Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Rencana Allah Bagi Orang Berdosa


a. Allah mengunci mati hati orang kafir.

“[2.6] Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. [2.7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”

b. Allah menambah penyakit dalam hati orang kafir. 

[2.10] Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”

c. Allah membiarkan orang kafir terombang ambing dalam kesesatan mereka. 

[2.15] Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

d. Allah timpakan siksa kepada orang kafir. 

[2.59] Lalu orang-orang yang lalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.”

e. Allah mengutuk orang kafir. 

[2.88] Dan mereka berkata: "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

f. Allah musuh orang kafir. 

[2.98] Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.”

g. Allah melaknat orang kafir. 

[2.161] Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. [2.162] Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.

h. Allah tidak memberi petunjuk pada orang kafir. 

[2.264] Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

i. Allah menyukai orang yang bertawakal. 

[3.159] Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

j. Manusia dijadikan bersifat lemah. 

[4.28] Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.”

k. Allah mengutuk. 

[4.47] Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merobah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat ma'siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.”

l. Allah timbulkan kebencian dan permusuhan sampai kiamat. 

[5.14] Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.” 

Masih begitu banyak ayat Allah yang menunjukkan sikap yang sangat tidak suka dengan orang kafir dan orang berdosa. Allah tidak mempunyai rencana yang khusus bagaimana membuat orang kafir bertobat dan menikmati sorgaNya. Allah tidak mempunyai inisiatif bagaimana mengatasi keberdosaan manusia kafir. 
Berbeda dengan Allahnya orang Islam, Yahwe mempunyai rencana yang indah. Bandingkan dengan pernyataan Alkitab berikut ini:


a. Yahwe mengajar jalan yang harus manusia tempuh

Mazmur 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. 

b. Yahwe tidak menghendaki anak-anakNya hilang 

Matius 18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang." 

c. Yahwe ingin setiap orang tidak binasa

3:16 Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 

d. Yahwe tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

I Korintus 14 14:33 Sebab Elohim tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. 

e. Yahwe menghendaki semua orang diselamatkan dan kenal kebenaran

I Timotius 2:1-4 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur…agar kita hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Juru Selamat kita yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 

f. Yahwe menghendaki semua orang bertobat dan tidak binasa

II Petrus 3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 

g. Yahwe menghendaki semua orang dibangkitkan.

Yohanes 6:39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

h. Yahwe menghendaki semua orang beroleh hidup yang kekal

Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." 

i. Yahwe menghendaki pengudusan manusia

1Tesalonika 4:3-6 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. 

Betapa jauh bedanya kehendak Allah dan Yahwe. Anda diminta untuk memilih antara Yahwe atau Allah. Ingat kesempatan ini hanya sekali.



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More