Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Terjadinya Siang dan Malam


Sains Dalam Al Quran: Terjadinya Siang dan Malam

Oleh: NoMind

Ayat2 berikut akan jelas memperlihatkan ketidaktahuan penulis Al Quran secara imliah bagaimana terjadinya siang dan malam. Penulis Al Quran sekedar mengamati apa yang terjadi sepanjang tahun yang memperlihatkan matahari berjalan berkejar2an dengan bulan dan menyebabkan pergantian siang dan malam. Dalam pengamatan penulis Al Quran, matahari dan bulan masing2 mempunyai garis edarnya mengelilingi bumi. Hal ini memang betul jika dilihat oleh orang awam di bumi yang tidak merasakan rotasi dan revolusi bumi. Yang di lihat adalah matahari dan bulan beredar mengelilingi bumi. Anak kecil pun melihatnya demikian.
Quran 14:33
Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

Quran 21:33
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Quran 39:5
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Quran 35:13
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan- Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.

Quran 31:29
Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan karena matahari dan bulan masing2 beredar mengelilingi bumi sehingga terjadi siang dan malam, dan keduanya mempunyai garis edar sendiri saling berkejar-kejaran tetapi matahari tidak mungkin bagi matahari untuk mendapatkan bulan dan sebaliknya karena mereka beredara mengelilingi bumi seperti anjing yang mengejar ekornya (dengan sendirinya gerhana bulan ataupun matahari pun tidak mungkin terjadi terjadi).

Quran 36:37-40
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masingmasing beredar pada garis edarnya. Pemahaman penulis Al Quran juga demikian dangkal yang mengatakan bahwa saat malam terjadi dan kegelapan menyelimuti bumi, matahari itu terbenam dan ngumpet di bahwa Arsy (tahta) Allah, di antara kedua sisi kepala Iblis, atau di laut berlumpur.

Quran 13:2
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

Quran 18:86
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka".

Sahih Bukhari Volume 6, Book 60, Number 326 [1:]

Narrated Abu Dharr:
Once I was with the Prophet in the mosque at the time of sunset. The Prophet said, "O Abu Dharr! Do you know where the sun sets?" I replied, "Allah and His Apostle know best." He said, "It goes and prostrates underneath (Allah's) Throne; and that is Allah's Statement:--
'And the sun runs on its fixed course for a term (decreed). And that is the decree of All-Mighty, the All-Knowing....' (36.38 )

Sahih Bukhari. Volume 4, Book 54, Number 494[2]:

Narrated Ibn Umar:
Allah's Apostle said, "When the (upper) edge of the sun appears (in the morning), don't perform a prayer till the sun appears in full, and when the lower edge of the sun sets, don't perform a prayer till it sets completely. And you should not seek to pray at sunrise or sunset for the sun rises between two sides of the head of the devil (or Satan)."

Terjemahan NoMind:
Diriwayatkan Ibn Umar:
Rasulullah bersabda, "Ketikan bagian pinggiran (atas) matahari terlihat (di waktu subuh), jangan melakukan sholat sampai matahari sepenuhnya terlihat, dan ketika bagian pinggiran (bawah) matahari terbenam, jangan melakukan sholat sampai matahari terbenam seluruhnya. Dan kamu seharusnya tidak sholat pada saat matahari terbit dan terbenam karena matahari terbit diantara kedua sisi kepala dari iblis (atau Setan).
Terbit dan terbenamnya matahari erat kaitannya dengan peredaran bumi pada sumbunya dan juga peredaran bumi terhadap matahari, dan bukan merupakan tempat seperti yang di mengerti oleh penulis Al Quran di laut berlumpur, di bawah tahta Allah, atau di kedua sisi kepala iblis.

With Best Regards,
NoMindSumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More