Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

APAKAH INJIL FIRMN TUHAN?


Mr Deedat membuang-buang waktu untuk menganalisis bahwa Alkitab tidak hanya memuat Firman Yahwe tetapi juga pekerjaan tangan manusia. Dia berpikir bahwa orang Kristen akan menyangkal. Untuk itu, kami memperjelas bahwa Alkitab tidak hanya memuat Firman Tuhan tetapi juga memuat sejumlah perkataan para nabi, para raja, para malaikat, pernyataan kedua belas murid Yesus, perkataan penerus/pengganti para rasul dan bahkan pernyataan setan. Jika ada orang Kristen menyangkal kenyataan itu, maka sesungguhnya dia perlu belajar ulang apa tulisan Alkitab. Ingatlah bahwa tidak ada sesuatu yang salah dengan hal itu. Justeru di situlah letak keunikannya dan keunggulannya. Bagi orang Kristen,  Yahwe adalah penyebab (auctor) Alkitab sebab apa yang diwahyukan di dalamnya telah ditulis dengan ilham Roh Kudus. Dalam menulis wahyu itu, Yahwe memilih orang-orang yang digunakanNya sementara mereka sendiri memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya –sementara Yahwe berkarya dalam dan melalui mereka- semua itu dan hanya itu yang dikehendakiNya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh. Ringkasnya, Yahwe dan manusia sekaligus sungguh-sungguh penulis (pengarang) Alkitab.

Berbeda dengan Alkitab, Al-Quran melulu memuat Firman Allah. Jika ada orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya Al-Quran pun tidak luput dari campurtangan manusia, maka sudah pasti kaum Muslim akan sangat marah. Semua hal yang terdapat di dalamnya berasal dari Allah. Bagi Muslim, demikian menurut Mr Deedat, firman Allah ditemukan dalam Al-Quran, perkataan nabi Muhammad terdapat dalam hadits, pernyataan sejarawan mengenai Islam dan lain sebagainya terdapat dalam buku sejarah Islam. Walaupun Mr Deedat mengklaim secara demikian, klaim itu lebih pada dogma/doktrin untuk membentengi diri dari keraguan atas firman Allah. Al-Quran dibuat sedemikian rupa agar tampak sebagai firman Allah. Namun apabila seseorang membaca Al-Quran baik secara sederhana maupun secara teliti akan terungkap juga bahwa  tangan manusia ikut bermain di dalamnya. Mempersoalkan apakah melulu firman Allah, atau ada campurtangan manusia di dalamnya, untuk sementara tidaklah terlalu penting dan mendesak.

Keanehan Yang Memalukan?

Orang Islam tidak mengakui Alkitab sebagai Firman Allah. Tentu saja itu benar. Alkitab berisi Sabda Yahwe/Elohim, bukan sabda Allah. Selanjutnya orang Muslim menganggap bahwa firman Allah yang terdapat di dalam Alkitab sudah lenyap dimakan orang Kristen. Sah-sah saja. Sampai pada batas ini, orang Islam tidak mengakui bahwa Alkitab berisi sabda Yahwe. Itu juga tidak penting. Pengakuan Muslim terhadap Alkitab sama sekali tidak bernilai. Tetapi bagaimana kalau Alkitab tidak mengakui Al-Quran sebagai Sabda Yahwe? Tentu saja sangat logis dan adil.   

Ada keganjilan dalam pola pikir dan hati nurani Muslim yang telah disesatkan oleh Awloh. Mereka meyakini bahwa Alkitab palsu, tetapi tepat pada waktu yang bersamaan mereka memakai alkitab untuk membenarkan Muhammad dan Alquran. Bagaimana ini? Sebuah keganjilan yang memalukan, yang kerap dipertontonkan oleh Muslim. Jangan salahkan mereka sebab semua itu adalah kerja Iblis yang telah merasuki muslim melalui Awloh dan Alquran.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More