dan berlaku tak adil pada orang lain. Maka kita tidak membenci non-Muslim, tapi kita benci orang yang suka bohong, orang yang membunuh orang-orang tak berdosa. Sekarang tentunya engkau akan bertanya pendapatku tentang teroris Islam, mereka adalah orang-orang yang memilih jalan kekerasan untuk melawan ketidakadilan. Kami orang-orang Muslim lebih baik mati daripada membunuh non-Muslim yang tak berdosa.
 
Jawaban Ali Sina,
Wahai Waqas, Jadi kalau begitu Islam mengizinkan Muslim untuk membunuh siapa yang tak percaya pada Allah dan pada kebenaran!

Ini termasuk lima dari enam orang di dunia (di-setiap enam orang di dunia ini, lima orang diantaranya adalah Non-Muslim). Hanya orang-orang Muslim yang percaya pada Allah, sisanya tidak. Orang-orang Kristen dan Yahudi punya Tuhan mereka sendiri dan meskipun pada kenyataannya orang-orang Muslim memaksa bahwa Dia itu Tuhan yang sama dengan Tuhan orang Muslim, Dia itu bukan Tuhan yang sama. Apalagi orang-orang Kristen percaya pada trinitas. Maka dari itu berdasarkan pandangan Islam, mereka adalah Mushrik dan layak dibunuh. Orang-orang Hindu menyembah banyak dewa. Mereka pun layak mampus. Karena menurut orang-orang Muslim Islam merupakan satu-satunya agama yang benar, maka semua yang bukan Muslim dan tidak percaya pada kebenaran merupakan orang-orang pembohong dan harus dibunuh. Diantara orang-orang Muslim sendiri tidak ada persetujuan, saling bertentangan. Karena itu orang-orang Sunni membunuh orang-orang Shiah, orang-orang Shiah membunuh orang-orang Sunni dan semua (orang sunni dan shiah) membunuh orang-orang Ahmadiah. Pada kenyataannya, sejak berdirinya Islam, bahkan di zaman Muhammad sekalipun orang-orang Muslim sudah membunuhi Muslim yang lain karena satu kelompok tidak menerima pengertian iman dari kelompok lainnya. Muhammad memerintahkan beberapa Muslim dibakar di dalam mesjid mereka karena seseorang berkata mereka telah jadi sesat. Ali membantai empat ribu orang-orang Khawarejite yang tak bersenjata yang kesalahannya adalah duduk di mesjid sebagai tanda protes untuk satu hari. Jadi jika kau mengizinkan dirimu untuk membunuh mereka yang tidak percaya pada kebenaran, kamu memberi izin bagi dirimu sendiri untuk membunuh siapapun yang kau ingini. Tentu saja pengertianmu tentang kebenaran berbeda dengan pengertianku, lalu sebaiknya aku bunuh kamu atau sebaiknya kamu yg bunuh aku? Inilah masalahnya dalam Islam: tidak ada toleransi. Muhammad berkata bunuh mereka yang tidak percaya pada Auwloh dan kebenaran. Akan tetapi karena setiap orang percaya pada kebenaran yang berbeda, setiap Muslim merasa berhak membunuh orang lain yang tidak setuju dengan dirinya. Adalah wajar jika manusia itu tidak saling menyetujui dan sependapat. Masalahnya apakah kita harus membunuh satu sama lain karena itu? Inilah yang diajarkan Islam.

Sekarang tentang kebenaran yang diajarkan Islam, apakah itu memang betul-betul benar? Jika memang benar, maka orang-orang Islam harus dapat membuktikannya. Mana buktinya? Aku telah menanyakan pertanyaan yang sama selama ber-tahun kepada orang-orang Muslim dan jawaban yang kuterima adalah karena Muhammad mengatakannya demikian. Cuma itu. Bagaimana jika Muhammad berbohong? Bukankah sangat menyedihkan bahwa orang-orang Muslim mau membunuh siapapun yang tidak setuju dengan pandangan mereka tentang kebenaran jika mereka sendiri tidak dapat membuktikan bahwa agama mereka itu sendiri benar?

Kebenaran dapat dibuktikan. 2+2=4. Ini bisa kaubuktikan. Bumi itu bulat. Ini, meskipun tadinya tidak jelas, dapat kaubuktikan pula. Perkataan Muhammad mana yang bisa kau buktikan? Dapatkan kau buktikan bahwa dia benar-benar menerima pesan dari Jibril? Tahu dari mana kamu itu bukan dari Setan yang menyaru jadi Jibril dan mencobainya? Bagaimana kau tahu bahwa dia tidak membuat perjanjian dengan Setan untuk jadi penguasa tunggal di Arabia dengan menggadaikan jiwanya sendiri? Mengapa Setan mau mencobai orang dengan agama yang salah? Karena dengan ini dia dapat memecah belah umat manusia dan membuat satu kelompok manusia membunuh kelompok lainnya. Bagaimana bisa kau tahu bahwa Muhammad bukan orang sakit jiwa dan dia hanyalah berkhayal saja? Bagaimana kau tahu bahwa dia tidak berbohong? Aku dapat buktikan bahwa Qur’an mengandung berton-ton kesalahan yang luar biasa dan konyol. Ini cukup untuk melihat bahwa buku ini bukan dari Tuhan. Apa buktinya buku ini dari Tuhan? Karena aku dapat membuktikan Qur’an bukan dari Tuhan, makanya aku tidak mempercayainya. Tapi karena kau tidak dapat membuktikan bahwa buku ini datang dari Tuhan, tidakkah sedikitnya engkau merasa ragu dan berhenti membunuh orang-orang yang tidak setuju dengan buku itu sampai kau menemukan kebenaran?

Kaukatakan bahwa teroris berjuang melawan ketidakadilan. Ketidakadilan apa? Semua ketidakadilan yang dijabarkan orang-orang Muslim adalah khayalan belaka dan berdasar pada kebohongan, fitnah dan hal yang dilebih-lebihkan. Apakah keadilan yang dilakukan oleh orang Shiah di Pakistan yang sampai membuat mereka layak dibunuh? Apakah ketidakadilan yang dilakukan orang-orang Sunni pada orang-orang Shiah di Iran sehingga mereka layak dibunuh? Apakah ketidakadilan yang dilakukan kaum Ahmadis, atau kaum Bahais sehingga mereka harus dibunuh? Ketidakadilan harus dipersoalkan di pengadilan di mana sang tertuduh diberi kesempatan untuk menjawab tuduhan dan membela dirinya sendiri dan terserah pada penuntut untuk membuktikan kesalahannya. Kamu tidak bisa membunuh orang lain yang tidak setuju dengan pandanganmu tentang kebenaran dan menyebut mereka sebagai orang yang menindasmu. Kamu tidak dapat mengebom orang-orang yang tak bersalah di kereta api bawah tanah, restoran-restoran dan gedung-gedung perkantoran hanya karena mullah-mu telah memenuhi kepalamu dengan kebohongan dan kebencian. Contohnya, andaikata aku percaya bahwa orang-orang Muslim menindasku, apakah benar jika aku bom beberapa Muslim untuk melakukan “keadilan”. Kesintingan seperti apa ini? Orang-orang Muslim di Bangladesh, di Pakistan, dan di Indonesia membenci orang-orang Yahudi. Pernahkan mereka bertemu satu orang Yahudi di dalam hidup mereka?
-----------------------
Sekarang tentang Muhammad yang mengawini gadis kecil berusia 6 tahun. Pada saat itu perkawinan dengan anak kecil sangat disukai (popular) dan tidak dianggap sebagai sesuatu yang salah untuk menikahi gadis kecil berusia 6 tahun. Lagi pula di Qur’an tidak tertulis bahwa kamu HARUS menikahi anak-anak.
--------------------------

Ali Sina:

Pertama-tama, menikahi anak berusia 6 tahun tidak pernah disukai di tempat mana pun di seluruh dunia. Pria yang secara psikologi waras, tidak terangsang oleh anak ingusan. Membayangkan hal seperti itu saja sudah sangat memuakkan. Tidak alamiah. Karena itu di dalam sistem hukum di masyarakat yg waras, termuat di dalam UU-nya ketentuan tentang tindak pidana kejahatan pedophilia.

Kau tidak usah jadi orang yang bermoral untuk mengetahui hal ini. Bahkan orang tak bermoral yang senang berhubungan seks dengan banyak perempuan sekalipun tidak bisa terangsang secara seksual dengan anak-anak kecil berusia 6 tahun, 9 tahun atau bahkan 12 tahun. Mereka yang terangsang dengan anak-anak kecil adalah orang yang tidak waras pikirannya. Mereka disebut sebagai pedophil dan butuh perawatan psikologis.

Di masa lalu kita punya raja-raja lalim yang punya banyak gundik bahkan jumlahnya sampai seribu perempuan atau lebih, tapi tidak pernah membaca satu pun dari gundiknya yang merupakan seorang anak kecil di bawah umur, kecuali raja ini, seperti Muhammad, adalah juga seorang pedophilia. Aku bisa pergi ke tempat ganti pria dan melihat banyak pria telanjang. Tapi aku tidak merasa terangsang karena aku bukan seorang homoseksual. Ini bukan pertanyaan tentang moral, karena aku bukan seorang homoseksual dan aku tidak terangsang melihat para lelaki telanjang. Kamu pasti seorang homoseksual jika terangsang melihat yang begitu. Hal ini sama pula dengan seorang pedophile. Aku bukannya membandingkan homoseksualitas dengan pedophilia. Ada perbedaan besar diantara keduanya. Pada kasus pedophilia, seorang anak tak berdosa jadi terlibat dan karena dia belum cukup dewasa untuk tahu apa yang terjadi pada dirinya, maka dia menjadi korban kejahatan seksual.

Inti yang aku ingin sampaikan adalah, jika bukan pedophile, orang tidak akan terangsang atau ingin berhubungan seks dengan anak-anak gadis kecil. Bohong kalau dibilang di zaman (Muhammad) itu semua orang melakukan hal ini. Semua orang tidak melakukan ini. Hanya Muhammad yang melakukan ini karena dia tidak sehat selera seks-nya dan dia berhasil menipu setiap orang bahwa semua yang dilakukannya boleh dan sah-sah saja. Bahkan hari ini pun, kebanyakan lelaki Muslim yang setuju akan apapun yang dilakukan Muhammad tidak menikahi gadis-gadis kecil berusia 9 tahun meskipun mereka pikir hal ini boleh & sah saja. Maka mereka mencari gadis-gadis yang lebih dewasa yang sudah berkembang feminitasnya secara fisik maupun secara psikologis. Akan tetapi, karena Muhammad melakukan tindakan kriminal ini dan menegaskannya, para pedophile lain dapat menerapkan perlakuan seksual menyimpang ini pada anak-anak gadis kecil dan bukannya mereka (para pedophile ini) dimasukkan penjara, tapi malah jadi anggota masyarakat yang terhormat.

Meskipun jika kita beranggapan bahwa praktek seksual yang menjijikan ini dapat diterima di zaman Muhammad, kenapa dia harus melakukan hal ini? Tidakkah dia seharusnya membawa hukum-hukum baru dan meluruskan yang salah? Tidakkah dia menyebut orang-orang di zamannya “biadab” (jahiliyah)?. Lalu, kenapa bukannya memberi contoh & tauladan yang baik, dia malah mengikuti jalan mereka yang jahat? Dia itu seorang penuntun atau orang yang dituntun? Bukankah ini cara berpikir yang melingkar-lingkar? Dia menyuruh setiap orang mengikuti dia sedangkan dia sendiri mengikuti tradisi orang-orang yang disebutnya sebagai biadab (jahiliyah)! Tidakkah kau lihat bahwa dengan melakukan ini (kawin dengan anak 6 tahun) maka praktek (seksual) yang jahat ini diabadikan dan setiap Muslim berpikir bahwa mereka boleh-boleh saja melakukannya sebab Muhammad juga melakukan hal itu? Kenapa jika dia mau mengikuti contoh jelek dari orang-orang jahiliyah ini, dia berkata turutilah contohku, aku orang bermoral dan nabi yang terhormat? Kelakukannya menunjukkan bahwa dia bukan contoh yang baik, bukan yang bermoral dan bukan yang terhormat.
----------------------------
Waqas:

Pak, aku katakan tentang website-mu dan tentang tantanganmu pada imam lokal kami dan dia ingin berdebat denganmu tapi tidak menginginkan uang (taruhan) darimu. Tapi kita ingin kau jadi Muslim jika kau kalah berdebat. Karena imam kami tidak tahu bagaimana menggunakan internet, maka tolong kirim satu pertanyaan setiap hari dan aku akan sampaikan padanya dan keesokan harinya aku akan kirim padamu jawaban yang memuaskan. Tapi, pak, mohon jangan menggunakan bahasa yang menyakitkan hati seperti “Muhammad itu tolol”.

Bapak yang terhormat, jika engkau bersedia menerima tantangan kami, mohon kirim satu pernyataan yang menyerang Islam.

Semoga Allah memberkatimu dan semoga hidupmu bahagia.
Salam hormat.
----------------------------

Ali Sina:

Alasan mengapa imam-mu menyambut tantanganku untuk berdebat adalah karena dia belum pernah membaca tulisan-tulisan di website-ku. Imam-imam yang telah membaca, pergi menjauh dari website ini. Meskipun begitu, aku dengan senang hati menerima tawaranmu. Maukah engkau mengundang semua kawan-kawanmu untuk membacanya dan menyaksikan bagaimana debat ini berlangsung?

Jika di satu saat imam-mu mengambil keputusan untuk mundur dan memperingatkanmu untuk tidak menghubungiku, dan kau tahu alasannya adalah karena dia tidak punya jawaban yang tepat, maka apakah yang akan kaulakukan? Ingatlah jika kau berpihak padaku, kau bisa celaka.

Aku heran kau bisa melihat site-ku. Aku diberitahu bahwa site-ku dilarang (di-block) di Pakistan. Atau mungkin di beberapa daerah (di Pakistan) tidak dilarang. Nasehatku adalah bertindaklah sebagai perantara saja dan jangan memberi komentar. Jika dia menyadari imanmu goyah dan menanyakan terlalu banyak pertanyaan tak sopan, dia bisa jadi galak sekali. Tentu saja setiap orang berbeda. Seorang gadis cilik menulis bahwa setelah dia membawa pertanyaan-pertanyaannya kepada imam-nya, imam itu kemudian membaca beberapa artikel di website-ku dan dia berkata, Isi artikel ini benar, aku tahu ini sejak lama. Lari, larilah anakku. Sudah terlambat bagiku, tapi engkau masih muda, larilah dari Islam. Inilah kesaksianku.”

Untuk pertanyaan-pertanyaan yang akan kutanyakan pada imam-mu, biarkan dia membaca apa yang kutulis di e-mail ini dan mintalah komentarnya. Mari kita lakukan ini selangkah demi selangkah.

Semoga selamat dan salam sejahtera.


Ali Sina. -----------------------------------------
http://www.faithfreedom.org/debates/Waqasp2.htm

Surat dari Qadir Sheikh untuk Waqas

Yth. Waqas Bhai,

Terima kasih untuk balasanmu.

Mohon jangan panggil aku Tuan. Panggilah aku Qadir Bhai. Aku meninggalkan Islam bukan hanya karena 7/7 (hari terjadinya pemboman bunuh diri teroris Islam yang meledakkan beberapa bus bertingkat di London) tapi 7/7 adalah titik puncaknya bagiku. Mengapa orang-orang yang dulu seiman dan sedarah denganku, sama-sama punya gen India tidak jadi diri sendiri dan malah menjadi orang lain? Jika kita melihat di seluruh dunia, kita akan temukan hanya orang-orang Muslim saja yang membunuh diri mereka sendiri dan orang lain dalam penyerangan bunuh diri.

Aku anjurkan padamu untuk hati-hati dari sekarang karena siapapun yang tidak senang padamu dan ingin menyakitimu dapat menuduhmu menghina Tuhan. (bisa dihukum mati di Pakistan)
Perkembangan Islam bukan agak brutal tapi SANGAT brutal sehingga disebut Quwwatul-Islam “Angkara Murka Islam” dan sudah lebih dari 60 juta orang Hindu kehilangan nyawanya karena itu. Apakah kau tahu bagaimana Islam menyebar ke Persia (Iran)?

Apakah kau tahu dulu terdapat 24% Hindu di Pakistan dan sekarang kurang dari 2%?

Apakah kau tahu dulu terdapat 41% Hindu di Bangladesh dan sekarang kurang dari 10%?
Apakah kau tahu bahwa tentara-tentara Pakistan membunuh 2 juta orang Hindu di Bangladesh pada perang 1971?

Sudahkan kau lihat site www.rawa.org? Sudahkan kau lihat bagian Gallery dari site ini? Ini akan menunjukkan wajah asli Islam. Afghanistan adalah laboratorium Islam yang ditunjukkan oleh rezim Taliban bagi seluruh manusia masa kini yang belum pernah melihat wajah asli Islam dari masa lalu.

Apakah kau tahu arti kata “Talib’? Talib berarti seorang yang mencari kebenaran dan mereka melakukan Talab (mencari) kebenaran di madrasah-madrasah di Pakistan dan kembali ke Afghanistan dan menerapkan Islam dengan segala kemegahan dan kengeriannya. Jika kau lihat gambar-gambar di www.rawa.org , itu sudah cukup untuk membuatmu meninggalkan Islam. Kau tidak butuh aku atau Ali Sina untuk meyakinkanmu. Jadilah seorang Talib sejati dan lihatlah foto-foto itu. Apakah kau mengetahui bahwa orang-orang Muslim di Pakistan dibunuh oleh sesama Islam sendiri lebih banyak daripada dibunuh oleh orang Hindu yang membela diri (terhadap serangan Muslim)? Setiap kali seorang Muslim dibunuh dalam perselisihan Shiah-Sunni, aku merasa marah pada para imam yang menganjurkan ini. Aku merasa masyarakatku sekarat dan aku marah pada diriku sendiri karena tidak berdaya dan tidak bisa menghentikan mereka dari kematian yang menyakitkan. Lihatlah hasil pencarian (di internet) untuk “shia sunni dashes Pakistan” menghasilan 102.000 halaman dengan gambar yang satu lebih berdarah dari pada gambar yang lain. Meskipun hanya jadi minoritas di India, pihak shiah dan sunni berkelahi seperti anjing dan kucing satu sama lain. Karena kaum Hindu (Pemerintah di India) menganut sistem sekuler maka mereka (kaum Muslim) tidak diperbolehkan untuk menghancurkan satu sama lain. Tapi mereka selalu siap untuk melakukan (penghancuran) itu. Tahukah kamu bahwa 990 orang shiah terbunuh di Iraq beberapa minggu lalu ketika mendengar isu seorang sunni akan melakukan bom bunuh diri?

Apakah kau pikir bahwa kau mengerti Islam dengan benar dan Osama-bin-Laden, Al-Zawahiri atau Mullah Omar salah mengerti? Sudahkah kau melihat site ini: http://www.faithfreedom.org/Quran.htm

Aku menerima lebih banyak e-mail ucapan selamat dari para Muslim Pakistan daripada para Muslim India. Aku terima e-mail dari mantan Muslim dan bekas kapten Angkatan Udara Pakistan yang sekarang tinggal di USA. Dia mengatakan yang sebenarnya dan menyesal dengan apa yang dilakukan orang Muslim terhadap non-Muslim, yang non-Muslim tidak pernah lakukan pada Islam.

Tahukah kau bahwa Saddam Hussein membunuh 300.000 orang Shiah Iraq dan banyak lagi yang mati di Iran dan orang-orang tak bersalah yang mati ketika Saddam menyerang Kuwait?Jihad pribadiku adalah menyelamatkan saudara-saudaraku (muslim) sebanyak mungkin dari islam, seperti yang Ali Sina lakukan. Aku tidak marah pada orang-orang Muslim karena orangtuaku pun masih Muslim dan di usianya mereka sudah terlalu jauh untuk meninggalkan Islam dan tidak tertarik pada Jihad pula.

Tuhan memberi ini semua di dalam hidupmu sebagai bagian dari keluarga dan sahabat-sahabat dan bukan untuk membunuh orang lain. Kau hanya tahu sedikit tentang Islam dan aku menasehati kamu untuk menjauh dari Islam dan tetap tidak melakukan dosa.
Jaga dirimu baik-baik.
Qadir
----------------------------------
e-mail berikut ini datang dari kapten yang disebutkan di atas. Aku (Ali Sina) menyembunyikan nama aslinya untuk keselamatannya.
----------------------------------
Wahai Qadir!

Aku adalah kawan on-line Alamgir. Meskipun aku tidak tahu kebanyakan komentar-komentar Bangladesh-mu; aku dapat merasakan semangat di belakangnya. Aku sudah memberitahu Alamgir betapa malunya aku melihat segala kejahatan yang dilakukan tentara Pakistan terhadap saudara-saudara Bengali kita. Aku berada di sana (Bangladesh) untuk beberapa saat. Maafkan aku, tapi seperti kamu, aku pun Muslim melalui kelahiran. Aku tidak dapat menghindari itu. Sekarang aku bukan Muslim lagi. AKU BENCI ALIRAN SESAT INI! Mereka memuliakan KEMATIAN; sedangkan kita memuliakan Tuhan yang memberi kita KEHIDUPAN.
Sumber:
http://www.faithfreedom.org/debates/Waqas51019.htm/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More