Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

TANTANGAN BUAT AYAT SE-INDAH QURAN

Dalam Surat 2:23 Auwloh menantang siapapun utk menciptakan surat seperti surat tsb. Tidak seorangpun yg dapat menghasilkan surat seperti surat-surat dalam Quran, begitu puitis dan indah.
--------------------------------------------
JAWAB A SINA:

Pernyataan anda bahwa Quran adalah unik dan bahwa tidak seorangpun dapat menciptakan hal macam itu merupakan logika rancu.

Semua buku adalah unik. Setiap orang berbeda dan unik. Tidak ada dua orang yg persis sama. Bahkan jari telunjukpun tidak ada yang sama, tidak ada suara yang sama dan tidak ada otak yang berpikir serupa, dsb. Tidak ada orang yg dapat menulis dgn cara yg sama dgn cara saya karena memang tidak ada orang yg berpikir dgn cara saya. Tentu banyak orang yg bisa menulis lebih baik dari saya, tetapi tidak ada tulisan yg sama persis dgn tulisan saya. Jadi, tantangan utk menciptakan surat spt yg ditulis Muhamad tidak masuk akal.

Jika tantangannya adalah untuk menciptakan surat se-indah surat dalam Quran, inipun tidak logis. Keindahan adalah subyektif dan tidak menjadi ukuran kebenaran. Jika kau meminta saya utk mencari seorang perempuan secantik isterimu atau pacarmu, inipun tidak masuk akal karena hanya kau yg cinta isteri atau apacarmu itu. Mungkin ia bukan perempuan yg paling cantik, tetapi karena kau mencintainya kau jadi mengabaikan kekurangannya. Mengertikah anda sekarang? Kecantikan tergantung dari yang melihatnya. Atau bahasa Jawanya: Beauty is in the eyes of beholder.

Kau membaca Quran dgn mata orang yg percaya dan oleh karena itu kau terkagum-kagum. Kau tidak dapat melihat kesalahan di dalamnya karena kau mencintainya. Saya membaca Quran yg sama dan menemukan begitu banyak kesalahan didalamnya. Bagi saya Quran adalah buku yg membosankan dan memuakkan.

Nah, sekarang kau pasti mengatakan bahwa terjemahannya yg tidak beres tapi bahasa asalnya, Arab, sangat indah. Mari kita umpamakan bahwa ini memang benar. Tetap saja sbg orang yg tidak berbahasa Arab, saya tidak dapat melihat keindahannya. Jadi jangan salahkan mereka karena tidak dilahirkan sbg Arab dan tidak bisa melihat “kecantikan” Quran. Kesimpulannya adalah bahwa Auwloh memang tidak adil dgn ratusan juta orang Muslim non-Arab karena mereka tidak dapat mengerti bahasa Arab, dan oleh karena itu tidak dapat melihat keindahan Quran, dan akibatnya mereka semua akan ke neraka. Ini adil menurut anda?

Belum lagi Auwloh memilih bahasa yg menurut Muslim sendiri TIDAK MUNGKIN DITERJEMAHKAN dalam bahasa manapun dan oleh karena itu tidak dapat melihat keindahannya dalam bahasa terjemahannya. Apakah ini kesalahan kami dilahirkan sbg non-Arab? Jelas tidak! Auwloh sendiri yg membuat kita sbg non-Arab shg kita tidak dapat melihat keindahan kalimatNya. Dan sekarang Ia ingin menggoreng kita di neraka karena kita tidak berhasil menikmati sesuatu yg Ia sendiri sembunyikan dari kita? Adilkah itu? Ini sama saja dgn saya berbicara pada anda dalam bahasa yg anda tidak mengerti dan lalu saya menjotos anda karena tidak mengerti bahasa saya.

Ini absurd.

Tantangan anda ini juga tidak jujur. Lihatlah sendiri apa yg dikatakan Auwloh begitu ia mengeluarkan tantanganNya utk menulis surat seindah yg ada dlm Quran:

"Tapi jika kau tidak bisa – dan jelas kau tidak bisa – maka takutilah Api yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu,- yg dipersiapkan bagi mereka yg menolak Agama (Islam)". Qur'an 2.24

Ini sama saja dgn mengatakan bicaralah seindah cara saya dan jika kau tidak dapat –dan jelas kau tidak dapat– maka saya akan tembak kau! Nah lo! Dgn surat macam ini, siapa yg berani menerima tantangan Auwloh? Tidak perlu susah-susah memikirkan neraka, Muslimpun dgn senang hati akan memenggal kepala anda kalau anda mencoba menanggapi tantangan tsb.

Masih ingat macam “pemilu” gaya Saddam Hussein dimana 99.98% penduduk memberikan suara baginya? Pertanyaan pemilu adalah: Anda ingin Saddam? Ya atau tidak? Jika kau menjawab "TIDAK" maka kau akan dibunuh. Nah, tantangan dalam Quran ini sama saja dgn pemilu Saddam. Malah sebenarnya, Muhammad tidak berbeda dgn Saddam. Ia seorang narcissist, spt Hitler, Saddam, Idi Amin, Kim Jong-il atau Stalin. Semua orang ini menciptakan kultus individu bagi diri mereka sendiri dan “dicintai” oleh rakyat yg ketakutan. Muhammad menganggap dirinya rasul Auwloh. Ini sama saja dgn Shoko Asahara, Jim Jones and David Koresh.

Tetapi masih ada saja orang non-Muslim yg berbahasa Arab sbg bahasa ibu mereka, dan mengatakan bahwa Quran gagal secara gramatikal dan estetika dan mereka memang BERHASIL menciptakan surat-surat yang dalam perbandingan jauh lebih baik dari surat-surat dalam Quran (ini bukan pendapat saya, tetapi pendapat para ex-Muslim Arab).

Simaklah sendiri dibawah ini dan berilah komentar anda mengapa surat-surat buatan ex muslim tidak lebih bagus dari surat-surat Quran ;

www.islam-exposed.org
http://suralikeit.com/ (sori, bhs ARAB)

Kalau anda tidak bisa, maka tantangan telah dipenuhi. Beban pembuktian ada pada anda. //

Bacaan lanjut ttg subyek ini;
http://www.answering-islam.org/Quran/Miracle/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More