Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

SIKAP UMAT ISLAM: Orang Kristen Yg Sombong

Orang Kristen yang Sombong.

Menurut Ahmed Deedat, orang Kristen adalah orang yang sombong. Alasannya karena tidak mau mengakui Alkitab penuh dengan kontradiksi. Orang Kristen yang mewartakan kebenaran Alkitab bukan tanpa tantangan yang berat. Tantangan itu biasanya datang dari orang-orang yang telah lama dibutakan oleh paham, gagasan yang tidak benar. Seorang Kristen yang gigih mewartakan Alkitab seringkali dikatakan oleh Muslim sebagai “Orang Kristen yang Sombong”. Mereka umumnya menduga bahwa terdapat ayat-ayat dalam Alkitab yang saling bertentangan. Kita tahu bahwa anggapan Muslim itu salah. Kemukakan dengan tulus ketika Anda mendengar bagaimana seorang yang Anda jumpai mengutip ayat-ayat yang sepintas terkesan bertentangan. Sesungguhnya tak satu pun ayat-ayat Alkitab. Jangan takut dibilang sombong, jangan takut difitnahkan segala yang jahat kepadamu. Bahkan ketika Yesus memita darimu jiwamu. Itu Yesus lakukan agar engkau menemukan kembali jiwamu. Pujilah Tuhan dengan segenap apa yangada pada dirimu.

Pertanyaan yang Mantap

Manakah lebih baik: "Dikunjungi oleh sebuah surat [Alquran], atau oleh Pribadi?" Setiap orang Kristen sudah sewajarnya mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi apa pun dan siapa pun yang berusaha merorongrong iman dan keyakinan. Tidak ada yang lebih berharga dari jiwa Anda selain jiwa Anda. Jiwa Anda hanya dapat diselamatkan oleh Yesus yang datang sebagai Penyelamat. Sebuah surat, atau buku atau tulisan apa pun namanya, tidak pernah lebih baik mewakili pribadi yang Anda cintai daripada pribadi tersebut. Betapapun indahnya kata-kata kekasih Anda yang menyambangi Anda, masih lebih baik kalau Dia sendiri hadir berjabat tangan dengan Anda. Sebuah surat tidak pernah dapat melebihi pribadi yang diwakilkan oleh suratnya. Demikianlah, Al-Quran dan Yesus. Al-Quran adalah sebuah surat yang mewakili Allah (kalau itu benar). Sungguhpun al-Quran itu dilihat oleh Muslim sebagai surat yang indah, ajaib atau apa pun namanya, tetap lebih baik kalau Allah itu sendiri hadir dan berpegangan tangan Anda, menyentuh dan menyembuhkan luka-luka di tubuh Anda. Anda dapat bercakap-cakap, bisa curhat dengan Dia. Al-Quran berbeda dengan Yesus. Yesus Kristus adalah Pribadi Yahwe yangmenjelma menjadi manusia (Inkarnasi). Kehadiran Yesus adalah Pribadi Yahwe yang menyelamatkan, Elohim beserta kita. Apakah Anda lebih suka didatangi oleh surat kekasih Anda daripada pribadi kekasih Anda? Ini adalah sebuah pertanyaan yang mantap. Saat itu adalah waktu yang tepatbagi Anda untuk menjawab secara jujur. Anda tidak punya waktu untuk membohongi diri Anda terus-menrus sebagaimana kebiasaan orang Muslim yang saleh sekalipun.
                    
c. Tiga Tingkat Pembuktian

Muslim berusaha sekuat tenaga untuk mengembangakan sebuah teori bahwa dalam Alkitab terdapat ada “Firman Tuhan”, ada “Perkataan Para Nabi” dan ada “Perkataan Sejarahwan” [alias tiga tingkat pembuktian]. Hal ini penting mereka buat untuk tetap menjaga bahwa Alkitab dapat dipercaya sebab sebagian teks di dalamnya memuat firman Yahwe, yang menurut Islam meramalkan kedatangan Muhammad. Inilah yang disebut dengan: malu-malu kucing; malu-malu tapi mau; seolah-olah benci tetapi sesungguhnya cinta. Ingin membuang (Alkitab), tetapi sayang. Ingin meninggalkan Alkitab tetapi tidak tega. Sesungguhnya, manakalah Muslim membuang Alkitab, maka secara mendasar dan mendahului, mereka telah membuang Al-Qurannya. Mereka tidak dapat membuang Alkitab tanpa dengan sendirinya membuang Al-Quran. Mereka tidak dapat memfitnah Alkitab tanpa dengan sendirinya telah mendahului memfitnah dan merendahkan Al-Quran. Orang Kristen beruntung karena sungguh konsisten. Ia menolak Al-Quran, maka segala sesuatu yang diklaimnya (Al-Quran) pun ditolak (bahkan mentah-mentah). Sekali pun Al-Quran menyanjung Yesus -sampai-sampai Allah mengangkat Yesus-  ke tempat yang maha tinggi, sama sekali tidak membuat kuping orang Kristen melebar, sama sekali tidak membuat hidung orang Kristen kembang kempis. Orang Kristen justru memandangnya sebagai bualan belaka. Bagaimana mungkin Allah dapat mengangkat Yesus ke tempat yang maha tinggi, diangkat oleh Allah yang tidak dikenalNya?   KalauYahwe melibatkan manusia dalam karyaNya yang disebut Alkitab, dengan kata lain, di dalam AlkitabNya terdapat kata-kata dari para nabi, kata-kata dari para sejarahwan, hal itu sama sekali tidak mengurangi otoritas tulisanNya sebagai Alkitab yang difirmankanNya. Contoh sederhana: jika Anda menulis sebuah buku dengan judul “KEKASIH” kemudian di dalamnya dicantumkan pernyataan atau perkataan kerabat Anda, itu tidak berarti buku “KEKASIHKU” bukan tulisan Anda. Dengan tercantumnya pendapat para nabi, pendapat para sejarahwan, tidak berarti bahwa Alkitab tidak berisi firman Tuhan, tidak berarti bahwa Alkitab palsu dan segala kata yang mungkin Anda kemukakan. Tuhan yang Maha Kuasa tidak memiliki keberatan dan kesulitan sedikitpun untuk menerima manusia sebagai rekan “bisnisNya”. Itulah istimewaNya Tuhan. Anda sungguh berharga dihadapanNya. Ia tidak hanya memberi anda perintah dan peraturan; tetapi juga menghargai segala sesuatu yang baik dalam diri Anda. Ia dapat memakai “kebodohan” Anda, tetapi Dia juga dapat memakai “kepintaran Anda”. Anda berharga dimatanya. Ingat ini: "segala sesuatu yang Ia ciptakan, dan terutama manusia, sungguh amat baik".      

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More