Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Quran Bukan Wahyu Tuhan

Apakah KeKristenan Mengakui Al-Quran sebagai Wahyu Allah?


Permasalahannya sebagai berikut. Apa yang cocok dengan Alkitab tentu diterima oleh umat Kristen. Tetapi, bagaimana mungkin mengakui Al-Quran yang sebagian isinya justru saling bertentangan sendiri, membingungkan (kacau), dan bahkan banyak bertentangan dengan Alkitab?
Di bawah ini beberapa contoh kekacauan isi Al-Quran.
Yang mana yang benar: Langit dan bumi diciptakan dalam enam masa, atau “dua masa… empat masa… dua masa… (hitungan kami: 8 masa)” (Sura-Sura sbb: 10:4; 7:54; 11:7; 32:4; 41:9-12)?
Alkitab mengajarkan bahwa Nuh dan anak-anaknya diselamatkan dari air bah dalam Kejadian pasal 7 & 8. Hal ini disetujui Sura 21:76, tetapi ditentang Sura 11:43. Yang mana bagian Al-Quran ini yang benar? “Nuh… kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar” (Sura 21:76) atau Nuh memanggil anaknya, “Hai anakku naiklah bersama kami dan janganlah berada bersama orang-orang kafir. Anaknya menjawab aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memelihara aku dari air bah... dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan” (Sura 11:42-43).
Ayah Ibrahim adalah Terah (Kejadian 11:26), bukan Azer (Sura 6:74).
Apakah benar Ibrahim, sebagai penyembah Allah Esa yang sejati, melindungi berhala besar dan berdusta tentang itu (Sura 21:59)?
Musa tidak diambil anak oleh isteri Firaun (Sura 28:8,9) melainkan oleh puteri Firaun (Keluaran 2:5-10).
Al-Quran menyebut Maryam sebagai saudara perempuan Harun, padahal Harun hidup 1570 tahun sebelum Maryam – Sura 19:28. Sangat aneh kalau Al-Quran yang demikian sempurna tidak dapat membedakan Miriam yang adalah kakak Musa dan Harun, dari Maryam yang menjadi ibu Isa Al Masih – Sura 19:28; 3:33 dan seterusnya. Imron adalah ayah Musa, Harun, dan Miriam yang lahir lebih dari seribu tahun sebelum Maryam (ibu Isa) lahir. Juga Maryam bukan dari suku Lewi tetapi dari suku Yehuda.
Yang memimpin pertempuran melawan orang Midian adalah Gideon (Hakim-Hakim 7), bukan Saul (Sura 2:249-252). Juga ini bukan zamannya Goliat (Sura 2:252).
Haman dikacaukan dengan Firaun (Sura 28:6,7,38; 40:24,36). Firaun di Mesir, sedangkan Haman di Persia (Ester 3:1-7). Selain itu di antara keduanya terpisah selang waktu selama ratusan tahun sehingga tidak mungkin Firaun memerintahkan Haman untuk mendirikan sebuah menara. Lagi-lagi di sini suatu kebingungan (kekacauan) lain dengan mencampuradukkan kisah menara Babel (Kejadian 11).
Benarkah tentara raja Sulaiman dan para pekerjanya terdiri dari jin dan burung (Sura 34:12-14; Sura 27:16-18)?
Yang mana yang benar: Isa tidak mati (4:157,158) atau Isa wafat (5:117), ”pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan kembali”. Yang mana pernyataan Al Qur’an yang benar, Isa Al-Masih mati atau tidak mati? Menurut Sura 4:157–158 Isa tidak mati, padahal 19:33 setuju dengan Alkitab yang dengan jelas menceritakan kematian Isa dan kebangkitanNya dari antara orang mati.
Minuman anggur boleh dinikmati atau ditolak (Sura 47:15; 5:90-91)?
Berdoa harus ke arah yang sudah ditentukan atau tidak (Sura 2:115; 2:144,150)?
Yang mana yang benar: “Menyusukan anak-anaknya selama dua tahun (24 bulan)” (Sura 2:233; 21:14) atau “Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan” (Sura 46:15)? Berarti mengandung enam bulan memang sudah biasa dan sudah cukup?
Benarkah susu sapi datang dari perutnya, dari “antara kotoran dan darah” (Sura 16:66)?
Yang mana yang benar: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam” (Sura 2:256) atau “Hai, Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.”(Sura 66:9), “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan RasulNya dan tidak beragama yang benar (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka …” (Sura 9:29).
http://www.isadanislam.com/tanya--jawab/al-quran/88-apakah-kekristenan-mengakui-al-quran-sebagai-wahyu-allah

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More