Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Nilai Moral Islam


Lima Nilai Moral Islam dikenal pula sebagai Sepuluh Perintah Tuhan versi Islam. Perintah-perintah ini tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-An'aam 6:150-153 di mana Allah menyebutnya sebagai Jalan yang Lurus (Shirathal Mustaqim ):
Tauhid (Nilai Pembebasan) 1. Katakanlah: "Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan yang kamu haramkan ini." Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia,
Nikah (Nilai Keluarga) 2. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan
3. janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan
4. janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji (homoseks, seks bebas dan incest), baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan
Hayat (Nilai Kemanusiaan) 5. janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).
Adil (Nilai Keadilan) 6. Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.
7. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya.
8. Dan apabila kamu bersaksi, maka hendaklah kamu berlaku adil kendati pun dia adalah kerabat (mu), dan
Amanah (Nilai Kejujuran) 9. penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,
10. dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.
Janji Allah termasuk yang disebutkan dalam QS Al-Qur'an surat 36:60 dan 9:111.http://id.wikipedia.org/wiki/Moral_Islam

Moralitas Islam Yang Sesungguhnya:

Di bawah ini adalah kutipan dari post saya yang lain soal apologetic Islam.
Foxhound wrote:AlQuran mencantumkan bahwa
Al Mu'minuun
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri (yang berarti sudah dinikahi) mereka atau budak (yang berarti diluar group isteri-isteri) yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

Al Ma´aarij
29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, (30). kecuali terhadap isteri-isteri (yang berarti sudah dinikahi) mereka atau budak-budak (yang berarti diluar group isteri-isteri) yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

bandingkan sekarang dengan ayat ini

An Nuur
33. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.


Ayat di atas menunjukkan bahwa dilarang memaksa budak-budak wanita melakukan pelacuran apabila mereka mengingini kesucian. Yang sebenarnya juga berarti kalau budaknya mau, majikannya boleh-boleh saja... apa yang dimaksud menolak zinah lantas?

Tapi bukan itu yang mau ditekankan. AlQuran menuliskan larangan melacurkan budak-budak kalau budak-budak tersebut menolak.Tetapi AlQuran tidak mencantumkan larangan menyetubuhi budak2 apabila budak2 tersebut menolak. Apabila budak tersebut menolaknya dan majikannya tetap memaksanya, terjadilah pemerkosaan. Apakah dilarang AlQuran? TIDAK! Pemerkosanya bahkan disebut orang yang beriman, dan tiada bercela.
Sekarang yang jadi pertanyaan saya adalah.
@ 1. Babi haram, memperkosa budak tidak?
Kenapa hal ini saya bandingkan dengan larangan memakan babi? Dalam logika dan hati nurani yang sehat. Andaikata makan babi tidak dilarang di dalam Islam, manakah muslim yang lebih benar di mata kita semua antara

muslim yang gemar makan babi tapi menolak memperkosa budak
atau
muslim yang menolak makan babi tapi gemar memperkosa budak?

Kalau jawabannya adalah yang kedua. Perhatikan bahwa AlQuran, katanya adalah kitab yang sempurna, yang merupakan perkataan Tuhan itu sendiri, diturunkan pada seseorang nabi utusan, yang bermoral tinggi dan berakhlak baik. Dan Alquran, Tuhan, Muhammad, tidak lupa berkata bahwa babi itu haram. Tetapi AlQuran, Tuhan, Muhammad, lupa berkata bahwa memperkosa budak itu adalah haram. Andaikata cuma AlQuran dan Tuhan yang lupa... kenapa Muhammad yang bermoral tinggi sempurna dan berakhlak baik juga ikut2an lupa bertanya?

@2. Berzina dilarang Islam, memperkosa budak tidak?
Berzina, memang terlihat berat di dalam Islam, sampai dihukum rajam pula. Tetapi apa sih sebenarnya esensi ajaran dilarang berzinah di dalam Islam? Apakah hanya sekedar melakukan hubungan sexual terhadap yang bukan haknya? Apakah benar hanya sedemikian sempit apa yang dimaksudkan dilarang berzinah di dalam agama sempurna ini?

Andaikata berzinah dengan pelacur tidak dilarang di dalam Islam. Manakah yang lebih baik (meskipun mungkin dua2nya buruk) antara
Orang yang meskipun mempunyai budak, memilih mengumbar syahwatnya ke pelacur dan memberinya uang
atau
Orang yang meskipun mempunyai uang, memilih mengumbar syahwatnya ke budaknya meskipun budak tersebut menolaknya

perbandingan yang lain

Andaikata berzinah dengan atas dasar suka sama suka tidak dilarang di dalam Islam. Manakah yang lebih baik (meskipun mungkin dua2nya buruk) antara
Orang yang meskipun mempunyai budak, memilih mengumbar syahwatnya ke istri orang lain atas dasar suka sama suka
atau
Orang yang meskipun mempunyai istri, memilih mengumbar syahwatnya ke budaknya meskipun budak tersebut menolaknya


Kalau dari dua pertanyaan tersebut jawabannya adalah yang kedua. Perhatikan bahwa AlQuran, katanya adalah kitab yang sempurna, yang merupakan perkataan Tuhan itu sendiri, diturunkan pada seseorang nabi utusan, yang bermoral tinggi dan berakhlak baik. Dan Alquran, Tuhan, Muhammad, tidak lupa berkata bahwa berzinah itu harus dirajam. Tetapi AlQuran, Tuhan, Muhammad, lupa berkata bahwa memperkosa budak itu adalah haram. Andaikata cuma AlQuran dan Tuhan yang lupa... kenapa Muhammad yang bermoral tinggi sempurna dan berakhlak baik juga ikut2an lupa bertanya?

Bahkan, secara tidak langsung dikatakan bahwa orang yang tidak menjaga kelaminnya terhadap budak-budaknya (yang bukan isteri-isterinya), masih masuk kategori orang yang beriman dan tiada bercela.

Islam... ajaran yang menyempurnakan?

Di standar moral Islam, lebih baik memperkosa budak daripada makan babi.
Di standar moral Islam, lebih baik memperkosa budak daripada pergi ke pelacuran.
Di standar moral Islam, lebih baik memperkosa budak daripada berselingkuh dengan orang atas dasar suka sama suka. http://indonesia.faithfreedom.org/forum/standard-moral-islam-t31227/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More