Blogroll

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat [Ibrani 11:1]. Ia mencahayai dan membaharui akal budi. Akal budi yang diterangi iman mendorong manusia memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Lih Roma 12:2]

Allah memiliki begitu banyak musuh dan terutama dimusuhi oleh manusia


1.    Al Baqarah (2) 36- Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."  Teks yang parallel adalah Al A'raf (7) 24 Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan". Thaahaa (20) 123 Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

Jika benar bahwa Alquran di turunkan dari Allah, maka kejanggalan dalam teks di atas menjelaskan siapakah Allah Alquran ini. Seandainya Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, maka mustahillah di sorga itu:

a.   Ada setan
b.   Adam dan Hawa digelincirkan oleh Setan dari Sorga
c.    Bukankah di tempat dimana Allah tinggal tidak mungkin ada Iblis
d.   Apakah masuk akal perkataan Allah ini kepada Adam dan isterinya: “Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain”?

2.    Al Baqarah (2) 97 Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

a.   Jibrillah yang menurunkan Alquran dengan seizin Allah
b.   Alquran membenarkan kitab2 sebelumnya
c.    Menjadi petunjuk
d.   Menjadi berita gembira.
Kita patut bertanya:
a.   Manakah kitab2 yang sebelum Alquran itu?
b.   Manakah petunjuk yang digariskan oleh Alquran
c.    Manakah “berita gembira” ala Alquran itu?



3.    An Nisaa (4) 101 Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar  sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Di sini muncul pertanyaan
a.   Allah memberi informasi bahwa muslim selalu dalam keadaan takut diserang orang kafir
b.   Allah menegaskan bahwa kaum muslim mempunyai musuh yang nyata
c.    Menurut Allah, orang kafir adalah musuh yang nyata bagi muslim
d.   Itukah yang disebut dengan berita gembiranya Allah?
e.   Apakah Allah tidak sanggup menghancurkan musuhnya atau menciptakan kedamaian di antara manusia
f.     Allah menghasut dan mencuci otak penyembahnya bahwa mereka memiliki musuh
g.    Efek buruk dari berita gembiranya Allah ini: Muslim tidak akan mungkin tenang. Mereka akan selalui dihantui kekhawatiran diserang oleh orang kafir.
h.   Aturan sembahyang boleh dipotong-potong
i.     Pada gilirannya, setiap muslim yang lahir ke muka bumi ini adalah orang-orang yang selalu takut, khawatir, cemas dank arena itu mereka akan siaga setiap saat untuk menghancurkan musuh mereka
j.    Dapat dipastikan bahwa kemerdekaan kaum muslim telah dirampas oleh Muhammad yang berbicara mengatasnakan apa yang dia sebut Allah.

4.    [5.20] Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain". [5.21] Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. 

a.   Musa yang berbicara dalam ayat ini?
b.   Menurut Musa, tanah palestina telah diberikan oleh allah kepada kaumnya [Yahudi].
c.    Pemberian tanah ini adalah salah satu nikmat Allah yang didapat oleh Yahudi
d.   Allah juga yang mengangkat nabi-nabi bagi Yahudi. Perkataan ini sekaligus menolak klaim bahwa Musa bukan termasuk bangsa Yahudi. Kita tahu, tidak ada nabi dalam bangsa mana pun.

5.    Ash-Shaff (61) 14 Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut- pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong- penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

a.   Si pembicara menyerukan pendengarkan agar menjadi penolong Allah dan agama Allah. Sesuatu yang dibenci oleh Alquran sendiri.
b.   Jadi, Allah Arab ini mempunyai agama.
c.    Renungkan ini: Islam adalah agama Allah. Islam adalah agama muslim. Muslim berarti seorang/manusia yang beragama Islam. Hal yang sama, Allah berarti seorang yang beragama Islam. Jadi, jika seseorang/sesuatu beragama, maka sesuatu itu pasti ciptaan dan bukan Tuhan Yang Maha Kuasa.
d.   Jika anda tahu bahwa agama adalah sebuah system kepercayaan kepada Yang Maha Tinggi, sekaligus sumber dan tujuan akhir dari segala  ciptaan, maka Allah adalah ciptaan belaka sebab dia memiliki system kepercayaan.
e.   Agama Islam mengajarkan bahwa Tuhan adalah Esa, maka Allah juga harus percaya itu. Jika Agama Islam mengajarkan bahwa muslim harus salat, naik haji, puasa, zedekah, sunat, percaya pada yang Ghaib, percaya pada malaikat, percaya pada hari berbangkit, dan lain sebagainya, maka Allah harus percaya dan melakukan hal yang sama. Apakah Allah perlu percaya bahwa Tuhan itu Esa? Jika Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka Dia tidak perlu percaya sebab Dia sudah tahu akan hal itu. Apa yang dipercaya adalah segala sesuatu yang belum dialami, diketahui, dilihat dan dirasakan dengan indra kita. Semua muslim percaya bahwa setia muslim yang rajin solat akan masuk sorga. Semua orang yang beragama Islam akan masuk sorga. Nah, mereka percaya akan semua itu, karena mereka belum masuk sorga/masih di dunia ini.

6.    Ali Imran (3) 165 Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

a.   Kekalahan ditimpakan penyebabnya pada manusia padahal segala sesuatu ditimbulkan oleh Allah dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan [Qs 39:62, Qs 57:5.]
b.   Segera saja kalau muslim menang, maka penyebabnya adalah Allah [Qs 23:111]
c.    Cara pikir seperti sangat kacau balau. Jika setiap kali muslim tampil di medan laga peperangan, dan “Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” [16:28, 20:46], maka kemenangan dan kekalahan harus dipikul juga oleh Allah. Allah harus bertanggung jawab atas kekalahan ini. Namun, Muhammad amat picik. Kekalahannya dalam peperangan ditimpakan pada kebodohan pengikutnya.


7.    Al An'am (6) 112 Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

a.   Allah jadikan tiap-tiap nabi itu musuh yaitu syaitan dari jenis manusia dan jenis jin.
b.   Coba anda masukan salah satu nama nabi pada kalimat Allah itu. Jika anda masih waras, anda akan tercengang.
c.    Kami berikan untuk Anda!!! “Allah jadikan Muhammad itu musuh yaitu syaitan dari jenis manusia dan jin.” Perkataan Allah ini amat tepat untuk Muhamamd.

8.    Al Anfaal (8)  60 Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

a.   Allah punya musuh
b.   Muslim/Muhammad punya musuh
c.    Segala sesuatu harus dinafkahkan pada jalan Allah dan kamu tidak akan dianiaya
d.   Allah jenis ini benar2 Iblis yang menjanjikan sesuatu yang tidak kamu dapat. Jika kamu berperang maka buah yang kamu dapat adalah peperangan. Tidak lebih. Jika kamu membunuh maka kamu akan dibunuh juga. Jika kamu menanam pohon berduri maka kamu akan memetik buah duri. Kamu tidak mungkin memetik kebaikan dari hasil perang/kejahatan. Perang adalah sebuah kejahatan, lebih lagi kalau perang itu mengatasnamakan Tuhan. Hanya Iblis yang suka bertengkar, berkelahi, makan harta rampasan. Alquran Allah ini penuh dengan istilah ganjil “harta rampasan”. Itu adalah sebuah kejahatan yang dilegalkan oleh paying agama. Isinyanya adalah kebohongan belaka dan bukan kebenaran.

  
9.    At Taubah (9) 114 Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

a.   Allah atau Muhammad berusaha membenturkan Ibrahim dengan ayahnya.
b.   Bagaimana bisa Muhamamd berpikir bahwa ayah Abraham adalah Musuh Allah padahal Muhammad belum datang membawa kebenaran Allahnya?
c.    Muslim akhirnya dicuci otaknya oleh Muhammad: “Abraham melepaskan diri dari segala sesutu yang berkaitan dengan ayahnya”. Pengajaran moral apa yang mau kau sampaikan hai nabi Arab? Apakah kau mau, setiap orang yang mengikutimu adalah musuh bagi mereka yang tidak mengikutimu sekalipun dia adalah ayah, ibu, saudara dan saudarinya sendiri?
d.   Hai Muslim, apakah kau lihat betapa anehnya nabi yang satu ini.


10. At Taghaabun (64)  14. Hai orang-orang mu'min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu  maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

a.   Allah ini benar2 jahat. Dia menanamkan pikiran busuk pada muslim. Bagaimana sebuah keluarga harmonis dan damai tercipta jika sudah lebih dulu mereka berprasangka buruk antara suami, isteri dan anak-anak? Inikah wajah Islam yang sejati? Tidak heran kalau kasus kawin cerai, pertengkaran, pembunuhan dan sebagainya kerap menimpa keluarga-keluarga muslim. Ada di sini akarnya.
b.   Ayat ini lebih banyak menanamkan sikap curiga daripada saling percaya.

11. Al Anfaal (8) 65 Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

a.   Apa arti orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti? Komentator muslim menjawab: “ mereka tidak mengerti bahwa perang itu haruslah untuk membela keyakinan dan mena'ati perintah Allah. Mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi jahiliyah dan maksud-maksud duniawiyah lainnya.
b.   Manusia yang beradab dengan mudah menyangkal para budak Muhammad ini. Apakah perlu membela keyakinan dengan berperang dan saling membunuh. Apakah perlu mentaati Allah yang memerintahkan pengikutnya untuk berperang dan saling membunuh? Allah yang benar tidak bersikap demikian. Ia mampu mempertahankan diriNya tanpa harus melihat anak-anak manusia saling membunuh karena Dia.
c.    Hanya muslim saja yang berwajah manusia tetapi berhati dan berotak Iblis. Hanya muslim saja manusia buas bagai srigala. Semua itu karena mereka mengikuti srigala yang bernama Muhammad.
d.   Mengapa tanda keberimanan seseorang adalah berperang di jalan Allah dan membela agama Allah? Muslim harus menjawab semua ini secara jujur jika Islam itu adalah agama yang benar.


12. At Taubah (9) 120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.

a.   Mengapa harus seperti ini? Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Apa alasan ketidakpatutan itu?
b.   Memangnya Muhammad memberi apa, sehingga semua orang harus turut berperang bersama dia, mencintai dia melebihi cinta pada diri sendiri bahkan mengorbankan nyawa demi nabi haus darah ini?
c.    Mengapa Allah baru bisa menurunkan kebaikanNya kalau penyembahNya ikut berperang bersama Muhammad?
d.   Mengapa berperang itu adalah sebuah amal saleh? Seharusnya Tuhan yang baik ialah Tuhan yang mampu mencegah peperangan dan pertumpahan darah. Karena Dia Mahakuasa maka Dia tidak akan kekurangan cara.
e.   Bagi kita jelas bahwa Allah itu bukan Tuhan tetapi Iblis.


13. Al Israa' (17)  7 Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

a.   Perkataan Allah ini adalah bentuk imajinatif pembelaan Muhammad atas sikapnya yang memaksa semua orang untuk terlibat dalam ambisi Iblisnya.
b.   Jika apa yang dikatakan dalam ayat ini benar, maka kalau Muhammad pergi berperang dan menurut dia berperang itu baik, tentu kebaikan itu sepenuhnya untuk Muhammad.
c.    Kini Allah datang untuk menyuramkan muka manusia yang tidak sepaham dengan dia. Kini jelas bagi Anda. Allah ini tidak datang membawa kegembiraan bagi yang susah, tidak membawa pembebasan bagi yang berdosa, tetapi kutuk dan bencana. Allah baik baik pasti tidak seperti itu. Ia datang untuk memerdekakan semua orang dari segala bentuk penindasan dan belenggu.

14. An Nisaa (4)  77. Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi ?" Katakanlah : "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun

a.   Teriakan orang2 yang takut berperang ini tentu mengharukan. Anda bisa berpikir bahwa mereka menginginkan hidup damai, tenang, bisa mengurus keluarga dan merencanakan masa depan keluarga secara lebih baik.
b.   Namun niat baik ini dijawab oleh Muhammad: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”. Mengapa kesenangan yang di dugai lebih baik di dunia sana itu tidak dimulai dari bumi ini? Jangan2 kesenangan di dunia sana itu hanyalah bualan belaka. Muslim modern terjebak dalam pola pikir seperti ini. Mereka pikir kesenangan dunia akhirat itu tidak bisa dimulai dari rumah dimana dia hidup bersama anak-anaknya. Tetapi inilah cara Muhammad menghancurkan umat manusia. Ia menjanjikan dunia yang lebih baik, tetapi dia tidak mampu membuktikan seperti apakah dunia yang lebih baik itu.
c.    Tingkah laku Muhammad adalah kesaksian, adalah contoh seperti apakah dunia yang ingin dia raih itu. Sederhananya adalah dunia peperangan, dunia permusuhan, dunia yang penuh dengan kekerasan, darah dan air mata. Anda harus tahu dunia seperti itu adalah neraka.
d.   Siapakah Tuhan yang sesungguhnya? Pertanyaan itu dapat anda lihat dari cara bagaimana Tuhan itu menyapa Anda dan memberikan perintahnya kepada Anda. Jika Tuhan itu membuatmu seperti seorang hamba yang harus selalu taat dan tunduk buta kepadanya, anda tahu bahwa Tuhan seperti itu adalah Tuhan yang haus penyembahan. 

15. Mengapa Allah memiliki begitu banyak musuh???

a.   Al Baqarah (2)  98 Allah adalah musuh orang-orang kafir.
b.   Fush Shilat (41)  19 Musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.
c.    Fush Shilat (41)  28-Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.
d.   An Nisaa (4) 45 Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh- musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).
e.   Al Furqaan (25) 31 Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.
f.     Az Zukhruf (43) 67 Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
g.    Al Anfaal (8) 45 Hai orang-orang yang beriman apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

16. Jalan akhir dari semua perjuangan Muslim adalah yang berikut ini:


Qs 19.64-72 Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.  Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya.  Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?"  Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali? Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.  Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.  Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.  Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. 

a.   Akan bayak tafsirkan untuk meluruskan perkataan Allah ini. Tetapi yang namanya tafsiran adalah sebuah “tebak-tebakan”. Kalau kena baik, kalau tidak, juga baik. Yang pasti sabda Allah sudah dinyatakan.
b.   Allahlah pencipta segala sesuatu, jadilah demikian
c.    Sembahlah Tuhan dan berteguh hatilah padaNya. Itu pun, jadilah.
d.   Setelah mati akan bangkit hidup kembali, tetapi apa itu bangkit hidup kembali? “Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut”
e.   Ingatlah ini baik2 hai para muslim sedunia:
Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.  Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. 
Berapa lama kau di neraka? Muhammad tidak memberi tahu. Bisa sebentar, tetapi boleh jadi lama. Semua tergantung pada Allah. Hal yang pasti bahwa semua muslim akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam terlebih dahulu. Perkataan Allah terasa cocok jika Anda melihat segala bentuk teroris dan kejahatan dunia muslim lainnya terhadap orang kafir.

Saudara-saudara muslim, cobalah sejenak berpikir, apakah Allah yang demikian yang anda inginkan? Allah yang memiliki begitu banyak musuh, dan lebih lagi dimusuhi oleh manusia. 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More