Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Islam VS HAM


Seorang ayah immigran dari Iraq, Abu Rashid datang kekantor polisi di sebuah kota di negara bagian Nebraska untuk melaporkan 2 anak wanita nya diculik oleh teman laki2 sekolahnya di SMA. Satu anaknya berusia 15 tahun bernama Hamidah, dan yg kedua Aminah berusia 12 tahun; keduanya dilarikan oleh laki2 yang diduga pacarnya teman sekelas. 


Hanya dalam 2 hari polisi berhasil menangkap semuanya, termasuk kedua anak wanita keturunan Iraq ini juga bersama kedua pacarnya. Tapi dalam interogasi yang teliti di kantor polisi kedua anak wanita ini menyatakan bahwa mereka lah yang minta bantuan kedua teman laki2 dikelasnya untuk membawanya lari dari rumah karena Hamidah akan dikawini dengan laki2 yang berusia 54 tahun sedangkan Aminah ingin dinikahkan dengan laki2 berumur 45 tahun. Kedua laki2 tua yang akan dijadikan calon mantu ini telah membayarkan mahar yang telah disetujui oleh kedua orang tua anak2 wanita ini. 

Mendapatlaporan dari Hamidah & Aminah ini, polisi segera melepaskan kedua teman laki2nya, dan memburu ayah Hamidah & Aminah sebagai gantinya masuk kedalam penjara. Abu Rashid mengakui bahwa anaknya memang sudah ditunangkan dengan temannya sendiri yang berusia 54 dan 45 tahun. Dalam surat penahanannya, Abu Rashid dituduh melakukan 
pelanggaran tindak kriminal sebagai child abuse dan penjualan anak dimana berdasarkan UU Amerika seorang tua dilarang menikahkan anaknya yang masih berada dibawah umur, dan juga dilarang menikahkan anaknya diluar persetujuan si anak sendiri. Atas dasar pemberian mahar itulah Abu Rashid dikenai tuduhan tambahan sebagai menjual anaknya yang diancam hukuman 10 tahun. 

Abu Rashid menyewa lawyer untuk membela tindakannya dimuka pengadilan. Pembela/lawyer Abu Rashid mengemukakan argument bahwa semua tindakan clientnya adalah syah menurut ajaran agama Islam yang dianutnya, sedangkan hukum Amerika menjamin kebebasan beragama kepada semua umatnya masing2, dengan argument ini Abu Rashid mengharapkan kebebasannya. Setelah 6 kali sidang dengan menghadirkan saksi2 agama Islam akhirnya hakim negara bagian Nebraska memvonis Abu Rashid bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Semua argument lawyer Abu Rashid tidak mengenai sasarannya, karena kebebasan beragama dari clientnya sama sekali tidak pernah diganggu siapapun juga, sebaliknya pelanggaran UU yg dilakukan Abu Rashid tidak bisa dikompromikan 
dengan ajaran agama Islam yang dianutnya. 

Disini jelas, kebebasan beragama tidak bisa disalah artikan bahwa hukum agama yang melanggar UU bisa dilakukan dengan alasan menjalankan perintah agamanya atupun melaksanakan tindakan sesuai ketentuan agamanya dengan melanggar UU yg berlaku. Disatu pihak lawyer Abu Rashid berhasil meyakinkan pengadilan bahwa apa yang dilakukan 
clientnya tidak bertentangan dengan ajaran agama kepercayaannya dengan menghadirkan saksi2 ahli agama Islam dimuka pengadilan. Bahwa Nabi Muhammad sendiri menikahi Aisyah yg waktu itu masih berusia 6 tahun dan nabi sudah berusia 50 tahun. Meskipun pada akhirnya hakim bisa diyakinkan bahwa apa yg dilakukan terdakwa se-mata2 sebagai aturan yang berlaku dalam agamanya, Abu Rashid tetap terkena tuduhan menjual anak dan pelanggaran batas umur anak yang akan dinikahkannya itu. Lawyer dan saksi ahli agama Islam gagal melepaskan Abu Rashid dari jerat hukum, meskipun berhasil menekan ancaman hukuman 10 tahun menjadi hanya 5 tahun. 

Di akhir persidangan, Abu Rashid menolak hukuman tersebut, akhirnya hakim hanya memberi 2 pilihan kepada terdakwa, masuk penjara atau dideportasi pulang kenegerinya Iraq. Akhirnya Abu Rashid memilih menjalani hukuman 5 tahun karena kalau sampai dia di deportasi hukuman mati sudah menunggunya di Iraq karena dianggap mengkhianati Sadam Hussein. Abu Rashid mengakui bahwa dia tidak mengetahui adanya UU mengenai batas umur nikah dan larangan memaksa anak untuk menikah terutama anak wanita, lebih2 disertai pemberian mahar yang bisa dikategorikan penjualan anak yang hukumannya lebih berat. 
Apa yang bisa anda pelajari dari kejadian diatas?? 

1. Ajaran agama Islam melanggar nilai2 universal yang sekarang ini berlaku diseluruh dunia dimana anak dibawah umur tidak bisa dinikahi oleh orang tuannya. Anak dibawah umur maupun yg sudah dewasa tidak boleh dipaksa nikah diluar kemauan dirinya sendiri, apalagi dengan pemberian mahar kepada orang tuanya yang dalam zaman modern ini diartikan sebagai penjualan anak. 

2. Tindakan nabi Muhammad yg mengawini Aisyah sewaktu masih berumur 6 tahun tidak bisa digunakan sebagai teladan bagi orang tua yg beragama Islam dizaman sekarang, karena kesalahan di zaman dahulu tidak boleh diulang di zaman sekarang, artinya teladan nabi yang dalam ukuran dulu dianggap tidak salah sekarang tidak bisa digunakan karena dianggap salah. 

Kesimpulannya, Abu Rashid bersalah melakukan pelanggaran kriminal dalam melaksanaan ajaran agamanya dizaman modern sekarang ini, dengan menyalah gunakan kebebasan beragama yang berlaku dalam menindas dan merugikan kebebasan anak2nya. 

Ny. Muslim binti Muskitawati.Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More