Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Allah Tritunggal



* Qs 4:171

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.[1]

"Kalian orang Kristen kok menyembah tiga Tuhan. Tidakkah itu meng-ada-ada, lalu menyebutNya sebagai Allah Tritunggal? Padahal tidak pernah ada tertulis di Bible kalian. Bukankah itu penyesatan diri sendiri, dan bahkan memalsukan Tuhan?"

Demikianlah teguran yang umum dilontarkan oleh teman-teman Muslim terhadap kita. Maksudnya mungkin baik, tetapi Anda mungkin merasa terganggu bahkan mungkin tersinggung, bukan karena kepercayaan Anda dirusuhi, melainkan justru karena kepercayaan Anda itu lain daripada apa yang ditimpakan kepada Anda! Sungguh Anda tidak merasa menyembah Allah yang tiga (politheisme) seperti yang dituduhkan.Maka Anda ingin cepat-cepat membalas, "Kalian ngawur! Kami tidak menyembah 3 Tuhan. Kalianlah yang meng-ada-ada. Sebab kami hanya mempunyai Tuhan Yang Esa, yaitu Dia satu-satunya yang menciptakan bumi dan alam-semesta..."

Apa yang terjadi selanjutnya bisa ditebak : tudingan yang semrawut, debatan yang simpang-siur, dan tidak ada kesimpulan. Karena pihak yang satu mematoki-mati angka "tiga" bagi Tuhannya orang lain sejak abad ke-7 M, sementara iman Anda berpegang pada monoteisme Abraham yang sudah dideklarasikan ketuhanannya yang "satu" sejak abad manapun!Yang mematoki angka 3 itu merasa bahwa "tiga itu tidak dapat jadi  satu, dan satu itu bukan tiga"

Buanglah cara yang melelahkan dan sia-sia ini. Kita umat Kristiani yang ingin mempertahankan imannya dengan diskusi tersebut tidak akan sampai kemana-maka. Yang Anda perlukan adalah ber-sharing, bukan mempertentangkan atau membenturkan diri Anda kepada mereka yang menuduh. Anda justru perlu heran darimana mereka meyakini bahwa Anda (umat Kristiani) menyembah 3 Tuhan? Dan biasanya (pada awalnya) mereka akan menunjuk kepada Kitab Injil Anda sendiri.

Kembali, Anda tak pelu buru-buru meladeni tudingan ini. Sebab pada tahap ini mereka belum dapat beranjak sedikitpun dari notion
"pengharaman Injil". Jadi, untuk apa Anda terlalu dini merujukkan sesuatu yang ditolak mentah-mentah? Lebih baik Anda mengajaknya untuk menklarifikasikan materi tudingannya berdasarkan nara-sumber yang paling mereka percayai sendiri, yaitu Al-Qur'an mereka. Sudut pandang Alkitab baru akan bermanfaat diperkenalkan bilamana pihak-pihak yang berdialog mulai merasa siap menerima konfrontasi. Tanyakan sudut pandang mereka, "Jadi, menurut kalian apa yang dikatakan Qur'an tentang kesesatan Tritunggal itu?"

Bersama Anda, mereka-pun memasuki rujukan Qur'an :







Dari sederetan ayat diatas, terlihat dengan sendirinya titik pusat tuduhannya bahwa kaum Kristiani itu telah ber-syirik dengan mempersekutukan Allah dan men-tuhan-kan Allah (sebagai Bapa), Maryam (sebagai ibu) dan Isa (sebagai putra Maryam), yang ketiga-tiganya disebut Tuhan.

Mereka mengharamkan tiga Tuhan, tetapi Anda datang dengan istilah yang lebih diharamkannya lagi, yaitu "Allah Tritunggal" (Trinitas). Mana ada nama semacam itu dalam Bible? Sudah men-syririkkan 3-Tuhan, lalu ketiganya disatukan? Mana dapat disatukan? Sebab ada peringatan dari Qur'an, "kalau sekiranya demikian, niscaya tiap-tiap makhluk yang diciptakanNya dan akan saling mengalahkan". Tuhan Tritunggal jadi-jadian ini pasti ditolak oleh Muslim.

Namun sekarang, adakah Tritunggal semacam itu yang dipercayai oleh Kita umat Kristiani? Tidak! Kini saatnya Anda melontarkan kepada mereka dengan pernyataan kunci bahwa :

"Tritunggal yang ditolak oleh Qur'an adalah pula Tritunggal yang sama yang ditolak oleh kami umat Kristiani"

Mereka, para penuduh itu akan diam sesaat -- antara salah dengar dan tidak percaya – lalu menginginkan penjelasan Anda yang sejujurnya tentang Tritunggal (Trinitas) versi Kristiani.



PENJELASAN TENTANG TRITUNGGAL/TRINITAS :

Perhatikan bahwa jenis Tritunggal yang di-syirikkan Qur’an ternyata berkonsep tuhan-tuhan yang saling eksklusif. Lihat, betapa masing-masing tuhan yang digambarkan itu saling mengklaim, saling memperebutkan makhluknya dan wilayahnya (Qs 23:91).

Lihat pula betapa cakupan tuhannya juga terbatas pada yang finite-fisikal saja, dimana
Qs 6:101 menggambarkan konsep "anak" yang dihasilkan dari hubungan dengan istri (relasi biologis. Dan lihatlah betapa Al-Masih dan ibunya hanyalah makhluk -- bukan ilahi – sebab keduanya memakan makanan Qs 5:75. Dimanapun Qur'an tak pernah mengimplikasikan "anak" sebagai konsep rohani!

Tritunggal yang berlandaskan konsep duniawi ini -- eksklusif fisikal – telah menghasilkan tiga Tuhan yang diprsekutukan (dalam substansi tritheis, bukan monoteis) yang dipastikan benar akan saling cakar-cakaran dan meng-alahkan, dengan rumusan matematika di benaknya para penuduh dari kalangan Muslim :

1 tuhan (1) + 1 tuhan (2) + 1 tuhan (3) = 3 tuhan

Inilah "tritunggal" yang ditolak Islam! Tetapi ini pula "tritunggal" yang ditolak umat Kristiani!


Tritunggal Kristiani adalah substansi dan relasi 3 pribadi Ilahi yang amat berbeda dengan konsepnya. Allah Tritunggal adalah entitas yang total saling inklusif dan infinite-spiritual, tidak terlukiskan dan tidak ada yang menyamai. Tidak ada relasi biologis Allah Pencipta dengan siapapun dari ciptaanNya.

Sebagai ilustrasi perbandingan dengan meminjam model matematika diatas, dimana sedikitnya tercermin unsur insklusif dan infinite, maka rumusan ketritunggalan yang dimaksud lebih berupa :

1~ x 1 ~ x 1~ = 1 ~ (Notasi ~ = infinite/ tak terhingga)
Yaitu, suatu persenyawaan ke-tiga-an ilahi yang tak terbatas dalam ke-Esa-an Allah.

Dalam ungkapan ringkas, kami mengistilahkannya sebagai "satu Apa dalam tiga Siapa, dan tiga Siapa dalam satu Apa", yang mana jelas tidak ada kaitannya dengan 3 oknum yang saling cakar-cakaran dan mengalahkan sebagaimana yang dimaksud dalam
(Qs 23:91)!

Lebih jauh lagi "3 Siapa" disini adalah "Bapa-Anak-Roh Kudus" (dalam Matius 28:19), samasekali bukanlah Allah & Maryam & Al-Masih seperti yang diimplikasikan oleh Qur'an dalam kaitan fisik-biologis. Entah salahnya dimana (!) namun ternyata Roh Kudus ini tidak pernah muncul dalam Qur'an sebagai oknum yang turut ditegur dalam tuduhan "3-tuhan".

Akibatnya, Tritunggal yang ditolak Qur'an (karena beda substansi dan relasi), kini malah ditolak lebih jauh lagi oleh kaum Kristiani karena juga mencakup perbedaan oknumnya dengan Alkitab! Ketiga Oknum Ilahi didalam ke-Tritunggal-annya akan kita bicarakan berikut ini dari segi yang sering disalah-pahami :

Bapa :

Sebutan Bapa adalah sebutan yang dikenalkan kepada Allah Yang Hidup, sumber dari segala sumber kehidupan dan keberadaan. Dia dalam "Zat-Nya" yang adalah ROH, tak pernah tampak oleh manusia. Ia Transenden, tidak ada yang serupa atau menyamaiNya. Dia ada bersama-sama dengan Roh-Nya (Roh Kudus Yang Hidup), dan FirmanNya (yang ber-firman). Bila tidak demikian, Dia tidaklah hidup dan tidak ber-firman. Dialah Allah yang Mahakasih yang merancang dan menjadikan apa yang ada, sekaligus merancang penyelamatan kembali umat manusia yang jatuh dalam kebinasaan. Maka Ia adalah Bapa-Surgawi kita yang mengadakan dan yang memelihara. Ia Bapa yang personal, tidak jauh dari perbuatan tanganNya. Ia ada, melihat, dan mendengar, dan tahu akan kita di segala waktu, kepada siapa kita dapat menyapa dan memohon – langsung tanpa ikatan waktu, tempat/ kiblat, dan bahasa!



Anak :

Karena teman-teman Muslim dari sejak kecil dan setiap harinya terbiasa dibombardir dengan ayat yang mengumandangkan "Lam Yalid wa Lam Yulad" (Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan), maka dibawah sadar mereka terjadi semacam penyempitan nalar terhadap "ke-anak-an" yang rohaniah.

"Anak" disini samasekali bukanlah buah hubungan biologis dari Allah dengan Maryam (Maha Suci Allah dari yang mempunyai anak hubungan biologis) melainkan buah "kelahiran-inkarnatif" dari Roh Kudus Allah melalui Maryam :

* Matius 1:20
 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus


* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Karena disini ada unsur proses "kelahiran", maka istilah "Anak" justru menjadi sebutan yang amat tepat untuk menggambarkan relasi Ilahi -- Allah menjadi manusia :


* 1 Timotius 3:16
Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'

Terhadap teks bahasa asli Yunani, Alkitab terjemahan LAI menterjemahkan "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia", sedangkan naskah Textus Receptus menulis 'theos ephaner̫th̻ en sarki', harfiah : "Allah - Dia dinyatakan - dalam Рdaging".


Perlu diketahui teman-teman Muslim bahwa sebutan ANAK itu bukanlah bikin-bikinan manusia (yang bagaimanapun tidak mempunyai kapasitas untuk mengetahuinya terlebih dahulu). Namun sebutan itu diumumkan langsung dari mulut Allah sendiri dan dari mulut Malaikat, yang didengar oleh manusia :

* Matius 3:17
Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Itulah sebabnya Yesus Kristus juga membahasakan diriNya sebagai
Anak Allah dan Anak Manusia. Tidak ada pihak yang tercatat telah menolak sebutan itu. Tidak malaikat, nabi-nabi, atau setan-setan dan musuh-musuh Tuhan sekalipun.
Jadi, mengapa Islam sendiri harus mati-matian menyangkal, dan memaksakan bahwa Yesus itu "anak-biologis" padahal pemahaman gelar "Anak Allah" bagi Yesus Kristus adalah sepenuhnya dalah artian rohani?

Konsepsi kelahiran atau "ke-anak-an" Isa, sesungguhnya telah diungkapkan oleh Qur'an, disebutkan sebagai "Kalimat Allah yang disampaikanNya kepada Maryam". Itu adalah Sang Kalimat, sosok Kalimat Allah yang tidak tampak, yang turun (nuzul) kepada manusia. Dan ini amat mirip dengan pengertian Alkitab, bahwa "ke-anak-an" ini adalah Firman/ Kalimat Allah yang Ilahi turun masuk ke dunia (melalui Maria) menjadi manusia.

Simak pewahyuan dalam Yohanes 1:1 dan 14 :

* Yohanes 1:1, 14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Disini tampak semua Zat-Nya Sang Anak dalam keilahian. Dan karena Anak ini adalah inkarnasi Firman dan gen-DNA-Nya (Zat-Nya) datang dari Surga, maka Ia harus kembali ke Surga.

Roh Kudus :

Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, yaitu Roh kehidupan dan Kebenaran yang menjadikanNya sumber dari segala kehidupan dan kebenaran. Ia menolong manusia untuk masuk ke dalam kebenaran (Yohanes 6:13), memberi kekuatan, hikmat dan penghiburan :

* Yohanes 16:13
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roh Kudus itu Maha-ada, dimana-mana dan sudah ada sejak Allah itu ada. Ia senyawa-esa dengan Allah, Ia bukan ciptaan, Ia bukan malaikat. Pemahaman Muslim tentang Roh Kudus amat simpang siur dengan banyak penafsiran yang berbeda-beda. Namun ini tidak mengherankan karena Muhammad tahu persis bahwa ia tidak mendapat karunia memahami Roh. Allah-pun berwahyu kepadanya :

* Qs 17:85
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".[2]

Walau sudah diperingatkan Allah bahwa pengetahuan tentang Roh amatlah marginal, namun pakar Islam telah berani memberi penafsiran yang berkepastian bahwa Roh Kudus itu adalajh makhluk Jibril, atau bahkan ditafsirkan sebagai "zat" yang ditiupkan Jibril! (lihat catatan kaki dari Al~Qur'an terjemahan Depag untuk Qs 17:85). Tetapi tentu saja pemastian ini adalah asumtif (penganggapan), sebab tidak ada ayat dasar manapun dari Qur'an yang pernah menyamakan keduanya.

Catatan :

Siapakah Jibril?

Sebab sangat aneh bahwa :

1. Jibril itu tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai Rohulqudus atau sebaliknya
2. Jibril tidak pernah memperkenalkan nama/ jati dirinya sebagai Jibril kepada Muhammad.
3. Nama Jibril muncul begitu saja dalam Qur'an, tanpa perkenalan yang sepatutnya, kontras berlawanan dengan etiket elegan dan sempurna yang pernah diintroduksikannya dalam Injil :

* Lukas 1:19. Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

4. Selama belasan tahun Muhammad tidak pernah tahu roh pembawa-wahyu itu, dan karenanya ia tidak pernah menyebutnya sebagai Jibril kecuali hanya menamainya dengan pelbagai sebutan diseputar kata "ruh" (ada yang disebut "ruh" saja, atau "ruh-Ku/ ruh-Nya/ ruh dari Kami/ Ruhulqudus/ Ar-ruh al-Amin". Padahal roh pembawa wahyu ini dikatakan selalu intim/ dekat berbicara kepada Muhammad, bahkan sesekali menampakkan diri kepadanya).5. Kelak setelah Muhammad berinteraksi banyak dengan orang Yahudi di Medinah, ia baru berkesempatan menyebut nama yang sekian lama tersembunyi bagi dirinya : JIBRIL.

Sesungguhnya, tidak ada satupun kitab-suci di dunia yang secara explisit menyamakan Gabriel/Jibril itu dengan Roh Kudus. Tidak ada Gabriel yang memperkenalkan dirinya sebagai Roh Kudus dan tak ada Roh Kudus yang mengklaim diriNya sebagai Gabriel. Malahan tak ada Gabriel yang memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Gabriel selain di Alkitab (Lukas 1:19).

Jadi, darimana "orang-orang pintar" Itu bisa tahu bahwa "dia adalah Roh Kudus"?, sementara untuk meyakini "dia adalah Gabriel sendiri" saja masih bermasalah. Sesungguhnyalah penyamaan kedua sosok yang amat berbeda itu hanyalah penafsiran yang dipaksakan manusia tertentu, yang tidak mengenal dan mengalami lawatan Roh Kudus.



Membandingkan Jibril vs Roh Kudus

Diseluruh Qur'an ada 29 ayat yang mencatat sebutan ruh, dari Allah, namun hanya memuat 3 ayat berkenaan dengan sebutan nama Jibril, yaitu :

* Qs 2:97, 98
[97] Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. [98] Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir[3]

* Qs 66:4
Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula[4] (yang lain hanyalah terjemahan/ tafsiran tambahan yang mengatas-namakan Jibril), dan hanya ada 4 ayat dimana istilah Ruhulqudus disbutkan secara spesifik :

* Qs 2:87, 253
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhulkudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?[5]

* Qs 2:253
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.[6]

* Qs 5:110
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhulkudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata[7]

* Qs 16:102
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".[8]


Jadi, setiap Anda bisa dengan mudah membandingkan kedua himpunan ayat yang spesifik ini untuk menyimpulkan apakah sosok Jibril itu sama identik dengan sosok Ruhulqudus (atau kalau-kalau ada kepastian bahwa Ruhulqudus itu adalah "zat" yang ditiupkan Jibril? Mengacu catatan kaki Qs 2:87 yang disebut diatas?).

Bahwa ada sebagian karya yang sama diantara kedua sosok itu – yaitu menurunkan ayat-ayat Allah – tentu tidak otomatis menjadikan kedua sosok itu identik. Sebab kedua sosok itu bisa sama-sama menjadi agen pewahyu, walau berbeda sesamanya. Bukankah misalnya Isa dan Yahya yang sama-sama nabi itu sama-sama meneruskan wahyu itu tidak menjadikan Isa identik dengan Yahya? Bukankah Allah sendiri (sebagai sosok ketiga) juga berwahtu langsung kepada nabiNya (misalnya nabi Musa dan Isa), dan toh Allah tidak dapat diidentikkan sebagai Jibril Mahasuci Dia daripada diserupakan.

Dalam Alkitab, Gabriel jelas menyatakan dirinya BUKAN Roh Kudus!
Gebriel berkata langsung kepada Maria, muka dengan muka : "Roh Kudus akan turun atasmu..." (Lukas 1:35)

Gebriel tidak berkata "Aku akan turun k atasmu".

Alkitab menjelaskan bahwa Allah sendirilah yang memberitakan firmanNya dengan Roh Kudus-Nya. Allah sendirilah yang berbicara langsung atau yang mengilhamkan kata-kataNya. Sedangkan Malaikat Gabriel hanyalah agen pewahyu yang diutus sesekali oleh Allah untuk meneruskan berita-berita ad-hoc khusus secara menampakkan diri (dalam dimensi yang bisa disaksikan, termasuk mimpi).

Roh Kudus adalah oknum intergral dari Allah sejak semula. Ia keluar dari Bapa sama seperti Yesus juga keluar dari Bapa, menjadikan diriNya sebagai ke-Esa-an Allah (Ke-Esa-an Elohim). Kristianitas sama sekali tidak menyembah allah politeisme.

Roh Kudus itu yang ilahi, bukan ciptaan seperti yang "dipastikan" oleh penafsir Muslim tertentu sebagai Malaikat Jibril. Roh Kudus itu Mahahadir, ada dimana-mana dalam satu waktu, sedangkan makhluk ciptaan, termasuk malaikat-pun tidak akan bisa maha-ada, melainkan hanya dapat hadir di suatu tempat dalam satu waktu. Itulah sebabnya, malaikat itu diciptakan dalam jumlah yang sangat besar untuk mendampingi manusia per manusia :

* Qs 13:10-11

[10] Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. [11] Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.[9]

* Qs 50:17-18

[17] (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. [18] Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.[10]

Seorang malaikat, walau merupakan makhluk-roh yang mampu berada dimanapun dalam sekejab, namun ia tetap makhluk ciptaan dengan roh yang terbatas, sehingga ia tidak bisa Maha-Ada seperi Allah. Ia tidak mampu serentak di semua ruang di segala waktu. Malaikat justru diciptakan berjuta-juta untuk menangani orang-per orang, bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini :

* Mazmur 91:11

sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu


* Matius 18:10
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Sebaliknya
Roh Kudus adalah Maha-Ada, karena Ia adalah Roh Allah sendiri. Daud berkata dalam Mazmurnya sbb :

* Mazmur 139:7-10
139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Roh Kudus yang satu itu Maha-Hadir kepada setiap umat percaya :

* Kisah 2:1-4 2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Iman Kristianitas adalah mutlak MONOTHEISTIS, bukan triteist seperti yang dituduhkan secara keliru. Siapakah diantara penganut Alkitab yang dapat dituduh tidak mengimani monotheisme yang terpampang dalam Kitab yang dianutnya? Semisal di Kitab Ulangan 6:4; Yesaya 44:6; Markus 12:29; Yakobus 2:18; Surat Paulus dalam 1 Timotius 1:17, dll?

KESIMPULAN TERHADAP TUDUHAN :


• Tritunggal yang ditolak Qur'an adalah tritunggal yang lebih ditolak lagi oleh Alkitab, karena disamping sama-sama menolak substansi-tritheoist dan relasi-biologis, Alkitab justru lebih jauh menolak pula oknum-tritunggal yang diklaim Qur'an!

• Sekalipun istilah/ nama Tritunggal/ Trinitas tidak ada dalam Alkitab, namun konsep keberadaan Allah Tritunggal itu bukan karang-karangan manusia. Penjelasan diatas (posting 1) telah menjelaskan tentang makna "ONOMA". Mengenai istilah Tritunggal atau Trinitas ini, bandingkanlah bahwa Qur'an juga tidak pernah mencantumkan seluruh 99 nama-nama Allah, melainkan hanya 72 saja. Namun kalangan Muslim dapat mengakui ke-27 nama yang tidak tercantum itu juga melekat dalam diri Allah!.

• "Anak Allah" bukanlah buah hubungan biologis dari Allah yang Maha-suci, seperti yang dituduhkan. Ia adalah Kalimatullah (Sang Firman), The Word incarnated, Firman Allah yang Ilahi turun (nuzul) masuk ke dunia menjadi manusia Yesus. Itu sebabnya setiap kalimat yang diucapkan Yesus adalah selalu Firman. Ia tidak usah menunggu, dan tidak pernah perlu mendengar bisikan firman dari Jibril atau siapapun, karena Ia sendiri adalah Sang Firman itu.

• "Anak Allah" adalah sebutan dari mulut Allah sendiri, dan diterima baik oleh Yesus, para malaikat, nabi bahkan oleh setan dan iblis. Sebutan itu bukan diada-adakan oleh Paulus dan para paderi yang sesat seperti yang biasa dituduhkan.

Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri dari kekal hingga kekal. Roh Kudus dan Sang Firman sama-sama keluar dari Diri Allah. Bandingkan dengan Qur'an dimana Allah SWT juga "mempersekutukan" diriNya dengan KalimatNya (Firman Allah yang tidak diciptakan Allah), melainkan "bagian" dari Allah – yang tidak sama dengan Allah – yang telah ada sejak semula disisi Allah SWT (misalnya di Qs 43:4)? Bandingkan pula dengan Allah SWT yang mengindikasikan "kejamakan" diriNya ketika Ia berkata dalam Qs 70:40

Roh Kudus bukan Malaikat Gabriel/Jibril – pelayan Allah yang diutus sewaktu-waktu sebagai pemberita. Malaikat yang adalah makhluk-roh ciptaan, meski bisa kemana saja namun ia tidak bisa maha-ada. Bandingkan beda kehadiran Jibril dan Roh Kudus dalam terjemahan Qur'an (yang berbeda-beda) yang mencatat adanya Jibril yang berseru kepada Maryam diluar Maryam (Qs 19:24) dengan Ruhulqudus yang ada didalam Maryam (Isa dalam kandungan Maryam yang selalu diperkuat Ruhulqudus, Qs 5:110; Qs 4:171). Bila dalam satu waktu yang sama Jibril dan Ruhulqudus (yang makhluk itu masing-masing berada diluar dan didalam diri Maryam, maka dapatkah kita memutlakkan keduanya sama dan identik?

• Dimanapun Kristianitas tidak pernah menuhankan 3 Tuhan, dan menjadikan Maryam itu "istri Tuhan" dan sekaligus Tuhan. Kristianitas mutlak beriman kepada Ke-Esa-an Allah (MONOTHEIST), dimana Bapa hanya dapat dikenal melalui Anak dalam penerangan Roh Kudus.

• Bahkan Paulus yang dicap sebagai Bapak Penyesat "Tritunggal", tetap menegaskan bahwa Allah itu Esa : "Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin. (1 Timotius 1:17).


Karena tuduhan "3 Tuhan" yang tritheist itu tidak kena-mengena sedikitpun (!) dengan Kristianitas, maka sebaiknya kita kembalikan kepada teman Muslim yang empunya tuduhan untuk menjawab pertanyaan yang ditimbulkannya sendiri :

"Ahli Kitab (Kristen & Yahudi) yang manakah yang dituduh menyembah TUHAN ITU TIGA?, siapakah tuhan-tuhan yang tiga itu? Dan Tuhan manakah yang dituduh ber-Anak karena ber-istri?"

Sumber :
- Umar Tariqas, Ismael saudaraku, bincang-bincang tentang tudingan dan salah paham. Cape Town 2005, P 11-25

3 komentar:

Alquran yang diimani oleh Muslim tidak dapat dipandang sebagai wahyu karena beberapa hal berikut ini:
Pertama, Alquran merupakan jiplakan dari kitab Yahudi [TaNaK]. Muslim menuduh bahwa Alkitab Yahudi itu sudah korup, tetapi mengapa Allah justeru mengambil wahyuNya dari sebuah buku yang rusak?
Kedua, Alquran dipandang sebagai wahyu semata-mata karena klaim satu orang yakni Muhammad. Menurut Alquran sendiri, kesaksian satu orang tidak sah. Peristiwa di qua Hira, sebagaimana dilaporan bahwa Muhammad mengalami kesurupan, dan bahkan melonglong seperti anjing, semata-mata didasarkan atas penuturan Muhammad, tidak ada saksi independen untuk peristiwa itu. Mustahil Tuhan datang tetapi menimbulkan efek buruk pada penerimanya.
Ketiga, penolakan terhadapan kebenaran-kebenaran teologis kekristenan sebagaimana dituduhkan oleh Muhammad adalah juga hal yang ditolak oleh kekristenan. Itu berarti Muhammad atau Allah tidak memahami kekristenan.
Keempat, pengujian atas wahyu sebagaimana disarankan oleh Allah sangat bersifat bersifat manusiawi, "kontes tulis menulis Alquran". Siapakah yang bisa menjadi juri independen, dan apakah keputusan manusia atas kontes tulis-menulis Alquran itu dapat mensahkan atau membatalkan sabda Allah?
Kelima, klaim tentang sorganya Alquran bagaikan rumah pelacuran, dimana bidari-bidari cantik siap sedia untuk melayani nafsu para pria muslim. Islam kalau dicermati adalah agama para lelaki. Pria boleh menceraikan isterinya tetapi perempuan tidak hak untuk mentalakkan suaminya, pria boleh kawin hingga empat isteri [hal yang dilanggar oleh Muhammad yg memiliki puluhan isteri] tetapi wanita tidak mendapat perintah atau anjuran yang sama untuk memiliki suami lebih dari satu, dll
Keenam, darah babi haram ditumpahkan, tidak makan daging babi, tetapi darah kafir halal.
Ketujuh, Islam lebih sebagai sistem ideologi daripada agama,
Dan lain-lain....masih banyak lagi hal yang irasional dalam ajaran Islam ini.

Sudut pandang lain :

Kita yakin bahwa alam semesta ini ada yang menciptakan. Alkitab (Dan ditiru Alquran), menyaksikan bahwa Allah yang menciptakanNya. Berarti pula Allah yang merancanakanNya. Kemudian Allah berFirman "Jadilah...!", dunia pun jadi. Dan berarti pula pribadi Allah itu Hidup.

Pada saat itulah kita dapati Satu Allah dengan tiga person (Kalau boleh disebut begitu). Yaitu :

Bapa : Kuasa, pikiran, perasan, gagasan, kehendak Allah. Ini
bersifat nyata namun tidak nampak.

Firman : Yaitu Ketika Bapa menyatakan Diri. Entah itu berfirman
berkarya. Dengan kata lain, Firman Bapa adalah wujud
visible dari Allah Bapa.

Hidup : Sudah jelas apa arti hidup. Dan sisi kehidupan Allah ini
yang saya lihat sebagai Roh Kudus.

Tidak mungkin salah satu diantaranya ditiadakan !

Alkitab menyatakan bahwa Firman Allah sang pencipta itu menjelma menjadi daging, yaitu Manusia Yesus Kristus. Dan Yesus yang memang telah menjadi manusia harus merasakan atau mengalami apa-apa yang dialami manusia pada umumnya seperti : Lahir, makan, minum, merasa sakit bahkan mati ! Lain hal jika Manusia Yesus itu hanya manusi pura-pura yang tidak mengalami apa-apa yang semestinya dialami oleh manusia lain.

Lebih dari itu, Yesus sang Firman Allah yang sudah niat menjadi manusia itu, juga mengambil posisi sebagai manusia yang dapat berkomunikasi dengan Sang Bapa.

Ayat yang dengan gamblang menceritakan posisi dan kesadaran Yesus tentang diriNya:

Yoh 17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada !

Yoh 10:30 Aku dan Bapa adalah satu."

Tampak sekali bagaimana hubungan antara Yesus dengan Bapa. Dan ini tidak lain yang dimasksud Trinitas.

Jadi Trinitas sama sekali bukan sekedar Tuhan ada tiga, atau soal beranak dan dipernanakkan. Salah kaprah !

Mungkin teman-2 Muslim berkata : Lho ngapain Allah menyatakan diri sedemikian rumit ? Bukan sesederhana mungkin saja ?

Saya katakan, bahwa bola mata anda adalah salah satu contoh benda yang paling rumit di alam semesta ini. Dan itu adalah ciptaan Allah. Apakah anda juga mau memprotes Allah agar mata anda diganti dengan benda yang sederhana saja ?

Thanks

Jadi Yesus itu Tuhan atau anak Tuhan?

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More