Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Berbagai Versi Injil

Sekarang kita meneliti pelbagai pendapat Muslim terkait dengan Alkitab. Kita dapat merasakan bagaimana setiap orangMuslim yang baik berusaha untuk menaikan otoritas Al-Quran dengan merendahkan otoritas Alkitab. Namun, pekerjaan tersebut adalah sia-sia. Apa yang mungkin terjadi tidak lebih dari nada-nada sumbang terhadap posisi Alkitab yang anggun menawan dan tak tergoyahkan kebenarannya.

a. Memisahkan Gandum dari Bedak

Mr Deedat memberi tahu kita: “Apa maksud sebenarnya ketika kita mengatakan beriman kepada Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran? Kita semua mengetahui bahwa Al-Quran adalah firman Tuhan yang sempurna, yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, kata demi kata, melalui perantara Malaikat Jibril, dan benar-benar dijaga serta dilindungi dari kerusakan yang dibuat manusia selama lebih dari 1400 tahun”.  Selanjutnya Mr Deedat memberi jawaban atas pertanyaannya. “Taurat yang diyakini oleh umat Islam bukanlah “Taurat” orang-orang Yahudi dan Kristen, meski tulisannya –yang satu bahasa Arab, yang lainnya bahasa Ibrani- sama. Kita percaya bahwa apa pun yang diajarkan Musa Alaihis-salam kepada pengikutnya adalah wahyu Tuhan, tetapi Musa bukanlah pembuat kitab-kitab tersebut seperti yang diatributkan kepadanya oleh orang-orang Kristen.”. Kalau Kristen bertanaya, dimanakah Kitab Injil atau Taurat yang diimani oleh Muslim itu sekarang? Biasanya orang Islam, bahkan yang paling terpelajar sekalipun, tidak mampu menjawabnya. Mereka hanya berhenti pada pernyataan “tidak atau bukan” suatu bentuk “negasi” tanpa “affirmasi”. Hal ini dibuat oleh Muslim karena tidak adanya fakta sejarah dengan bukti-bukti yang akurat dan terpecarya bahwa “Taurat” yang diimani oleh Muslim itu ada. Jadi, Muslim menolak Taurat yang diimani oleh orang Yahudi dan Kristen, tetapi percaya dan mengimani “Taurat” yang TIDAK ADA, atau TAURAT YANG ADA DALAM KHAYALANNYA [MUSLIM]. Tanyakanlah kepada para Muslim yang baik, “dimanakah Taurat dan Injil yang Anda percayai itu?”. Dia akan menjawab: tidak ada. Namun mengapa percaya pada sesuatu yang tidak ada? Demikianlah kami diajarkan oleh para ulama dan tradisi Islam.

Selanjutnya para pakar Muslim berbicara mengenai Zabur, sebagaimana ditulis oleh Mr Deedat: “Kita juga percaya bahwa Zabur adalah wahyu Tuhan yang diberikan kepada Nabi Daud Alaihis –salam, tetapi Mazmur yang saat ini diasosiasikan dengan namanya BUKANLAH wahyu tersebut. Umat Kristen sendiri tidak berkeras mengatakan bahwa Daud adalah satu-satunya pembuat Mazmur”. Anda tidak akan menemukan refren lain selain “tidak ada”, atau “bukan” dan pelbagai bentuk negasi lainnya. Anda tidak boleh bertanya atau meminta “affirmasi” dari pernyataan para Muslim yang terpelajar tersebut. Kita tidak boleh menanyakannya karena kita tahu bahwa apa yang kita tanyakan itu memang tidak dapat dibuktikan oleh para Muslim. Para Muslim tidak akan mampu menunjukkan bahwa ada Mazmur lain selain yang dimiliki sekarang baik oleh Yahudi maupun Kristen.  Jadi, Muslim hanya mampu mengatakan “Tidak atau Bukan”. Jawaban seperti itu memang diajarkan oleh Allah dalam Al-Qurannya (?). 

Kini para Sarjana Muslim berbicara mengenai “Injil”. “Bagaimana dengan Injil? Ini berarti “Gospel (ajaran) atau “berita baik” yang diajarkan Yesus Kristus selama masa tugasnya yang singkat. Penulis “Gospel” sering menyebutkan Yesus melakukan dan mengajarkan ajaran tersebut (Injil)”. Mr Deedat kemudian merujuk pada Mat 9:35, Mrk 8:35 dan Luk 20:1. Inti persoalannya adalah bahwa menurut Muslim Injil itu adalah sebuah buku yang berisi pengajaran yang baik (berisi berita baik). Mr Deedat mengacu pada Muhammad yang mengajarkan Al-Quran sebagai buku (sekurang-kurangnya berisi ayat-ayat Allah). Mr Deedat menulis: “Injil adalah kata yang sering digunakan, tetapi Injil yang bagaimanakah yang diajarkan Yesus? Dari 27 kitab Perjanjian Baru, hanya sedikit yang dapat diterima sebagai perkataan Yesus. Umat Kristen bangga dengan Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes, tetapi tak ada Injil Yesus! Dengan tulus kita meyakini bahwa segala sesuatu yang diajarkan Yesus berasal dari Tuhan karena Dia yaang berkata kepada kita. Itulah Injil, berita baik dan petunjuk dari Tuhan untuk bani Israel. Dalam seluruh hidupnya, Yesus tidak pernah menulis sebuah kata pun, dan juga tidak memerintahkan seorang pun untuk melakukan hal tersebut. Injil yang dipergunakan saat ini adalah hasil pekerjaan tangan dari orang yang tidak diketahui namanya” 

Bagaimana kita memberi komentar atas pernyataan Deedat di atas? Al-Quran sendiri tidak memberi petunjuk sebagaimana dimengerti oleh Mr Deedat. Apa yang ditulis oleh Mr Deedat ini adalah sebuah pernyataan cerdik bentuk lain dari refren “BUKAN” Tiga hal dapat kita kemukakan kepadanya. 

1)Muslim tidak tahu dan tidak pernah mau tahu: apakah Injil itu? Sederhananya Injil adalah berita gembira tentang Yesus Kristus yang memberitakan/menghadirkan Kerajaan Elohim, sekaligus mewartakan bahwa Ia hidup, menderita, sengsara, wafat dan bangkit untuk menebus dosa /memberi manusia hidup kekal. Dalam bahasa Yesus, Injil itu adalah Kerajaan Elohim. “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Elohim, serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” (Mat 9:35). Apakah Kerajaan Elohim itu? “Kerajaan Elohim bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Rom 14:17). 

2)Tanyakan kepada Muslim: Apakah yang mereka maksudkan dengan “Itulah Injil, BERITA BAIK dan petunjuk dari Tuhan untuk bani Israil.?” Jawaban yang mungkin mereka berikan adalah perkataan-perkataan Muhammad yang diletakkan dalam mulut Yesus sebagaimana kita baca dalam Al-Quran. Mengapa mengacu kepada Al-Quran? Mereka tidak akan mampu menunjukkan: manakah atau yang manakah “perkataan baik” yang Yesus wartakan itu. Jika ia [muslim] menunjuk kepada Alkitab, tentu ia menyangkal dirinya sendiri bahwa buku yang disebut Injil sekarang adalah tulisan orang yang tidak dikenal identisnya, jadi, bukan perkataan Yesus.

3)Karena mereka tidak mampu menjawab yang manakah “berita baik” itu, maka inilah biasanya jawaban Muslim: “Injil yang dipergunakan saat ini adalah hasil pekerjaan tangan dari orang-orang yang tidak diketahui namanya”. Selain itu, karena mereka menduga bahwa Injil itu sama dengan “Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes, maka Muslim akan bertanya: “Injil yang mana yang sedang Anda bicarakan?”. Kita akhirnya mengerti bahwa Muslim tidak pernah tahu dan mau tahu apa arti Injil yang sebenarnya. Seorang Muslim tidak sanggup memisahkan gandum dari bedak.

b. Ahmed Deedat: "Injil Katholik"

Kita tahu bahwa tidak ada "Injil Katolik", sebagaimana ditulis oleh Mr Deedat. Ada sejumlah kitab yang disebut Injil yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Injil Katolik sama sekali tidak ada. Keempat kitab Injil itu pun perlu dijelaskan lebih lanjut. Keempat kitab itu disebut Injil karena langsung mengenai pokok iman Kristen yaitu Yesus Kristus. Karena keempat buku itu semuanya berkisah tentang Yesus, maka keempat kitab Injil itu disebut dengan satu Injil. Sejauh menyangkut siapa yang diwartakan oleh pengarang itu, maka hanya satu Injil yaitu Yesus Kristus. Namun sejauh menyangkut kitab yang memuat seorang yang bernama Yesus itu, maka ada empat kitab Injil. Yesus yang dikisahkan dan  diimani oleh orang Kristen hanya satu. Oleh karena itu, Injil hanya satu. Jadi, tidak benar kalau dikatakan “Injil Katolik, atau Injil Protestan”.

c. Injil Protestan

Semua orang Kristen memiliki satu Injil. Walaupun demikian, ada perbedaan mengenai sejumlah kitab dari Perjanjian Baru. Gereja Katolik memiliki sejumlah kitab yang tidak/belum diterima oleh Gereja Protestan yaitu; Tobit, Yudit, Tambahan Ester, Kebijaksanaan Salomo, Yesus Bin Sirakh, Barukh dan Surat Nabi Yeremia; Tambahan Daniel; Makabe. Sedangkan kitab-kitab Perjanjian Baru umumnya diterima sebagai kitab yang diwahyukan. Walaupun ada perbedaan mengenai kitab Perjanjian Lama, tetapi tidak ada Injil Protestan. Siapa yang membuat “Injil Katolik” dan “Injil Protestan” adalah orang Muslim. Muslim pada dasarnya dan merupakan bawaannya suka mencampuri urusan orang dan agama lain. Tanpa malu-malu Muslim mengatakan bahwa Al-Quran adalah Kitab yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya, dan Muhammad adalah nabi penutup yang menutupi rantai para nabi. Sekali lagi: Muslim tidak dapat memisahkan gandum dari bedak.

d. Penghormatan Yang Tinggi

Kita tahu bahwa Alkitab itu ditulis dalam beberapa bahasa; terutama bahasa Ibrani dan Yunani. Jika Alkitab diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa, misalnya bahasa Inggris, dan hasilnya mendekati dan menyamai aslinya, maka kepada mereka yang mengerjakan hal tersebut perlu diberi pujian. Bagi orang Kristen, memberi pujian, memberi dukungan dan menmyampaikan terimakasih adalah sebuah tindakan yang terpuji. Bagi orang Kristen, Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun di bawa kolong langit ini tidaklah haram. Kitab yang haram untuk diterjemahkan ke dalam bahasa lain hanyalah Alquran [cara Muhammad agar orang lain tidak membongkar kebohongannya]. Walaupun demikian, kami mempunyai Al-Quran dalam bahasa Indonesia. Kami percaya bahwa Al-Quran terjemahan ini dapat dipercaya.

e.”Paling Laku di Dunia”

Muslim gigit jari karena menyaksikan kenyataan bahwa Alkitab paling laku daripada semua kitab agama, buku atau apa pun namanya. Mengapa demikian karena hampir semua manusia di muka bumi ini membaca Alkitab. Pembaca Alkitab tidak hanya orang Kristen tetapi juga Muslim. Muslim perlu membaca Alkitab sebab Muhammad diperintahkan oleh Awloh untuk percaya kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran dan nabi-nabi sebelum nabi besar. Mr Deedat bahkan merekomendasikan anak-cucu dan para muridnya agar membaca Alkitab. Umat Kristen di seluruh dunia tidak perlu direkomendasikan untuk membaca Al-Quran. Pekerjaan membaca Alquran bagi umat awam tidak penting2 amat. Masih lebih penting membaca komik daripada membaca Al-Quran. Selain karena Al-Quran ditulis dalam bahasa Arab, Al-Quran bukanlah kitab manusia, tetapi kitab Awlohnya Muslim. Kita khwatir, jangan-jangan kitab Awloh dikorup oleh pembacanya, sebagaimana Muslim menuduh orang Kristen mengkorup Alkitab.  Yang pasti Alkitab laku dibaca karena daya kekuatan yang terkandung di dalamnya. Baik kawan maupun lawan tertarik untuk mengenal siapakah Yesus itu. Mengapa orang Kristen justeru memahami dan menerima Yesus  sebagai manusia dan Tuhan.? Ini unik, tidak seperti para nabi lainnya (sebelum dan setelah Dia) hanya melulu manusia belaka. Mengapa sosok dari Nazareth itu dapat menguasai penyakit, kematian, angin badai dan segala sesuatu yang ada di bawah kolong langit ini tunduk kepadanya.? Apa yang dapat Anda katakan terhadap pribadi Yesus itu? Ingat Alkitab telah membei petunjuk kepada Anda bahwa Dia adalah Tuhan sekaligus manusia. Luar biasa!! Muhammad pun mengagumi pribadi itu. Awloh pun bahkan berusaha menyelamatkan Dia dari kayu salib. Sikap Awloh terhadap Yesus boleh dibilang berbanding terbalik dengan sikapnay terhadap Muhammad. Muslim yakin bahwa Awloh menyelamatkan Isa Almasih dari hukuman salib karena Isa Almasih adalah orang baik. Tetapi Muhammad masih lebih baik: nabi agung, manusia sempurna, rahmat bagi semesta alam. ha...ha...! Logika sederhana akan berkata: Jika Isa Almasih diselamatkan karena Ia baik, maka sangat wajar Awloh melakukan hal yang sama terhadap Muhammad yang lebih baik dari Isa Almasih. Awloh seharusnya menyelamatkan Muhammad dari urusan sepele daging beracun yang dibuat oleh wanita Yahudi itu. Faktanya? Muhammad tewas ditangan seorang wanita kafir. Walahualam.......!!!!. Awloh memang aneh sebab dia adalah ilusi Muhammad saja. Semua data tersebut membuat banyak orang berminat untuk membaca Alkitab dan ingin mengenal Yesus. Kami merekomendasikan agar Anda senantiasa membaca Alkitab sekaligus mengikuti perkembangan teologi terbaru yang mengulas tentang Alkitab dan Yesus.   

2 komentar:

maaf kl saya lancang.tp anda bilang bahwa Muslim tidak pernah tahu dan mau tahu apa arti Injil yang sebenarnya.tp anda menuduh yang membuat “Injil Katolik” dan “Injil Protestan” adalah orang Muslim. Artikel anda begitu Aneh.

Masrika, yg baik. Terimakasih Anda sudah mengunjungin blog ini. Seandainya Anda meembaca secara teliti apa yang saya tulis, Anda akan mengerti. Saya tidak menuduh, tidak menuduh, tetapi Muslimlah [dalam hal ini Ahmed Deedat] yang menulis "Injil Katolik" dan "Injil Protestan". Saya yakin anda sudah membaca buku "The Choice"nya Ahmed Deedat. Ingat tulisan di atas adalah jawaban atas buku tersebut.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More