Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

BUKTI QUR’AN ADALAH KARANGAN MUHAMMAD

Bukti2 bahwa Mamat hanya ngarang Qur’an bisa dilihat dari:
  1. Ide2 dan Doktrin2 dalam Qur’an:
Ide2 dan Doktrin2 dalam Quran:

  1. Tabut – kata yang berakhiran –ut merupakan kata asli agama Yahudi karena tiada kata Arab asli yang berakhiran –ut.
  2. Torah (Taurat) – wahyu illahi bagi kaum Yahudi
  3. Jannatu And – surga, taman Eden
  4. Jahannam (Gehinnom) – Neraka (berasal dari kata Lembah Hinnom tempat munculnya penyembahan berhala, sehingga kemudian kata Hinnom diartikan sebagai Neraka)
  5. Ahbar – guru
  6. Darasa – untuk mengerti maksud asli naskah agama melalui penyelidikan yang persis dan seksama
  7. Rabbani – guru
  8. Sabt – hari peristirahatan (Sabbath)
  9. Sakinat – kehadiran Tuhan
  10. Taghut – kesalahan
  11. Furqan – penebusan, penyelamatan
  12. Maun – pengungsi
  13. Masani – pengulangan
  14. Malakut – pemerintahan, hukum Tuhan
Pengambilan kata2 Yahudi merupakan bukti jelas bahwa kang Mamat tidak sanggup mencari kata yang tepat dalam bahasa Arab. Selain itu, Qur’an sarat dengan kata2 Aramaik dan Syria dan ini juga menyiratkan pencurian ide2 agama. Misalnya kata2 Swat (bencana), Madina, Masjid (tempat ibadah), Sultan, Sullam (tangga), Nabi.
Doktrin utama Islam juga dipinjam dari agama Yudaisme, dan ini beberapa contoh yang paling jelas:

KEESAAN TUHAN
Seperti yang telah ditulis dalam sejarah, keesaan Tuhan merupakan hal yang baru bagi kaum pagan Arabia. Meskipun begitu paham Tuhan yang esa dari Yudaisme yang tak kenal kompromi begitu mempesona Muhammad sehingga akhirnya dia pun berkhotbah tentang Tuhan yang Esa.

WAHYU YANG DITURUNKAN
Ide bahwa Allah membimbing dan menolong umat manusia melalui wahyu yang ditulis oleh orang2 yang dipilih Tuhan adalah hal utama bagi penciptaan agama Muhammad. Secara terus terang dia kagum atas kaum Yahudi terpelajar yang punya pengetahuan sangat dalam tentang agamanya. Ini diungkapkannya di ayat 6:20 yang bunyinya “Mereka mengerti Kitab bagaikan mengerti anak mereka sendiri!” Dia mengambil keputusan untuk punya buku Arab yang harus dihafal dan dimengerti pengikutnya dengan cara yang sama kaum Yahudi mengenal kitab suci mereka. Akhirnya si Mamat menggombal bahwa Qur’an adalah buku jiplakan dan buku yang asli ada di surga (85:22). Ide ini diambil dari Pirke Aboth volume 6 yang juga mengatakan bahwa terdapat meja2 surgawi yang bertuliskan hukum2.

PENCIPTAAN
Ide Muhammad tentang penciptaan sudah jelas diambil dari Keluaran 20:11 dan ini tampak di Q 50:38 yang berbunyi “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” Di surah2 lainnya, Qur’an menyatakan bumi dibentuk dalam waktu dua hari (Q 41:9-11).

TUJUH SURGA, TUJUH NERAKA
Qur’an sering menyebut tentang tujuh surga (2:29; 41:12, 65:12), dan hal serupa juga ditemukan di Chegiga 9:2. Di dalam Qur’an, neraka punya tujuh pintu
Q 15:44
Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
Dan hal yang sama juga terdapat di Zohar 2:150
Kitab Zohar (Yudaisme זהר "Splendor, radiance") dianggap sebagai kitab yang paling penting dalam Kabbalah (Yudaisme mistik)

Hal neraka punya tujuh pintu ini bisa dilacak jauh kembali ke belakang, ke sumber Indo-Iran, karena dalam kitab suci agama Hindu dan Zoroastria terdapat pula keterangan tujuh surga dan tujuh neraka. Di Sura 11:7 kita baca bahwa takhta Allah terapung di atas air.
Q11:7
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, ….
Bandingkan ini dengan Kejadian 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudra raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Di sura 43:77 kita baca Malik adalah penjaga neraka yang mengatur penyiksaan terhadap orang2 berdosa
Q 43:77
Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".
Hal serupa tampak pada kepercayaan Yudaisme tentang Pangeran Kegelapan. Nama Malik sudah jelas diambil dari nama Dewa Api bangsa Amalek yakni Molekh yang dinyatakan di Letivicus, 1 Raja2, dan Yeremia.

Di Sura 7:46 tertulis pembatas surga dan neraka bernama A’raaf
Q 7:46
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
Bandingkan ini dengan Midrash Yahudi di Eklesia 7:14
“Berapa besarnya ruangan antara surga dan neraka? Rabbi Jokhanan berkata terdapat sebuah tembok, Rabbi Akha berkata terdapat sebuah sekat; guru2 mereka menyatakan bahwa keduanya terletak sangat berdekatan sehingga orang2 dapat saling melihat dari tempat mereka berada.”
Hal serupa juga dinyatakan di agama Zoroastria:
“Jaraknya seperti antara gelap dan terang.”
Ayat Qur'an 50:30 dinyatakan:
Suatu Hari Kami akan bertanya pada Neraka,”Apakah kau sudah penuh?” Ia menjawab,”Apakah masih ada tambahan lagi (yang datang)?”
Di buku Othioth Derabbi Akiba 8:1 tertulis:
“Pangeran Neraka akan berkata, hari demi hari, berikan makanan sampai aku kenyang.”

Perihal sulitnya masuk ke Surga, para Rabbi Yudaisme menggambarkannya bagaikan sulitnya gajah masuk ke lubang jarum, sedangkan Q 7:40 menyatakan unta masuk ke lubang jarum.
Q 7:40
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Bandingkan dengan perkataan Yesus di Matius 19:24
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Juga Markus 10:25 dan Lukas 18:25

Menurut Talmud, anggota badan manusia akan bersaksi tentang diri manusia itu sendiri (Chegiga 16, Taanith 11). Satu pasal menyebut, “Anggota2 tubuh manusia akan bersaksi tentang dirinya, karena telah dikatakan: ‘Dirimulah sendiri yang akan menjadi saksiKu, kata Tuhan’”.
Sekarang bandingkan dengan Q 24:24
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Ayat Qur’an 22:47 menyatakan:
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
Bandingkan dengan ini:
Mazmur 90:4
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

HUKUM MORAL DAN IBADAH

Ada aturan moral dari Talmud yang dipinjam oleh Muhammad. Anak2 tidak perlu menuruti nasehat orangtuanya jika orang tua mereka menginginkan sang anak untuk melakukan kejahatan. Ini terdapat di Jebhamoth 6 dan di Q 29:8.

Tentang makan dan minum saat puasa di bulan Ramadhan, Q 2:187 menyatakan
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Di Mishnah Berachoth 1:2 tertulis bahwa doa Shema dilakukan “pada saat seseorang dapat membedakan benang biru dengan benang putih”.

Q 4:46 menyatakan bahwa Muslim tidak boleh sembahyang jika mereka mabuk, habis be’ol, atau menyentuh wanita.
Q 4:46
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.
Larangan2 yang sama bisa dilihat di Berachoth 31:2 dan 111:4 dan Erubin 64.

Shalat dapat dilakukan pada saat berdiri, berjalan atau bahkan sedang mengendarai. Hal ini tertulis di Berachoth 10 dan dipinjam Muhammad di Q 2:239, 3:39 dan 10:89.
Q 2:239
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Ketaatan melakukan ibadah tidaklah mutlak jika dalam keadaan terjepit, dan hal ini tidak dianggap dosa. Pesan ini tercantum di Mishnah Berchoth 4:4 dan Q 4:102 pun menyatakan hal yang sama.
Q 4:102
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka'at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

Aturan wudhu di Q 5:6 sama dengan aturan membersihkan diri di Berachoth 46
Q 5:6
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni'mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Di Q 5:6 tercantum bahwa jika tidak ada air hendaklah bersihkan diri dengan tanah. Talmud Berachoth 46 menyatakan bahwa “orang dapat membersihkan diri dengan tanah”.

Q 17:110 menyatakan bahwa sembahyang tidak boleh dilakukan dengan suara yang keras. Aturan yang sama tercantum di Berachoth 31:2.

Q 2:228 menetapkan masa tunggu selama 3 bulan sebelum wanita yang baru bercerai dapat menikah lagi. Misha Jabhamoth 4:10 menyatakan hukum yang persis sama.

Hukum nikah di Q 2:221 serupa dengan Talmud Kethuboth 40:1.

Baik Islam maupun Yudaisme menuntut wanita untuk menyusui bayinya sampai usia 2 tahun. Ini tertera di Q 31:14, 2:233 dan di Kethuboth 60:1.

Doktrin2 lain yang dipinjam Muhammad dari agama Yudaisme adalah kebangkitan orang2 mati, baik yang beriman atau tidak beriman. Hal ini sudah disebut di Daniel 12:2.
Daniel 12:2
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

Juga doktrin tentang Hari Akhir yakni yom dina rabba, ketika kitab penghakiman dibuka, dan setiap orang akan dihakimi. Hadiah surga, taman dan hukuman neraka, dengan api membara di Gehinnam; ini semua berasal dari agama Yahudi yang kemudian dilebih-lebihkan di dalam imajinasi Muhammad yang memang sudah rada miring sejak awal. Doktrin2 tentang malaikat dan roh2 jahat; terutama yang disebut sebagai Iblis, dan juga Gabriel, sang malaikat penyampai wahyu. Muhammad tampaknya sangat terpesona dengan bab pertama kitab Kejadian, dan ini bisa dilihat dari banyaknya ruang dalam Qur’an yang menerangkan penciptaan surga dan bumi, manusia dan berbagai benda2 di alam raya.


KISAH2 DAN LEGENDA2

Tampaknya sejak kecil Muhammad doyan mendengarkan dongeng2 Yahudi yang tercantum di Talmud, Targum dan Midrash. Karena ngebetnya punya versi dongeng miliknya sendiri, Muhammad tidak segan2 mengambil nama para tokoh dari kisah asli Yahudi dan memasukkannya ke dalam Qur’an
Aaron menjadi Harun
Abel menjadi Habil
Abraham menjadi Ibrahim
Adam tetap sebagai Adam
Kain menjadi Qabil
David menjadi Daud
Elias menjadi Ilyas
Elijah menjadi Alyasa
Enoch menjadi Idris
Ezra menjadi Uzair
Gabriel menjadi Jibril
Gog menjadi Yajuj
Goliath menjadi Jalut
Isaac menjadi Ishaq
Ishmael menjadi Ismail
Jakob menjadi Yakub
Job menjadi Aiyub
Jonah menjadi Yunus
Joshua menjadi Yusha’
Joseph menjadi Yusuf
Korah menjadi Qarun
Lot menjadi Lut
Magog menjadi Majuj
Michael menjadi Mikail
Moses menjadi Musa
Noah menjadi Nuh
Pharaoh menjadi Firaun
Saul menjadi Talut
Salomo menjadi Sulaiman
Terah menjadi Azar

Kisah2 Alkitab Perjanjian Lama yang dicatut dalam Qur’an adalah sebagai berikut:
Aaron dan kisah patung lembu --> Q 20:90
Kain dan Abel --> Q 5:30
Abraham dikunjungi malaikat2 --> Q 11:69, 15:51
Adam jatuh dalam dosa --> Q 7:18, 2:37
Korah dan rekan2nya --> Q 28:76, 29:38, 40:25
Penciptaan dunia --> Q 16:3, 13:3, 35:1,12
David memanjatkan pujian bagi Tuhan --> Q 34:10
Air bah --> Q 54:9; 69:11; 11:42
Jacob pergi ke Mesir --> Q 12:99
Jonah dan ikan besar --> Q 6:86; 10:98; 37:139; 68:48
Sejarah Joseph --> Q 6:84; 12:1; 40:86
Roti manna dan burung puyuh à Q 7:160; 20:82
Moses memukul batu --> Q 7:160
Bahtera Noah --> Q 11:40
Pharaoh --> 2:49; 10:75; 43:46; 40:24,26,s8,29,45
Keputusan Salomo --> Q 21:78
Ratu Sheba --> Q 27:29

Sudah jelas bahwa Muhammad berusaha membuat “hubungan yang jelas dan tegas dengan agama2 Kitab (Yahudi dan Kristen), terutama dari kitab2 suci Yahudi.” Karena Muhammad hanya mendengar saja dan tidak terlalu banyak tahu agama Yahudi secara mendalam, banyak kisah Yahudi yang dijiplaknya menjadi salah makna, salah kronologi, salah nama, salah keturunan, pokoknya memalukan banget. Muhammad tahu urutan raja2 Israel seperti Saul, David, dan Salomo, tapi dia payah abizz dalam menerangkan urutan waktu munculnya tokoh seperti Elijah, Elisha, Job, Jonah, dan Enokh. Muhammad juga tidak tahu banyak tentang sejarah munculnya agama Kristen, kakek moyang Yesus dan para pengikut Yesus (hanya Yohanes Pembabtis saja yang disebutnya). Muhammad membandingkan Musa dengan Yesus, dan hal ini jelas menunjukkan bahwa dia mengira tak lama setelah Musa menerima Taurat dari surga, Yesus pun menerima buku ajaib serupa (Injil) dari surga. Kesalahpahaman ini tampak nyata pula pada saat dia tertukar dalam menyebut nama Maria ibunda Yesus dengan Miriam adik perempuan Musa dan Aaron. Hihihi… tobat, nabi palsu kurang modal.

Muhammad salah kaprah pula dalam mengisahkan waktu sejarah Salomo berkuasa sama dengan waktu nabi Noah masih hidup. Muhammad menyebutkan bahwa Noah berusia 950 tahun ketika bencana air bah terjadi (Q 29:14), padahal seharusnya usia Noah seluruhnya adalah 950 tahun (Kejadian 9:22). Muhammad juga bingung kapan saat Ham anak Noah melakukan dosa, yang dinyatakan di Kejadian 9:22 terjadi setelah bencana air bah. Tidak dijelaskan oleh Muhammad mengapa istri Noah dinyatakan sebagai orang berdosa. Dalam Qur’an juga terdapat kebingungan Muhammad yang jelas antara Saul dan Gideon. Silakan bandingkan Q 2:249 dengan Hakim2 7:5.
Q 2:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

Hakim2 7:5
Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.


PENCIPTAAN ADAM

Dalam Q 2:30-33 kita baca:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?"


Mari kita telusuri dari mana asal kisah ini.
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26)
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:5)
Apakah yang akan menjadi keistimewaannya? (tanya para malaikat pada Tuhan - Adadeh) Dia (Tuhan - Adadeh) menjawab bahwa hikmahNya jauh melebihi hikmah dirimu. Maka dibawaNya binatang ternak, binatang2, dan burung2 ke hadapan mereka (para malaikat – Adadeh) dan bertanya kepada mereka apa nama mereka, tapi para malaikat tidak tahu. Setelah manusia diciptakanNya, Dia membawa binatang2 itu ke hadapan manusia dan menanyakan nama2 binatang tersebut dan dia menjawab, ini adalah sapi, itu adalah keledai, ini adalah kuda, dan itu adalah unta. Tapi siapakah namaku? Aku sejadinya dipanggil sebagai tanah bumi, karena dari bumilah aku diciptakan (Midrash Rabbah di Leviticus, Parashah 19, dan Kejadian, Parashah 8; dan Sanhedrin 38).

Berbagai sura Qur’an juga menyatakan Allah memerintahkan para malaikat memberi hormat kepada Adam (7:10-26; 15:29-44; 18:50; 20:116). Semua malaikat tunduk dan memberi hormat kepada Adam kecuali Setan. Dan ini sama dengan yang tercantum dalam Midrash dari Rabbi Moses.


KAIN DAN HABIL

Gaya cerita Muhammad yang amburadul seringkali meninggalkan pesan utama yang tertulis dalam kitab suci Yahudi. Hal ini tampak jelas dalam kisah Kain dan Habil yang tercantum di Q 5:31,32
Q 5:31
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
Q 5:32
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Tidak tampak jelas hubungan antara Q 5:31 dengan Q 5:32 karena memang keterangan yang menghubungkannya telah dihilangkan. Hubungan ini baru jelas kalau kita membaca Mishna Sanhedrin 4:5 yang berbunyi:
Kita dapatkan dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap adiknya: suara tangisan darah adikmu. Di sini tidak dinyatakan darah sebagai hal yang tunggal, melainkan hal yang majemuk yakni darahnya sendiri dan darah benih keturunannya. Manusia diciptakan sebagai makhluk tunggal untuk menjelaskan padanya bahwa siapa yang membunuh seseorang, hal itu bagaikan membunuh seluruh keturunan manusia; tapi orang yang memelihara nyawa seseorang berarti memelihara seluruh keturunan manusia.

Tanpa penjelasan kata2 yang ditebalkan, maka sukar melihat hubungan antara Q 5:31 dan 5:32, sehingga pesannya jadi kabur dan tidak tajam.


Karena butuh banyak sumber untuk membuat agama barunya, Muhammad pun tak menolak ide2 cerita yang berasal dari agama Zoroastria dari Persia. Kitab suci Zoroastria bernama Hadhoxt Nask. Masyarakat Arab banyak berhubungan dengan masyarakat Persia untuk keperluan perdagangan. Banyak kata Persia yang terserap ke dalam perbendaharaan kata Arab. Salah satu contoh pengaruh Persia dalam Islam yang paling jelas tampak pada kisah Isra Miraj yang ditulis di Hadis Sahih Bukhari, Volume 9, Book 93, Number 608.
Hadisnya panjang sekali, silakan baca sendiri. Ini versi pendeknya yang ditulis oleh Tisdal, W., “Original Sources of Islam”, hal. 78
Muhammad berkata:
Jibril menaikkanku ke atas Buraq yang kemudian membawaku naik ke surga lapisan terbawah. Jibril meminta gerbang pintu dibuka. “Siapakah itu?” tanya sebuah suara. “Ini adalah Jibril.” “Siapakah yang datang bersamamu?” “Ini adalah Muhammad.” “Apakah dia dipanggil?” “O iya!” jawab Jibril. “Kalau begitu persilakan dia masuk; sungguh bagus dia telah datang ke sini.” Dan dengan begitu pintu gerbang dibuka. Silakan masuk, kata Jibril, Ini adalah ayahmu Adam, beri salam padanya. Maka aku memberi salam padanya, dan dia pun membalas salamku sambil berkata “Selamat datang wahai Nabi yang hebat.” Lalu Jibril membawaku ke surga tingkat dua, dan lihat ada Isa A.S. Di surga tingkat tiga terdapat Yusuf; di surga tingkat empat terdapat Idris (Enokh); di surga tingkat lima terdapat Harun; dan di surga tingkat enam terdapat Musa. Setelah Musa membalas salam dariku, dia menangis dan menerangkan sebabnya mengapa dia menangis: “Aku menangis karena lebih banyak pengikutmu yang masuk surga dibandingkan pengikutku.” Lalu kami menuju ke surga ke tingkat tujuh. “Ini adalah ayahmu Abraham,” kata Jibril, dan pertukaran salam pun terjadi seperti sebelumnya. Akhirnya kami sampai ke bagian akhir di mana terdapat buah2an yang indah dan dedaunan seperti kuping gajah. “Ini,” kata Jibril, “adalah surga yang terakhir; dan lihat! Ada empat sungai, dua di dalam, dan dua di luar.” “Apakah ini, wahai Jibril” tanyaku. Yang di dalam, katanya adalah sungai2 surgawi, dan yang di luar adalah sungai Nil dan Eufrata.


Kisah Isra Miraj ini dapat dibandingkan dengan kitab Pahlavi (bagian dari ajaran Zoroastria dari Persia Tengah) yang berjudul Arta (atau juga disebut Artay) Viraf yang ditulis ratusan tahun sebelum Muhammad menciptakan Islam (Tisdal, hal. 80). Pendeta2 Zoroastria merasa iman mereka berkurang sehingga mereka mengirim Arta Viraf ke surga untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana. Arta mengunjungi setiap lapisan surga dan akhirnya kembali ke bumi untuk memberitahu pengikutnya apa yang telah dia lihat:
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah surga lapisan terbawah;… dan di sana kami melihat Malaikat yang diberi Sang Maha Suci cahaya yang menyala, indah, dan agung. Dan aku bertanya kepada Sorash yang suci dan Azar sang malaikat: “Tempat apakah ini, dan siapakah mereka itu? “[Arta juga kemudian naik ke surga lapisan ke dua dan ke tiga.] “Bangkit dari singgasananya yang berlapiskan emas, Bahman sang Malaikat Penghulu membimbingku, sampai dirinya dan aku bertempu Ormazd bersama kawanan malaikat dan pemimpin2 surgawi, semua bercahaya sangat kemilau dan aku belum pernah melihat hal ini sebelumnya. Pemimpinku berkata: Ini adalah Ormazd. Aku memberi salam kepadanya, dan dia berkata dia gembira menyambutku dari dunia fana ke tempat yang terang dan sempurna…. Akhirnya, kata Arta, pengantarku dan sang Malaikat yang bercahaya selesai menunjukkan surga padaku dan mereka lalu membawaku untuk melihat neraka; dan dari tempat yang gelap dan mengerikan itu, mereka membawaku ke atas ke tempat indah di mana terdapat Ormazd dan kawanan malaikatnya. Aku ingin memberi salam padanya, tapi Ormazd dengan anggunnya berkata: Arta Viraf, kembalilah ke dunia fana, kau telah melihat dan mengenal Ormazd, karena akulah dia; aku mengenal siapapun yang jujur dan bajik.


Selain ceritanya sama, coba lihat gambar Buraq yang ditunggangi Muhammad. Buraq ini jelas merupakan tiruan dari Gyphron (binatang dongeng dari Assyria).

Dalam Hadis Isra Miraj Hadis Sahih Bukhari, Volume 9, Book 93, Number 608 tercantum bagian ini:
Diantara hal2 yang Allah sampaikan pada dirinya adalah: “Lima puluh kali sembahyang harus dilakukan pengikutnya setiap hari dan malam.”
Lalu Muhammad pergi sampai dia bertemu Musa, dan lalu Musa bertanya padanya, “Wahai Muhammad! Apa yang kau dengar dari Tuhan?” Sang Nabi menjawab, “Dia menyuruhku sembahyang lima puluh kali sehari dan semalam.” Musa berkata, “Pengikutmu tidak bisa melakukan hal itu. Kembalilah pada Tuhan dan semoga Dia menguranginya bagimu dan pengikutmu.” Maka sang Nabi kembali ke Jibril untuk membicarakan hal ini dengannya. Jibril mendengar pendapat Muhammad dan lalu berkata, “Baiklah, seperti yang kau kehendaki.” Maka Jibril membawanya (Muhammad – Adadeh) menghadap Yang Maha Kuasa dan berkata lalu dia berkata, “Wahai Tuhan, mohon peringan bebanku karena pengikutku tidak mampu melakukan hal itu.” Lalu Allah menguranginya menjadi sepuluh kali sembahyang dan sewaktu dia kembali dia bertemu dengan Musa lagi yang menghentikannya dan mengirimnya kembali kepada Tuhan hingga jumlah perintah sembahyang dikurangi sampai hanya lima kali sembahyang.


Tuhan mana yang tidak tahu bahwa tiada umat manusia yang mampu melakukan 50 kali sembahyang setiap hari? Masakan Tuhan harus diberitahu manusia dahulu baru bisa ngerti?

Anway, bandingkan tawar-menawar antara Muhammad dengan Allah tentang jumlah sembahyang itu dengan tawar-menawar Abraham dengan YHWH tentang Sodom dan Gomora di Kejadian 18:22-33.
Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN. Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu? Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"
TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."
18:27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana."
Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu."
Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."
Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."
Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.


Muhammad juga tidak langsung menetapkan aturan sembahyang 5 kali sehari bagi Muslim. Awalnya, Muhammad menentukan dua kali sembahyang per hari. Lalu, seperti yang tercantum dalam Qur’an, sembahyang ketiga ditambahkan menjadi sembahyang pagi hari (sholat subuh), sembahyang malam hari (sholat magrib), dan sembahyang diantara sholat subuh dan sholat magrib. Hal ini sama persis dengan sembahyang yang dilakukan kaum Yahudi yakni shakharith, minkah, dan arbith. Tapi setelah mengenal ajaran Zoroastria yang mengharuskan umatnya melakukan sembahyang (gash) kepada Tuhan mereka (Ahura Mazda) sebanyak lima kali sehari, Muhammad tentunya tidak mau kalah sehingga dia dengan gampangnya mengadopsi jumlah sembahyang per hari agama Zoroastria.

YUSUF

Jika kita bandingkan kisah Yusuf dalam Qur’an dan versi aslinya di Midrash Yalqut dan Kejadian, maka tampak jelas ada beberapa bagian kisah asli yang tidak disampaikan oleh Muhammad. Hal ini mengakibatkan kisah Yusuf dalam Qur’an kurang jelas.

Istri Potifar (majikan Yusuf) mencoba menggoda Yusuf. Pada awalnya, Yusuf menolak godaan tapi akhirnya dia hampir menyerah kalau dia tidak melihat suatu penglihatan (vision) di hadapannya. Dalam Qur’an tidak dijelaskan penglihatan apa yang dilihat Yusuf. Akan tetapi di sumber aslinya yakni Sotah 36:2 tertulis:
“Rabbi Yokhanan berkata, ‘Keduanya hendak melakukan dosa; dengan mencengkeram baju Yusuf, dia (istri Potifar – Adadeh) berkata,”Tidurlah denganku.” … Lalu muncul di hadapannya (Yusuf – Adadeh) penglihatan akan wujuh ayahnya di jendela yang berkata padanya, “Yusuf! Yusuf! Nama2 saudara2mu akan dipahat di atas batu Efod, juga namamu sendiri; apakah kau ingin namamu dihapuskan?” ‘ “

Kisah lain tentang Yusuf dalam Qur’an juga tidak akan jelas tanpa melihat dari sumber aslinya yakni Midrash Yalkut 146. Kisahnya dimulai dari istri Potifar mengundang semua wanita yang menertawakannya karena tergila-gila akan Yusuf. Para wanita tersebut akhirnya melihat sendiri betapa gantengnya Yusuf sehingga tanpa sengaja mereka memotong diri sendiri dengan pisau. Dalam Qur’an tidak dijelaskan mengapa mereka memegang pisau. Tapi di Midrash Yalkut tertulis jelas bahwa pisau itu digunakan untuk memotong dan memakan buah.

Dalam Qur’an tercantum bahwa Yakub berpesan pada putra2nya untuk masuk pintu2 gerbang yang berbeda. Hal ini juga tercantum pada Midrash Rabbah di Parashah 19:
“Yakub berkata kepada mereka, jangan masuk satu pintu gerbang yang sama.”
Kisahnya berlanjut seperti ini:
Ketika piala ditemukan di dalam kantong milik Benyamin, dia dituduh sebagai pencuri. Saudara2nya berkata, “Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu.” Komentar cerdik ini dikatakan untuk menerangkan bahwa ada kemungkinan Yusuf sendiri yang memasukkan piala itu ke dalam kantung Benyamin. Keterangan ini dilengkapi dalam Midrash yang menjelaskan bahwa di masa lalu pun ibu Benyamin telah pernah mencuri piala pula. Keterangan tentang kisah ini bisa dibaca dalam riwayat Rakhel (ibu Benyamin) yang mencuri terafim milik ayahnya di Kejadian 31:19-35.

Di kisah Yusuf lainnya dalam Qur’an diterangkan bahwa Yakub mengetahui melalui Allah bahwa anaknya Yusuf masih hidup.
Q 12:86
Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya."
Tapi di Midrash Yalkut 143, tertulis jelas siapa yang memberi tahu Yakub:
“Seorang yang tak beriman bertanya kepada tuan kami (Yakub – Adadeh), Apakah orang mati akan terus hidup? Orang2tuamu tidak percaya akan hal ini, dan masakan kau percaya akan hal itu? Dikatakan tentang Yakub yang tidak mau dihibur: jika dia percaya bahwa orang mati masih akan terus hidup, tentunya dia tidak akan menangisinya. Tapi dia (Yakub – Adadeh) menjawab, bodoh, aku tahu dari Roh Kudus bahwa dia (Yusuf – Adadeh) masih hidup, dan orang yang masih hidup tidak perlu ditangisi.
Di sini jelas bahwa Muhammad mengganti Roh Kudus yang tercantum di sumber asli cerita dengan tuhan ciptaannya sendiri, yakni Allah.

Abraham Diselamatkan dari Api Nimrod

Kisah ini tercantum di berbagai surah dalam Qur’an, misalnya di Surah 2:260, 6:74-84, 21:52-72, 19:42-50, 26:69-79, 24:15-16, 37:81-95, 43:25-27, 60:4. Sekarang siapapun yang membaca artikel ini akan tahu bahwa kisah Ibrahim dari Qur’an sudah jelas diambil dari kisah Abraham buku agama Yahudi Midrash Rabbah. Untuk bisa melihat dengan jelas, kita harus melihat keseluruhan tulisan Qur’an tentang Ibrahim dan lalu membandingkannya dengan kisah Yahudi tentang Abraham di Midrash Rabbah.

Di buku berjudul “Sejarah Kuno dari Mukhtasar fi Akhbâr il Bashar” karangan Abdul Feda kita baca kisah sebagai berikut. Ayah Ibrahim yang bernama Azar biasa membuat benda2 berhala, dan lalu menyerahkannya kepada putranya agar dijual. Ibrahim lalu pergi dan berteriak, “Siapa yang mau membeli benda yang merugikan dan tidak membawa untung bagi pembelinya?” Lalu ketika Tuhan memerintahkannya untuk memanggil orang2nya menjadi kesatuan jemaat illahi, ayah Ibrahim menolak panggilan itu dan begitu pula orang2nya. Lalu hal ini terdengar oleh Nimrod, putra Kush yang adalah raja tanah itu… yang lalu menangkap Ibrahim dan melemparkannya ke dalam kobaran api; tapi api jadi dingin dan nyaman bagi Ibrahim, yang lalu ke luar dari api tersebut beberapa hari kemudian. Setelah itu orang2nya mempercayainya.

Di Qur’an 6:76-79 (ayat2 Qur’an ditulis dalam huruf italik) tercantum: Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat."
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan
.
Mereka mengatakan bahwa ayah Ibrahim membuat benda2 berhala dan memberikannya pada putranya Ibraham untuk dijual. Lalu Ibrahim membawa benda2 itu dan berteriak: “Benda2 ini tidak akan menyakiti atau menolong siapa yang membelinya,” sehingga tiada seorang pun yang mau membeli dari dia. Dan setelah tidak ada yang membeli, dia membawa benda2 itu ke sungai, memukul bagian kepalanya dan berkata,”Minum, kau benda yang malang’ sampai orang2 sekitarnya mendengarnya. Ketika orang2 itu menegurnya, (Q 6:80-85) dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku". Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?" Akhirnya Ibrahim menang berdebat dengan orang2 tersebut. Lalu dia meminta ayahnya Azar untuk memeluk agama yang sejati, (Q 19:42) katanya: "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Tapi ayahnya menolak permintaannya, sehingga Ibrahim menyatakan kepada orang2nya secara lantang bahwa dia tidak menyembah berhala2 masyarakat tersebut dan mengumumkan agamanya kepada mereka. Dia berkata (Q 26:75-77) Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?, karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam. Mereka berkata, “Kalau begitu siapa yang kau sembah?” Dia menjawab,”Tuhan semesta alam.” “Apakah yang kau maksud Nimrod?” “Bukan, tapi Dia yang menciptakan diriku dan membimbingku,” dan seterusnya. Hal ini menyebar diantara orang2 sampai akhirnya terdengar sang penguasa daerah, yakni Raja Nimrod, yang kemudian memanggil Ibrahim dan berkata: “Wahai Ibrahim! Apakah kau menganggap Dia sebagai rajamu yang menciptakan dirimu; apakah kau beribadah padaNya dan berkata tentang kekuasaanNya pada mereka yang tidak menyembahNya? Siapakah Dia itu?”
Ibrahim: (Q 2:258 ) "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,"
Nimrod: "Aku dapat menghidupkan dan mematikan."
Ibrahim: "Bagaimana caranya kau menyelamatkan nyawa dan mengakibatkan kematian?”
Nimrod: “Aku ambil dua orang yang patut dibunuh, seorang aku bunuh dan lalu dia mati; satu orang lainnya aku ampuni sehingga dia hidup.”
Akan hal itu Ibrahim menjawab, Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,"
Mendengar ini Nimrod tidak menjawab.
Orang2 lalu pergi untuk merayakan hari besar keagamaan mereka. Ibrahim mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan semua patung2 berhala kecuali yang terbesar, dan ceritanya lalu berlanjut seperti ini:
Ketika mereka mempersiapkan makanan, mereka menyajikannya di hadapan dewa2 mereka dan berkata, “Saat kami nanti kembali, dewa2 telah memberkati makanan ini yang nanti akan kami makan.” Maka ketika Ibrahim memandang pada dewa2 tersebut dan apa yang tersaji di depan mereka, dia berkata (Q 37:91-93): Apakah kamu tidak makan? Kenapa kamu tidak menjawab?" Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat). (Q 21:58 ) Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
Akhirnya ketika orang2 kembali dari tempat perayaan mereka ke bangunan tempat berhala2 berada dan melihat keadaan berhala2 tersebut, (Q 21:59-60)
Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim"
Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim
".

Kami pikir, dialah yang telah berbuat kerusakan ini. Ketika berita ini terdengar oleh Raja Nimrod dan pembantu2nya, (Q 21:61) mereka berkata: "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan".
Mereka khawatir untuk menangkapnya tanpa bukti. Jadi mereka membawa Ibrahim dan (Q 21:62) mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” (Q 21:63) Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara"; kepala berhala itu marah karena kalian memujanya bersama-sama berhala kecil lainnya, padahal dia jauh lebih besar daripada mereka semua, sehingga dia akhirnya menghancurkan semua berhala2 yang lebih kecil.Sekarang tanyakan pada mereka apakah mereka bisa bicara. Ketika dia berkata begitu, orang2 membalikkan punggung mereka dan berkata (satu sama lain), “Sudah jelas bahwa merekalah perusaknya.” Maka mereka menghancurkan semua kepala berhala2 tersebut dan merasa heran karena para berhala tersebut tidak bicara atau melakukan perlawanan. Lalu mereka berkata kepada Ibrahim (Q21:65) "Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara." Maka setelah itu, (Q21:66-67) Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa'at sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?" Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
Karena tidak bisa menjawab lagi (Q 21:68 ) Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". Abdallah menulis bahwa orang yang berteriak itu adalah seorang Kurdi yang bernama Zeinun; dan Allah membelah bumi tempatnya berpijak sehingga dia terkubur di dalamnya sampai di Hari Penghakiman. Nimrod dan masyarakat kemudian menangkap Ibrahim untuk membakarnya. Mereka memenjarakannya di dalam sebuah rumah, dan menumpuk kayu bakar yang tinggi seperti yang dapat dibaca di Q 37:97
Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".
Lalu mereka mengumpulkan banyak kayu dan benda2 untuk dibakar; tapi kemudian, karena kemurahan Allah, Ibrahim ke luar dari api dengan selamat dan dia berkata: (Q 39:39) "Cukuplah Allah bagiku.(Q 3:37) Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a". Karena Allah berkata, “Hai Api! Menjadi dingin dan nyamanlah bagi Ibrahim".

Sekarang mari kita bandingkan dengan kisah Abraham dari kaum Yahudi dan lihat di mana persamaan dan perbedaannya. Tulisan berikut ini diambil dari Midrash Rabbah tentang Abraham yang ke luar dari daerah Ur-Kasdim (Kejadian 15:7).

Terah biasa membuat berhala2. Pada suatu hari, dia memberitahu putranya yakni Abraham untuk menjual berhala2 tsb. Ketika seorang pria berminat untuk membelinya, Abraham bertanya berapakah usia orang itu. Lima puluh atau enam puluh tahun, jawabnya. Aneh, kata Abraham, masakan orang berusia 60 tahun mau menyembah benda yang usianya hanya beberapa hari saja! Mendengar hal itu, pria itu merasa malu dan kemudian berlalu. Seorang wanita yang membawa sebuah mangkuk berisi tepung berkata: Letakkan ini di hadapan para berhala. Mendengar itu Abraham berdiri dan mengambil kampaknya dan menghancurkan berhala2 itu dengan kampak itu, meletakkan kampak itu di tangan berhala yang terbesar. Ayahnya datang dan sambil menangis dia bertanya, “Siapakah yang melakukan hal ini?” Abraham menjawab, “Apa yang tidak jelas bagimu? Seorang wanita membawa mangkuk berisi tepung dan dia memintaku meletakkannya di hadapan berhala2; aku mengambilnya dan meletakkannya di hadapan berhala2; sebuah berhala berkata, aku akan makan tepung itu terlebih dahulu, dan yang lain berkata, aku dulu yang memakannya. Maka berhala yang besar mengambil kampak, dan menghancurkan berhala2 yang lain sampai berkeping-keping.” Ayahnya berkata: “Mengapa kau ceritakan padaku kisah yang konyol itu? Tahu apakah berhala2 ini?” Abraham menjawab, “Apakah kupingmu dapat mendengar apa yang dikatakan oleh mulut2 mereka?” Mendengar itu ayahnya menangkapnya dan membawanya ke hadapan Nimrod, yang lalu menyuruh Abraham untuk memuja Api.
Abraham: “Lebih baik menyembah Air yang dapat memadamkan Api.”
Nimrod: “Kalau begitu, sembahlah Air.”
Abraham: “Lebih baik menyembah yang bisa memberikan Air.”
Nimrod: “Kalau begitu sembahlah Awan.”
Abraham: “Kalau begitu, marilah kita sembah Angin yang mendatangkan Awan.”
Nimrod: “Kalau begitu, sembahlah Angin.”
Abraham: “Lebih baik menyembah Orang yang menghadang Angin.”
Mendengar ini Nimrod berkata: “Jika kau berdebat dengan diriku tentang benda2 yang tidak dapat kusembah kecuali Api yang mana kau nanti akan kumasukan ke dalamnya; maka biarlah Tuhan yang kau sembah menyelamatkanmu dari api itu.” Maka Abraham lalu dimasukkan ke dalam api, tapi dia tetap selama dan tidak terluka.


Bandingkan sekarang kisah Yahudi ini dengan apa yang tercantum dalam Qur’an. Ada sedikit perbedaan. Sudah jelas bahwa Muhammad mendengar kisah ini dari kaum Yahudi. Hal yang paling tampak jelas adalah nama ayah Ibrahim dalam Qur’an yakni Azar, padahal baik Midrash dan Torah menyebut nama ayah Abraham sebagai Terah. Ada kemungkinan besar Muhammad mendengar nama itu dari ucapan dialek Syria yang terdengar bagaikan nama Azar, sehingga dia mengingatnya seperti itu.

Tentu saja para Muslim mengaku bahwa Nabi mereka dapat kisah tentang Abraham dimasukkan dalam api ini bukan dari kaum Yahudi atau kaum Kristen, tapi langsung dari Jibril yang turun dari langit. Karena kaum Yahudi, yang adalah anak2 keturunan Abraham, menerima kebenaran kisah itu, maka tentunya kaum Muslim menganggap kisah Ibrahim dalam Qur’an adalah benar. Tapi sebenarnya hanya orang2 Yahudi awam saja yang percaya akan hal itu, karena yang benar2 berpengetahuan tentang naskah aslinya akan mengetahui kesalahan konyol dari cerita itu.

Asal kisah keseluruhan ditemukan di dalam Kejadian 15:7
Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu."
Kata Ur dalam bahasa Babilonia berarti sebuah “kota”, sama seperti penggunaan Ur dalam Ur-Shalim (yakni Yerusalem), “Kota Damai.” Ur-Kasdim adalah tempat tinggal Abraham. Kata “Ur” ini mirip bunyinya dengan kata “Or”, yang berarti cahaya atau api. Beberapa abad kemudian setelah naskah kitab Kejadian dibuat (2000 SM), seorang komentator Yahudi bernama Jonathan ben Uzziel yang tidak begitu tahu tentang bahasa Babilonia, telah melakukan kesalahan menerjemahkan kata Ur-Kasdim dari ayat Kejadian, sehingga bunyi ayat itu menjadi:
Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari tungku api Kasdim.
Kesalahan yang sama terdapat dalam catatan kaki Kejadian 11:27:
Hal ini terjadi di saat Nimrod melemparkan Abraham ke dalam tungku api, karena dia tidak mau menyembah berhala2, tapi api tidak dapat membakarnya.”
Catatan kaki ini dibuat karena penerjemah tertukar mengerti makna kata “Ur” (kota) dengan kata “Or” (cahaya atau api).

Dari salah terjemahan ini, kaum Yahudi menjadikan kata api sebagai fondasi untuk mengarang dongeng besar tentang Abraham yang dibakar dalam tungku api. Tapi sungguh sukar dipercaya bahwa seorang Nabi seperti Muhammad tidak mengetahui tentang kekeliruan ini dan bahkan mengaku sebagai kisah yang diwahyukan dari surga. Bukti2 kesalahan sudah dicantumkan para penulis Yahudi. Dari kitab Kejadian diketahui bahwa Raja Nimrod ternyata hidup berabad-abad sebelum Abraham lahir. Nama Nimrod memang tidak disebut dalam Qur’an, tapi dicantumkan secara bebas oleh pengarang dan penulis tradisi Muslim. Kesalahan seperti ini bagaikan menulis tokoh Alexander Agung melemparkan Nadir Shah ke dalam api, tanpa mengetahui bahwa terdapat perbedaan waktu hidup berabad-abad diantara keduanya, atau bahkan sebenarnya Nadir tidak pernah dilemparkan ke dalam api.

KISAH ASHAABUL KAHFI

Dongeng rakyat tentang “Tujuh Orang Efesus yang Tertidur” (“Seven Sleepers of Ephesus”) dikenal sekitar akhir abad ke lima Masehi dan dengan cepat dongeng ini menyebar ke seluruh Asia Barat dan Eropa. Para ahli sejarah menduga bahwa dongeng ini pertama kali pertama kali ditulis oleh Yakub dari Sarug (dikenal pula dengan nama Jacob of Sarug). Yakub adalah pendeta dari Syria yang lahir di Kurtam, daerah Efrata, di akhir tahun 451 M dan meninggal dunia pada tanggal 29 November, 521 M. Kisahnya kemudian diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gregory dari Tours (sekitar 540-590), dalam bukunya yang berjudul “De Gloria Maryrum”. Kisah ini dikenal luas oleh masyarakat Syria dan Muhammad sering berkunjung ke Syria untuk urusan dagang. Sudah jelas dia sering mendengar tentang dongeng ini dan lalu diakuinya sebagai firman illahi seperti yang tercantum di Qur’an 18:8-26.



Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo'a: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."
Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".
Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?
Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.
Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.
Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.
Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya".
Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya".
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).
Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".


Menurut legenda Syria, beberapa pemuda Kristen menyelamatkan diri dan berlindung dalam sebuah gua di daerah pegunungan untuk menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan yang diperintahkan oleh Kaisar Decius (Romawi). Para pengejarnya menemukan tempat persembunyian mereka dan lalu menutup rapat lubang gua. Tapi secara ajaib, para pemuda itu selamat dan muncul kembali sekitar 200 tahun kemudian.



Sept Dormants murés par Dèce (The Seven Sleepers Walled in By Decius). Cote : Français 185 , Fol. 234v. Vies de saints, France, Paris, XIVe siècle, Richard de Montbaston et collaborateurs

Keterangan lain bisa dibaca di Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_Sleepers
Kisah Tujuh Orang dari Efesus yang Tertidur adalah legenda dari mithologi Kristen. Kisah ini juga muncul di Qur’an 18:9-26.
Garis besar kisah ini terdapat dalam tulisan Gregory dari Tours dan juga tulisan karya Paul the Deacon yang berjudul Sejarah Keluarga Lombard (History of the Lombards). Versi terbaik dari kisah ini ditulis oleh Jacobus de Voragine dalam bukunya yang berjudul Golden Legend.


Silakan baca pula pembahasan kisah yang sama oleh Saudara Vivaldi:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=6137

Sekarang yang patut dipertanyakan adalah bagaimana mungkin legenda/dongeng rakyat Kristen berusia seabad lebih akhirnya diakui sebagai firman illahi dalam Qur’an? Hal ini jelas hanyalah akal2an Muhammad saja untuk menambah isi Qur’an yang memang kurang berisi dan tipis, apalagi dibandingkan kitab2 suci agama lain.

RATU SABA DAN NABI SULAIMAN

Kisah pertemuan Ratu Saba (Balqis) dengan Nabi Sulaiman ditulis panjang lebar dalam Qur’an. Kisah yang sama kita temukan di kitab Targum Ester yang jelas menjadi sumber cerita Muhammad. Dalam Qur’an, tokohnya adalah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba atau Balqis, sedangkan Targum menyebutnya sebagai Raja Salomo dan Ratu Sheba.
Berikut adalah kisah pertemuan Ratu Saba dan Nabi Sulaiman yang tercantum dalam Surah Semut (Q 27:20-44)
(20) Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. (21) Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang". (22) Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. (23) Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. (24) Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, (25) agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. (26) Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar". (27) Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. (28 ) Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan" (29) Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. (30) Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (31) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". (32) Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)". (33) Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan". (34) Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. (35) Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu". (36) Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. (37) Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina".(38 ) Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". (39) Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya". (40) Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni'mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (41) Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)". (42) Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri". (43) Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir. (44) Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".

Begitulah kisah versi Qur’an mengenai Ratu Saba. Singgasana yang disebut dalam Qur’an berbeda sedikit dengan yang disebut dalam Targum. Dalam Targum dikatakan bahwa singgasana tersebut milik Salomo, dan tidak ada seorangpun di dunia yang memiliki singgasana semewah itu. Terdapat tangga emas enam tingkat untuk menuju ke atas singgasana, di setiap tingkat terdapat 12 patung singa emas, dan sekelilingnya terdapat 12 elang emas. Dua puluh empat elang lainnya menaungi sang Raja dengan bayangan mereka, dan jika Raja berpindah tempat, maka elang2 perkasa ini akan mengangkat singgasana ke manapun Raja menentukan. Jadi elang2 dalam Targum ini melakukan hal yang yang seperti para Jin lakukan dalam Qur’an.

Isi cerita tentang Ratu Saba, kunjungannya kepada Sulaiman, surat yang dikirim Sulaiman pada Ratu Saba merupakan hal2 yang sama terdapat baik dalam Qur’an dan Targum. Perbedaannya hanyalah Qur’an menyebut burung hud, sedangkan Targum menyebut ayam jantan merah. Inilah versi dari Targum:
Pada suatu waktu, ketika hati Salomo girang setelah minum anggur, dia memerintahkan binatang2 daratan, burung2 di udara, binatang2 menjalar di tanah, dan makhluk2 halus dari atas dan jin2 untuk datang ke hadapannya, agar mereka menari di sekelilingnya, agar raja2 yang lain melihat kebesarannya. Semua bangsawan dipanggil; kecuali mereka yang jadi tawanan dan yang menjaga mereka. Pada saat itu sang ayam jantan merah tidak datang dan Raja Salomo berkata bahwa ayam itu harus ditangkap dan dibawa dengan paksa, dan dia harus dibunuh karenanya. Tapi saat itu pula sang ayam muncul di hadapan Raja dan berkata: Wahai Yang Mulia, Raja dunia! Dengarlah perkataanku. Tiga bulan yang lalu aku bersumpah untuk tidak makan rempah roti sedikitpun, tidak minum setetes air sekalipun sampai aku melihat seluruh dunia dan terbang di atasnya, untuk mencari setiap kota dan kerajaan yang tidak tunduk padamu, wahai Rajaku. Lalu aku menemukan kota berbenteng kuat Qitor di dataran Timur dan kota ini dikelilingi batu2 emas dan perak, jalanannya penuh batu2 rubi, pohon2 dari awal bumi ditanamkan, dan sungai2 mengairinya, mengalir ke luar dari taman Eden. Banyak orang mengenakan karangan bunga dari taman yang tak jauh dari situ. Mereka melontarkan panah2, tapi tidak bisa menggunakan busur. Mereka dipimpin oleh seorang wanita yakni Ratu Sheba. Sekarang jikalau kau berkenan wahai Rajaku, pelayanmu, setelah menahan diri, akan berangkat menuju benteng Qitor di Sheba, dan “mengikat Raja2 mereka dengan rantai dan bangsawan2 mereka dengan tali besi,” dan membawa mereka ke hadapanmu. Usul ini disukai sang Raja, dan ia menulis surat panggilan yang lalu diletakkan di bawah sayap burung, dan burung itu terbang tinggi ke angkasa. Ia terbang dikelilingi kumpulan burung2, dan akhirnya ia tiba di Benteng Sheba. Pada pagi itu kebetulan Ratu Sheba sedang berada di luar untuk menyembah sang laut; dan udara lalu menjadi gelap karena banyaknya jumlah burung yang datang, dia jadi panik dan lalu merobek pakaiannya dengan rasa takut dan tertekan. Pada saat itu, sang ayam jantan hinggap padanya dan dilihatnya sebuah surat di bawah sayapnya yang terbentang dan surat ini berisi sebagai berikut: “Raja Sulaiman menyampaikan padamu salamnya, dan berkata, Yang Maha Tinggi dan Suci telah memberiku kuasa atas binatang2; dan raja2 dari empat penjuru datang untuk memohonkan kebahagiaanku. Sekarang jika kau berkenan datang dan memohonkan kebahagiaanku, aku akan menempatkan dirimu lebih tinggi daripada yang lain. Tapi jika kau tak berkenan, aku akan mengirim raja2 dan tentara2 untuk melawanmu; -binatang2 di daratan adalah miliku, burung2 di udara adalah tungganganku, makhluk2 halus dan jin2 adalah musuhmu, - untuk memenjarakanmu, untuk membunuhmu dan memakanmu.” Ketika Ratu Sheba mengetahui hal ini, dia kembali merobek pakaiannya, dan memanggil para penasehatnya untuk minta nasehat. Mereka tidak mengenal Salomo, tapi menasehatinya untuk mengirim kapal2 lewat laut, penuh dengan hiasan dan batu2 mulia, juga 6000 anak laki dan perempuan berpakaian ungu, yang semuanya lahir di waktu yang bersamaan; juga sebuah surat janji berkunjung di akhir tahun. Akan makan waktu tujuh tahun untuk sampai di tujuan, tapi dia berjanji untuk datang dalam waktu tiga tahun. Pada saat akhirnya dia datang, Sulaiman mengirim utusan yang mengenakan pakain berkilauan seperti matahari terbit untuk menjumpainya. Sewaktu mereka berjumpa, dia (Ratu Sheba) ke luar dari keretanya. “Mengapa kau lakukan itu?” tanya sang utusan. “Apakah kau bukan Salomo?” tanya Ratu Sheba. “Bukan, aku adalah pelayan yang berdiri di hadapanmu.” Sang Ratu seketika menyampaikan pujian baginya pada para pengikutnya, dan sang utusan kemudian membawanya ke Istana. Salomo yang mendengar bahwa Ratu Sheba telah tiba, bangkit dan duduk di Istana kaca. Ketika Ratu Sheba melihat ini, dia mengira kaca tersebut adalah air, sehingga dia mengangkat bajunya untuk melewatinya. Ketika Salomo melihat bulu kaki Ratu Sheba, dia berkata: Kecantikanmu adalah kecantikan wanita, tapi bulumu seperti bulu pria; bulu tubuh baik bagi pria, tapi tidak bagi wanita. Mendengar hal ini Ratu Sheba berkata: Yang Mulia, aku punya tiga teka-teki bagimu. Jika kau dapat menjawab semuanya, maka aku akan yakin bahwa kau adalah orang yang bijaksana, tapi jika tidak, maka kau hanyalah orang biasa saja. Ketika Raja Salomo menjawab ketiga teka-teki tersebut, Ratu Sheba terpesona dan berkata: Terpujilah Tuhanmu, yang menempatkanmu di singgasana di mana kau memerintah dengan kebenaran dan keadilan. Dan dia memberi Salomo banyak emas dan perak; dan Salomo pun memberikan apapun yang diinginkan Ratu Sheba.

Dalam versi Yahudi, kita baca bahwa sang Ratu mengajukan tiga teka-teki pada Salomo untuk dijawab, tapi hal ini tidak disebutkan dalam Qur’an, sedangkan Hadis (Muslim tradition) menyebutnya. Tentang bulu kaki sang Ratu tertulis dalam Arâish al Majâlis sebagai berikut:
Ketika sang ratu akan masuk Istana, dia mengira lantai kaca adalah air, sehingga dia memperlihatkan kakinya, untuk menuju Salomo, dan tampak kaki2nya dipenuhi bulu; ketika Salomo melihatnya, dia memalingkan muka dan berkata bahwa lantai terbuat dari kaca.

Sekarang bagaimana kita tahu bagian cerita mana yang berupa kenyataan dan mana yang hanyalah dongeng belaka, baik dalam versi Qur’an maupun versi Targum. Mari kita lihat Kisah Raja2 I 10:1-10
(1) Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. (2) Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. (3) Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. (4) Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, (5) makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. (6) Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, (7) tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. (8 ) Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! (9) Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." (10) Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.

Kitab Kisah Raja2 merupakan bagian dari kitab suci Yudaisme yang ditulis oleh para Nabi Yahudi. Targum merupakan bagian dari catatan tradisi dan budaya bangsa Yahudi yang ditulis oleh para rabi atau ketua agama Yahudi. Dengan demikian, kitab suci Yudaisme lebih tinggi kedudukannya dibandingkan catatan tradisi Talmud. Dalam kitab Kisah Raja2 tertulis fakta bahwa sang Ratu memang datang berkunjung menghadap Raja Salomo. Di luar fakta tersebut, kisah2 yang lain seperti burung hud atau ayam jantan, lantai kaca yang dikira air, singgasana yang bisa terbang, memanggil jin, bicara dengan binatang2, adalah karangan atau dongeng belaka. Kaum Yahudi sekalipun juga mengakui akan hal ini.

Qur’an menyebutkan Nabi Sulaiman berkuasa atas makhluk halus dan para jin. Kisah ini jelas diambil persis dari Targum. Para Yahudi terpelajar mengungkapkan bahwa sebenarnya kata jin atau makhluk halus ini merupakan kesalahan yang terjadi akibat penyatuan tak sengaja dua kata Ibrani yang berarti “wanita dan wanita2” ((ש"ע) גברת, אישה; ליידי) seperti yang terdapat di Pengkotbah 2:8) digabung menjadi satu sehingga berubah arti menjadi kata “jin” atau “makhluk halus”.

Kisah penuh keajaiban tentang proses pertemuan Raja Sulaiman dan Ratu Sheba dalam Targum Yahudi hanyalah dongeng belaka seperti banyak dongeng lain yang bisa kita temukan dalam kisah “1001 Malam”. Tapi anehnya, Muhammad tidak menyadari akan hal ini. Begitu dia mendengar kisah ini dari kaum Yahudi, dia tampaknya mengira kisah fantasi ini terdapat dalam kitab suci Yudaisme, sehingga akhirnya dia pun memasukkannya ke dalam Qur’an.
Sumber2 Dongeng Arab yang dipakai Muhammad
(G.G. Pfander, Balance of Truth, pp. 283).
1. Kisah unta betina yang jadi nabi telah lama dikenal sebelum Muhammad mengumumkan dirinya sebagai nabi (Suras 7:73-77,85; 91:14; 54:29).
2. Kisah seluruh masyarakat desa dirubah jadi kera karena melanggar peraturan hari Sabbath dengan memancing ikan merupakan legenda popular di jaman Muhammad (Suras 2:65; 7:163-166).
3. Kisah 12 mata air memancar di Sura 2:60 merupakan legenda Arab pra Islam.
4. Kisah Ashaabul Kahfi di mana tujuh orang dan binatang2 peliharaannya tidur selama 309 tahun dalam gua dan lalu bangun segar bugar (Sura 18:9-26) diambil dari dongeng masyarakat Kristen Syria kuno tentang “Tujuh Orang Efesus yang Tertidur” (“Seven Sleepers of Ephesus”) atau bahkan di dunia Barat dikenal juga kisah yang sama berjudul “Rip Van Winkle”.
5. Kisah empat ekor burung dicincang dan kemudian hidup lagi (Sura 2:260) telah banyak dikenal masyarakat Arab di jaman Muhammad.
6. Sudah jelas Muhammad menggunakan karya sastra Saba Moallaqat oleh Imra’ul Cays untuk mengarang Suras 21:96; 29:31,46; 37:59; 54:1, dan 93:1.

Sumber2 kisah, dongeng, kitab suci Yahudi yang dipakai Muhammad
Seperti yang sudah saya jelaskan di posting2 sebelumnya, banyak kisah dalam Qur’an yang diambil dari buku tradisi dan budaya Yahudi Talmud, Midrash, dan kitab suci Yudaisme Taurat dan kitab2 Perjanjian Lama. Hal ini juga diterangkan oleh Abraham Geiger (1833), dan lalu dibukukan oleh ilmuwan Yahudi bernama Dr. Abraham Katsh, diterbitkan oleh New York University, tahun 1954. (The Concise Dictionary of Islam, p. 229; Jomier, The Bible and the Quran -- Henry Regency Co., Chicago, 1959, 59ff; Sell, Studies, pp. 163ff.; Guillaume, Islam, p. 13.
1. Sumber Sura 3:35-37 adalah buku berjudul The Protevangelion's James the Lesser. Buku apokripa dongeng Kristen Koptik ini ditulis di abad ke 2 M. Dalam buku ini tertulis kisah tentang Zachariah, istrinya, dan Yohannes Pembaptis.
2. Sumber Sura 87:19 adalah Taurat Kitab Kejadian tentang Abraham dan Musa.
3. Sumber Sura 27:17-44 adalah Kitab Kedua Targum Esther.
4. Kisah fantasi Tuhan membuat orang mati selama seratus tahun dan menghidupkannya kembali (Sura 2:259) berasal dari dongeng masyarakat Yahudi.
5. Kisah Musa dibangkitkan kembali (Sura 2:55, 56, 67) berasal dari kitab Talmud Yahudi.
6. Kisah dalam Sura 5:30,31 berasal dari karya2 tulisan bangsa Yahudi pra-Islam seperti Pirke Rabbi Eleazer, Targum Yonathan ben Uzziah dan Targum Yerusalem.
7. Kisah Abraham yang diselamatkan dari api Nimrod (see Suras 21:51-71; 29:16, 17; 37:97,98 ) diambil dari Midrash Rabbah. Perlu diingat bahwa Abraham dan Nimrod tidak hidup dalam jaman yang sama; Nimrod hidup beberapa abad lebih dahulu daripada Abraham. Muhammad seringkali menyatukan kisah2 para tokoh yang hidup di waktu yang berlainan.
8. Kisah kunjungan Ratu Saba (Sheba) di Sura 27:20-44 diambil dari kitab Kedua Targum Esther.
9. Sumber Sura 2:102 sudah pasti Midrash Yalkut bagian 44.
10. Kisah dalam Sura 7:171 di mana Tuhan mengangkat Gunung Sinai ke atas kepala bani Yahudi sebagai ancaman untuk menggencet mereka jika menolak hukum Tuham sudah pasti diambil dari kitab Yahudi Abodah Sarah.
11. Kisah pembuatan anak lembu emas di padang gurun (Suras 7:148; 20:88 ) diambil dari Pirke Rabbi Eleazer.
12. Tujuh neraka dan tujuh surga dalam Qur’an diambil dari kitab Yahudi Zohar Kabalah dan Mishnah Hagigah.
13. Muhammad mengambil ide dari kitab Perjanjian Abraham tentang hari akhir untuk mengisahkan timbangan yang digunakan di Hari Kiamat untuk menimbang perbuatan jahat dan baik untuk menentukan siapa yang akan masuk surga dan neraka (Suras 42:17; 101:6-9).

Sumber Injil Gnostik yang dipakai Muhammad
Dongeng2 dari Injil Gnostik (yang tidak diakui umat Kristen karena dianggap takhayul atau heretik) yang lalu digunakan dalam Qur’an. Encyclopedia Britannica berkomentar: “Injil yang digunakan Muhammad terutama diambil dari sumber2 apokripa dan heretik” (15:648 ). Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh berbagai ahli sejarah dan budaya seperti Richard Bell, Introduction to the Quran, pp. 163ff. Juga lihat: Bell, The Origin of Islam in Its Christian Environment, pp. 110ff, 139ff; Sell, Studies, pp. 216ff. See also Tisdall and Pfander).
Contohnya, dalam Sura 3:49, bayi Yesus bisa bicara dari tempat tidurnya, membuat burung dari tanah liat dan lalu menghidupkannya. Ini semua diambil dari buku Koptik Kristen Injil Thomas. Kisah2 ini bertentangan dengan Injil yang diakui kaum Kristen (Mathius, Markus, Lukas, Yahya) yang menyatakan bahwa muzizat pertama yang dilakukan Yesus adalah merubah air jadi anggur di Kanaan (Yohanes 2:11).

Sumber agama Sabean yang dipakai Muhammad
Muhammad mengambil sebagian upacara agama Sabean ke dalam Islam (Encyclopedia off Islam (ed. Eliade), pp. 303ff.; International Standard Bible Encyclopedia, pp. 1:219ff.). Upacara2 pagan yang dimasukkan Muhammad ke dalam Islam antara lain adalah:
1. Menyembah Ka’abah
2. Sembahyang lima waktu menghadap Mekah. Muhammad mengambil jumlah sembahyang lima kali dari agama Sabean dan Zoroastria.
3. Puasa setengah hari selama sebulan penuh.

Sumber2 agama2 Zoroastria dan Hindu yang dipakai Muhammad
Muhammad mengambil gagasan2 supernatural dan dongeng2 dari agama2 Timur seperti Zoroastria dan Hindu untuk memperkaya agama barunya. Semua yang disebut di bawah ini sudah ada dan beredar di masyarakat Timur Tengah dan Asia lama sekali sebelum Muhammad lahir. (Sell, Studies, pp. 219ff.).
1. Kisah Isra Mi’raj di mana Muhammad menunggangi buraq untuk mengunjungi tujuh lapis surga.
2. Para houris di surga bagi Muslim.
3. Azazil dan makhluk gaib lainnya yang ke luar dari Neraka (Hades).
4. Jembatan Sirat.
5. Surga penuh dengan anggur, wanita, dan lagu
6. Raja Neraka.

BERBAGAI VERSI QUR'AN

As-Suyuti (wafat 1505), salah seorang pakar Quran yg paling dihormati mengutip Ibn ‘Umar al Khattab : "Janganlah ada diantara kalian yg mengatakan bahwa ia mendapatkan seluruh Quran, karena bgm ia tahu bahwa itu memang keseluruhannya ? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu, kalian harus mengatakan ‘Saya mendapatkan bagian Quran yg ada’" (As-Suyuti, Itqan, part 3, page 72).

A’isha, isteri tersayang nabi mengatakan, juga menurut sebuah tradisi yg diceritakan as-Suyuti, "Selama masa Nabi, saat dibacakan, bab ttg ‘the Parties’ berisi 200 ayat. Ketika Usman mengedit Quran, hanya ayat2 sekarang ini (73) yg tertinggal."

As-Suyuti juga menceritakan ini ttg Uba ibn Ka’b, salah seorang sahabat Muhamad:
Sahabat terkenal ini meminta salah seorang Muslim, "Berapa ayat yang ada dalam surah ‘the Parties’?" Katanya, "73 ayat." Ia (Uba) mengatakan padanya, "Dulunya jumlah ayatnya hampir sama dgn Surah ‘Al Baqarah’ (sekitar 286 ayat) dan termasuk ayat perajaman". Lelaki itu bertanya, "Apa ayat perajaman itu ?" Ia (Uba) mengatakan, "Jika lelaki tua atau wanita melakukan zinah, rajam mereka sampai mati."

Spt dikatakan sebelumnya, setelah kematian Muhamad di 632M, tidak ada satupun dokumen tunggal yg memuat kesemua wahyu. Banyak pengikutnya mencoba mengumpulkan semua wahyu yg dikenal dan mencatatkan mereka dalam satu bentuk mushaf. Timbullah kemudian mushaf2 milik sejumlah pakar spt Ibn Masud, Uba ibn Ka’b, ‘Ali, Abu Bakr, al-Aswad, dll (Jeffery, bab 6, mencatat 15 mushaf utama dan sejumlah besar mushaf sekunder). Saat Islam menyebar, kami akhirnya memiliki apa yg kemudian dikenal sbg mushaf metropolitan di pusat2 Mekah, Medinah, Damascus, Kufa dan Basra.

Spt yg kita lihat sebelumnya, Usman mencoba mengatasi situasi kacau ini dgn kanonisasi codex/mushaf Medinah, yang copy2nya dikirim kesemua pusat2 metropolitan diiringi perintah utk menghancurkan kesemua codex lain.

Codex Usman ini dianggap sbg standar teks konsonan, tapi yg kita temukan malah berbagai variasi teks konsonan yg masih hidup juga sampai abad Islam ke 4.

Masalah semakin diperuncing karena teks konsonan tidak dibarengi dgn titik, yaitu titik yg membedakan huruf "b" dari "t" atau "th". Huruf2 lainnya (f dan q; j, h, dan kh; s dan d; r dan z; s dan sh; d dan dh, t dan z) tidak dapat dibedakan. Dgn kata lain, Quran tertulis secara ‘scripta defectiva’/huruf2 defektif alias tidak sempurna. Akibatnya, timbullah berbagai macam arti tergantung dari letak titik.

Vowels membuat masalah yg lebih pelik. Tadinya, Arab tidak memiliki tanda2 bagi
Vowel pendek: teks Arab adalah konsonantal. Walaupun vowel2 pendek ini kadang dihindarkan, mereka bisa ditulis dgn tanda2 orthographical diatas atau dibawah hurufnya—totalnya 3 tanda petunjuk (three signs in all), mengambil bentuk spt komma. Setelah menentukan konsonannya, Muslim masih harus memutuskan vowel mana yg digunkaan: menggunakan vowel berbeda tentunya menghasilkan pembacaan yg berbeda.
Scripta plena, yg memungkinkan teks yg vowel penuh dan teks dgn titik, belum disempurnakan sampai akhir abad ke 9.

Problem yg diakibatkan ‘scripta defectiva’ itu dgn sendirinya mengakibatkan tumbuhnya pusat2 berbeda dgn masing2 tradisi ttg bgm teks itu harus diberi titik atau di-vowel.

Walaupun Usman memerintahkan dihancurkannya semua Quran selain Quran versinya, ternyata masih ada saja mushaf yg lebih tua yg selamat. Spt dikatakan Charles Adams,
"Harus ditekankan bahwa dalam ketiga abad pertama Islam, bukannya terdapat satu bentuk teks tunggal yg diturunkan tanpa perubahan dari jaman Usman, melainkan ribuan versi. Variasi2 ini bahkan mempengaruhi Codex Usman, shg mempersulit perkiraan bagaimana sebenarnya bentuk aslinya."

Ada juga Muslim yg menginginkan codex selain codexnya Usman. Contoh, milik Ibn Mas’ud, Uba ibn Ka’b, dan Abu Musa. Pada akhirnya, dibawah pengaruh Ibn Mujahid (wafat 935), terdapat kanonisasi satu sistim konsonan dan batasan pada variasi vowel yg bisa digunakan dalam teks yg mengakibatkan diterimanya 7 sistim. Namun pakar2 lainnya menerima 10 cara bacaan, sedang masih ada saja yg menerima 14 cara bacaan. Dan bahkan ketujuh codex versi Ibn Mujahid memberikan 14 kemungkinan karena masing2 dari ketujuh codex itu bisa dilacak kpd dua transmitter berbeda, yi,
1. Nafi dari Medinah menurut Warsh dan Qalun
2. Ibn Kathir dari Mekah menurut al-Bazzi dan Qunbul
3. Ibn Amir dari Damascus menurut Hisham dan Ibn Dakwan
4. Abu Amr dari Basra menurut al-Duri dan al-Susi
5. Asim dari Kufa menurut Hafs dan Abu Bakr
6. Hamza dari Kufa menurut Khalaf dan Khallad
7. Al-Kisai dari Kufa menurut al Duri dan Abul Harith


Pada akhirnya 3 sistim bertahan, sistimnya Warsh (d. 812) milik Nafi dari Medina, Hafs (d. 805) milik Asim dari Kufa, dan al-Duri (d. 860) milik Abu Amr dari Basra. Jaman sekarang, 2 versi nampaknya digunakan versi Asim dari Kufa lewat Hafs, yg diberikan ijin resmi dgn diadopsi sbg Quran edisi Mesir th 1924; dan milik Nafi lewat Warsh, yg digunakan di bagian2 Afrika selain Mesir.

AYAT2 RAJAM QUR'AN HILANG DIMAKAN KAMBING

Aisha melaporkan bahwa bahwa ada satu lembaran yang berisi 2 ayat, termasuk ayat-ayat rajam, ditulis dalam lembaran yang disimpan dibawah tempat tidurnya. Sayang pada waktu pemakaman nabi SAW, seekor binatang memakannya hingga musnah. Disebutkan dalam bahasa Arab “dajin”, yang dapat berarti hewan seperti kambing, domba ataupun unggas.

Sumber :
• Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba
• Zamakshari, al Kashaf, vol 3 p 518, footnote
• Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
• Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p 211
• Abd al Jalil al Qazwini, p 133

Peristiwa hilangnya ayat-ayat Al-Qur’an akibat dimakan binatang sungguh menggelikan, menyedihkan dan membuktikan bahwa Allah SWT adalah pembohong kelas kakap karena tidak bisa memenuhi apa yang dia janjikan dalam ayat berikut :
QS 15:9
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Peristiwa terjadi saat rumah sedang sibuk dengan pemakaman nabi SAW.

Sumber :
• Ahmad b. Hanbal, vol 4 p 269
• Ibn Maja, Sunan, vol 1 p 626
• Ibn Qutayba, Tawil, p 310
• Shafi'i, Kitab al Umm, vol 5 p 23, vol 7 p 208

Menurut laporan dari Ibn Maja menceritakan bahwa Aisyah berkata : ayat al-Radha'ah sebanyak 10 kali telah diturunkan oleh Allah SWT dan ditulis dalam mushaf di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah dan kami sibuk dengan pemakamannya maka ayat-ayat tersebut HILANG.

Satu contoh adalah laporan dari Suyuthi dalam Al-Itqan sbb :
Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab 33 : 56 pada masa Nabi adalah LEBIH PANJANG yaitu dibaca "Wa'ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal" selepas "Innalla ha wa Mala'ikatahu Yusalluna 'Ala al-Nabi..." Aisyah berkata,"Yaitu sebelum USMAN MENGUBAH mushaf-mushaf."

Aisha dilaporkan menyatakan bahwa saat nabi SAW hidup, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.

Sumber :
• Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
• Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226

Kutipan dari Suyuthi:
Aisyah berkata, "Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAW SEBANYAK 200 AYAT, tetapi pada masa Usman menulis mushaf surah tersebut TINGGAL 173 AYAT SAJA."



HARUT DAN MARUT

Terdapat banyak kisah fantasi dalam Qur’an yang diambil dari Talmud Yahudi. Mari kita telaah kisah Harut dan Marut dalam Qur’an dan Hadis, dan lalu bandingkan dengan kisah serupa yang ditulis oleh penulis Yahudi dalam Talmud. Inilah Qur’an, Sûrah al-Baqarah, ayat 102.
Q 2:102
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

Yang berikut diambil dari Arâish al Majâlis (keterangan tentang ayat):
Jika malaikat2 melihat tindakan2 jahat yang dilakukan manusia membumbung ke surga (dan ini terjadi di jaman nabi Idris), mereka merasa sedih dan lalu mengeluh karenanya: Kau telah memilih manusia menjadi penguasa bumi dan mereka berdosa melawanMu. Sang Maha Kuasa berkata: Jika Aku mengirim kalian ke bimi dan memperlakukan kalian sebagaimana Aku memperlakukan mereka, kalian pun akan melakukan hal yang sama seperti mereka. Para malaikat berkata, O Tuhanku, kami tidak akan berdosa padaMu. Lalu Tuhan berkata: Pilihlah dua malaikat terbaik dari antara kalian, dan Aku akan kirim mereka ke bumi. Mereka lalu memilih Harut dan Marut, karena keduanya merupakan malaikat2 tersuci diantara mereka.

Sekarang mari kita lihat kisah serupa yang terdapat dalam beberapa bagian kitab Yahudi Talmud. Yang ini diambil dari Midrash Yalkut bagian 44:
Rabbi Joseph ditanya oleh murid2nya tentang Azael, dan inilah jawabnya: Setelah bencana Air Bah, penyembahan berhal terjadi di mana-mana, dan Yang Maha Kudus marah. Dua malaikat yakni Shamhazai dan Azael maju dan menyatakan padaNya: O Tuhan Semesta Alam, pada waktu Kau ciptakan dunia, bukankah kami sudah katakan padaMu, siapakah manusia sehingga Kau begitu peduli pada mereka? Dan sekarang kami khawatir akan mereka. Tuhan menjawab: Aku tahu jika kau dikirim untuk menguasai bumi, nafsu jahatmu akan menguasai dirimu, dan kau akan jadi penindas manusia. Mereka menjawab: Jika kau ijinkan kami pergi, dan kami tinggal bersama mereka, kau akan lihat betapa bijaksananya kami memuliakan namaMu. Kata Tuhan: Kalau begitu, silakan pergi, dan hidup diantara manusia.
Tak lama kemudian, Shamhazai melihat seorang gadis rupawan bernama Esther dan mengajaknya datang dan tinggal bersamanya. Gadis itu berkata: Aku tidak bisa menyerahkan diriku padamu sebelum kau mengajarkan padaku nama besar yang kau sembah di surga. Dia lalu memberitahu gadis itu, dan begitu gaids itu menyebut nama tersebut, gadis itu lalu naik ke surga dalam keadaan tanpa cela. Tuhan lalu berkata: Karena gadis ini menjaga diri dari dosa, dia akan ditinggikan diantara Tujuh Bintang, untuk memuliakan Tuhan. Tak lama kemudian, kedua malaikat bertemu dan kawin dengan para wanita yang cantik, dan anak2 mereka pun lahir. Dan Azael lalu menghiasi para wanita yang dulu dia tolak dengan berbagai hiasan indah.


Jika kita bandingkan kedua cerita ini, maka sudah jelas bahwa
Harut (dalam Qur’an) adalah Shamhazai (dalam Talmud)
Marut (dalam Qur’an) adalah Azael (dalam Talmud)
Tapi jika kita cari asal nama Harut dan Marut yang disebut dalam Qur’an dan Hadis, maka jelas nama Harut dan Marut diambil dari dua nama dewa Horot dan Morot dari agama Zoroastria dari Persia dan Armenia kuno.
Tuhan dalam agama Zoroastria bernama Aramazd (Ahura Mazda), sang pencipta langit dan bumi. Istrinya bernama Spandaramet (Spenta Armaiti), sang dewi bumi. Dua pembantunya adalah dewa-dewi kesuburan yakni Horot and Morot (HaurvataT and AmeretaT) yang tinggal di puncak Gunung Massis (dikenal juga dengan nama Gunung Ararat). Dewa Horot dan dewi Morot dianggap sebagai yang berkuasa mendatangkan hujan yang menyuburkan ladang pertanian, dan juga penguasa angin. Masyarakat Armenia kuno menganggap nama Morot berasal dari kata Mor, yang sama artinya dengan kata Mair = Ibu. Sedangkan Horot berasal dari kata Hair = Ayah.

Dalam bahasa Ibrani, Zohra dikenal dengan nama Ishtar atau Esther. Zohra adalah nama dewa kesuburan yang sama yang disembah di Babilonia dan Syria. Kaum Yahudi kuno rupanya senang mengarang dongeng2 yang kemudian tersebar luas di luar masyarakat mereka. Dalam tulisan Yahudi tentang Enoch tertulis bahwa Samyaza (Shamhazai) memimpin 200 malaikat turun dari surga untuk melakukan perzinahan di bumi. Ini tulisannya:
Para malaikat surgawi melihat para wanita dan jatuh cinta pada mereka. Para malaikat berkata pada satu sama lain: marilah kita berhubungan dengan para wanita ini, dan punya anak2 dari mereka. Dan Samyaza ketua malaikat berkata …. Azaziel mengajarkan para pria menggunakan pedang, belati, dan perisai, dan mengajarkan mereka memakai baju pelindung tubuh. Dan bagi para wanita, malaikat2 ini membuat berbagai perhiasan2, gelang, berlian, kolirium untuk memperindah kelopak mata mereka, batu2 berharga, baju2 indah warna-warni, dan uang yang berlaku.

Dalam Q 2:102 tertulis:
Dalam pada itu ada juga orang-orang yang mempelajari dari mereka berdua (Harut dan Marut - Adadeh): Ilmu sihir yang boleh menceraikan antara seorang suami dengan isterinya, padahal mereka tidak akan dapat sama sekali memberi mudarat (atau membahayakan) dengan sihir itu seseorang pun melainkan dengan izin Allah dan sebenarnya mereka mempelajari perkara yang hanya membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka dan demi sesungguhnya mereka (kaum Yahudi itu) telahpun mengetahui bahawa sesiapa yang memilih ilmu sihir itu tidaklah lagi mendapat bahagian yang baik di akhirat. Demi sesungguhnya amat buruknya apa yang mereka pilih untuk diri mereka, kalaulah mereka mengetahui.

Isi ayat ini serupa dengan apa yang terdapat dalam Midrash Yalkut yang menyatakan bagaimana Azael menghiasi para wanita dengan berbagai perhiasan untuk membuat mereka tampak cantik dan menarik. Sudah jelas bahwa kisah Harut dan Marut dalam Qur’an diambil dari Talmud Yahudi dan nama Harut dan Marut sendiri diambil dari nama dewa-dewi kesuburan Horot dan Morot dalam legenda agama pagan Zoroastria.


SURGA DAN NERAKA ISLAM

Qur’an dan Hadis menyatakan bahwa dalam Surga terdapat Houris dan pemuda2 bermata hitam, dan dalam Neraka terdapat Malaikat Maut.
Q 55:72
Dia itu bidadari-bidadari yang hanya tinggal tetap di tempat tinggal masing-masing.

Q 56:22-23
Dan (mereka dilayani) bidadari-bidadari yang bermata hitam jeli, [23] Seperti mutiara yang tersimpan dengan sebaik-baiknya.

Q 56:10-21
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda lelaki yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”

Sumber keterangan ini sebenarnya berasal dari kitab suci agama Zoroastria. Alkitab tidak menyebutkan hal2 seperti itu sepatah kata pun. Alkitab hanya mengatakan bahwa ada tempat yand disebut Surga yang disediakan Tuhan bagi umatNya, tapi tiada seorang pun Nabi Yahudi atau penulis Alkitab Perjanjian Baru yang menyebut Houris atau pemuda2 pemberi kepuasan seksual di sana. Akan tetapi buku2 agama Zoroastria dan Hindu penuh dengan keterangan seperti ini dan banyak persamaannya dengan yang tercantum dalam Qur’an dan Hadis.

Mari sekarang kita bandingkan Qur’an dan Hadis menyebut di dalam Surga terdapat “Houris (bidadari) bermata hitam jeli,” dan “Houris (bidadari) bermata besar hitam, bagaikan mutiara yang tersimpan dalam kerang.” Dalam agama Zoroastria pun dikatakan terdapat Peri (Pairikan (bahasa Persia)) yang adalah bidadari indah berwarna cemerlang, untuk memikat hati pria. Kata "Houry" diambil dari sumber Persia yakni Avesta atau Pehlavi. Demikian pula kata Jinn (jin) dan Bihisht (Surga) yang dalam Avestic diterangkan sebagai tempat yang indah. Dalam agama Hindu pun terdapat keterangan yang serupa yang menerangkan Surga dipenuhi oleh anak2 muda lelaki dan wanita yang mirip dengan Houris dan Ghilmân dalam Qur’an.

Nama Malaikat Muat dipinjam oleh Muhammad dari legenda/mithologi masyarakat Yahudi. Kaum Yahudi menamakan Malaikat Maut sebagai Sammâel, sedangkan Muhammad menamakannya sebagai Azrael (Azazel). Kedua nama Sammael dan Azrael adalah nama2 Yahudi dan bukan Arab. Kisah Azrael dalam Qur’an tidak diambil dari Alkitab atau Taurat Yahudi, melainkan dari agama Zoroastria. Menurut Hadis, Allah menciptakan Azrael, yang tinggal di neraka tingkat tujuh memuliakan Allah selama seribu tahun. Dia lalu turun ke tingkat lebih bawah, menghabiskan waktu yang sama di setiap tingkat, sampai akhirnya dia mencapai bumi.

Dalam bagian kitab Zoroastria berjudul Bundahis, bagian I dan II, tercantum kisah tentang Setan yang bernama Ahriman:
Ahriman tinggal di lembah sangat dalam dan gelap untuk melakukan penyiksaan dan kesakitan terhadap semua makhluk yang melakukan berbagai dosa. Ormazd yang Maha Tahu, mengetahui keberadaan dan kegiatan Ahriman… Keduanya tidak berhubungan selama 3000 tahun, tanpa ada perubahan atau tindakan apapun. Ahriman yang jahat tidak peduli akan keberadaan Ormazd, tapi dia kemudian naik ke luar dari lembah kegelapan, dan berhadapan dengan cahayang terang Ormazd… Lalu, dengan penuh kebencian dan dengki, dia mulai melakukan pekerjaannya untuk menghancurkan.

Ada perbedaan yang jelas dalam versi Islam dan versi Zoroastria. Islam menyatakan Azazel menyembah Tuhan (Allah), sedangan Zoroastria menyatakan bahwa Ahriman tidak peduli akan Tuhan (Ormazd). Meskipun demikian, persamaan kedua versi jelas tampak, karena keduanya menyatakan bahwa makhluk jahat ini ke luar dari lembah tempat tinggalnya untuk menghancurkan ciptaan Tuhan.

Terdapat pula sebuah dongeng yang dikenal bagi oleh kaum Muslim maupun kaum Zoroastrian yang berjudul Sang Merak. Inilah kisahnya dalam Islam:
Azazel duduk di pintu gerbang Surga, ingin segera masuk. Sang Merak saat itu sedang duduk di sebuah puncak ketika dia melihat seseorang yang berkali-kali memanggil nama Tuhan. “Siapakah kamu?” tanya sang Merak. “Aku adalah salah satu malaikat Yang Maha Kuasa”. “Lalu mengapa kau duduk di situ?” “Aku memandang Surga dan ingin masuk.” Sang Merak berkata, “Aku tidak diberi perintah untuk mengijinkan siapapun masuk selama Adam masih berada di sana.” “Jika kau mengijinkanku masuk,”katanya, “Aku akan ajari kamu suatu doa yang jika diikuti orang lain, maka tiga permintaan akan jadi miliknya: dia tidak akan pernah tua; tidak akan pernah memberontak, dan tidak akan dikeluarkan dari surga.” Iblis lalu mengucapkan doanya. Sang merak pun mengikuti doa itu dari puncaknya, dan lalu terbang bertemu dengan sang Ular dan memberitahukan apa yang didengarnya dari Iblis.
Kita lalu tahu bahwa Allah mengeluarkan Adam dan Hawa bersama Iblis dari Surga. (al Anbia.) Sang merak pun juga dikeluarkan dari surga.

Kisah dari Zoroastria juga menyatakan tentang Ahriman berkata sebagai berikut:
Bukannya aku tidak mampu melakukan apapun yang baik, tapi aku memang tidak mau, dan untuk memastikan hal itu, aku membuat burung merak.
Dongeng versi Zoroastria menyatakan bahwa sang Merak adalah ciptaan dan pembantu Ahriman, dan akhirnya Ahriman dan sang Merak dikeluarkan pula dari Surga. Hal ini sama dengan versi Qur’an.


CAHAYA MUHAMMAD

Dalam Hadis Rauza-tul-Ahbab dikatakan bahwa Muhammad berkata:
Ketika Adam diciptakan, Allah meletakkan terang cahaya di dahinya. Katanya, “O, Adam, cahaya yang kuletakkan di dahimu adalah bagi kebesaran dan kebaikan keturunanmu, cahaya Ketua Nabi2 yang akan segera datang. Cahaya ini diwariskan dari Adam kepada Seth, dan pada keturunan Abdullah, dan dari dia kepada Amina pada saat mengandung Muhammad.

Lalu dalam Hadis Qissas Al anbia tertulis bahwa :
Yang Maha Kuasa membagi cahaya dalam empat bagian, dan dari setiap bagian diciptakannya kahyangan, pena, surga, dan umatnya; dari setiap seperempat bagian dibaginya jadi empat lagi: dari bagian pertama dia menciptakan diriku, yakni seorang Nabi; dari bagian kedua dia menciptakan akal yang diletakannya di kepala orang yang beriman; dari yang ketiga diciptakannya kesederhanaan dalam mata orang yang beriman; dan dari bagian yang keempat diciptakannya kasih sayang dalam hatinya.

Mari kita bandingkan dengan kisah dari agama Zoroastria. Di dalam buku kuno Zoroastria yang berjudul Mînûkhirad (sama tuanya dengan buku Sâsânides), Ormazd (Ahura Mazda = Tuhan) dikisahkan sedang membentuk bumi dan alam semesta, malaikat2, malaikat2 penghulu, dan kecerdasan surgawi, semuanya berasal dari cahayanya sendiri, dengan pujian Waktu Abadi.
Yang ini dari kitab yang lebih kuno lagi 1 Yesht 19: 31-37.
Lingkaran cahaya yang megah dan agung melekat pada diri Jamshid, sang dewa umat yang berbakti, di mana dia berkuasa atas Tujuh kelompok yakni setan2, manusia, peri2, tukang2 sihir, tukang2 tenung, dan para penjahat… Ketika dia merestui perkataan yang salah dan tidak benar, maka lingkaran cahaya pada dirinya meninggalkannya dalam bentuk seekor burung terbang… Ketika Jamshid, dewa umat yang berbakti, tidak melihat lagi lingkaran cahaya itu, dia sedih, dan dalam kesedihannya dia melakukan banyak kejahatan di dunia. Pada saat pertama kali meninggalkan diri Jamshid, lingkaran cahaya itu pergi dari diri Jam putra Vîvaghân (sang matahari) dalam bentuk seekor burung Varâgh, dan Mithra lalu mengambil lingkaran cahaya itu. Ketika untuk keduakalinya meninggalkan Jamshid, lingkaran cahaya itu pergi dalam bentuk seekor burung, dan lalu Faridûn yang perkasa mengambilnya…. Ketika meninggalkan Jamshid untuk ketigakalinya, lingkaran cahaya itu lalu diambil oleh Keresâspa (Garshâsp) yang adalah orang yang bijaksana dan gagah perkasa.

Mari kita bandingkan kisah Cahaya Muhammad dalam Hadis dengan kisah dalam Minukhirad Zoroastria, maka kita dapatkan beberapa persamaan. Menurut Islam, Adam adalah manusia pertama ciptaan Tuhan, jadi Adam adalah kakek moyang umat manusia. Menurut Zoroastria, Jamshid adalah orang pertama ciptaan Tuhan, jadi dia, seperti Adam, adalah kakek moyang umat manusia. Lingkaran cahaya milik Jamshid diwariskan kepada keturunannya yang terbaik. Hal ini sama dengan cahaya di dahi Adam yang diwariskan kepada keturunan Adam yang terbaik, seperti yang dikatakan Hadis tentang cahaya di dahi Muhammad. Dengan ini jelas sudah bahwa kisah cahaya Muhammad ternyata diambil dari lingkaran cahaya Jamshid dari agama Zoroastria. Kisah tentang pembagian cahaya jadi empat bagian dalam Hadis Qissas Al anbia sama persis dengan kisah yang tercantum dalam buku Zoroastria yang berjudul Dasâtîr-i Âsmanî.

Selain itu, dalam kitab Zoroastria dinyatakan bahwa Jamshid berkuasa atas umat manusia, jin, raksasa, dll. Kisah ini kemudian dikutip oleh masyarakat Yahudi dalam kisah dongeng mereka tentang Raja Salomo, dan kemudian dikutip pula oleh Muhammad dalam Qur’an.

JEMBATAN SIRAT

Muhammad mengatakan bahwa di Hari Kiamat, setiap manusia harus meniti jembatan Sirat yang setipis rambut dibelah tujuh dan lebih tajam daripada mata pedang. Yang berdosa akan jatuh dari jembatan itu dan masuk neraka. Sekarang yang perlu dipertanyakan adalah: dari mana asal nama Sirat itu? Ternyata kata Sirat diambil Muhammad dari kitab Zoroastria dalam bahasa Persia dan nama aslinya Chinvat (huruf “ch” dibaca sebagai huruf “s”). Arti Chinvat sebenarnya adalah “garis hubung” (the connecting link). Dalam buku kuno Zoroastria yang berjudul Dinkart tertulis sebagai berikut:
Aku menjauhkan diri dari banyak dosa dan menjaga diri untuk tetap suci. Melakukan kemurnian enam perintah utama yakni kelakuan, perkataan, pikiran, kecerdasan, akal sehat, hikmat, sesuai dengan kehendakMu, wahai Empunya kekuasaan untuk melakukan hal2 yang baik, dengan kebijaksanaan aku lakukan itu, sebagai pelayanan bagiMu, dalam berpikir, berbicara dan bertindak. Adalah baik bagi diriku untuk berada dalam jalan yang Terang, sehingga jika aku menjumpai hukuman berat Neraka, aku akan berhasil menyeberangi Chinvat dan berhasil mencapai tempat yang diberkati, harum aromanya, terang benderang diliputi cahaya.

Dari kisah di atas, sudah jelas terbukti bahwa Muhammad mengambil ide jembatan neraka dari agama Zoroastria.



NUBUAT TENTANG NABI MASA DATANG

Dalam Islam dipercaya bahwa setiap Nabi sebelum mati memberi nubuat tentang nabi yang akan datang setelah dirinya. Misalnya Abraham menubuatkan kedatangan Musa, Musa menubuatkan kedatangan Daud, dan seterusnya. Informasi seperti ini tidak tercantum dalam Alkitab. Sebaliknya seluruh nabi2 Perjanjian Lama dari awal sampai akhir menubuatkan kedatangan sang Mesiah (Juru Selamat). Karena tidak ada dalam kitab Yudaisme dan Kristen, dari mana dong Muhammad mendapatkan anggapan setiap nabi menubuatkan nabi yang akan datang? Jawabannya dapat dilihat dalam buku Zoroastria yang bernama Dasâtîr-i Âmânî yang ditulis di jaman Khxur Parwez dan diterjemahkan dalam bahasa Dari.

Buku Dasâtîr-i Âmânî terdiri dari 15 kitab yang katanya diturunkan kepada 15 Nabi, dan nabi yang terakhir datang adalah nabi Zoroaster sendiri. Seteiap buku menyebut nama nabi berikut yang akan datang kemudian. Buku2 ini tidak diragukan lagi hanyalah buku dongeng kuno belaka, tapi ternyata kemudian Muhammad mengambil gagasan nubuat tentang nabi masa depan.

Di kalimat kedua dalam setiap buku ini tercantum kalimat:
Dalam nama Tuhan, Sang Pemberi anugrah, Yang Maha Pemurah
Kalimat ini mirip dengan kalimat awal di Surah2 Qur’an (kecuali Surah 9):
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang
Kalimat pertama dalam buku Zoroastria lainnya yang berjudul Dînkart juga mencantumkan hal yang serupa:
Dalam nama Ormazd Sang Pencipta

Jadi kebiasaan mencantumkan awal kalimat “demi nama Tuhan” atau “dalam nama Tuhan” lazim dalam kitab2 agama Zoroastria. Muhammad mencatut gagasan ini dan memasukkannya dalam Qur’an.



Selain dari kitab2 suci dan catatan tradisi Yudaisme dan Kristen, ternyata Muhammad pun mencatut banyak sekali gagasan agama Zoroastria (dari Persia). Saya sudah menyebut contohnya di posting2 terdahulu, misalnya ide tentang houris di surga, nama2 malaikat yang turun ke bumi dan berbuat dosa, cahaya di jidat Mamat, jembatan Sirat, sembahyang lima waktu, keesaan Tuhan, dll. Sekarang saya ajukan contoh baru yakni nama2 Tuhan dalam Islam dan Zoroastria. Dalam Qu’an, Muhammad berkata bahwa terdapat 99 nama Tuhan. Dalam kitab suci Zoroastria berjudul Avesta (vol. Iii, hal. 23) dinyatakan terdapat 72 (angka keramat bagi kaum Parsis) nama Tuhan (Ahura Mazda). Mari kita bandingkan beberapa nama keduanya:

Nama Tuhan dalam Qur’an……………Nama Tuhan dalam Avesta
____________________________________________________________
Sang Pencipta (vi. 102) .................Sang Pencipta (Ormazd Yast, 8, 13)
Tuhan (the Lord) (xli. 30, 46)..........Ahura (the Lord, Ormazd Yast, 8 ).
Yang Maha Tahu (xli. 36; xv. 25)…….Mazdau (Yang Maha Tahu, Ormazd Yast, 12)
Yang Maha Melihat (xxii. 60,75).......Yang Maha Melihat(Ormazd Yast, 8, 12)
Maha Kuat (xxii. 40).......................Maha Kuat (Ormazd Yast, 7)
Maha Terpuji (xxxiv. 6)...................Maha Terpuji (Ormazd Yast, 12)
Maha Kuasa (xiii. 16)......................Maha Kuasa (Ormazd Yast, 8 )
Yang Adil (v. 42)............................Maha Adil (Ormazd Yast, 15)
Maha Cepat (v. 6)..........................Dia Yang Menghitung Cermat (Ormazd Yast, 8 )
Maha Besar (xxxi. 30)....................Maha Besar (Ormazd Yast, 15)

Kalimat awal setiap Sura (kecuali Sura 9) dalam Qur’an berbunyi:
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani
Ide ini ternyata diambil dari agama Zoroastria. Dalam kitab suci kuno Zoroastria yang Dasatir i Asmani yang terdiri dari 15 bagian. Dalam setiap bagian, di ayat ke dua, tercantum kalimat:
“Dalam nama Tuhan, Sang Pemberi, Sang Pemaaf, Sang Pengampun, dan Yang Adil.
Kitab Bundahishnih juga menyebutkan kalimat yang sama:
"Dalam Nama Ormazd, Sang Pencipta."
Kitab2 Yahudi juga banyak yang dimulai dengan kalimat:
“Dalam nama Tuhan”
“Dalam Nama yang Maha Kuasa”
Tapi menurut Sale dan Palmer (2 Sale's Koran, Prel. Disc., p. 45: Palmer’s Qur'an, p. lxviii. Personal inquiries of Parsi friends in India), Muhammad lebih banyak meminjam dari kepercayaan Zoroastria daripada kepercayaan Yahudi tentang ucapan Bismillah ini.


Setelah Muhammad habis2an mencuri ide dari agama satu ke agama yang lain untuk menciptakan agama barunya, dia lalu mengirimkan tentara2 Muslim untuk menyerang umat2 agama lain (non-Islam) tersebut. Ini semua terjadi sewaktu Muhammad tinggal di Medinah. Hanya kematian saja yang menghentikan dirinya untuk memerangi umat agama lain (disebut KAFIR dalam Islam). Sialnya, peperangan atas nama Islam dengan menyerang umat agama lain terus dilakukan kalifah2 selanjutnya pengganti Muhammad.

Kita sudah tahu bahwa Muhammad banyak mencuri informasi dari agama Zoroastria (dari kekaisaran Persia) untuk mempertebal Qur'an busuknya itu. Lalu apakah yang kemudian terjadi atas Persia? Jika kita menggali sedikit buku2 sejarah, kita bisa membaca ajakan paksa masuk Islam juga dikirim untuk Raja di Raja, Sinar Bangsa Arya, yakni Yazdgird III, Raja Persia, yang pada itu dianggap orang yang sangat berkuasa). Mungkin saat itu adalah saat menentukan bagi Islam dan penaklukkan atas dunia.

Sejarah menyatakan bahwa 1.400 tahun yang lalu, Umar Ibn Al Khattab, Kalifah Islam kedua, mengirim surat kepada Raja Yazdgrid III dari Persia untuk melakukan Bei’at (bergabung bersama Kalifah dan menerima Islam). Umar menulis:
“Di jaman dahulu, kekuasaanmu mencapai separuh dunia yang dikenal, tapi apa yang terjadi sekarang? Tentaramu telah dikalahkan di semua pihak dan negaramu hampir runtuh. Aku menawarkan padamu jalan untuk menyelamatkan dirimu. Mulailah sembahyang pada Allah, Tuhan yang Esa, Tuhan satu2nya yang menciptkan seluruh alam semesta. Kami bawa pesan Allah padamu dan dunia. Sembahlah Allah, Tuhan yang sejati.”



Raja Yazdgird III lalu menulis surat balasan kepada Umar yang isinya:
“Dalam nama Ahura Mazda, pencipta Kehidupan dan Kecerdasan:
Kau, dalam suratmu menulis bahwa kau ingin mengarahkan kami kepada Tuhanmu, Allah tanpa tahu siapa kami sebenarnya dan siapa yang kami sembah. Sungguh mengherankan jika kau berkedudukan sebagai Kalifah (Penguasa) Arab, tapi pengetahuanmu setingkat dengan orang Arab kelas rendah yang berkeliaran di padang pasir Arabia, dan sama pula dengan orang suku padang pasir!

”Kau menganjurkan kami menyembah Tuhan yang esa tanpa tahu bahwa ribuan tahun masyarakat Persia telah menyembah Tuhan yang esa dan mereka menyembahNya lima kali sehari!

“Kala kami telah mendirikan kebudayaan penuh kemakmuran dan perlakuan luhur di dunia dan menegakkan Pikiran2 Baik, Kata2 Baik, Perbuatan2 Baik dengan tangan2 kami, kau dan kakek moyangmu masih berkeliaran di padang pasir, makan kadal, dan kau tidak punya apa2 untuk menafkahi dirimu dan kalian mengubur bayi2 perempuan kalian yang tanpa dosa hidup2.” (Ini adalah tradisi Arab kuno, karena mereka lebih memilih punya anak laki daripada anak perempuan)

”Kalian pancung anak2 Tuhan, bahkan pula tawanan2 perang, memperkosa kaum wanita, merampoki kafilah2, melakukan pembunuhan massal, menculik istri orang dan mencuri harta benda mereka! Hati kalian terbuat dari batu, kami kutuk segala kekejian yang kalian lakukan. Bagaimana mungkin kau mengajari kami Jalan2 Tuhan jika kau melakukan perbuatan2 keji itu?”

”Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk membunuh, merampoki dan menghancurkan? Apakah kalian sebagai umat Allah yang melakukan ini dalam namaNya? Ataukah kalian berdua?”

”Katakan pada kami. Dengan segala kekuatan miltermu, kelakuan barbarmu, pembunuhan dan perampoka dalam nama Allah yang Akbar, apakah yang telah kau ajarkan pada tentara Muslim ini? Pengetahuan apakah yang kausampaikan pada Muslim yang ingin kau paksa untuk ajarkan pada non-Muslim? Budaya apakah yang kau dapatkan dari Allahmu, sehingga kau berani2nya memaksakan itu kepada orang lain?”

”Aku mohon kau tetap bersama Allahmu yang Akbar di padang pasirmu dan tidak bergerak mendekat ke kota2 kami yang beradab, karena agamamu mengerikan dan kelakuanmu amat biadab!”

(Salinan surat asli (632 AD - 651 AD) bisa dilihat di London Museum)

Dengan surat ini, perang pun dimulai dan pasukan Arab Islam di bawah komandan perang yang bengis yang bernama Sa'd ibn Abi Waqqas bergerak mendekat. Tentara Persia dikalahkan dalam Perang Qadisiyah. Rostam Farokhzad, komandan perang Persia yang gagah berani dibunuh dan usaha akhir Yazdgird untuk membalas kekalahan ternyata tidak berhasil, sehingga Islam pun memasuki saat kemenangan baru.

Orang2 Arab lalu memaksa masyarakat Persia memeluk Islam. "La ilah ilallah Mohammed ur Rasulallah" (Tiada Tuhan selain Awloh dan Muhammad adalah RasulNya). Mereka yang tidak mau mengucapkan syahada (kalimat pengakuan di atas) diancam bunuh atau dipaksa bayar pajak yang berat dan hukuman2 tidak adil lainnya.

Sebelum Islam masuk dan menjajah Persia, kekaisaran Persia merupakan budaya unggul, terutama, termakmur dan terbaik di seluruh tanah Timur Tengah. Begitu disentuh Islam, maka mundurlah sudah semua prestasi yang dicapai masyarakat Persia saat itu. Kemunduran terus berlangsung sampai detik ini. Hal yang sama juga terjadi pada Kerajaan Mesir yang tadinya unggul dan penuh prestasi. Begitu dijajah Islam, maka mundurlah sudah Mesir sampai detik ini di titik terendah, tidak punya harga diri lagi, harus disuapin kafir Barat untuk bisa hidup. Hal yang sama juga terjadi pada Indonesia yang tadinya jaya, disegani, dihormati di seluruh Asia Tenggara. Begitu Islam masuk, musnahlah sudah segala prestasi mengagumkan itu. Yang tersisa hanyalah kebobrokan, kemiskinan, ketidakberdayaan, yang menghasilkan rasa malu dan pilu belaka karena harus utang kanan-kiri untuk menghidupi diri sendiri.

ISLAM ADALAH AGAMA PADANG PASIR CIPTAAN ARAB BARBAR. SEMUA YANG DISENTUH ISLAM BERUBAH JADI PADANG PASIR YANG KERING KERONTANG, JAUH DARI KEMAKMURAN, KESEJAHTERAAN, DAN KEDAMAIAN.

Saat Muhammad menaklukkan Mekah, dia masuk Ka’abah dan lalu menghancurkan gambar2 Abraham dan malaikat2 yang berada di dinding2 Ka’abah. Dia menghancurkannya dengan kedua tangannya sebuah patung merpati terbuat dari kayu dan lalu melemparkannya. Allah cepat2 menurunkan ayat Q 3:67 tentang Abraham yang mensahkan penghancuran yang dilakukan Muhammad atas patung2 berhala dan gambar2. Setelah itu Muhammad memerintahkan panglima2 perangnya mengunjungi suku2 Arab di sekitar Mekah untuk melakukan penghancuran terhadap rumah2 ibadah non-Islam dan berhala2nya pula:

Penghancuran berhala Yakut milik Bani (suku) Tayii di al-Fuls oleh Ali b. Talib atas perintah Muhammad pada bulan September, 630M
Penghancuran berhala dewa Yaghuth di Dhu al-Kaffyan oleh Tufayl ibn ‘Amr al-Dawsi atas perintah Muhammad pada bulan January, 630 M
Penghancuran berhala dewa al-Manat di al-Kadid oleh Sa’d b. Zayd al-Ashhali atas perintah Muhammad —January, 630M
Penghancuran berhala dewa al-Lat di Taif oleh Abu Sufyan b. Harb—April, 631M
Penghancuran berhala dewa Wadd di Dumat al-Jandal oleh Khalid ibn Walid atas perintah Muhammad pada bulan April, 631M.
(ref. Ibn al-Kalbi, Hisham, “The Book of Idols (Kitab Al-Asnam))
dan masih banyak lagi daftarnya. Beli aja bukunya kalo penasaran.

Jadi kalau Muhammad masih hidup dan melihat Piramid atau Borobudur berdiri tegak, apakah yang akan dilakukannya? Apakah akan didiamkan saja patung2 Budha yang sedemikian banyaknya itu? Masih ingat penghancuran patung Buddha setinggi gedung bertingkat di Afghanistan oleh Taliban? Nah, yang dilakukan para Taliban itu adalah 100% sunnah nabi!!!





DALAM QURAN ALLAH BERSUMPAH
Keimanan Islami bahwa:
"ISI AL QUR'AN ADALAH 100% WAHYU ALLAH YANG DIDIKTE/DI-IMLAKAN LANGSUNG OLEH ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD (atau dengan perantaraan Malaikat Jibrail) SECARA KALIMAT DEMI KALIMAT DAN KATA DEMI KATA, SEHINGGA OLEH KARENANYA ISI AL QUR'AN ITU TIDAK ADA SECUILPUN HASIL PEMIKIRAN, REKAYASA DAN PERBUATAN TANGAN MANUSIA TERMASUK MUHAMMAD SENDIRI".

Kalau hal ini benar adanya (100% Wahyu Allah Yang Maha Sempurna), PASTILAH tidak akan terdapat kejanggalan-kejanggalan, perbedaan dan pertentangan-pertentangan antara nats/ayat yang satu dengan nats/ayat yang lainnya dalam Al Qur'an, karena ALLAH YG SATU itu HANYA mewahyukan Al Quran kepada SATU ORANG saja yaitu Muhammad sendiri.

Baiklah, sekarang akan kita amati nats 68 - Al Qalam - 10 untuk menguji kebenaran pandangan di atas.
Nats 68 - Al Qalam - 10:
"Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina"

Ayat ini sengaja kupilih karena kuanggap sebagai satu faktor inti yang secara tidak disadari oleh Muhammad telah dia masukkan dalam Al Qur'an sebagai Wahyu Allah yang sekaligus mengungkapkan kedoknya sendiri dan sekaligus pula mengungkapkan bahwa Al Qur'an itu tidak boleh dipercayai karena penuh dengan dusta.

Kenapa aku berkesimpulan demikian ?

a. Terus terang saja, selama ini belum pernah ditemukan satu kitab-pun yang beredar selain dari Al Qur'an yang isinya penuh dengan segala jenis SUMPAH.
- Dari sejak awal sampai akhir dari 30 juz, 114 nats/surat dan 6.666 ayat yang ada dalam Al Qur'an itu, banyak sekali kata-kata "SESUNGGUHNYA" (jumlahnya ada 2257 kali atau +/- 34% dari 6.666 ayat), dan kalau ditambah dengan sumpah secara langsung, jumlahnya menjadi kurang lebih 2/5 atau 40%, yang artinya adalah ALLAH secara tidak langsung BERSUMPAH bahwa ayat yang DIA turunkan itu tidak bohong melainkan benar-benar dapat dipercaya adanya (alangkah ragu-ragunya ALLAH itu ?)
- Secara khusus pula, karena masih juga ragu-ragu meskipun sudah melafazkan ribuan kali kata "SESUNGGUHNYA", ALLAH menurunkan satu nats/surat KHUSUS yaitu 52-ATH THUUR yang terdiri dari 49 ayat, yang isinya hampir seluruhnya (99%) terdiri dari SUMPAH-SUMPAH dan BANTAHAN-BANTAHAN dari ALLAH terhadap umat manusia yang daif, hina dan kotor-berdosa. Alangkah rendahnya derajat dan integritas ALLAH yang harus menurunkan nats/surat "SUMPAH" untuk meyakinkan manusia yang adalah ciptaanNya sendiri.

b. Apa yang Allah sumpahkan di butir - a di atas, rupa-rupanya belum ALLAH anggap cukup memadai, sehingga perlu lagi ALLAH tambahkan dengan SUMPAH-SUMPAH jenis lain yang tersebar ke 30 Juz dari Al Qur'an tersebut, yaitu dengan kata-kata:
- Demi ALLAH (ALLAH yang mana lagi??)
- Demi Al Qur'an yang penuh hikmah
- Demi MALAIKAT-MALAIKAT
- Demi LANGIT
- Demi GUGUSAN BINTANG2
- Demi BINTANG-BINTANG
- Demi MATAHARI
- Demi ANGIN
- Demi AWAN
- Demi MALAM
- Demi SIANG
- Demi SUBUH
- Demi FAJAR
- Demi KIAMAT
- Demi BUMI
- Demi KOTA MEKKAH
- Demi MASA
- Demi KALAM
- Demi JIWA MANUSIA (91 -ASY SYAMS-7)
- Demi BUAH TIN
- Demi BUAH ZAITUN
- Demi KUDA PERANG

Dan "DEMI-DEMI" lainnya, yang tidak perlu ditambahkan di sini lagi karena deretannya sudah cukup panjangnya.

Tegasnya, dengan begitu banyaknya ALLAH BERSUMPAH dalam Al Qur'an terhadap umat manusia yang daif, hina, kotor-berdosa yang adalah hasil ciptaanNya sendiri, maka sama saja artinya bahwa Al Qur'an telah menghina ALLAH dengan tidak tanggung-tanggung.

Bagi setiap orang Muslim yang sedikit saja mau memakai akal-budi dan rationya serta mau jujur mengikuti suara hari nurani, pada hakekatnya sudah cukup alasan dan dalil untuk menolak Al Qur'an itu Wahyu ALLAH, karena kalau kita toh masih tetap mau menerimanya sebagai Wahyu ALLAH, maka berarti kita mengakui bahwa ALLAH umat muslim itu : TIDAK MAHA KUASA lagi, TIDAK MAHA MENGETAHUI lagi, TIDAK MAHA KONSISTEN lagi, melainkan sudah turun posisi dan integritasnya sebagai seorang oknum yang “RAGU-RAGU dan HINA".
Apakah benar begitu?? PASTI TIDAK BENAR!!! Mana mungkin Tuhan tidak Maha Kuasa, tidak Maha Mengetahui, tidak Maha Konsisten. Yang benar ialah bahwa Muhammad-lah yang tidak maha mengetahui, yang ragu-ragu, yang inkonsisten, yang tidak percaya dirinya sendiri, yang plin-plan, sehingga untuk membela dirinya atas tudingan lawan-lawan dan musuh-musuhnya perlu dan harus ber-SUMPAH dengan 1001 macam "DEMI" untuk meyakinkan mereka dengan wahana Al Qur'an ciptaannya sendiri, yang dia nyatakan sebagai Wahyu ALLAH itu, dan oleh karena saking bingungnya atau satu usaha untuk pembenaran yang tidak benar, dengan sadar diturunkannya-lah dalam Al Qur'an nats 68 Al Qalam 10, tersebut diatas: "DAN JANGANLAH KAMU IKUTI SETIAP ORANG YANG BANYAK BERSUMPAH LAGI HINA,"

Kesimpulan:
Muhammad menipu Muslim dengan mengatakan Allah bersumpah berkali-kali untuk meyakinkan manusia bahwa Qur'an adalah benar2 wahyu Allah. Tuhan sejati tidak akan melakukan tindakan menghina diri sendiri seperti itu.
Belum pernah ditemukan kitab agama selain Al Qur'an yang isinya membeberkan bahwa ALLAH itu adalah Oknum yang paling tidak percaya diri, paling ragu-ragu dan paling tidak konsisten, sehingga perlu sampai ratusan kali harus mengulang-ulang SabdaNya, spt:
a. Bahwa Al Qur'an itu benar-benar WahyuNya (ALLAH) dan tidak bikin-bikinan manusia.
b. Bahwa Muhammad itu adalah benar-benar NabiNya (ALLAH) yang Dia utus/suruh dan bukan Nabi aku-akuan saja.


Sehingga, entah darimana asal-usul tudingan keraguan akan Al Quran & Muhammad, mendadak ALLAH menjadi kalap sehingga menurunkan dengan BERSUMPAH WahyuNya : 81 At Takwir 15-25 yang berbunyi demikian:
"Sungguh, Aku (ALLAH) bersumpah demi : bintang-bintang yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy (Tahta), yang dita'ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil (pendusta) untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk"

Apakah anda sebagai seorang Muslim yang berakal-budi yang punya akal dan ratio sehat, yang jujur terhadap suara hati-nurani anda yang paling dalam, masih dapat menerima bahwa ALLAH yang Mahabesar, yang Mahakuasa, yang Maha Esa, yang ada dengan sendirinya, yang Kekal dan tidak pernah berobah-obah menjadi begitu kecil, begitu lemah dan tidak berdaya, sehingga harus mengeluarkan pernyataan dengan SUMPAH seperti yang tersurat dalam 81 At Atakwir 15-25 tersebut diatas terhadap tudingan orang-orang yang tidak percaya bahwa Muhammad itu Nabi dan Al Qur'an itu Wahyu Allah, sedangkan orang-orang yang menuding-nuding itu adalah notabene hasil ciptaan Allah itu sendiri??

Aku yakin bahwa anda dengan perasaan yang tersinggung berat dengan suara lantang akan menjawab :"INI PENGHINAAN BERAT TERHADAP ALLAH, INI TIDAK MUNGKIN TERJADI, INI TIDAK MASUK DIAKAL, INI BEYOND REASON dan APA YANG TERSURAT DALAM 81 AT AKWIR 15-25 TERSEBUT ITU BUKANLAH WAHYU ALLAH", AMIN.
Terkecuali tentunya kalau mendadak sontak telah terjadi pertukaran STATUS/POSISI antara Allah dan Muhammad, yaitu bukan Muhammad lagi yang Pesuruh Allah melainkan Allah-lah yang telah berobah menjadi pesuruhnya Muhammad. Hal ini tentu saja TABU dan MUSTAHIL karena mengarahkan pikiran ke-arah itu saja sudah merupakan raja-nya-Syirik!!
Jadi dengan sendirinya tertinggal satu kesimpulan yaitu : "BAHWA AL QUR'AN ITU BUKAN WAHYU ALLAH"!!!

Yang benar tentang hal ini adalah bahwa berdasarkan logika dan ratio dari siapa saja yang mau berlaku jujur pada dirinya sendiri pasti berpendapat seperti dibawah ini:
"Pada waktu sebelum adanya nats 81 At Takwir 15-25 tersebut, Muhammad telah dituding dan diolok-olokkan oleh orang Arab musuh-musuhnya, bahwa dia adalah seorang yang sinting dan gila serta pendusta, dan Al Qur'an yang katanya Wahyu Allah itu dicemooh sebagai perkataan / ayat-ayat setan belaka alias bukan Wahyu Allah. Untuk membela dirinya dari tuduhan dan tudingan musuh-musuhnya tersebut, satu dan lain hal karena dia sendiri tidak mampu berbuat mujizat apapun sebagai counter balik, maka disuruhnyalah sekretarisnya Zaid bin Tsabit untuk menuliskan bantahannya yaitu nats 81 At Takwir 15-25 tersebut ke dalam Al Qur'an dengan mengatas-namakan WAHYU ALLAH agar kelihatannya menjadi BERBOBOT".

Skenario atau analisa seperti dijabarkan di atas inilah yang masuk diakal siapapun yang berpikiran sehat dan tidak tenggelam dalam fanatisme dan taklik buta. Muhammad pada waktu itu sudah berada dalam posisi apa yang kita sebut sekarang ini "SUDAH TERLANJUR BASAH" dan "SUSAH TIDAK ADA JALAN MUNDUR LAGI". Karena terlanjur menyatakan "SEMUA YANG TERTULIS DALAM AL QUR'AN ITU ADALAH 100% WAHYU ALLAH", sedangkan sebenarnya adalah hasil pemikiran, rekaan, imajinasi, sangka-sangkaan dia sendiri sebagai seorang insan biasa yang tidak luput dari kesalahan-kesalahan. Dan hal inilah yang membuat isi Al Qur'an itu penuh dengan sumpah-sumpah, penuh dengan pengulangan-pengulangan, penuh dengan dualisme dan kejanggalan-kejanggalan, kontroversial dan axiomalistis (bertentangan satu dengan yang lain), ragu-ragu dan inkonsisten yang akibat lanjutnya ialah bahwa semua hal negatif tersebut itu secara tragis dan menyedihkan seluruhnya TERPULANG KEPADA ALLAH DAN TANGGUNG JAWAB ALLAH SEMATA-MATA.
Atau dengan perkataan lain yang lebih tegas dan gamblang : "Adanya sumpah-sumpah, pengulangan-pengulangan, kejanggalan-kejanggalan, dualisme, kontradiksi-kontradiksi, axioma-axioma dan inkonsistensi2 dalam Al Qur'an bukanlah tanggung jawab Muhammad, melainkan tanggung jawab ALLAH semata-mata karena kesemuanya itu adalah WahyuNya, sedangkan Muhammad hanya menulis dan menyampaikannya saja !"

INTINYA, AL QURAN BUKAN WAHYU ALLAH YG BENAR!



KAABAH SEBELUMNYA KUIL HINDU
Kabah dulunya justru Kuil Hindu….
Hajar aswad adalah lingga syiwa ( Sanskrit : Sanghey Ashweta atau batu yang tidak putih)
Sedangkan maqam Ibrahim adalah jejak kaki Brahma (jejak kaki Brahma dan Wishnu sering dijumpai di kuil Hindu). Muhammad kerena kebodohannya menganggap Brahma itu Ibrahim…..kerena mirip bunyinya…Dasar Muhammad tidak terpelajar (sesuatu yang justru dibanggakan oleh Muslim).
Hal ini banyak diakui oleh umat Hindu sendiri, dan tampaknya betul. Sebaliknya, umat Yahudi dan Kristen sangat menentang pernyataan Muhammad bahwa Ka'abah didirikan oleh Abraham. Umat Hindu yakin bahwa patung dewa Hubal yang terbesar di Ka'abah tak lain adalah patung Hanuman. Mari tengok salah satu keterangan dari pihak Hindu:
The Vedic Past of Pre-Islamic Arabia
kutipan:

The Pre-Islamic deity "Hubal" was derived from the red
skinned Ba-Hubali, another name for Lord Hanuman
(Dewa "Hubal" pra-Islam berasal dari dewa Ba-Hubali (nama lain Dewa Hanuman) yang berkulit merah.
Hubal is none other than Ba-Hubali, another name for Hanuman. The First Encyclopaedia of Islam relates that "Hubal was an idol, made of red carnelian, in the form of a man". These clues cannot be overlooked. Anybody who is familiar with Hindu temples knows that BaHubali (Hanuman) is the great Monkey God, the son of the Wind-God. He is always represented in red, and adorns the roof of the temple pinnacle.
terjemahan:
Hubal tak lain adalah Ba-Hubali, yang adalah nama lain Hanuman. Ensiklopedia Islam pertama menyatakan bahwa "Hubal adalah dewa berhala, berwarna merah, dalam bentuk manusia". Ciri2 ini khas. Setiap orang yang mengerti kuil2 Hindu akan tahu bahwa Ba-Hubali (Hanuman) merupakan Dewa Monyet agung adalah putra dari Dewa Angin. Dia selalu digambarkan dengan warna merah dan ditempatkan di puncak kuil. (Hubal di Mekah juga ditempatkan di atap Ka'abah).

Jadi awalnya, Ka'abah adalah kuil Hindu. Muhammad lalu mengganti fungsinya menjadi kuil Islam tempat Allah tinggal. Dia pun lalu mencatut nama nabi Abraham dari kitab suci Yahudi dan lalu mengarang cerita bahwa Abrahamlah yang mendirikan Ka'abah. Sungguh Arab celaka tak tahu malu.
Dalam Islam, tidak cukup hanya beriman saja, tapi setiap Muslim harus melakukan lima kewajiban Islam. Kewajiban2 ini dikenal juga sebagai 5 pilar Islam yang terdiri atas:
(1) Shahadah
(2) Salat lima kali sehari ke arah Ka’abah di Mekah
(3) Puasa selama bulan Ramadan
(4) Bayar zakat
(5) Naik haji di Mekah

Shahadah


Shahadah di bendera Saudi Arabia

Shahadah adalah pengucapan kalimat “La-ilaha il-lallahu Muhammadu'r-Rasulu'llah” yang artinya adalah “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah.” Kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan dan kerasulan Muhammad ini berulang kali dinyatakan dalam Qur’an. Lihat ayat2 ini: Suratu'l-Baqara (ii) 158; Suratu Ali 'Imran (iii) 1, 4, 16; Suratu'n-Nisa' (iv) 89,169[171]; Suratu't-Tauba (ix) 130; Suratu Ta Ha (xx) 7[8], 14, 98; Suratu'l-Anbiya' (xxi) 87; Suratu Sad (xxxviii) 65; Suratu'd-Dukhan (xliv) 7; Suratu'l-Ikhlas (cxii). Apostleship of Muhammad: Suratu'l-Hujurat (xlix) 14, 15; Suratu'n-Nur (xxiv) 46, 51, 53, 55, 62; Suratu'l-Ahzab (xxxiii) 29, 31, 66, 70[71]; Suratu'l-Hadid (lvii) 7, 18[19], 21, 28; Suratu'l-Mudjadala (lviii) 5; Suratu'l-Fath (xlviii) 9, 13, 28, 29; Suratu's-Saff)

Kalimat ini harus diucapkan sehari sekali, diulang dua kali sewaktu Adhan (panggil orang sembahyang). Muslim harus mengucapkan kalimat ini setiap hari saat sembahyang. Kalimat ini juga diserukan pada saat Muslim berperang dan untuk mengipasi fanatisme buta. Ingat takbir malam Lebaran? Muslim mengucapkan kalimat ini semalam suntuk pakai megaphone. Hasilnya apa ya?

Sekarang dari mana Muhammad dapat gagasan pengucapan kalimat seperti itu?

Silakan buka buku sejarah Islam tertua Sirat Rasul Allah karangan Ibn Ishaq dan diedit oleh Ibn Hisham, edisi Mesir, bagian pertama, hal. 27 dan 28. Di buku itu tertulis bahwa kaum Arab pagan Quraish (suku Muhammad sendiri di Mekah) di jaman pra-Islam, biasa mengadakan ibadah agama yang dinamakan Ihlal dan mereka pun mengucapkan kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan yang berbunyi:
“Labbaika, Allahumma: Kami datang ke hadiratMu, wahai Tuhan; kami datang ke hadiratMu. Kau tidak berpasangan, kecuali pasangan yang ada padaMu; Kau memilikinya dan apapun yang dia miliki.”
Kalimat atau pengakuan agama ini mirip dengan kalimat pertama Shahada (tiada Tuhan selain Allah) dan kalimat ini sudah sering diucapkan bangsa Arab ratusan tahun sebelum Muhammad lahir. Meskipun Quraish beragama pagan dan menyembah banyak dewa, tapi mereka percaya akan ketunggalan Tuhan utama mereka yakni Allah Ta-ala sang dewa Bulan. Dewa Bulan ini adalah Tuhan yang Maha Kuasa bagi pagan Quraish.

Kalimat serupa juga diucapkan kaum Yahudi dalam upacara agama Yudaisme. Kalimat ini disebut sebagai עַמ ֶ_ Shema' dan dimulai seperti ini:
“Dengar wahai Israel, Tuhan kita adalah Esa”
Kalimat ini diulang setiap hari oleh kaum Yahudi. Bagian pertama Talmud berisi diskusi tentang kalimat ini. (1 Deut. vi. 4; Berakhoth fols. 2a-13a; vide ante, p. 28.).
Pengakuan atas keesaan Tuhan juga dinyatakan putra2 Yakub sebelum Yakub mati dan hal ini dikutip Muhammad dalam Suratu'l-Baqara (ii) 127.

Sudah jelas kalimat pertama Shahadah diambil dari tradisi agama pagan Quraish dan agama Yudaisme kaum Yahudi. Lalu kalimat kedua (“dan Muhammad adalah Rasul Allah”) diambil dari mana dong? Dari mana lagi kalau bukan dari angan2 muluknya sendiri.
Salat

Salat berasal dari kata Arab yang berarti sembahyang, merupakan kewajiban ibadah kedua yang dinyatakan dalam Qur’an untuk dilakukan Muslim lima kali sehari. Inilah pembagian waktu salat:


Ibadah salat merupakan kewajiban bagi Muslim karena ditulis di Qur’an dan dengan begitu diperintahkan oleh Tuhan. Ibadah salat harus diucapkan dalam bahasa Arab, tidak boleh dalam bahasa Indonesia. Selain lima kali sehari, ada tiga kali lagi ibadah sembahyang yang dapat dilakukan, meskipun bukan kewajiban (‘nafl) dan tidak dianggap dosa jika tidak dilakukan. Salat sukarela ini disebut sebagai Salatu'l-'Ishraq, setelah matahari terbit; Salatu'd-Duha sekitar jam 1 siang; and Salatu't-Tahajjud, setelah jam 12 malam. Tentang nafl bisa dibaca keterangannya di Hadis Sahih Bukhari vol. 1, hal. 4.

Selain salat setiap hari, para Muslim pun hari melakukan Salatu'l-Jum'a (Sembahyang Jum’at) dan ini dinyatakan di Qur’an dalam Suratu'l-Jumu'a 62: 9
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diserukan azan (bang) untuk mengerjakan sembahyang pada hari Jumaat, maka segeralah kamu pergi (ke masjid) untuk mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang jumaat) dan tinggalkanlah berjual beli (pada saat itu); yang demikian adalah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui (hakikat yang sebenarnya)

Selain itu masih ada beberapa Salat yang lain yakni:
Salatul-Musafir yakni sembahyang bagi yang melakukan perjalanan
Salatu'l-Khauf yakni sembahyang untuk mengatasi takut (Suratu'n-Nisa' (iv) 102-3.)
Salatu'l-Janaza yakni sembahyang untuk menguburkan jenazah
Salatu'l-Istikhara yakni sembahyang untuk dapat bimbingan sebelum melakukan pekerjaan penting
Salatu't-Tauba yakni sembahyang untuk minta ampun (Suratu Ali 'Imran (iii) 129, 130)
Masih ada pula Salatu'l-Kusuf, 2 rak’at waktu gerhana matahari, Salatu'l-Khusuf, 2 rak’at waktu gerhana bulan; Salatu'l-Istisqa' yakni salat di musim kemarau; dan Salatu'l-Tarawih, 20 ra’kat setiap malam di bulan Ramadan.

Sekarang pertanyaannya dari mana Muhammad mengarang kewajiban sembahyang lima kali sehari?

Muhammad banyak berhubungan dengan kaum Yahudi di masa awal dirinya merasa jadi nabi. Pada saat itu, di Mekah, hubungan Muhammad dan kaum Yahudi masih dalam taraf damai. Musuhnya pada saat itu baru satu yakni kaum pagan Quraish. Dia sengaja berbaik-baikan, agar diakui sebagai nabi baru oleh kaum Yahudi. Baca sendiri ayat2 Qur’an awal tentang pujian2 Muhammad terhadap orang2 Kitab (Yahudi, Kristen, Sabean). Pujian2 ini nantinya digantinya sendiri dengan caci maki, kutuk, ancaman neraka, bahkan tuduhan tanpa bukti memalsu kitab suci sendiri terhadap orang2 Kitab dalam ayat2 Medinah. Semuanya ini terjadi karena tiada orang2 Kitab yang cukup sinting untuk percaya akan kenabian Muhammad.

Dalam usahanya memupuk hubungan baik, dia pun tak segan2 mencontek tata cara ibadah dan jumlah sembahyang dalam Yudaisme dan diterapkannya dalam agama baru ciptaannya sendiri. Dalam Surat Hud (11) ayat 116 (masa akhir Mekah), Muhammad berkata:
Dan dirikanlah sembahyang (wahai Muhammad, engkau dan umatmu), pada dua bahagian siang (pagi dan petang) dan pada waktu-waktu yang berhampiran dengannya dari waktu malam.

Dalam Suratu'l-Qaf (50) ayat 39,40 (masa awal Mekah) dinyatakan pula:
(39) … bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu (terutama) sebelum terbit matahari dan sebelum matahari terbenam. (40) Serta bertasbihlah kepadaNya pada malam hari dan sesudah mengerjakan sembahyang.

Dalam Suratu Bani Isra'il (17) ayat 79 (masa awal Mekah) dinyatakan:
Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah sembahyang tahajud padanya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji

Ayat2 di atas (11:116; 50:39,40; 17:79) menyatakan perintah sembahyang 3 kali sehari. Jelas sudah bahwa Muhammad mencontek agama Yudaisme, karena hal ini sama persis dengan jumlah ibadah sembahyang per hari yang dinyatakan di Kitab Perjanjian Lama dan buku Talmud Yahudi. Silakan buka Daniel 6:11 dari Perjanjian Lama. Di ayat itu dinyatakan bahwa meskipun dilarang oleh Raja Babilonia, Daniel tetap sembahyang:
Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Dalam Kitab Mazmur, Daud berkata:
Pada malam hari, pagi hari, dan siang hari, aku akan berdoa dan menangis keras.
Perintah sembahyang 3 kali sehari juga dinyatakan dalam Talmud Berakhoth, (bagian dari Talmud Yerusalem) fol. 7b, kolom 1:
Dari manakah mereka (kakek moyang Yahudi) mengetahui perintah sembahyang tiga kali? Mereka melakukan sembahyang tiga kali sehari …pagi…siang hari…malam hari… Yehoshuah ben Levi berkata: “mereka tahu (sembahyang tiga kali sehari) dari kakek moyan mereka … Abraham… Ishak… Yakub.” “Sumpah puasa...harus diucapkan setiap kali sembahyang (malam, pagi, dan siang hari).”
Terdapat pula keterangan yang sama dalam kitab Apocrypha (1 Esdras v. 50; Judith ix. 1; xi. 17; xii. 6-8 ) tentang ibadah sembahyang untuk pembakaran korban (binatang) di malam dan pagi hari.

Tapi di ayat2 Qur’an di masa berikutnya, Muhammad menambah jumlah waktu sembahyang yang harus dilakukan Muslim setiap hari. Hal ini terjadi setelah dia mengaku pergi ke surga (Isra Mi’raj) dan katanya Allah memerintahkannya sembahyang lima kali sehari. Silakan baca Suratu'r-Rum (30) 17, 18,
(17) Setelah kamu mengetahui yang demikian) maka bertasbihlah kepada Allah semasa kamu berada pada waktu malam dan semasa kamu berada pada waktu Subuh. [18] Serta pujilah Allah yang berhak menerima segala puji (dari sekalian makhlukNya) di langit dan di bumi dan juga (bertasbihlah kepadaNya serta pujilah Dia) pada waktu petang dan semasa kamu berada pada waktu Zuhur
Juga sembahyang 4 kali sehari di Suratu Ta Ha (20) 130
Oleh itu, bersabarlah engkau (wahai Muhammad) akan apa yang mereka katakan dan beribadatlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya dan beribadatlah pada saat-saat dari waktu malam dan pada sebelah-sebelah siang; supaya engkau reda (dengan mendapat sebaik-baik balasan).

Jadi pertama-tama Muhammad memerintahkan sembahyang 3 kali sehari, lalu 4 kali sehari dan diganti lagi jadi 5 kali sehari. Jika sembahyang 3 kali sehari merupakan gagasan dari agama Yudaisme, maka dari manakah gagasan sembahyang 5 kali sehari? Jawabannya bisa dilihat dari agama Sabean yang dianut masyarakat Arabia di masa pra Islam. Penulis Arab bernama Abu’l-Fida dalam bukunya yang berjudul At-Tawarikhu'l-Qadimah (History, Ante-Islamica), hal 148, mengutip pernyataan penulis Arab kuno brenama Abu 'Isa'l-Maghribi sebagai berikut:
Kaum Sabian melakukan ibadah tertentu, yang antara lain adalah tujuh kali sembahyang, dan lima kali dari tujuh kali sembahyang itu sama pula dengan yang dilakukan para Muslim. Sembahyang keenam adalah sembahyang subuh, dan sembahyang ke tujuh dilakukan pada akhir jam keenam malam hari… Tata cara sembahyang mereka, sama seperti kaum Muslim, membutuhkan ketulusan hati dan perhatian khusuk sewaktu melakukannya. Mereka sembahyang bagi orang mati tanpa membungkuk atau bersimpuh.

Jika Muslim melakukan sembahyang nafl (tak wajib), maka genap sudah sembahyang 7 kali sehari, persis seperti yang dilakukan kaum Sabean. Pernyataan Abu 'Isa'l-Maghribi dan jumlah sembahyang yang berubah dari 3 jadi 5 dan bisa juga 7, jelas menerangkan bahwa Muhammad mengambil ide sembahyang Yahudi dan lalu Sabean.

Apakah ada lagi agama besar lain yang juga melakukan sembahyang lima kali sehari di jaman pra Islam? Jawabnya: ada, yakni agama Zoroastria.

Jika kita baca salah satu bagian dari kitab suci Zoroastria yang berjudul Avesta maka sudah jelas dinyatakan bahwa umat Zoroastria pun melakukan sembahyang lima kali sehari:
1. Ushahina (dari jam 12 malam sampai 6 pagi)
2. Havani (dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang)
3. Rapithwina (dari jam 12 siang sampai 3 sore)
(4) Uzayeirina (dari jam 3 sore sampai 6 sore).
(5) Aiwisruthrima (dari jam 6 sore sampai 12 malam).
Sewaktu melakukan ibadah sembahyang, umat Zoroastria harus mengucapkan kalimat2 sembahyang bahasa Parsi yang disebut ‘gah’ yang ditulis oleh nabi Zoroastria yakni Zarathustra. Kalimat ini serupa bunyinya dengan ucapan2 sembahyang dalam agama Budha Veda. Ke lima ibadah sembahyang ditujukan untuk menyembah matahari, tuhan Mithra, bulan, air, dan api. Ucapan ‘nyanyis’ (yang berarti doa permohonan; diambil dari kata sitayis (doa pujian)) harus dilafalkan sewaktu melakukan sembahyang lima kali. Nyanyis matahari dilakukan tiga kali sehari pada waktu matahari terbit (gah havan), pada siang hari (gah rapitvin), pada sore hari jam 3 siang (gah uziren). Nyanyis Mithra dengan nyanyis matahari, dan nyanyis air dan nyanyis api harus dilafalkan setiap hari.

Agama Zoroastria adalah agama besar yang dianut masyarakat Persia di jaman pra-Islam. Pada saat itu, Persia merupakan salah satu kekaisaran terbesar di dunia. Pengaruh budaya dan agamanya tersebar luas sampai ke Timur Tengah, termasuk Jazirah Arabia. Sudah jelas bahwa Muhammad terpengaruh gagasan sembahyang lima waktu dari agama Zoroastria. 

oleh: Adadeh (Faithfreedom)

27 komentar:

Wah.....keren bangen artikel ini ya. Makasih Bang Adadeh, makasih FFI, makasih Akal Budi Islam, makasih semua. Saya bangga sekali, ternyata begitu banyak orang2 cerdas dalam agama Kristen. Teruskan bro. Tangan kalian pasti menolong banyak orang dari cengkeraman muslim. Muslim selalu membenarkan dirinya dan mengkafirkan orang lain. Muslim adalah manusia picik yang sudah dicuci abis otaknya oleh Alquran, Muhammad dan awloh.

bagus artikelnya, tp tanpa pengetahuan sedalam ini pun saya sudah merasa banyak kejanggalan di islam.. setiap kali ada sesuatu yg dianggap baru saya selalu bertanya "menguntungkan siapa?" dan jelas sekali aturan2 quran hanya menguntungkan si proklaimer nya,muhamad sendiri,, baik secara pribadi maupun untuk cita2nya..

Terima kasih atas artikelnya, kayak artikel orang bodoh yang tak memiliki akal. atau sengaja menutupi kebenaran dengan hawa nafsu yang telah dirasuki ibblis. Anda persis seperti binatang yang menjadi kesukaan anda yaitu Babi, yang bodoh, pemalas, gemar makan kotoran sehingga pemikiran yang dihasilkan pun tak ubahnya seperti kotoran.

Kebenaran selalu membuat Muslimer blingsatan dan marah. Watak muslim sama dari Muhammad hingga penyembahnya. Berilah sanggahanmu, gak usah marah, jika Islam memang benar. Apa yang anda tulis hai Abu Chanisa membenarkan perkataan banyak orang bahwa Muslim itu tidak ada bedanya dengan cara Muhammad menyelesaiakn masalah, kalau haus, minum air kencing onta.

Hai tolol Abu chanisa, masih mending makan daging babi, daripada minum air kencing onta sebagaimana disarankan oleh Muhamamd nabimu. Kau memang tak tahan pada kebenaran, karena kau berdiri di atas kebohongan. Jika kau benar, buktikan kebenaranmu. Jangan simpan otakmu di mesjid, dan berdoa kepada awlohmu dengan nungging kayak onta yang lagi terpuruk.

Manusia dalam menjalani kehidupan di dunia mayoritas mengedepankan nafsu, kepentingannya demi melampiaskan hawa nafsunya dan tidak mau susah serta berharap hidupnya di dunia dipenuhi kenikmatan dan di akherat kelak maunya masuk surga, apakah begitu hukum Tuhan?alangkah tidak adilnya Tuhan apabila utk mendapatkan surga hanya dengan modal percaya saja?dan mengumbar seluruh keinginan nafsunya???kita lihat kitab Al quran bagaimana utk mendapatkan surganya Tuhan????apa kewajibannya?melaksanakan sholat 5 waktu dlm sehari, puasa selama 1 bulan penuh di bulan suci ramadhan, mengeluarkan hartanya utk infak, melaksanakan Haji bagi yg mampu dan berlaku baik terhadap sesama maka baru akan mendapatkan surnya Allah. Bagaimana dg agama lain??apa saja kewajibannya?bukan asal mau.dan sebutkan perintahnya Allah yg wajib dijalani.klw org-org nasrani keyakinannya memang sdh mantap dg agamanya ya silahkan lanjutkan,islam tdk pernah ada paksaan. hidup itu pilihan,bagaimana merasakan kehidupan yang akan datang maka keptusannya adalah saat ini kita hidup di dunia.karena klw setelah kehidupan kita pindah ke akherat/mengalami kematian maka manusia tdk dapat kembali ke dunia/hidup kembali dan protes kpd Tuhan agar dihidupkan kembali dan merubah keyakinannya.rasakan dg mata hati anda dg sepenuh jiwa anda. sy yakin di dlm hati anda msh ada perasaan ragu2 terhadap keyakinan anda dan mencari-cari pembenaran agar dapat diselamatkan/menjadi alasan di akherat kelak klw mendapatkan siksa bahwasanya waktu di dunia sdh beriman kpd Yesus.dan Islam telah membenarkan bahwasannya Yesus/Isa merupakan manusia mulya yang diangkat drajatnya oleh Allah sebagai utusannya.dan tdk sedikitpun Alquran membantah kitab2 terdahulu, Taurat,Zabur dan injil, akan tetapi membenarkan bahwasannya sebelum Alquran ada kitab2 yang turunkan.silahkan lanjutkan keyakinan anda,semoga anda selamat di akherat dan masuk surga seperti apa yg anda harapkan.

Subhanallah...

Allah SWT Berfirman:

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS. Fushilat [41] : 53]

Dibalik semua itu ada Allah SWT, Allah SWT berfirman :

أَمَّن جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارً۬ا وَجَعَلَ خِلَـٰلَهَآ أَنۡهَـٰرً۬ا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٲسِىَ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًا‌ۗ أَءِلَـٰهٌ۬ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ بَلۡ أَڪۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (QS. An-Naml [27] : 61)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)


Itulah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, itulah ayat-ayat kauniyyah Allah SWT.

Dan ayat2 tersebut baru dapat diketahui di tahun ini, apakah Muhammad pernah menyelam ke dasar laut?apakah Muhammad mengarang ayatnya?dan itu dikatakan oleh Muhammad di tahun 14 abad yg lalu.perhatikan itu!!silahkan cari jawabannya.....apa mau dibilang kebetulan?....

silahkan dibuka di http://saga-islamicnet.blogspot.com/2010/03/misteri-sungai-di-bawah-laut.html

ini cuma blog hitam yang seharusnya ditutup, pernah gak sih islam mencela bahkan sampai menghujat umat kristen ???
heran deh orang kristen penginnya ngajak debat terus,, Masya Allah
semoga anda mendapat hidayah-Nya

artikel yang isinya cuma nyampah doang

@ joe
mohon m`f anda klo komen, ya koment aja ga usah pake hujat dan cela heran deh blog hitam kya gini tuh ga artikelnya ga pengunjungnya bisanya cuma menghujat dan cela
semoga anda dapat hidayah-Nya amin....

lanukum dinukum waliyadin
interospeksi diri sendiri ,, artikel anda SARA
hati2 kena ciduk

Ide bahwa Allah membimbing dan menolong umat manusia melalui wahyu yang ditulis oleh orang2 yang dipilih Tuhan adalah hal utama bagi penciptaan agama Muhammad. Secara terus terang dia kagum atas kaum Yahudi terpelajar yang punya pengetahuan sangat dalam tentang agamanya. Ini diungkapkannya di ayat 6:20 yang bunyinya “Mereka mengerti Kitab bagaikan mengerti anak mereka sendiri!” Dia mengambil keputusan untuk punya buku Arab yang harus dihafal dan dimengerti pengikutnya dengan cara yang sama kaum Yahudi mengenal kitab suci mereka. Akhirnya si Mamat menggombal bahwa Qur’an adalah buku jiplakan dan buku yang asli ada di surga (85:22). Ide ini diambil dari Pirke Aboth volume 6 yang juga mengatakan bahwa terdapat meja2 surgawi yang bertuliskan hukum2.
comment :
aku ga kenal mamat yang saya knal nabi agung Muhammad SAW.
lo garis bawahi yang ini “Mereka mengerti Kitab bagaikan mengerti anak mereka sendiri! bukan ada di QS 6:20 tapi,,,,
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS. AL- Baqarah 146 )
bukan "kitab" tapi "Nabi Muhammad SAW".

Hai muslimer, kalau mau debat, ya debat aja. Gunakan akal sehat. Buktikan bahwa isi artikel di atas salah. Komentar2 muslimer kalah telak oleh orang2 yang kalian sebut kafir. Kafir ternyata jauh lebih brilian daripada muslim. Sayang sekali, Muhammad memang gak sekolah, gak tahu baca tulis. kwkwkwkwkwkw

@ S414S22
PKE NIRU NICK LAGI
WKWKWKWWKWKWKWKW...........
LUCU ABIS

@ S414S22
lo kata akal sehat ??? emang yang nulis ntu blog pake akal sehat ???
itu namanya Rasul Ummi bego ngaco aja lo !!!!!!!!!
yang namanya nabi gak perlu sekolah dan belajar karena apa??
yang mengajarkan hikmah,ilmu dan pengetahun itu sang Pencipta
Allah SWT.

s414s22 ngaco banget sih g makan bangku sekolah kali y ???

org kristen ingin agar muslim meninggalkan agamnya tapi itu tidak akan terjadi karena janji Allah itu benar
(QS Taubah )
32. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
33. Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

untuk ali sina cs
nih baca dan renungi
sya harap anda bisa jelaskan ini :

Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis) Tuhan atau Tritunggal. Tritunggal dipertegas pertama kali pada Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I.

Allahu Akbar,, Maha Suci Allah yang telah mengutus utusan yang ummi, yang buta huruf, yang tidak bisa baca, yang mempunyai pengetahuan dan sejarah dari rasul2 sebelumnya,,
dialah Nabi penutup Muhammad, yang malah lebih dipercayai dan diimani dibandingkan tiap2 rabbi atau pendeta besar dari jamannya,
beliau, muhammad SAW yang kalian tuduh menjiplak sejarah dan memelintir sebagiannya malah mendapatkan pengikut yang lebih banyak, padahal kalian mengira Muhammad hanyalah orang yg kerasukan setan, orang yg mengigau, orang yang gila, namun fakta sejarah menyatakan Beliau adalah manusia pemimpin yang paling berhasil dalam sejarah manusia,,
berfikirlah dengan menggunakan akal, berbagai sudut pandang, objektif,

Muslim yang berilmu, tidak akan goyah imannya dg baca "fakta" yang anda beberkan, malah keimanannya malah bertambah, dan mereka makin sadar jika banyak musuh2 islam yg makin hari makin membabi buta menghancurkan islam
sedangkan orang nonmuslim yang pikirannya terbuka, akan dengan segera meragukan tulisan anda.

shaloom wr wb.
(ini islam juga nyontek lho)

Pengikut yang banyak tdk lantas menjadikan ajaran itu benar. Antara muslim dan non muslim, banyakan mana? Banyakan kafir donk....jadi ajaran kafirlah yang benar. Setdknya itu berarti Islam gak benar. Jadi, argumen yg anda pertaruhkan gagal total....

@s4l4s22
larinya malah ke kristen ya.....apa hubungan antara artikel ini dgn kristen? Dasar muslim....gak punya nyali

hoaxnya muslim....islam will dominate.....islam will....and will.....and will.....ngarep.com....kwkwkwkw

ya setelah mommed mati, mati juga allah, semua yg tertulis dlm alqoran juga keluar dari mulut mommed......

Manusia liar dari padang pasir Muhammad bin Abdulah menciptakan agama islam diabad ke 7 (islam agama tersendiri) seorang yang sangat buta huruf dia memakai juru tulis agar menciptan wahyu dari 'LIDAH ULAR BELUDAK MUHAMMAD, AL QURAN KARANGAN MUHAMMAD DIJADI/KAN WAHYU ILAHI.

Dan Muhammad perlu pengakuan muslim agar dia dijadikan nabi terakhir...(ini namanya manusia gilah hormat) dan buta huruf Muhammad penuh dengan ancaman dan pembunuhan.

Kata IBN waarag dalam bukunya; Leaving Islam...Muhammad itu manusia penipu, pemimpin yang haus darah dan tukang kawin...apakah islam tidak malu mempunyai nabi bangsa Arab yang sifatnya seperti kriminal Pasar senen...?

Kata islam, berarti 'TUNDUK PADA ISLAM BANGSA ARAB'harus menerima wahyu buatan Muhammad, berani menolak dianggap kafir dan ancaman api nerakah...?

Seolah-olah Muhammad adalah Allah swt....?yang menentukan setiap muslim...tapi sayang seribu sayang...nabi palsu ini terkubur dalam siksaan kuburan Medinah...?dan butuh bantuan umatnya untuk doa syahlawat nabi Muhammad...?agar dia dan keluarganya dapat diselamatkan...? kok pakai bantuan doa umatnya..????

Kasihan agama ciptaan padang pasir...Allah swt sudah terkubur dalam siksaan kuburan Medinah.

Okey...apakah anda sudah benarr...??? Gimana kalo anda tidak benarrr... Neraka Pastinya....

Pernah ada --bahkan baannyaakk

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More