Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Maryam Ibu Isa Almasih


Bunda Maria yang utama,


1. Bunda Maria adalah ibu fisik Yesus, perantaraan proses inkarnasi. Maria merupakan wanita yang dijanjikan Allah untuk mengandung Yesus.

Yesaya: 7
7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

2. Bunda Maria adalah ibu gereja.
menurut Katholik selain Petrus yang dikasih mandat , demikian juga Maria.

yohanes 19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

pengertian rumah dalam arti rohani adalah rumah kita (hati dan pikiran kita). secara fakta memang Maria sejak saat itu tinggal bersama Yohanes dan rasul-rasul lain.

Kisah Para Rasul: 1
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus

3. Maria contoh orang kudus yang taat, yang setia kepada Allah.

Lukas: 1
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.


Dalam kepercayaan yang juga merupakan doktrin Katholik, Bunda Maria dan orang-orang kudus (Santo,Santa, Martir) tidak mati namun hidup bersama Yesus di Sorga.

Wahyu: 6
6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

Wahyu: 7
7:14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

I Tesalonika: 4
4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Matius: 22
22:31 Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:
22:32 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Doa salam Maria adalah salah satu bentuk penghormatan gereja katholik kepada Bunda Yesus Kristus. dan doa ini sering digunakan untuk doa devosi.

Katholik sering berdoa dengan perantaraan Bunda Maria ibu Yesus dan para kudus disorga karena mereka adalah orang-orang terdekat Yesus. dimana sebagian besar orang katholik percaya kalau berdoa melalui perantaraan Bunda Maria dan Orang kudus lain akan dikabulkan karena mereka dekat dengan Yesus. ayat alkitab yang sering dijadikan salah contoh untuk hal ini adalah Yohanes 2:1-11, dimana Yesus walaupun menolak permohonan Maria tapi tetap melakukan apa yang diminta Maria. kenapa? karena Yesus berbelas kasih. jika ada kekurangan dalam tulisan saya ini mohon ditambahkan. untuk berikutnya semoga saya boleh menjelaskan tentang Devosi. Salamhttp://www.sarapanpagi.org/bunda-maria-yang-utama-vt1809.html  Mengenai Posisi Maria sebagai Ratu (dan ikut memerintah di dalam PuteraNya), Kuambil dari terjemahan tulian Scott Hahn yang ditulis oleh Deus Vult di:

http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic ... c&&start=9

Jabatan bunda ratu cukup dikenal diantara bangsa non-Yahudi pada saat orang Israel merengek-rengek untuk [diberi] sebuah monarki [kepada Allah, 1 Sam 8:4-9]. Karena Israel tidak selalu adalah sebuah kerajaan [ie. dulunya bukan]. Dalam rencana Allah, Allah-lah yang akan menjadi raja mereka (1 Sam 8:7). Tapi orang-orang [Israel] memohon kepada nabi Samuel untuk memberi mereka seorang raja: "Harus ada raja atas kami, maka kamipun akan sama seperti bangsa-bangsa lain" (1 Sam 8:19-20). Kemudian Allah membolehkan orang-orang [Israel] mendapatkan apa yang mereka inginkan, tapi bagi kemuliaanNya: Monarki Israel akan secara selaras dengan pengaturanNya, merupakan bayangan awal dari kerajaan PutraNya sendiri. Kerajaan Israel akan menjadi tipe kerajaan Allah.

Dalam sejarah, hal ini berjalan sebagaimana orang-orang [Israel] melihat ke sekitar mereka bagi sebuah model pemerintahan. Ingat, mereka [ie. orang Israel] ingin seorang raja supaya bisa " sama seperti bangsa-bangsa lain." Karenanya, mengikuti model dari negara-negara tetangga, mereka mendirikan sebuah dinasti, sebuah sistem legal, sebuah royal court [kamus: 1. kediaman resmi raja dan ratu, 2. Raja, ratu, semua penasehat mereka, pejabat kerajaan, keluarga etc]—dan seorang Bunda Ratu. Kita menemukan hal ini di Israel pada permulaan dinasti Daud. Penerus pertama Daud, Solomo, memerintah bersama ibunya, Batsyeba, di tangan kanannya. Lalu muncullah Bunda Ratu Israel, atau gebirah (great lady), disepanjang sejarah monarki Israel sampai [monarki itu] berakhir. Ketika Yerusalem jatuh kepada Babilon, kita melihat bahwa para penjajah mengambil sang raja, Yoyakhin, dan juga ibunya, Nehusta, yang diberi presidensi [keutamaan, prioritas], dalam kisah [runtuhnya Yerusalem kepada Babilon] tersebut, atas istri-istri sang raja (2 Raj 24:15; lihat juga Yer 13:18).

Antara Batsyeba dan Nehusta ada banyak bunda ratu. Beberapa berbuat yang baik, beberapa tidak; tapi tidak seorangpun hanya sekedar simbol. Gebirah lebih dari sekedar gelar; [gebirah] adalah sebuah jabatan dengan otoritas yang nyata. Perhatikan adegan berikut dari pemerintahan awal Solomo; "Batsyeba masuk menghadap raja Solomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia [ie. Solomo] diatas tahtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempua itu duduk di sebelah kanannya" (1 Raj 2:19).

Perikop singkat ini mengandung banyak kandungan tersirat mengenai protokol dan struktur kekuasaan kerajaan Israel. Pertama-tama, kita melihat bahwa bunda ratu sedang mendekati putranya untuk berbicara mewakili orang lain. Ini mengkonfirmasi apa yang kita ketahui mengenai bunda-bunda ratu di budaya-budaya Yimur Jauh lainnya. Sebagai contoh, kita lihat dalam epic [ie. hikayat] Gilgamesh bahwa bunda ratu Mesopotamia dipandang sebagai intercessor [orang yang berbicara mewakili yang lain], atau advokat, bagi yang lain.

Selanjutnya, kita lihat bahwa Solomo bangkit dari tahtanya ketika ibunya memasuki ruangan. Ini membuat sang bunda ratu unik diantara orang kerajaan lainnya. Kalau mengikuti protokol, orang lainnya akan bangkit dalam hadirat Solomo; bahkan istri-istri raja diharuskan untuk menunduk dihadapannya. Namun Solomo bangkit untuk menghormati Batsyeba. Terlebih, dia [ie. Solomo] menunjukkan rasa hormat lebih dlam dengan menyembah [ie. menyembah yang bukan ditujukan kepada yang ilahi] dihadapannya dan dengan mendudukkannya di tempat paling terhormat, di sebelah kanannya. Tidak diragukan lagi, ini mendeskripsikan ritual kerajaan pada masa Solomo; namun semua ritual meng-ekspresikan hubungan yang nyata. [Jadi] apa yang ditunjukkan tindakan Solomo mengenai statusnya [ie. Solomo] dalam hubungan dengan bundanya?

Pertama, kekuasaannya dan otoritasnya sama sekali tidak terancam oleh [sang bunda], tapi Solomo tetap sang monarkh. Sang bunda duduk di sebelah kanan Solomo, bukan sebaliknya.

Namun sudah jelas bahwa Solomo akan menghargai permintaan bundanya—bukan didasarkan kepada kewajiban legal yang mengikat, tapi karena kasih seorang putra. Pada masa adegan tersebut terjadi, jelas [sebelumnya] Solomo sudah pernah mengabulkan keinginan-keinginan bundanya. Ketika Adonia pertama kali mendekati Batsyeba untuk memohon intersesinya [ie. berbicara mewakili], Adonia berkata, "Bicarakanlah kiranya dengan raja Solomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu!" [1 Raj 2:17] Meskipun secara tekhnis Solomo adalah atasan Betsyeba, namun dalam tatanan kodrat dan protokol Solomo tetaplah anak Betsyeba.

Solomo juga bergantung kepada bundanya untuk menjadi penasehat utamanya, yang dapat menasehati dan memberi petunjuk kepadanya [ie. Solomo] dalam berbagai cara, sesuatu yang tidak mungkin bisa ditirukan oleh bawahan Solomo lainnya. Bab 31 dari buku Amsal memberikan sebuah ilustrasi yang mengejutkan mengenai begaimana seriusnya seorang raja menganggap bimbingan sang bunda ratu. Dimulai dengan "inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya," bab tersebut melanjutkan dengan menunjukkan instruksi praktis dan substansial dalam pemerintahan. Kita disini tidak berbicara mengenai kebijakan turun-temurun. sebagai seorang penasehat politik dan bahkan strategis, sebagai seorang advokat bagi orang-orang, dan sebagai seorang bawahan yang bisa dipercaya keterusterangannya, sang bunda ratu punya hubungan unik dengan raja. Salam KasihSumber     

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More